Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
bertemu


__ADS_3

Aku sudah selesai mengerjakan tugasku. aku pergi ke ruangan presdir dan menyimpan arsipnya. Lalu, sekretaris Ferdy datang kepadaku.


"Tia..."


"ah Lira ada apa?" tanya ku


"ada tamu spesial. Ia datang untuk menemui Pak Ferdy. bisakah kamu mengulur waktu agar ia mau menunggu." Lira meminta bantuanku


"oh tentu. serahkan padaku. dimana dia sekarang?"


"ia berada di aula."


"baiklah aku pergi. "


"terima kasih."


Aku pergi dan mengunjunginya. sesampainya di aula dan membuka pintu. Aku terkejut karena yang datang itu ternyata Fadhil lagi.


"selamat pagi, saya asisten pribadi nya. mohon untuk menunggunya sebentar karena ia sedikit terlambat. bisakah saya menemani anda sebentar untuk mengisi waktu luang."


"tentu... Agil.." ucap Fadhil memberi isyarat agar Agil keluar.


"permisi nona muda."


"umm.." kata ku mengiyakan


Aku melihat ke belakang pintu tidak melihat ke arah depan. saat aku tengok Fadhil sudah berada di depanku. ia melihat name tag ku.


"ini kartu nama mu?" ucap nya sambil menarik name tag ku


"um iya. kamu mengagetkanku. " kataku


"Tian, aku pulanglah bersamaku.. " ucap Fadhil memojokku


"aku tidak mau. "


"kenapa?"


"aku... tidak apa-apa."


"huft... nanti sore Agil akan menjemputmu untuk datang ke vila ku. aku akan memberimu.... "


"memberi apa Pak Fadhil?" ucap Ferdy tiba-tiba datang


"hmm(tersenyum sinis) saya tidak menyangka anda datang terlambat? bukankah itu akan berpengaruh pada perusahaan mu?" ucap Fadhil berupa sindiran pada Ferdy


" tidak masalah, dan.. mengenai kerja sama aku tarik kembali penawaranku. " Ferdy tidak ingin bekerja sama


"hmm? kau pikir bisa melakukannya sesuka hatimu?" tanya Fadhil tidak mau kalah.


"tidak ada yang tidak bisa aku lakukan." ucap Ferdy


"pak Ferdy, aku rasa ini tidak baik bagimu." kataku karena perusahaan ini baru saja naik daun


"nona Tia benar tuan muda. dengan keberadaan perusahaan F2 kita bisa melambung tinggi. tuan, ayah anda akan sangat bangga pada anda. " kata pengawal pribadinya


"tetapi, aku tidak bisa menyerahkan Tia begitu saja pada orang ini." jelas Ferdy melirik Fadhil


"pak, anda jangan salah paham. pak Fadhil hanya ingin aku menemaninya jalan-jalan selama seminggu, setelah itu tidak ada apa-apa lagi. aku... akan baik-baik saja. " jelas ku


"tetapi, aku juga membutuhkanmu." ucap Ferdy


"pak, aku asisten baru anda. aku bisa melakukannya secara bersamaan."


"hmmm(berpikir) baiklah aku punya syarat juga pada nya." ucap Ferdy


"baik pak. " ucapku melihat Fadhil


"langsung saja intinya, syarat ku adalah jika anda menyentuh Tia secara tidak sopan. aku secara pribadi akan melakukan perhitungan denganmu." ucap Ferdy


"tentu. aku setuju. kerja sama ini sudah disepakati. nona Tia, anda mulai menemaniku besok, ingat 24 jam." ucap Fadhil sambil berdiri pergi "permisi.."


Tidak heran perusahaan F2 sangat baik. pemimpinnya juga pintar dalam berbisnis. dia tidak ingin melepaskan ku sedetik pun.


...***...


di perusahaan Rafly yang diberi nama GK. Rafly keluar dari ruangannya dan menemui calon sekretaris barunya. sementara itu, Sandra hanya menunggu. Rafly masuk ke ruang wawancara ia terkejut karena melihat Sandra tepat di depan matanya.


"Sandra (memeluknya )" Rafly memanggil sehingga bawahan Rafly sangat terkejut.


"siapa?"


"ini aku Rafly. kau kemana saja. " ucap Rafly memegang wajah Sandra


"a.. aku baik-baik saja. bisa lepaskan aku dulu. malu dilihat orang." ucap Sandra tersipu malu.


"ah maaf aku tidak bisa mengontrol diri." ucap Rafly


"tidak apa."


Pembicaraan berlangsung lama...


...***...


waktu sudah sore, Sintia belum pulang karena banyak job yang sedang menunggu nya. aku bosan di rumah tidak melakukan apa-apa. kalau gitu, mending aku masak saja. aku ingin memasak beef sapi. aku jadi teringat Fadhil...


dalam hatiku:


aku senang bersamanya setiap waktu. namun, dalam keadaan ini aku harus menghindarinya aku tidak mau dia terluka. masalah ini, antara aku dan Tiara. aku tidak ingin dia terlibat. tetapi, aku tidak bisa memberitahunya kalau aku ini istri sahnya. aaarghhh aku bingung... karena kalau dia tahu aku istrinya dia akan memakan ku... huu.. sedih sekali menjadi wanita. aku hanya... belum siap disentuh seluruh tubuhku olehnya.. walaupun dia memperlakukanku dengan lembut.


"nona dagingnya hampir gosong." ucap bibi Ang


"ah apa?! maaf aku melamun."


"tidak apa nona. kita bisa mengambil dagingnya yang baru."


"tidak , tidak perlu. ini untukku jadi aku akan tetap memakannya." kataku yang sedang memberi saus pada beef

__ADS_1


"tidak perlu buang saja. aku yang akan membuatnya untukmu." ucap Ferdy membuang beef yang ku sajikan di piring


"itu.. sungguh tidak perlu." ucapku ngiler kelaparan


"Tian, duduklah. aku tidak suka menerima penolakan. lagipula, ini adalah hari terakhirku memasak untukmu. besok, kamu akan pergi selama seminggu." ucapnya sedih yang terlihat di wajahnya


"ah... eng.. itu bagian dari pekerjaanku." kata ku memperbaiki suasana


"maaf aku melibatkan mu." katanya


"tidak apa. dan.. terima kasih untuk makanannya." ucapku tersenyum padanya


...***...


Pagi pun tiba, aku sudah pergi dari subuh karena aku dijemput di perusahaannya Ferdy oleh Agil untuk memulai tugasku.


"nona, silahkan masuk."


"iyah terima kasih. lho... kok kita berdua Agil tidak akan ikut." saat aku masuk


"tidak... aku yang menyetirnya sekarang." ucap Fadhil keluar dari mobil dan naik di bagian depan.


Selama diperjalanan...


"boleh ku tanya sesuatu." kata ku


"apa?" jawab singkat


"apa kabar Rendy?" tanya ku


"kamu menanyakan pria lain di hadapanku?" ucap Fadhil tidak suka


"bu..bukan begitu. dia.. dia penting bagiku." kata ku gelagapan.


mobil berhenti..


"jadi semua pria penting bagimu kecuali aku." ucap Fadhil mendekatiku wajahnya sangat dekat denganku


"boleh aku meminta nomornya." kata ku dengan polos


"mimpi."


"iiishh..."


dasar Fadhil pencemburu. Rendy itu bisa memberi informasi untukku mengenai Tiara. karena dia tahu Tiara..!!! lebih baik aku mencarinya sendiri saja. huh...


...***...


Di kota A...


Tiara mengunjungi perusahaan Rendy. ia langsung masuk ke ruangannya.


"Ren.."


"Tiara? ada apa?"


"Tiara, kamu banyak bermimpi. Fadhil menikahi Tiani bukan kau." ucapnya sambil bekerja


"Dia kan tidak tahu kalau aku ini Tiara.."


"maksudmu.. apa yang kau lakukan pada Tiani?"


"heh... asal kau tahu Tiani sudah tiada sejak kecelakaan usai pernikahan itu, dan Fadhil langsung menikahiku. oh iya, orang yang bersamamu waktu acara ulang tahun panti asuhan itu, Tian kan yang kau anggap mirip kakakku?" tanya Tiara yang pura-pura tidak tahu


"Kau tahu dimana dia?!!" ucap Rendy berdiri karena terkejut


"hmm...Dia...aku tidak tahu." ucap Tiara yang santai-santai saja


"kau berbohong kan. apa kau yang menyakitinya?!" ucap Rendy memegang bahu Tiara dengan kasar


"tentu tidak. untuk apa aku mengotori tanganku padanya. aku hanya tidak suka dia mendekati suamiku. jadi aku memberinya sedikit pelajaran." ucap Tiara tidak merasa dosa


"tidak mungkin...!!!! Tiara, Dia tidak seperti itu. jika memang ini bukan ulahmu. lalu Tian pergi kemana?!" tanya Rendy semakin keras


"Rendy, kamu harus sadar dia bukan Tiani. tapi orang lain yang mirip dengan Tiani. kenapa kau peduli padanya. " ucap Tiara kesal karena memikirkan wanita lain.


"aku tidak peduli siapa dia?! yang pasti aku mencintainya. Tiara, jawab aku sekarang. Dimana Tian berada." ucap Rendy ingin segera menemuiku


"aku tidak tahu. aku juga sedang mencarinya." ucap Tiara menahan rasa sakit


"untuk apa kau mencarinya? menyakitinya lagi?!!!" teriaknya


"heh... bukan urusan mu. aku permisi... lebih baik, kau segera cari cintamu sebelum bertemu denganku.." ucapnya melepas genggaman dari tangan Rendy


"Tiara kau...!!!!!! "


"oh ya, jangan berurusan dengan polisi mengenai hal ini. karena kau tidak memiliki bukti..." ucap Tiara sambil pergi


"Sialan!!! Tian, kau dimana..."


...***...


Sesampainya di tujuan....


"Tian, ayo turun."


"hmm.... kau membawaku kemana?"


"pantai. selama menikah kita tidak meluangkan waktu bersama. " ucap Fadhil keluar dari mobil


"tidak... ka..kamu salah. kita sudah bercerai."


"Tian, cukup. aku punya bukti kita belum bercerai. jangan membahas hal ini. ayo kita bersenang - senang istriku.."


hmmm... lebih baik. aku menikmati kebersamaan ini. aku sudah lama merindukan hal ini... Fadhil maaf aku membohongimu...


"Tian duduklah. aku akan buat beef untukmu."

__ADS_1


"baiklah.."


selama memanggang..


"Tian... bisakah kau melupakan semuanya hari ini dan bersenang-senang bersamaku." pinta Fadhil padaku


"baiklah.."


"terima kasih..(mencium keningku)."


makanan sudah di sajikan...


"ini aku sudah memotongnya untukmu."


aku langsung memakannya.


"umm.... masih sama seperti dulu." ucapku menikmati makanan yang dibuatnya


"tentu... "


Tian, aku sudah tahu apa yang terjadi padamu beberapa tahun lalu. aku akan membalasnya untukmu. aku berpura-pura tidak tahu apa-apa untuk saat ini. suatu hari kamu akan mengatakan kebenarannya padaku.


"ah.. aku kenyang... " kata ku memegang perut


"sayang, ini masih siang bagaimana kalau kita berenang?" kata Fadhil mendekatiku


"ide bagus. ayo.."


beberapa menit kemudian..


"Tian, ada apa? "


"emm... entahlah.. aku merasa pusing. akhir-akhir ini. aku tidak bisa lama-lama di perairan. " kata ku memegang kepalaku


"begitu yah. kita istirahat..."


Kami istirahat namun Fadhil tidak melepaskan pelukannya.


"kamu bisa lepaskan aku. aku juga bisa duduk sendiri." kata ku memberontak padanya


"aku tidak mau. sudahlah istirahat dulu."



Ada apa dalam tubuhnya selama ini apa dia baik-baik saja.


Fadhil melihat punggungku bekas jahitan. karena saat itu aku tertidur di pangkuannya.


Fadhil sangat terkejut sekaligus marah.


Diam-diam, ia menelpon dokter khusus untuk datang kemari.


kebetulan tempatnya tidak jauh dengan keberadaan dokter itu. ia telah sampai di tempat.


"Fadhil, ada apa?" ucap Alvian yang tergesa-gesa


"bisakah kau memeriksanya?!" ucap Fadhil panik


"haih.. aku kira ada hal penting apa." kata Alvian dengan santainya dan kelelahan


"dia penting bagiku. dan juga tolong tes DNA rambut nya dengan darah istriku yang waktu itu sekali lagi dengan tanganmu sendiri." ucap Fadhil memintanya


"ba..baiklah..."


"Sayang.. bangunlah..." ucap Fadhil berusaha membangunkan ku dari pelukannya


"kau bodoh. dia pingsan." ucap Alvian melihat keadaanku


"apa?!"


Fadhil membawaku ke kamar dan mengganti pakaianku dengan baju tidur tertutup.


"keluarlah. aku akan mengganti pakaiannya dulu. lebih baik percepat melakukan tesnya. " ucap Fadhil mengusirnya dari kamarnya di vila wisata


"memangnya kau ini siapanya? membuka baju wanita lain." ucap Alvian yang masih tidak mengerti


"Dia istriku bodoh..." ucap Fadhil menahan rasa kesalnya


"ii..iya..(menyeramkan). tunggu(berpikir), kau beristri lagi!!" ucap Alvian terkejut


"bukan..!!! "


"haih.. aku akan melakukan tes DNA dulu." ucap Alvian pergi ke lab yang sudah di sediakan Fadhil


Kemajuan teknologi semakin meningkat. hasil tes itu sangat cepat. Fadhil melihat hasil tes itu, dan ia bahagia ternyata dugaannya benar bahwa aku adalah istri sahnya. walaupun ini adalah tes ke tujuh yang ia lakukan. hasilnya tetap sama. Dokter itu namanya adalah Alvian .


Dia mulai memeriksaku yang dilihat langsung oleh Fadhil.


"Tidak bisakah kau keluar?!" ucap Alvian ingin memeriksa ku


"tidak. aku takut kau akan melakukan hal senonoh pada istriku." ucap Fadhil posesif


"aku adalah dokter terhormat. tapi, dia cantik juga." ucap Alvi menggodanya agar cemburu


"lakukan pekerjaanmu..." ucapnya sinis


"ba..baiklah... "


Selesai memeriksa...


"Fadhil, dia mengalami patah tulang di punggungnya serta kekurangan banyak darah. begitu banyak goresan pisau yang melekat pada tubuhnya. lebih parah lagi, lihat di bagian perutnya, seseorang sudah menusuknya. ini akan menyebabkan infeksi bila tidak di atasi. " jelas Alvian


"siapa yang melakukan ini semua?!! apa dia bisa sembuh." ucap Fadhil khawatir


"tentu... mengenai patah tulangnya juga bisa diatasi. serahkan padaku.... "


"baiklah. tetapi, sebelum itu. aku ingin dia sadar dan menanyakan hal yang sebenarnya."

__ADS_1


__ADS_2