Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
sadar


__ADS_3

waktu sudah jam 3 pagi. Fadhil tidur di samping ku dalam keadaan duduk.


Perlahan aku sudah sadar, aku membuka mataku, melihat sekitar. Fadhil merasakan tangan ku bergerak dia langsung bangun.


"sayang...akhirnya kamu bangun.."


"umm..(masih lemas)"


"sayang, apa kamu mimpi buruk? kemarin kamu menangis." ucap Fadhil sambil mencium tangan ku


"hmm iyah.. Fadhil, aku jahat..." ucapku


"jahat ? apa yang kamu bicarakan." tanya Fadhil penasaran


"Fadhil waktu kecil aku.. aku bermain dengan anak laki - laki. dia lebih tua dariku. sepertinya sebelum aku mengenal mu. dia menginap di rumah ku entah sejak kapan, ayah ku menyayanginya. aku tidak ingat namanya. suatu hari, aku ingin membeli ice cream dari pedagang keliling. aku berlari menghampiri pedagang itu tanpa melihat kondisi jalan. tak sangka ada mobil besar di sisi kiri. anak laki - laki itu teriak padaku tetapi aku tidak dengar. dia berlari untuk melindungi ku sampai aku terjatuh karena dia mendorong ku.


tepat di depan mata ku dia tertabrak. saat itu, kondisinya sangat kritis. ia... dia... (menetes air mata) dia pergi meninggalkan ku. banyak orang berbaju formal menjemputnya. semua gara - gara aku. dia... meninggalkan ku.. (menutup wajah menangis)" jelas ku


"itu bukan salah mu, itu sebuah kecelakaan yang harus terjadi.." ucap Fadhil memeluk ku


"kau tahu, dia menyimpan surat di kamar ku. dia bilang, aku akan selalu menjadi pelindungmu. dia..dia bilang kita akan bertemu lagi. tapi... sampai sekarang tidak ada." ucapku


"jadi kamu merindukannya?" tanya Fadhil sedikit kecewa


"iyah... dia..dia bagaikan kakak bagiku. Fadhil aku mohon mengertilah. aku... aku hanya sayang bukan berarti aku ingin memilikinya. aku tidak punya perasaan apapun." jelas ku


"iya tak apa. aku mengerti... lagi pula semua itu sudah berlalu." ucap nya masih memeluk ku


"terima kasih ummm... ukh..!!!" ucapku merasa kesakitan


"kenapa apa ada yang terasa sakit." tanya Fadhil panik


"umm... tidak apa. aku lelah saja. Alvian kemana?" tanya ku


"dia berada di lab." ucap Fadhil cemberut


"hey ....(memegang wajahnya) jangan cemberut gitu. kau kan ada disisi ku. terima kasih telah menjaga ku." ucapku mencium kening nya


"tetapi aku gagal menemukan mu. malah Jackson yang lebih dulu menemukan mu." ucap Fadhil menunduk, aku hanya terdiam...


...***...


"Tuan, kami menangkap satu pengawalnya. sepertinya ia merupakan bagian dari kita." tanya bawahan Jackson


"gantung dia. jangan salah sangka. interogasi terlebih dahulu juga darimana mereka. apa anggota gangster." ucap Jackson


"kami sudah mengintrogasi nya. mereka pembunuh bayaran tuan." Jelas bawahannya


"pembunuh bayaran yah..." ucap Jackson mengulanginya.


Dia ingat kalau pembunuh bayaran itu berada di bawah pimpinan nya.


"Selidiki, siapa yang menerima uang bayaran itu. kalau bisa temukan orangnya bunuh dia. beraninya mereka melakukan hal itu tanpa sepengetahuan ku terutama pada Angel ku." ucap Jackson kesal


sementara itu, Fadhil masih sibuk menyelidiki siapa pemimpin pembunuh bayaran itu. orang - orang bawahannya itu rela mati daripada di introgasi.


"Fadhil, lebih baik jangan terus di selidiki. mereka sudah mati. bahkan semua alat komunikasinya itu sudah mereka hancurkan. kita tidak dapat informasi apapun." jelas Calvin


"hmmm... aku yakin dia dalangnya. tapi aku tidak punya bukti.." ucap Fadhil menggigit jarinya


"kau tahu siapa?" tanya Calvin


"Bisakah kau selidiki Jackson. aku butuh semuanya detailnya semuanya." ucap Fadhil


"oke... tapi aku ingin memberimu saran. dia sedikit berbahaya...." ucap Calvin langsung pergi dari ruang kerja Fadhil


Tiba - tiba Rendy datang ke rumah menunggu di halaman depan...


"sudah ku bilang biarkan aku masuk !!!" bentak Rendy


"maaf tuan anda tidak di perbolehkan." ucap pengawal Fadhil

__ADS_1


"ada apa?!" tanya Fadhil sudah berada di luar


"ada yang ingin ku bicarakan padamu." ucap Rendy


"masuk..."


mereka berdua sudah masuk di ruangan pribadi Fadhil yang bahkan aku tidak tahu dimana ruangan itu.


"Fadhil aku..."


"tunggu, sebelum kau berbicara untuk menjelaskan. aku ingin menanyakan sesuatu padamu. selama ini, kau berada di ruang bawah tanah ku untuk apa?" tanya Fadhil sambil memegang pistol dan peluru


"apa yang akan kau lakukan?!" tanya balik


"JAWAB AKU !!!! " bentak Fadhil


Rendy menghela nafas karena mereka tahu sifat masing - masing. Fadhil adalah sahabat terdekat dan terpercaya nya sejak dulu. Rendy hanya bisa mengalah untuk saat ini...


"baik..baik..kau bisa santai kan. aku berada disana untuk mengetahui rencanamu..." ucapnya jujur


"untuk apa? supaya kau bisa beritahu tuan mu begitu?" tanya Fadhil sinis


"tuan ku? Fadhil, aku melakukan itu agar aku siaga di samping mu. aku akan membantumu..." jelas Rendy


"oh ayolah...(teringat) apa kau sengaja mengirim Tiara ke rumah ku?! untuk membuntuti istriku?! Rendy apa tujuan mu !!!! aku lelah terus menerus memecahkan teka teki ini darimu..." bentak Fadhil


"sudah ku bilang aku ingin membantumu. aku berada di ruang bawah tanah karena kau selalu berdiskusi disana. aku tahu kau pergi mengejar Tian kan. aku mengikuti mu juga, aku berada di belakang mu. aku tahu kau di halangi oleh orang - orangnya kan . aku ada disana untuk melindungi mu." jelas Rendy tenang


"kenapa kau tidak terus terang saja padaku?! Rendy kau tahu aku tidak pernah bisa mempercayaimu lagi." ucap Fadhil datar dengan tatapan kosong.


"Rendy benar Fadhil. dia datang membantu ku melawan orang - orang Evan. tetapi, aku menyuruhnya untuk menyusul mu agar dia melindungi mu. Tetapi, darimana kau tahu kalau Tian di culik?" ucap Calvin tiba - tiba datang dan tidak tahu apapun


Fadhil langsung mengerti akan situasi ini. Dia sadar kalau Calvin tidak menyadari keberadaan Rendy selama ini.


"Um... dia tahu dari Tiara." ucap Fadhil menutupi Rendy


"Tiara ?! heh.. memang benar wanita itu tidak bisa dipercaya." ucap Calvin ikut duduk


Rendy dan Fadhil terdiam satu sama lain yang pasti mereka tidak akur.


"aku...."


"ayolah kita kerja sama. aku hanya merasa lawan mu cukup kuat. dan... ada yang ingin ku beritahu juga. sebenarnya, aku menyita hp Tiara." ucap Calvin membuat Fadhil terkejut dan Rendy


"kenapa?" tanya barengan


"hmmm... aku baru tahu kalau dia adalah teman adik ku saat kuliah di luar negeri." ucap Calvin


"adikmu? dia itu...Lisa?" ucap Fadhil mengingat


"iya dia. adik ku hilang sejak kuliah. aku bahkan tidak mendapat informasi apapun. aku hanya punya info dari universitasnya. teman asrama nya itu Tiara." jelas Calvin menggaruk kepalanya


"ah ternyata begitu yah. semakin jelas saja Tiara mempunyai banyak informasi." ucap Fadhil


"kau jangan terus mencurigainya. Calvin kenapa kau tidak tanya siapa yang mendesak universitas adikmu untuk membuka mulut." ucap Rendy


"aku belum punya kekuatan dan kekuasaan saat itu. sedangkan, pemilik universitas itu gangster." ucap Calvin


"pantas saja... sulit untuk dicari." ucap Fadhil melonggarkan kerah bajunya


"boleh ku tahu siapa namanya?" tanya Rendy membuat mereka penasaran


"kenapa? apa kau tahu dia?" tanya balik Calvin


"mungkin saja."


"ini...(memberikan hp Calvin pada Rendy)"


Dari raut wajah Rendy terlihat dia sangat terkejut...!!!!


"ini...dia memakai topeng ini.." ucapnya mengingat masa lalunya

__ADS_1


Dulu saat kuliah di universitas yang sama dengan Tiara. Rendy, baru pulang dari kampusnya dia melihat seorang wanita yang di usili banyak pria. hampir saja mereka memperkosanya ternyata wanita itu ialah Tiara dan Lisa !! namun Rendy masih belum mengenal mereka. Ia ingat para pria itu bertopeng yang sama seperti gambar di handphone Calvin.


Untuk kedua kalinya dia melihat pria bertopeng itu sangat banyak masuk ke sebuah gedung seperti ke acara pesta. Rendy hanya bisa melihat sorot matanya saja..!!!


"hey..!!! apa kau tahu sesuatu" ucap Calvin


"aku... (bingung entah bicara apa)"


"katakan padaku. aku mohon dia berarti bagiku. aku tidak punya saudara lagi selain adik ku." ucap Calvin memegang bahu Rendy


"aku belum tahu pasti, hanya saja mereka bukan orang sembarangan. dulu, aku mengikuti mereka ternyata bagian dari kerajaan. mereka orang Inggris." ucap Rendy sambil mengingat


"apa ?! kerajaan.. hmm !!! yang benar saja.. Tidak mungkin dia punya anggota gelap untuk mengurus pemerintahannya." ucap Calvin duduk kembali


"sudah ku bilang jangan terlalu mempercayainya." ucap Fadhil memandang Rendy nyengir


"aku serius. hanya itu yang aku ingat..." ucap Rendy meyakinkan


"apa kau tahu siapa bos nya?" tanya Fadhil dengan mata tajamnya


"itu... aku belum tahu." ucap Rendy


"haizzzhhhh..... aku yakin bos nya yang membawa adik ku. tapi kenapa? apa dia suka adik ku?" ucap Calvin pusing


"hmmm aku yakin ada hubungannya dengan Tian." ucap Rendy membuat Fadhil marah


"apa maksudmu?! istriku memang kuliah di luar negeri tetapi tidak di Inggris !!! kau paham?!" bentak Fadhil mengebrak meja


"aku mengerti. tetapi, Dia membebaskan Tiara begitu saja aneh kan." ucap Rendy semakin penasaran dibuatnya


"aku tidak berpikir kesitu. mungkin saja Tiara kabur.. dia kan pandai dalam hal melindungi diri" ucap Calvin nyindir


...***...


Jackson sudah kembali ke kediaman nya. Dia langsung pergi ke kamar Sandra.


"Brak..!!!!" suara pintu di tendang


"aaaaa....!!!! (kaget) Jackson apa yang kau lakukan...ukh...!!! sa..kit.. (di cekik oleh Jackson)"


"apa kau yang melakukan semua ini?! kau tahu Evan kan?" tanya Jackson geram


"Evan? aku gak tahu siapa dia. memangnya ada apa?!" bentak Sandra


"Tian terluka gara-gara dia..!!!" bentak balik


"aku gak tahu apa apa. aku bahkan tidak mengenalnya." ucap Sandra


"lalu ini apa?!" tanya Jackson melihat hp Sandra ada percakapan dirinya dan Evan


"eh?!!" melihatnya


"percakapan apa itu?!" gumam Sandra tidak tahu


"cepat katakan !!" bentak Jackson


"aku sungguh tidak tahu." Ucap Sandra menahan cekikannya


"hmmm bisa saja kau tidak tahu. tetapi Rafly tahu. dimana dia sekarang?!" tanya Jackson


"apa dia akan melakukan sesuatu ke Rafly. tidak jangan sampai.." gumam Sandra


"aku gak tahuuu..!!!!!" teriak Sandra


"bohong...!!!!" bentak Jackson


"Jackson kau seperti orang gila. kau bahkan yang mengajakku ke rumah mu. saat aku kabur dia tidak ada di rumah. hp ku diambil olehnya, hp yang kau pegang itu adalah miliknya kau puas." jelas Sandra


Jackson melepaskan cekikan nya...


"Jika kau berbohong aku akan membunuhmu... kau bahkan tidak berguna untuk mendekati angel ku." ucap Jackson

__ADS_1


"apa dia sangat berarti bagimu!!" tanya Sandra


"dia adalah hidupku..matahariku.." jawab Jackson berjalan pergi membawa hp Sandra.


__ADS_2