
Hari sudah menunjukkan pukul 5 subuh. Rafly langsung bangun dan bersiap entah pergi kemana.
Sandra berpura - pura tidur untuk melihat pergerakan suaminya. Rafly mendekatinya...
"Sandra, aku harus pergi dulu... ada yang harus aku urus. " ucap nya tidak memakai pakaian jas melainkan memakai pakaian biasa.
Dia langsung pergi tanpa membawa bawahannya. Sandra langsung bangun mengikutinya. namun, di perempatan jalan terdapat rambu lalu lintas membuatnya kehilangan jejak. tetapi, Sandra tidak menyerah mencarinya.....
Alhasil dia tidak menemukannya lalu... Dia melihat seorang pria tampan yang terlihat postur tubuhnya mirip suaminya. Sandra langsung sembunyi untuk mendengar percakapan mereka..
"kau baru pulang ? kemana saja akhir - akhir ini?! aku menunggu kedatangan mu." jelas orang pertama
"maaf... aku harus mengurus masalah di kediaman ku. begitu banyak orang yang menginginkan kekayaan kami dengan cara yang tidak baik. jika dia pulang bersamaku atau bahkan dirimu... tidak mudah untuk kembali kemari. Kau jaga dia bagaimana pun caranya... aku bahkan di incar di sini... berhati - hatilah..." jelas orang kedua
"Mereka sebenarnya sedang membicarakan apa?!" gumam Sandra
Sandra langsung pulang dengan cepat karena mereka sudah selesai...
sesampainya di rumah...
"Sandra, kamu darimana? " tanya Rafly sudah berada di rumah sehingga Sandra bengong
"a-ah aku... aku mencari bubur yang biasa ku beli entah kemana. sepertinya dia belum berdagang..ka..kamu darimana? saat aku bangun kamu tidak ada." jelas Sandra tidak ingin ketahuan
"aku pergi ke luar untuk berolahraga.." jelas Rafly tidak masuk akal
"Gak mungkin, kalau emang begitu siapa yang aku dengar tadi..?!!!" gumam Sandra semakin kebingungan
"karena kamu lapar. aku akan membuat bubur untukmu.." ucapnya
"um boleh..."
...***...
Di sisi lain...
Aku melihat Fadhil sedang sibuk berbicara dengan seseorang...
"Fadhil..." aku memanggilnya
"iya sayang... kamu sudah bangun? apakah tidurmu nyenyak." tanya Fadhil
"kamu berbicara dengan siapa?!" tanya ku mengikat baju tidurku.
"ah... aku berbicara dengan Agil seperti biasa."
"um tapi suaranya sedikit berbeda."
"a-ah Agil sedang bermasalah dalam suaranya. mungkin flu.." ucap Fadhil
"ouh... begitu. kalau gitu biarkan saja dia istirahat."
"hem.. dia bisa melindungi dirinya sendiri kok." ucap Fadhil mengangkat ku ke kamar mandi
"he-hey aku bisa mandi sendiri kok." ucapku malu
"aku sudah melihat semua tubuhmu. kenapa harus malu." ucapnya
"dasar !!! ka...kamu gak tahu malu banget sih.."
"aku tidak pernah malu setiap bersama mu.." ucapnya menurunkan ku ke bath up.
Dia membelai rambutku mengikat rambut ku. dia menyentuh leherku dengan tangan halusnya.
"emmhh....!!! sayang jangan seperti ini. aku tidak mau bertanggung jawab." ******* ku
"Sayang, jangan bersuara seperti itu..." balas Fadhil semakin menjadi - jadi.
"ukh!!!! si bodoh ini.... aku akan memukulnya. dia menyiksa ku seperti ini.." gumam ku
"Cu..cukup sudah sudah kamu boleh pergi !!! huh ! " ucapku membelakanginya
"ta..tapi aku.. "
"Fadhil pergilah. jangan lakukan hal bodoh lagi. kan, yang cape kamu bukan aku." kata ku santai sambil di sabun ke seluruh tubuhku
"hmmm(berpikir) memang sih apa yang dia katakan benar... aku menahan diriku karena dia. habis , suruh siapa dia terlalu menggoda." gumam nya tersenyum licik
"Akhirnya dia pergi juga. aku sih kasihan tapi apa boleh buat aku lagi hamil." ucap ku berbicara sendiri
"hmmm...apa benar yah?! yang tadi berbicara dengan Fadhil itu Agil. tetapi, kenapa dia langsung tiada?! biasanya dia menyapa ku. gak mungkin bohong kan...!!! " gumam ku berpikir
...***...
Sintia pergi ke rumah Sandra... menceritakan apa yang terjadi saat pesta pertunangannya padahal hari itu sudah lama sekali.
"Ting...tong..."
"hmmm?(membuka pintu) lho Sintia kamu.."
Sintia memeluk Sandra
"San... aku ingin berbicara empat mata sama kamu." ucap Sintia tersedu - sedu.
"Sintia kenapa yah?!" gumam Sandra
Mereka masuk dan duduk berdua...
"Ada apa Sin?"
"tahu gak?! waktu kemarin yah, aku sama Ferdy janjian untuk jalan - jalan."
"lalu ada apa?!"
"Dia pergi meninggalkan ku di jalanan. dia bilang ada urusan mendadak kesal kan !!! " ucap Sintia
"a-ah begitu...kamu tahu gak dia kemana?"
"enggak...!!! huhu..."
"oh jadi masalah Ferdy?" ucap Rafly tiba tiba datang
"hmm kamu tahu dia kemana ?!" tanya Sandra
"dia pergi ke rumah Fadhil untuk melihat Tian." jelas Rafly
"apa?!" mereka mengatakannya barengan
"Tian?! Jadi... prasangka ku selama ini benar?! apa mereka masih ada hubungan?!" ucap Sintia berbicara sendiri tetapi Sandra tidak mendengarnya.
"Tian, aku tidak menyangka dia melakukan hal ini pada kita?! tidak hanya Rafly tapi Ferdy juga?!! selama ini sebelum mengenal akan cinta. kami baik - baik saja...
Tian apakah kamu serakus itu?!!!" gumam Sandra mengepal tangannya
"San, aku sedikit lega. aku mau pulang, jangan kasih tau kalau aku kemari yah jika Ferdy datang." pinta nya
"o..ah iya. tentu.."
"Sayang, aku tidak akan pulang malam ini..."
"lalu, kamu kemana?" tanya Sandra mengira pergi ke rumah Fadhil untuk bertemu dengan ku
"aku.. ke kediaman yah ke rumah ayah memanggil ku." jawab Rafly membuat Sandra tenang
"umm baiklah kalau gitu."
"Sintia bisakah kamu menginap disini saja. karena, Sandra sendiri di rumah." pinta Rafly
"umm... oke deh... aku juga malas pulang. tapi jangan beritahu Ferdy yah kalau bertemu." pinta Sintia
__ADS_1
"oke.."
...***...
Hari masih tengah hari...
seperti biasa aku pergi berbelanja. tetapi, kini bersama suamiku. huhum~ senang sekali rasanya.
"Sayang kita beli apa?!" tanya Fadhil
"ummm makanan... untuk ngemil hehe..."
"asal tidak boleh makanan instan." ucap Fadhil membawa troli.
"Ini...ini...ini..." pinta ku menunjuk semua makanan yang aku inginkan
"hummm~ dia ini memang suka makan. bagus juga untuk anak ku. aku harus membeli susu untuk ibu hamil." gumam Fadhil pergi ke tempat susu
"Berikan aku susu untuk ibu hamil yang terbaik." pinta Fadhil pada pelayan
"kyaaaaa...... dia tampan sekali. biar aku yang melayaninya." bisik para pelayan berebutan
"yah... orang tampan mau di jelek jelek juga tetap tampan." gumam ku melihat para pelayan berganti melayani nya
"wah suatu kebetulan... bisa bertemu disini.." ucap seseorang ternyata Jackson
"ah kamu... um sedang apa kamu disini?" tanya ku melangkah mundur
"anu Tian kenapa kamu menjauh dariku. aku bukan orang berbahaya kok. kamu membenciku yah?!" tanya Jackson sehingga aku salah tingkah
"a-ah itu... bu..bukan. aku... tidak bermaksud seperti itu." ucapku tersenyum paksa
"apa kamu sendirian kemari?" tanya Jackson
"tidak. dia bersama ku." jawab Fadhil datang setelah selesai memilah susu untuk ku
Mereka saling tatap tajam memperlihatkan permusuhan diantara mereka.
"(grep) Fa..Fadhil ayo beli buah. aku ingin buah.." pinta ku agar berhenti perang mata
"ah Tian kebetulan aku membeli parcel buah. ini untukmu... " ucap Jackson
"sungguh ini untuk ku? ini kan kamu yang beli." ucapku ngiler karena buah nya segar - segar
"Dugaan ku benar dia sangat suka buah buahan terutama buah mangga...dan ceri." gumam Jackson memandang ku
"ah tak apa. aku tinggal beli lagi bereskan. ayolah terima saja aku mohon." ucap Jackson
"um... ba..baiklah.. terima kasih yah (mengabaikan Fadhil)" kata ku senyum kecil
"iyah sama sama. kalau gitu aku permisi... nikmati harimu.." ucapnya
"uumm!! "
Setelah ia pergi...
"Sayang buang parcel itu akan ku ganti dengan yang lain." ucapnya
"iihh gak boleh sayang tahu... gak apa - apa. hemat juga."
"hemat? sejak kapan? aku memberikan black card untukmu apakah tidak cukup." tanya Fadhil khawatir kalau semua yang ku inginkan tidak terpenuhi olehnya.
"bu..bukan kamu salah paham. itu lebih dari cukup. sudahlah Fadhil dia itu baik ayo..." ucapku pergi ke tempat sayur
"Kau tidak tahu seperti apa dia sebenarnya Tian..." gumam Fadhil
Fadhil mengikuti ku dari belakang.....
"lho Tian !!! "
"ah kamu..!! " balas ku kaget
"apa kamu kemari sendirian?"
"dia bersama ku." ucap Fadhil merangkul ku
"ka..kalau gitu kami pergi ke sebelah sana yah." ucapku menarik Fadhil
"bisakah kau simpan parcel buah di troli." ucap Fadhil kasihan karena aku memangku nya
"i..iya nanti aku simpan. ayo...!!! "
"Andaikan saja aku mengontrol diri saat itu. mungkin Tian tidak akan menghindar seperti ini padaku..." gumam Rafly memandang kami dari kejauhan
Setelah selesai berbelanja....
"Fadhil ini terlalu banyak. ceritanya aku ingin menghemat tetapi kamu..."
"sudahlah... ayo.."
mengantri di kasir....
"lama..." Fadhil menggerutu
"yah orang seperti kamu tidak pernah melakukan hal ini bukan.."
"yah .. memang. ayo giliran kita."
Tiba - tiba...
"ah Tuan muda Afriansyah maaf membuat anda ikut antrian. silahkan kemari... " ucap kepala toko
"tak apa. sudah mau selesai kok." ucapku
"sungguh kah?" tanya nya
"iyah..." jawab ku singkat
"lain kali bila istriku datang kemari. jangan membuat dia ikut mengantri." pinta Fadhil dengan tatapan yang menakutkan
"baik tuan muda."
"Fadhil jangan seperti itu. kita juga harus merasakan orang lain seperti ini.." ucapku memandang sekitar
"hmm !!! terserah.."
Entah mengapa rasanya ada seseorang yang sedang memperhatikan ku. tapi siapa?!
"Sayang mencari siapa?"
"hmmm aku hanya.. ah tidak apa - apa. ayo pulang...ukh..(menyentuh kepala kesakitan)" ucap ku
"kamu tidak apa - apa?" tanya Fadhil khawatir
"umm !! aku gak papa . ayo pulang.." ucapku menggandengnya
"Kenapa kepala ku pusing sekali... perasaan aku tidak makan makanan yang salah.."gumam ku
Ternyata Fadhil memangku ku menyuruh pelayan membawa belanjaan kami.
"aaahhh!!!! Fa..Fadhil..."
"Diam... "
"ukh...!!! "
__ADS_1
"aneh padahal kami sudah menikah sejak lama. tetapi rasa malu ku masih saja seperti pengantin baru." gumam ku menunduk malu ke dalam pelukannya
Di sisi lain...
Sandra dan Sintia pergi untuk menemui seseorang...
"to the point saja.. ada apa?" tanya orang itu
"aku hanya ingin memberi pelajaran pada seseorang. " ucap Sandra
"San... gak akan apa apa nih?" tanya Sintia
"shut kamu diam saja."
"apa yang harus aku bantu."
"bawa dia ke tempat ini saja... dia sudah banyak mengganggu." ucap Sandra sudah habis kesabarannya
"baik..."
Sementara itu aku sudah pulang dan berbaring di kursi ruang tamu. aku terlelap tidur, dan Fadhil pergi untuk memasak.
...***...
Tak lama kemudian... aku terbangun...
"umm...silau banget sih.."
"heh? dimana ini ?! Kok aku mudah banget diambil orang sih...!!! atau... Fadhil ingin main petak umpet yah??"gumam ku melihat sekitar
"Sudah bangun?" tanya seseorang dia memakai topeng dan serba hitam
"kamu.. siapa..?" tanya ku berusaha bangun walaupun masih terasa pusing.
"kamu tak perlu tahu aku..."
"ini dimana? tadi aku ada di rumah..."
"yap tetapi aku datang ke rumah mu sebagai tamu. dan... suami mu dalam keadaan tidak sadarkan diri."
"ka..kamu !!!! apa yang kamu lakukan padanya. dan... sebenarnya kamu ingin apa?!" tanya ku melihat kondisi ku ternyata di ikat
"simpel, untuk memberi pelajaran padamu." ucapnya
"ta..tapi kenapa?! Akh !!!!! (di tusuk perutku olehnya)"
"Sakit bukan?! tetapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang sudah kamu berikan."
"Akh...!!! uhukk...uhukk.... umm...(mengeram kesakitan)"
"hmmm perut ku sakit sekali...!!!! tolong aku... siapa saja..!!! " gumam ku merangkak pelan
Darah menetes begitu banyak bau amis yang sangat pekat.
"Aaaaaaakhhhhhhhh....!!!!!! " teriak ku
Karena dia menarik kaki ku...
"Brakkkk!!!!! (mendobrak pintu dan melihat ku) Tian !!!!!" teriak Jackson langsung berlari padaku
"Jack...Jackson to...tolong aku..Aaakhhh!!!! (rambut ku di jambak) Sa...sakit.. lepas (Bukk) ukh..."
Jackson melawannya tanpa Aba - aba. begitu banyak bawahannya yang menyusul.
"Tuan biar kami saja. bawa nona keluar.." ucap kepercayaannya
"bereskan semuanya!!! bantai saja..!!! "perintah Jackson memangku ku
Aku sudah tak sadarkan diri...
baju ku penuh dengan darah, bahkan menetes pada Jackson.
"Tian... bertahan lah...!!! aku mohon.." ucap Jackson berlari masuk mobil
Sementara itu...
Fadhil baru terbangun dan ternyata dia berada di dalam sumur yang tidak ada airnya.
"aku dimana?!!!! tunggu...(mengingat)"
"Seseorang memukulku... siapa yang ingin bermain - main dengan ku!!! ah !!! Tian...!!! "gumam Fadhil
Fadhil merangkak ke atas dan berhasil ternyata Agil sedang mengambil tali untuk membantu tuannya.
"Tuan anda...Tidak apa- apa?!" tanya Agil
"Tidak. cepat cari istri ku..!!! " bentak Fadhil
"nona tidak bisa di temukan tuan..." jawab Agil takut
"Apa?!!! bagaimana bisa seseorang menyusup kedalam rumah ku !!!! apa yang kalian lakukan !!!! cari dia. jangan kembali sebelum menemukannya..!!! " bentak Fadhil gemetar
"Tuan... jangan sampai sifat anda kembali seperti dulu..!!!" gumam Agil takut akan sesuatu buruk terjadi
"Aku akan membunuh siapa pun yang menyakitinya. ini... berlaku untuk saudaranya juga sahabatnya..." ucap Fadhil berbicara sendiri
Dia pusing dan tidak tahu kemana untuk mencari ku.
Fadhil terpuruk lemas melihat langit dengan tangan yang berdarah karena berhasil keluar dari sumur itu...
"Tian... kau dimana?! " ucap Fadhil berbicara sendiri
"Baiklah... kita tempur saja.." gumam Fadhil mengeluarkan pistol yang ada di belakang punggung nya
di sisi lain...
Ruang IGD...
Jackson mondar mandir... tidak tahu harus berbuat apa. Jika dia menghubungi Fadhil pasti akan terjadi peperangan diantara mereka...Jika tidak pasti akan terjadi kesalahpahaman yang semakin dalam.
"Tian...Tian...!!!! " Rafly memanggilnya
"Kenapa dia selalu tahu dimana pun Tian berada. apa dia menyimpan sesuatu di tubuh Angel ku?!" Gumam Jackson
"Dimana Tian?!" tanya Rafly memegang kerah baju Jackson
"Di dalam... apa kau buta.." ucap Jackson datar
"cih !!!! apa yang terjadi padanya?!!!" bentak Rafly
"memangnya kenapa? apa hubunganmu dengannya?" tanya Jackson
"aku saudaranya !!! dia berarti bagiku..!!!" jawab Rafly
"hoh....saudara? saudara yang menginginkan sesuatu bukan?!" ucap Jackson membuat Rafly terdiam
"apa maksud ucapan mu?" balas Rafly
"Tidak ada.. hanya asal bicara..." jawab Jackson melepaskan diri dari Rafly
"Dugaan ku benar. dua orang ini ada sangkut pautnya dengan istriku.." ucap Fadhil tiba - tiba sambil memegang pistol
"tu..tunggu Fadhil kau salah paham.."
"dor..dor..dor"
Mereka menghindar dan tidak membalasnya...
kesalahpahaman yang entah darimana membuat hubungan erat ini menjadi hancur perlahan...
__ADS_1