
matahari sudah terbit , aku pun terbangun dan pergi mandi. beberapa menit kemudian aku menggosok gigiku dan cuci muka. aku melihat tubuhku ada yang aneh, ternyata itu bekas ciumannya lagi. Kali ini dia meninggalkan bekasnya dibelahan dadaku.(terdiam sejenak) eh?! Kenapa aku gak marah??!!!! malah tersenyum-senyum kayak orang gila. gak boleh! aku gak boleh suka sama dia. ingat Tian ingat... dia itu udah punya istri kamu harus tahu diri.
setelah siap pergi menuju kantor, aku tidak sempat sarapan karena takut kesiangan.
sedangkan Pak Fadhil, ia baru bangun
"Bi An, kemana Tian?" Ucap Pak Fadhil
"Ia sudah pergi Tuan muda."
"oh gitu yah. kelinci putih itu.... " Ucap Pak Fadhil yang suka menggerutu.
"Raut wajah anda sedang senang tuan muda. " Ucap Pengawalnya yaitu Agil.
"Hmm. tentu saja..." Ucapnya sambil pergi bersiap ke kantor.
Akhirnya aku tiba di kantor tepat waktu. para karyawan disini sangat banyak . yah, wajar saja ini perusahaan maju no. 1 di negeri ini dan juga kerja sama yang baik dengan negara lain.
saat aku mau masuk lift, didalam sana ada seorang pria tampan aku tidak menghiraukannya. Tetapi..
"apakah kamu asisten pribadi direktur?"
"Ah iya pak. Tapi tahu darimana?"
"Bajumu"
"ah begitu."
"(dalam hatinya) Sejak kapan Fadhil tertarik pada gadis kecil ini. seleranya jadi menurun yah hmm~. "
Kalau diperhatikan dia tampan juga dan saat dia tersenyum tadi terlihat cute. tunggu, biasa aja Tian biasa aja. Toh dia gak akan tertarik sama kamu. pasti banyak cewek yang dekat sama dia.
sesampainya di ruangan ku dia langsung masuk ke kantor direktur. Aku tidak menyangka Pak Fadhil datang lebih cepat daripada aku. Padahal tadi masih di rumah.
aku pun mulai bekerja banyak sekali berkas yang harus aku selesaikan.
Akhirnya setengah lagi berkasnya selesai tiba-tiba dia datang ke ruangan ku.
"Tian.." Ucap Pak Fadhil
"Ah iya pak ada apa?" kataku
"Calvin, kenalkan dia asisten pribadiku. " Ucap Pak Fadhil memperkenalkan seorang pria yang kutemui tadi.
"Aku sudah tahu. " Ucap Calvin yang dingin itu.
"baguslah. " Ucap Pak Fadhil
"ah salam kenal." (dalam hati) Jadi dia itu sekretaris pribadinya itu.
" salam kenal Tian. kalau gitu, bisakah kamu luangkan waktu untuk makan bersama denganku? sebagai pertemuan pertama." Ucapnya yang tersenyum padaku.
"ah eng... (aku melihat wajah pak Fadhil dia tidak terlihat senang , tetapi aku ingin makan laparrr..). Baiklah."
"Bagus. kalau gitu istirahat nanti aku tunggu kamu di luar kantor."
"Baik."
"Calvin, dia asistenku." Ucap Pak Fadhil terlihat tidak senang
"lalu kenapa jika dia asisten mu. toh dia kan bukan istrimu. " Ucapnya sambil tersenyum.
"Kau tahu apa yang kau katakan?"
"Tentu saja. (dia berbisik pada Pak Fadhil) Ingat ucapan mu padaku waktu itu Fadhil. dia itu bukan milikmu. (Lalu menjauh darinya) oke sampai jumpa Tian. " Ucap Calvin yang berjalan pergi.
"Iya.."
Suasana tegang..
Dia menatapku dan pergi ke ruangannya kembali. Tetapi, aku tidak peduli. semakin bagus kan dia menjauh dariku terus aku gak ditindas lagi seperti malam tadi. huh.
"hmm.. Tian, sepertinya presdir menyukaimu?" Ucap Kak Lia
"hah? ahahah bagaimana mungkin kak. "
__ADS_1
"terlihat dari cara dia memperlakukanmu Ti" Ucap Kak Lia yang selalu mengagumi Pak Fadhil.
"ah eng... pokoknya tidak mungkin."
"Tapi kenapa dia kan sempurna." Ucap Kak Lia merasa heran.
"hmm? eng.... bagiku dia menyebalkan hehe"
"hahaha terserah kamu saja. Tapi Pak Fadhil itu gak akan melepaskan orang yang sudah bersamanya Ti. kamu harus ingat itu. aku sekretaris umum Pak Fadhil begitu banyak wanita yang menyukainya tetapi dia tidak meresponnya. aku sih sempat mengira dia itu homo. hehe"
"hmmm gitu.." Aku tidak begitu meresponnya.
Jam istirahat pun tiba. aku langsung pergi keluar kantor. aku tidak tahu kapan sekretaris Calvin punya nomorku.
"Tian,makan bersama ku sekarang?" Ucap Pak Fadhil.
"Tapi... aku udah ada janji lain kali yah pak maaf." Ucapku sambil berlari
"Tian Tung... dia itu. Agil beri pengumuman sekarang.. "
"Baik saya laksanakan."
Di dalam mobil.
"Anu.. pak kita akan pergi kemana?"
"Tentu saja ke restoran. kau boleh makan apapun yang kau mau. tetapi ada satu syarat."
"syarat? syarat apa?"
"jangan panggil aku pak. mau di kantor atau dimana pun. panggil saja aku Calvin. lagi pula aku ini belum cukup tua dipanggil seperti itu."
"Ah baiklah"
"Bagus. ayo kita berangkat"
...***...
Setelah makan bersama Calvin aku melihat keributan di dalam kantor. saat aku lihat ternyata ada pengumuman. disana tertulis:
"Apa??!!" Ucapku yang terkejut akan kelakuannya.
"huu...(sedih) aku harusnya sekarang minta izin untuk bertemu orangtuaku. " Ucap Salah satu karyawan
"Aku ada kencan buta. "
"Haduh.. nanti sore aku sudah janji untuk mengajak anakku main. Bagaimana ini? Siapa sih yang sudah membuat kelalaian di kantor menyebalkan. "
Para karyawan sangat tidak senang akan keputusan ini, mereka juga manusia.
aku tahu ini karena tadi aku menolaknya dia itu... aaarrgghhh. aku pergi ke ruangannya
"Tok..tok..tok.."
"Masuk"
"Bapak. Cukup , kenapa sih? hanya karena tidak bisa makan siang sama aku langsung menyiksa yang lain? apakah itu baik?!" Ucapku emosi
"Maksudmu? Kau datang kesini karena ingin bertengkar denganku?" Ucap dia yang tidak merasa bersalah.
"Apa?!"
"Kau tahu dimana kesalahanmu?" tanya nya.
"Aku tidak salah. jika bapak gak mengizinkanku tadi bisa kan langsung saja bilang pada Calvin. " ucapku menjelaskan
"oh? sekarang kau memanggil namanya langsung? Aku tidak menyukainya. " Ucapnya mendekatiku.
"memangnya kenapa?"
"Tian... aku ingatkan sekali lagi. seseorang yang sudah bersamaku tidak bisa bersama orang lain tanpa seizin ku. kau milikku dan kau asistenku. " Ucapnya memegang dagu ku dengan lembut.
"oh... jadi bapak menganggap aku bonekamu? heh... ternyata selama ini begitu yah aku salah mengira mengenai dirimu. baiklah terima kasih. Aku lebih baik lembur daripada harus mengakui kesalahanku hanya untuk orang egois!!! ". Ucapku pergi
"BAMM" (Suara pintu)
__ADS_1
"Tian...(memanggilku) bukan seperti itu. "
Diluar ruangan...
"Tian kamu gak apa-apa?" Ucap Kak Lia
"Tidak apa-apa kok. "
"haihhh sekarang kita lembur. apa boleh buat"
"hmm...(dalam hati) maafkan aku semuanya. Tapi aku juga gak mau mengalah terus padanya."
Tak lama kemudian salah satu karyawan...
"Hey lihat kita tidak jadi lembur. syukurlah aku bisa kencan buta." Ucap salah satu karyawan lagi.
"syukurlah aku bisa ngajak main anakku."
"hidup presdir panjang umur."
Aku mendengar semua itu, aku senang tetapi aku tidak suka perlakuannya.
sudah jam 14.00 waktunya pulang. aku langsung pergi setelah selesai semuanya bahkan aku tidak pamitan dulu dengan kak Lia. kemudian dia datang
"Lia, kemana Tian?" Tanya Pak Fadhil
"ah mungkin... sudah pulang pak. " Ucap Kak Lia.
"oh makasih." Ucapnya sambil bergegas pergi menyusul ku.
"iya.( baru kali ini Pak Fadhil mengucapkan terima kasih, ada apa hari ini?)" Dalam hatinya.
Kami berpapasan di luar kantor. aku memesan taksi online dari tadi. dia datang padaku
"Tian, ayo kita pulang bersama. "
Aku tidak meresponnya, tak lama taksi pun datang aku bergegas masuk.
***
Di perjalanan dia menyusul ku , aku menyuruh sopir untuk cepat mengemudi. akhirnya bisa dilalui. setelah sampai , aku langsung masuk rumah dan pergi ke kamar lalu mengunci kamarku. dalam beberapa menit dia sampai juga. dia berlari menghampiriku namun kamarku terkunci.
"Tian, dengarkan aku. buka kamarmu aku perlu bicara denganmu "
Aku tidak meresponnya.
"Tian, aku mohon tolong buka pintunya. "
aku tetap tidak meresponnya.
"Tian..."
"Tuan muda. Biarkan nona muda istirahat dan menenangkan diri dulu. Mari, silahkan tuan juga istirahat." Ucap bibi An
Pak Fadhil hanya mengangguk saja.
"Bibi, Jika dia sudah baikan siapkan makanan untuknya. aku tidak mau kalau sampai dia tidak makan. "
"Baik. "
"Aku pergi dulu. Jangan cari aku."
(dalam hati bibi An) Apa yang telah terjadi hari ini. apakah tuan muda akan kembali seperti dulu lagi?
Bibi An memanggil agil sebagai pengawal pribadinya.
"Agil, kamu ikuti dia. jangan sampai tuan muda kita kenapa-napa dia adalah ahli waris selanjutnya. "
"iya. kalau gitu saya pergi dulu."
"(Bibi An menghela nafas panjang)"
Pak Fadhil pergi ke sebuah bar dia minum sendirian sampai dia mabuk total. untung saja, Agil sudah berada ditempat.
__ADS_1