Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
bertindak


__ADS_3

"halo, ada apa menelpon ku di tengah malam seperti ini?!" ucap Tiara


"Tuan, nona Tian masih hidup." ucap bawahannya


"Apa?!!! Sialan. dimana dia sekarang.." ucap Tiara tidak senang


"Di kota C. kami share lock keberadaannya. tapi tuan, kita harus berjaga-jaga karena ia berada di bawah perlindungan presiden kota C."


"Si bodoh itu masih saja beruntung. tenang saja, aku mengenal presiden itu. jika kamu melihatnya nanti , bawa dia padaku..."


"baik, tugas dilaksanakan."


Tiara memulai aksinya untuk menyerang ku lagi.


...***...


Di pagi hari yang cerah aku melihat Fadhil masih tidur di sampingku seperti biasa aku memasak untuknya dan kali ini Sandra juga Rafly ada di rumah.


Tak lama mereka bangun... lalu, aku menyuruhnya untuk makan.


"ayo sarapan dulu."


"iya.. makasih.."


"ah tunggu ada telepon." ucapku pergi sedikit menjauh


"halo Ferdy, ada apa?" tanyaku


"Tian, kamu dimana?" tanya nya sedikit tidak tenang


" aku masih menjalani tour ku ini baru hari kedua. " tanya ku sambil menyiapkan makanan


"hmmm.... cepat selesaikan tugasmu. karena, tugas di kantormu juga banyak."


"baik.."


Menutup telepon


"ada apa sayang..." ucap Fadhil tiba-tiba datang


"umm(melirik Rafly) ini..."


"atasannya menelpon."


"Ferdy?! Tian, berhenti bekerja." ucap Fadhil menyuruhku


"Tidak Fadhil kamu tidak mengerti."


"haishh... Fadhil bisakah kau percaya sedikit saja pada istrimu."


"aku hanya khawatir padanya dia harus..."


"ah aku tidak apa-apa."


"umm? kenapa pak?" tanya Sandra penasaran


"umm tidak ada."


Aku mendapat pesan dari seseorang yang tidak mengenalku. padahal aku baru saja mengganti handphone ku, pesan itu berisi...


"Temui aku di jalan A bagian timur."


Aku tidak meresponnya. aku yakin seseorang sudah memperhatikanku beberapa hari terakhir.


"Fadhil, bolehkah aku meminta beberapa pengawal mu." ucapku


"tentu saja apapun yang kamu mau." ucap Fadhil mengelus rambutku


"makasih."


"tapi, ada apa?" tanya Fadhil curiga


"ummm.. aku hanya ingin merasa lebih aman." ucapku sambil tersenyum


"hmm... kalau gitu aku akan ikut kemana pun kau pergi." ucap Fadhil


"tidak, jangan begitu. kamu juga harus mengurus perusahaan mu juga. aku akan baik-baik saja. San, antar aku ke mall yuk.." ucapku mengalihkan pembicaraan


"ayoo.. aku juga mau belanja." ucap Sandra mengerti akan suasana dari raut wajahku


"Sayang, aku hanya ingin pengawal ku memakai baju biasa saja." ucap ku pada Fadhil


"tentu..(sambil mencium keningku)."


"hey.. jangan bersikap seperti itu. kasihan mereka(melirik pada Sandra dan Rafly)." kata ku sedikit malu

__ADS_1


"kau mengejekku Tian?" ucap Rafly sedang makan pun terhenti


"hahah...(kami berdua tertawa)."


"Cupp..(mencium pipi Sandra), ingat Fadhil dalam hal romantis aku lebih baik dari pada dirimu. sayang, aku pergi dulu. kamu cuti saja dulu jangan ke kantor." ucap Rafly dengan santainya dan mengambil jas untuk pergi bekerja


"hmm.. iyah(wajahnya memerah)."


"pppftt kita berangkat Sandra."


"hmmm...(masih malu)."


Selama di perjalanan... aku chatan dengan Sandra walaupun kami berdampingan..


Dalam Chat...


"San, aku menerima pesan, Sintia dalam bahaya , ada foto nya dalam handphone ku. seseorang menculiknya. Dia ingin aku pergi menemuinya."


"Aku ikut denganmu."


"ini gunakan earphone ini agar kita bisa berkomunikasi (sambil menyerahkan). rekam setiap perkataannya. masalah pengawal ku biarkan mereka mengikuti mu."


"oke.. aku yakin ini pasti ulah Tiara lagi..!!! "


"iyah, maaf kalian terlibat..."


"tidak , kalau pun kita bukan teman dekat. tetap saja aku akan terlibat... kita saudara harus hadapi bersama."


Sesampainya di mall...


"Kalian ikuti Sandra dulu, aku ingin ke toilet."


"baik nyonya..."


dalam telepon...


"dimana?" kata ku


"di belakang mall. belok ke kiri..."


"tunggu aku.. jangan sakiti dia.." ucapku sambil berjalan


"jika kamu tidak bermain-main denganku."


"masuk ke dalam toko.." ucapnya lagi


Aku masuk ke toko yang jarang di jumpai orang. Aku terkejut bahwa benar Sintia sedang di sekap.


"Tuan, nona memasuki toko..." ucap pengawal Fadhil alias mata-mata nya di kota C.


"ikuti dia. aku tidak bisa tenang begitu saja."


"baik.."


Di toko...


"Tiara, lepaskan dia." perintah ku padanya


"wah.. aku tidak menyangka kamu tahu namaku." ucapnya sambil melihat kuku


"itu tidak penting."


"jawab pertanyaan ku. apakah kau bersama Fadhil suamiku?" tanya nya


Mendengar perkataan itu membuatku semakin marah dan hanya terdiam. dan... mulai aksiku


"Fadhil?? bukankah dia seharusnya bersamamu. dengar, yang kau culik itu sahabatku lepaskan dia..ini untuk terakhir kalinya aku minta "


"Tian.... dasar jalang tidak tahu malu. aku tahu suamiku sedang bersamamu , heh hobi mu itu menggoda suami orang yah. " ucapnya mendekat padaku


"Aku bukan orang seperti itu. jaga bicaramu !!! (plak: menampar Tiara)"


"aaakkhhh... sialan. kamu pikir dirimu siapa beraninya menamparku?!" teriak Tiara


"Tiara, kamu adalah orang yang tidak tahu diri. Sintia tidak ada hubungannya denganmu. lepaskan dia , aku minta untuk terakhir kalinya."


"Heh.. kau mengancamku ?!"


"Tiara... (aku mendekatinya) semua kejahatanmu akan terungkap dalam waktu dekat. "


"silahkan saja kau tidak akan bisa melawanku hahaha."


"Tiara, kenapa kamu membenci Tiani kakakmu sendiri?" tanya Sintia memancingnya


"karena dia telah merebut cintaku. Fadhil, ingin menikahi ku sejak dulu namun dia melihat dia dan menikahinya. aku membencinya, dan kau.. mirip dengan Tiani.." ucapnya menatapku

__ADS_1


"Lalu, karena aku mirip dengan kakakmu kau... ingin membunuhku" tanya ku dengan santainya


"ssssshttt jangan terlalu keras. kamu pintar..."


"kalau gitu coba saja." ucapku


"Rendy...!!!!" teriaknya


"Tiara ada apa?"


"umm...?" gumam ku melihat keadaan


" lihat, Rendy dan aku bekerja sama karena kami menginginkan satu sama lain. aku ingin Fadhil dan Rendy akan bersama mu. impas bukan... lagi pula kamu itu hanya bayangan Tiani kakakku. jika kamu tidak setuju dengan hal ini. aku tidak akan segan membunuhmu Tian." ucap Tiara


"Rendy.... kau bajingan!!!! " kata ku dengan sinis


"Tidak Tian, aku tidak bekerja sama dengannya aku ditekan.."


"Aku bukan Tiani plak !!!! (menamparnya). kalau pun aku ini benar Tiani yang kau cintai itu aku tidak akan pernah sudi bersama denganmu. "


Aku bersyukur kedua bodoh ini merasa aku masih Tian yang lugu. walaupun aku tahu Tiara membodohi ku juga dia tahu sebenarnya aku ini kakaknya.


"Rendy, ayo kita pergi... toko ini mulai ramai pengunjung"


"Tiani, lebih baik dengarkan dia kamu akan bahagia bersamaku..jika tidak, Fadhil akan mati di tanganku..."


Aku hanya terdiam berpura-pura saja takut akan ancamannya.


Mereka sudah pergi dan melepaskan kami...Sandra mendengar semuanya. Saat mendengar semua itu Sandra sudah bersama Rafly...


"Aku tidak menyangka Rendy seperti itu. Sandra lebih baik beritahu Fadhil. Ia tidak bisa hidup tanpa Tiani. kau tahu sejak kalian bertiga menghilang Fadhil dan aku frustasi..."


"Rafly aku tidak bisa memberitahunya lebih baik kamu saja. ini..bawa earphone ini. berikan padanya. aku ingin kalian menyelamatkan kedua sahabatku itu. Aku akan pulang ke rumah Ferdy dan menjelaskan semuanya sebenarnya Tian itu siapa. dengan begitu, Tiara tidak bisa meminta bantuannya. karena presiden di kota C ini adalah Ferdy."


"Kenapa bisa kebetulan seperti ini.... tapi aku merasa bukan Ferdy presiden di kota ini. Tapi, ada orang lain...(sambil tersenyum)."


...***...


Kediaman Vila Fadhil...


Aku melihat Fadhil seperti sedang marah. karena aku baru pulang mengantar Sintia ke rumah Ferdy


"Tian darimana kamu?" ucapnya melihatku sambil melipatkan tangannya dan wajahnya sangat menakutkan


"uh aku..."


"hmm... Tian... kondisi tubuhmu tidak baik. kamu berpergian tanpa sepengetahuanku?"


"aku... bisa menjelaskannya padamu..."


telepon berbunyi...


"halo..."


"Fadhil bisa kita bertemu..."


"tentu tunggu aku ditempat biasa..."


"hmm siapa?"


"Orang bodoh menelpon. jelaskan nanti saja, istirahatlah... aku akan keluar sebentar. jika menginginkan sesuatu panggil saja Agil. "


...***...


Tempat pertemuan yang sudah di tentukan


"Ada apa?"


"Fadhil kita harus bertindak cepat. wanita itu meminta bantuan Ferdy, kebetulan Ferdy juga menyukai istrimu. tujuan mereka agar kita semua terpecah belah. dan yah... perusahaan yang dipegang oleh wanita itu milik Tian."


"mengenai perusahaan itu aku sudah tahu. lagi pula perusahaan itu sudah berada di bawah pengendalian ku. Mengenai cintaku... kita bertindak sekarang... "


"Oke... kita siapkan semuanya..."


"aku ada..."


"tunggu, aku yang ingin membalasnya. jadi rencananya ada padaku. "


"Sayang, aku kan sudah menyuruhmu di rumah."


"aku mengikuti mu. maaf...."


aku duduk bersama...


"rencana ku....."

__ADS_1


__ADS_2