
Akhirnya aku selesai mengerjakan tugasku sebagai asisten. lalu aku pun membereskan arsip-arsipnya ke tempat semula. setelah itu, aku melihat sekeliling sudah bersih dan rapi.
aku duduk di sofa nya untuk istirahat. Tanpa disadari aku pun ketiduran.
"cklek..." (suara pintu terbuka).
Pak Fadhil pun kembali ke ruangannya. dan..
"hmm... dia tertidur pulas disini. mungkin karena terlalu memberinya tugas sebanyak itu. " Ucapnya sambil bergegas membawa selimut lalu mengenakannya padaku yang lelap tertidur.
...***...
Pelajaran berlangsung lama.
"San, Tian mana yah? belum kembali sejak tadi?" Ucap Sintia.
"mana aku tahu. mungkin masih banyak urursan. " Ucap Sandra.
Tak lama bel pulang pun berbunyi . para mahasiswa bergegas untuk pulang. namun, Sandra dan Sintia , mereka berdua mencariku ke kantor.
"San, mau kemana?" Ucap Rafly.
"(dalam hati) kalau aku bilang Tian masih berada di kantor. pasti dia akan menghampirinya dan membuat keributan nanti. " Ucap sandra dalam hati.
"San. kok bengong sih. mau kemana?" Ucap Rafly.
"ah aku mau ke toilet sama Sintia kamu mau ikut." Ucap Sandra yang tergesa-gesa.
"ohh ya sudah aku duluan. dah.." Ucapnya sambil pergi.
"haah... akhirnya dia pergi " Ucap Sandra.
"San, aku tahu Tian dimana. Tapi kenapa kamu berbohong ke Rafly." Ucap Sintia.
"aku melihat dari reaksi Rafly. kalo dia suka sama Tian. Sedangkan Tian..". Ucap Sandra yang tidak melanjutkan perkataannya.
"Tian kan milik walas kita. " Ucap Sintia.
"Heheeh toh kamu tahu. " Ucap Sandra.
"gini-gini juga aku bisa melihat reaksi orang jatuh cinta. Ya udah yu kita cari Tian. " Ucap Sintia.
mereka pun pergi ke kantor untuk menemuiku.
"tok..tok..tok.."
"masuk" ucap Pak Fadhil.
"Maaf pak. kami sudah ganggu. apa ada Tian disini?" Ucap Sandra.
"Tuh.." Ucapnya sambil menunjuk ke arah sofa.
"ternyata dia malah enak tidur disini." Ucap Sintia sambil terkekeh.
"Lalu apa ada hal lain?". Ucap pak Fadhil yang tidak suka diganggu.
"Ti.. tidak ada pak. Kalau gitu kami pamit dulu. " Ucap mereka berdua.
mereka pun bergegas pergi. Pak Fadhil pun menghampiriku dan mengelus rambutku. aku pun tersadar.
"hmm... (membelalak melotot) bapak sedang apa disini?". Ucapku yang tidak melihat sekitar.
__ADS_1
"heh... lucu sekali. ini kantorku. dan kamu enak-enakan tidur di sofa favoritku. apa kamu tidak bisa menjelaskan bagaimana kamu bisa tidur disini?". Sambil menatapku.
"ah.. aku.. aku sudah selesai mengerjakannya dan membereskan arsip bapak lalu aku duduk sejenak disini tanpa disadari aku mengantuk tertidur disini. " Ucapku menjelaskan apa yang terjadi dan beranjak bangun dari sofanya.
"Hmm.. kalau gitu saya mau pulang. " Ucapku yang santai-santai saja.
"kalau kamu pulang sekarang. aku jamin besok kamu akan menjadi bahan topik pembicaraan di kampus. karena seharian ini kamu bersamaku lebih baik tunggu sebentar lagi. nanti aku akan mengantarmu pulang. " Ucapnya sambil pergi ke kamar mandi.
Lalu, dia pun kembali dan menghampiriku.
"Lebih baik kamu mandi sekarang dan ganti pakaianmu itu. aku sudah membelikan baju baru untukmu. " Ucapnya sambil mendekati wajahnya padaku.
" hmm... baiklah. awas kalau bapak ngintip." Ucapku.
"hah... daripada ngintip lebih baik mandi bersama. " Ucapnya sambil terkekeh.
"Jangan harap." Ucapku sambil berlari ke kamar mandi.
aku pun selesai mandi dan mengganti pakaian. Pak Fadhil pun langsung menghampiriku.
"Tian, sebelum aku mengantarmu ke asrama. kita makan malam dulu. aku yakin kamu pasti lapar." Ucapnya sambil menggandeng tanganku.
"Pak.. bisa lepaskan tanganku." Ucapku sambil berjalan tidak enak dilihat orang lain.
"Tidak. aku takut kamu kabur." Ucapnya.
"-_- Kekanakan sekali. " Ucapku yang kesal.
Dia menghiraukanku. aku hanya bisa menurutinya. tanpaku sadari dia memandangku diam diam.
"kenapa pak? apa ada yang salah?" Ucapku yang salah tingkah.
"Tidak ada. kamu terlihat cantik. aku jadi kesal. " Ucapnya yang terdengar tidak senang.
"karena orang lain akan melihatmu dan memandangmu khususnya laki-laki yang nanti akan modus padamu meminta no telepon. " Ucapnya sambil mengerutkan alisnya.
"kan yang ngasih baju ini bapak bukan aku. jadi bukan salah aku. " Ucapku membela diri.
Dia mengabaikanku lagi. lalu, dia membuka jasnya dan mengenakannya padaku.
"Pakai ini. udaranya dingin." Ucapnya
"hmm.. baiklah. terima kasih." Ucapku.
Jika dilihat baik-baik Pak Fadhil ini sangat tampan dan dan baik juga tidak banyak bicara. dia selalu terlihat tegas dan percaya diri. Tak lama kemudian, kita sampai di tempat tujuan. "akhirnya sampai juga. " Ucapku yang sedikit kelelahan.
"Maaf terlalu jauh dari parkiran. membuatmu kelelahan. ini minumlah dulu. " Ucapnya smabil memberikan minuman hangat untukku.
akupun sedikit malu karena perlakuannya yang membuatku selalu salah tingkah. Tiba-tiba pelayan datang.
"Tuan dan Nona mau pesan apa? ini daftar menunya silahkan dilihat. " Ucap salah satu pelayan.
"kamu mau apa Ti?" Ucapnya.
"Hmm.. apa saja. " Ucapku.
"Bawa yang ada kesini. " Ucapnya yang malas melihat daftar menu.
"baik pak mohon tunggu." Ucap pelayan sembari pamit.
setelah 10 menit hidangan pun datang.
__ADS_1
"Silahkan dinikmati." Ucap para pelayan menyiapkan makanan.
"Terima kasih" Ucapku.
"kami permisi." Ucap para pelayan.
"anuu.. bapak ini banyak sekali. mana bisa dimakan semua. " Ucapku yang bingung mau makan apa.
"kalau kamu tidak tertarik dengan makanan ini buang saja. kita pergi ke tempat yang lain. " Ucapnya yang memang dia itu kaya.
"hmm bukan gitu. baiklah aku makan. bapak juga harus makan. aku siapkan yah. " Ucapku yang berdiri menyiapkan untuknya.
Tanpa aku sadari bahwa direstoran ini banyak orang yang memperhatikanku.
"waahh mereka pasangan yang serasi yah. lihat wanitanya cantik dan terlihat anggun. lelakinya juga tampan." bisik-bisik para pengunjung.
ketika aku mendengar ucapan mereka aku tidak fokus dan malah melamun.
"Hmm.. maaf bapak. aku seenaknya." Ucapku yang malu.
"Tidak perlu, teruskan. aku suka melihatmu seperti itu." Ucapnya yang sedikit menggodaku.
"hmm.. baiklah. " Ucapku yang sedikit malu.
Kami pun makan . usai makan aku pun memakan eskrim.
"Kaya anak kecil saja. " Ucapnya sambil mengelap bibirku dengan tangan lembutnya.
mukaku sedikit memerah karena perhatiannya padaku.
"hmm.. tidak apa-apa kok pak aku bisa sendiri. " ucapku yang langsung mengambil tisu.
"Apa kamu lelah?" Ucapnya.
"hmm sedikit." Ucapku yang kekenyangan.
"baiklah ayo pulang. sebelumnya terima kasih sudah membereskan arsipku. " Ucapnya.
"Iya terima kasih kembali." Ucapku.
Handphone ku berdering dan mengangkatnya.
"halo.."
"Tian, Asrama mu mengalami kerusakan. semua bangunannya runtuh. " Ucap bu Rina pemilik asrama.
"Apa?!" Ucapku yang panik. Lalu bagaimana dengan barang-barangku untung saja belum semuanya aku pindahkan ke asrama. hanya baru baju saja.
"Kalau gitu aku mau menginap di rumah temanku dulu. terima kasih bu informasinya maaf saya tidak bisa bantu. " Ucapku
"iyaa maaf yah Tian. ibu juga tidak tahu harus bagaimana. tidak apa-apa. kalau gitu ibu tutup dulu." Tut". Ucapnya.
aku hanya bisa menghela nafas karena aku bingung harus tinggal dimana sementara panti asuhan tidak bisa menerimaku lagi. bahkan membutuhkan bantuanku juga.
"Tinggal lah di rumahku. tidak jauh juga dari Kampus. aku akan memerintahkan pada bawahanku untuk mengambil semua barang yang kau perlukan." Ucapnya yang penuh kasih sayang.
"Tidak pak terima kasih. aku selalu merepotkan bapak. "
"Aku tidak merasa direpotkan. ayo kita pulang ke rumah. aku lelah ingin istirahat." Ucapnya.
" terima kasih pak. "
__ADS_1
aku malu padanya karena menumpang hidup di rumahnya. aku harus pergi mencari kerjaan dan mencari tempat asrama baru.
...***...