Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
frustasi


__ADS_3

sudah satu minggu berlalu Fadhil berada di kamarnya dengan suasana yang gelap tanpa adanya cahaya. Ia tidak bekerja selama itu hanya sibuk memikirkan ku. Rafly sebagai saudaranya selalu mnemaninya memberinya makan dan diajak bicara. tetapi, Fadhil menjadi bisu. Rafly hanya menghela nafas ia memimpin perusahaan miliknya sementara. sedangkan Ferdy menggantikan posisi Rafly dibagian cabang. Semua masalah ini tidak ada yang tahu kecuali mereka saja, para orang tua pun hanya tahu mereka baik - baik saja. mereka semua sepakat untuk tidak membuat orang tuanya khawatir.


mengenai diriku kini sudah baik - baik saja. namun, aku merasa diriku hampa tidak semangat untuk menjalani kehidupan. bahkan, aku tidak tahu dimana aku berada ?!


mereka hanya memberiku makan dan minum.


tiba - tiba....


"tok...tok...tok..."


"masuk saja."


"halo selamat pagi apa kabarmu?" tanya Jackson membawa sarapan pagi


ini pertama kalinya aku beremu lagi dengannya di ruangan yang tidak ku ketahui ini.


"aku baik. kau tahu aku disini darimana? apa kau mengikutiku? atau... kau menculik ku?" tanya ku dengan tatapan mata tajam


"yah... lebih tepatnya aku yang membawamu kemari. dan... orang - orang kepercayaan ku yang merawatmu selama ini. maaf, aku baru menemui mu." jelasnya


"apa kau menculik ku saat aku sedang lahiran?" tanya ku lagi


"iyaa kau benar."


"kenapa kau melakukan hal itu padaku? aku tidak mengerti semua perbuatan mu padaku."


"Tian, akan ku jelaskan. tapi yang pasti sekarang kau makan dulu." memberikan makanan itu padaku


"prakk... (pecah) aku tidak mau. aku butuh pejelasan mu. dan dimana anak ku? apa kau menculik dia juga? tidak, lebih tepatnya apa kau membunuh anak ku?" tanya ku menahan amarah


"baiklah tenangkan dirimu duduk. aku akan menjelaskannya."


aku menuruti apa yang dia ucapkan.


"aku melakukan semua ini karena ada tujuannya. aku... aku ingin kamu mengingat sesuatu. aku adalah orang yang kau lupakan. dulu, aku selalu dipanggil olehmu itu kakak , mungkin karena aku lebih tua darimu. kita berpisah saat aku kecelakaan tertabrak mobil. kau berpikir aku sudah mati saat itu. tapi, aku masih hidup sampai sekarang. setelah kesembuhan ku, aku mencarimu kemana - mana namun tidak bisa ku temukan. tidak ku sangka kamu kembali ke negaramu."


"apa yang kau katakan Jackson aku tidak mengerti ucapan mu." ucap ku mengerutkan dahi kesal


"apa kamu sudah lupa padaku? aku teman masa kecilmu, Jack. pertemuan pertama kau memanggil ku seperti itu."


"Jack?"


(kembali ke masa lalu)


dulu, setiap pagi aku dan ayah ku pergi ke taman kanak kanak. suatu hari, aku melihat kereta kencana yang sangat indah. ada seorang anak kecil yang keluar dari kereta itu. dia sangat tampan , rapi dan bersih. namun, aku tidak melihat kebebasan dalam dirinya. dia menghampiri ayahku dan berbincang seperti ayah dan anak saja. lalu, ayahku memperkenal kan ku dengan nya. lama kelamaan kami bermain bersama bahkan dia menginap di rumah ku. dia lebih tua dariku jadi... aku memanggilnya kakak. dia selalu melindungi ku dari bahaya sampai terjadinya kecelakaan pada dirinya itu juga karena diriku.


(kembali ke masa kini)


"Tian..." Jackson memanggil ku


"jadi kau adalah Jack. kamu tidak berbohong padaku?" tanya ku


"tidak. lihat, aku punya bukti masa kecil kita." ucapnya memberikan ku foto


aku melihat foto itu memang benar adanya. tapi, aku tidak suka dengan caranya yang tidak dewasa ini.


"jadi, apa tujuan mu menculik ku? tunggu, apa kau membawa ku ke Inggris?" tanya ku


"yah aku membawamu ke Inggris. tujuan ku hanya satu...." ucapnya


"apa itu?" tanya ku penasaran


"aku ingin menjadikan mu pasangan hidupku. aku adalah pangeran mahkota yang sebentar lagi akan dinobatkan." ucapnya tersenyum


"apa? kau sudah gila Jack. aku tidak mungkin menikah dengan mu. aku sudah menikah bahkan aku sudah punya anak. aku yakin anak ku itu masih hidup." bentak ku beranjak dari tempat duduk

__ADS_1


"tidak, anak mu sudah mati. aku mencarinya di kamar mayat dia sudah tiada Tian. maafkan aku selama seminggu ini tidak menemuimu. aku mengurus semua ini..." ucapnya memberikan ku arsip


"apa lagi ini?" tanyaku penasaran


"lihatlah dulu.."


aku melihat arsip itu dan terkejut, isi arsip itu adalah pernikahan ku dengan Fadhil juga surat perceraian..!!!!!


"tidak... tidak mungkin Fadhil tidak mungkin bercerai dengan ku. kau menjebaknya Jack aku tahu itu. atau.. kau mungkin membuat surat ini palsu." ucapku


"terserah dirimu. aku tidak berbuat apapun padanya." ucap Jackson menunduk


"dengarkan aku Jack, aku tidak akan pernah menjadi pasangan hidupmu. tidak akan pernah..!!!! keluar dari sini biarkan aku sendiri."


bentak ku memalingkan wajahku


"Tian apa kekuranganku dengan Fadhil?" tanya nya lembut


"tidak ada. tapi caramu menyelesaikan masalah tidak dewasa dan berpikir jernih." ucapku


"kalau gitu aku akan mengubah diriku." ucapnya


"bagus kalau gitu. tapi aku ingin kau berubah bukan karena diriku." ucap ku masih membelakanginya


"Tian , aku menjalani hidup karena dirimu...kenapa kau melarangku seperti ini." ucapnya cemberut


"Jack, kau salah paham. aku hanya menganggapmu sebagai kakak saja tidak lebih. biarkan aku pergi dari sini." pinta ku


"kau pergi dari sini dan meninggalkan ku begitu? tidak, kau tidak bisa meninggalakn ku lagi Tian. kita sudah ditakdirkan sejak lama untuk bersama." ucap Jackson


"tidak !!!! sudah ku bilang tidak. aku hanya mencintai satu pria yaitu suamiku Fadhil." bentak ku


"Tian cukup !!!! kau hanya akan menjadi milik ku harus sampai kapan aku menyerah terus? tunggu 7 hari lagi sebelum penobatan, kita akan menikah dan memulai lembaran baru." ucapnya


"keinginanmu tidak akan pernah terjadi." ucapku


"ayolah Jack itu masa lalu dan masih kecil. takdir tidak bisa diubah sesuai keinginanmu. biarkan aku pergi." pinta ku


"jangan terlalu banyak mimpi Tian. aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi." ucapnya menutup pintu aku mengikutinya, dia menguncinya dari luar


"Jack aku mohon buka pintunya biarkan aku pergi... !!!!! Jack !!! Jack..!!!! " teriak ku dan menangis


"tidak !! aku tidak mau menikah dengannya... Fadhil kau dimana? aku tahu kamu tidak akan pernah meninggalkan ku aku percaya pada semua ucapan mu. tolong aku...!!! " gumam ku menangis duduk di belakang pintu memeluk lutut ku


...***...


"Tian....!!!! " teriak Fadhil bangun dari tidurnya


"huh...!!! ternyata mimpi. tidak, aku harus menemukannya. aku yakin dia masih hidup..."



Fadhil bangkit dari kesedihannya dia pergi ke kantor mengurus semuanya terlebih dahulu , Rafly sebagai saudaranya itu terkejut akan kelakuan Fadhil. mereka bertemu..


"syukurlah kau kembali seperti dulu..."


"mmm... terima kasih. aku butuh bantuanmu"


"apapun itu akan aku bantu.."


"tunggu, dimana Agil?" tanya Fadhil


"bibi An bilang menyusulmu dan tidak ada kabar sampai sekarang." jelasnya


"hmmm... tak apa ada rencana baru. tapi, apa Rendy sudah sembuh?" tanya Fadhil

__ADS_1


"aku sudah pulih. aku punya sesuatu yang dilaporkan." ucap Rendy


"ayo diruang rapat." ucap Fadhil


mereka bertiga mulai bergerak. Ferdy masih sibuk rapat jadi tidak ikut diskusi hanya bisa mendengarkan lewat earphone.


"aku menemukan keberadaan mereka. aku menemukan alat pelacak mereka."


"dimana mereka?"


"di Inggris sesuai dugaan ku. Tian juga ada disana, Calvin , Alvian berada di ruang bawah tanah kerajaan Inggris."


"bagaimana kita bisa masuk kesana tanpa dicuigai." tanya Rafly


"aku punya pakaian pelayan kerajaan." ucap Rendy


"bagus kalau gitu, aku tebak dulu kau adalah pengawal Inggris?" tanya Rafly


"bukan pengawal tapi mata mata musuh Inggris. Fadhil dulu sejak SMA aku tidak bersama mu karena aku berada dibawah ancaman Jackson. dia mengirim bawahannya untuk mengawasiku . demi melindungimu aku menjauh darimu karena tujuan Jackson hanya satu yaitu membunuhmu karena Tian adalah cinta pertamanya. aku menemukan semua itu dari buku diary nya."


"jadi, Jackson berpikir kau merebut Tian darinya." ucap Rafly


"tapi kenapa aku tidak ingat padanya?" tanya Fadhil


"karena panggilan sesungguhnya itu Jack" ucap Rendy


"Jack... ternyata dia musuh lama ku. aku mengerti semuanya. dia kembali untuk melawan ku. kita mulai bergerak !!! aku tahu cara menuntaskannya."


...***...


hari sudah petang. aku pergi mandi membersihkan diri. aku belum makan seharian setelah itu...


"tok...tok...tok..."


"siapa?"


"uh ini aku Sandra.."


"Sandra? bagaimana dia ada disini?!" gumam ku segera membuka pintu


"Sandra ka..kamu.."


"Shuutt.. biarkan aku masuk." ucap nya


"baiklah.." menutup pintu


"ini aku membawa makanan untukmu." ucap nya


"katakan padaku mengapa kau ada disini?"tanya ku


"aku... aku kemari untuk menjenguk mu tidak ku sangka kau sudah sembuh syukurlah." ucapnya


"aku?!"


"yah kamu. Tian lihat, perut ku sudah membesar." ucap nya mengelus perutnya


"bukan..!!! bukan itu yang ku inginkan. kau membawa ku lari dari kamar mandi lalu kamu hampir terjatuh. apa yang terjadi saat itu Sandra cepat beritahu aku. kamu tidak mungkin mengkhianati ku kan?!" tanya ku mencengkram bahu nya


"a..aku... aku hanya membawa mu lari dari orang jahat. saat aku ingin duduk , aku mendengar percakapan mereka untuk membawamu pergi.." jelasnya


"siapa mereka itu?!" bentak ku


"a..aku tidak tahu.."


"kau bohong Sandra, aku tahu dirimu." ucapku

__ADS_1


"kau tahu apa mengenai aku Tian." bentak balik


"kau sahabat ku !!!" bentak ku balik


__ADS_2