
"Tian mau aku antar ke tempat kerja wawancaramu? " Ucapnya. sambil mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.
"Tidak. aku naik bus saja.Dah~ " Ucapku sambil pergi.
"Dasar anak itu.. ,(dalam hati). "
"Tuan apa saya ikuti? " Ucap pengawal.
"Tidak perlu . kita akan melihat pertunjukan." Ucapnya sambil tersenyum kecil.
Disisi lain..
Sesampainya di tujuan aku pergi ke resepsionis.
"Permisi tempat wawancara dimana yah?" Ucapku.
"disana mari saya antar. " Ucap pegawai.
"Ah terima kasih. "
aku pun masuk ke ruangan.
"Tok..tok.. tok.."
"masuk." Ucap personalia
"permisi bu. ini adalah orang yang akan diwawancara hari ini. saya undur diri. " Ucap resepsionis dan pergi.
"silahkan duduk. "
"Baik."
wawancara pun berlangsung.
...***...
sementara itu, Pak Fadhil tidak hadir di kampus dan ia pergi ke suatu tempat.
"Tuan kita akan pergi kemana?" Ucap pengawal
"Ke perusahaan. ada banyak yang harus aku urus." Ucapnya sambil memegang tablet kerjanya.
disisi lain..
"Baiklah . kamu diterima disini. jabatan mu disini sebagai asisten direktur kami. " Ucapnya sambil menyerahkan kontrak.
"Asisten? tapi bukankah saya melamar pegawai umum?". Ucapku yang kebingungan.
"Maaf, direktur sudah mengaturnya. kami hanya menjalankan. silahkan tanda tangan kontraknya. " Ucap personalia.
"baiklah. " Ucapku
"Kalau begitu saya antar kamu ke tempatmu bekerja. kebetulan direktur tidak ada saat ini. jadi kamu hanya perlu menyelesaikan yang sudah ada dimeja kerjamu." Ucap personalia .
Kami pun sampai. begitu banyak arsip yang harus aku salin. aku hanya bisa menghela nafas karena bekerja itu tidak ada yang mudah. aku hampir lupa mengenai kampus.
aku menelpon Sandra.
"Halo.. "
__ADS_1
"Tian, kamu dimana sih?, kamu bolos yah? aku sudah bilang pada guru tiap mata pelajaran kau izin. jelaskan padaku apa yang sebenarnya sudah terjadi. " Ucap Sandra yang kesal dan khawatir padaku.
"Hmm.. bagaimana kalau kita bertemu seusai sekolah. aku tunggu di luar gerbang yah. karena kalau aku menjelaskan di telepon tidak akan enak dan akan salah paham. " Ucapku yang merasa bersalah.
"Baiklah asalkan kau mau menjelaskannya padaku. kita ini sahabat jadi jangan sembunyikan apapun dariku yah. " Ucap Sandra.
"Baiklah dasar cerewet. aku tutup telepon dulu " Ucapku.
Aku tidak pernah menyangka kalau di dunia ini masih ada orang baik yang tidak meminta imbalan . aku senang punya teman yang begitu peduli padaku.
...***...
Tiba waktu sore dimana mahasiswa di kampus sudah bubar. dan aku pun sudah pulang kerja dihari pertama. lalu aku memanggil Sandra.
"ppsstt, hey ini aku. sini " Ucapku dengan suara kecil.
"Ya ampun kamu harus melakukan itu segala. Ayo kita ngobrol di cafe. " Ucap Sandra sambil menggandeng tanganku. Tiba-Tiba..
"kalian mau kemana?" Ucap Rafly.
"eh.. kamu Raf, ini aku sama Tian mau pergi ke Cafe. mau ikut? Gak disangka kamu belum pulang yah. " Ucap Sandra
"aku mendengar pembicaraan kalian di telepon karena itu aku tidak pulang dan ada yang akan aku bicarakan sama Tian. " Ucapnya
"baiklah-baiklah. ikut saja" Ucap Sandra
sampai tujuan...
"oke, kamu dulu Tian kenapa kamu gak angkat teleponku dan sms ku" Ucap Sandra yang cemberut.
"hehe.. maaf, kemarin-kemarin aku sibuk mengurus kost baru dan cari pekerjaan. " Ucapku.
"Ppftt... uhuk-uhuk. kamu kerja? kan kamu ini masih kuliah. emang dapat kerjaan dimana. " Ucap Sandra yang penasaran.
"hmm.. begini ceritanya kemarin setelah aku menemukan kost baru aku mencari kerja untuk biaya kost sama panti asuhan. mereka sedang krisis ekonomi. sedangkan anak yang diasuh paling besar disana adalah aku. aku hanya memiliki mereka. jadi ini tanggung jawabku kan. karena itu aku butuh bantuanmu juga. aku akan pindah ke kelas paruh waktu bukan reguler lagi. aku akan kuliah di waktu sore sesudah kerja. "Ucapku menjelaskan kesalahpahaman.
"hmm... kalau gitu , aku temani kamu ikut kuliah malam. aku gak mau kamu sendirian. "Ucap Sandra.
"Aku juga. " Ucap Rafly.
"Kamu ini ikut-ikut terus kaya anak ayam ikut induknya. " Ucap Sandra
"Kan kamu induknya." Ucap Rafly sambil terkekeh.
"Apaa?!" Ucap Sandra yang sedikit kesal.
"Hey..hey kalian ini berisik. malu dilihat orang. " Ucapku menegur mereka.
"Baiklah aku bantu. lagipula kuliah pagi itu membosankan kaya sekolah saja. aku ingin rebahan tiap pagi. " Ucap Sandra.
"Tapi kamu kan gak ada kerjaan kalau kamu ikut denganku. kamu ini kan anak kolongmerat. sudah tidak apa-apa kok."Ucapku
"Yaah suka-suka aku dong. aku cuman gak mau pisah dari ibuku. " Ucapnya
"hah ibumu siapa?" Ucapku yang penasaran.
"kamu. hihi " Ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kau! sudahlah. kamu Rafly kenapa ikut-ikutan juga." Ucapku yang kesal.
__ADS_1
"Jawabanku singkat. karena aku tidak mau pisah denganmu. " Ucap Rafly sambil minum kopi. aku sedikit tersipu malu oleh kata-katanya.
"Raf, jangan-jangan kamu suka yah sama Tian. " Ucap Sandra yang memancing Rafly untuk berkata jujur.
"Iyah. aku memang menyukainya. bahkan aku juga sudah menyatakan perasaanku. Tapi, Tian belum menjawabku. " Ucap Rafly sedih.
aku hanya terdiam mendengar Rafly seperti itu.
"Ti, jawab aja. apa yang kamu rasain. kamu itu bukan anak kecil lagi. " Ucap Sandra memberi isyarat.
"Hmm.. boleh beri aku satu hari lagi untuk memikirkannya hehe. " Ucapku sedikit malu.
Mereka hanya terdiam kesal akan ucapanku.
"hey... kenapa kalian menatapku seperti itu. " Ucapku
"karena kamu itu bodoh. " Ucapan Sandra yang membuatku kesal sekaligus tertawa.
"Ternyata kamu manis juga yah saat tertawa Tian. "Ucap Rafly.
"Yah... jangankan kamu. aku juga merasakannya. seandainya aku ini pria. dia sudah ku cium dari tadi dan aku nikahi. " Ucap Sandra dengan santainya.
"iiihh kamu homo. " Ucapku
"Ppfft kalian ini memang sahabatku yang lucu. baiklah aku tunggu jawabanmu besok. " Ucap Rafly sambil menatapku. Aku pun mengangguk.
"Kebetulan nih kepala sekolah masih ada di Kampus. kamu mau mengajukan perubahan waktu kuliahmu. " Ucapnya.
"Baiklah. " Ucapku
Saat kami berjalan menuju kampus dan menuju kantor kepala sekolah. kami berbincang-bincang begitu lama. Akhirnya kepala sekolah mengizinkanku untuk masuk kuliah paruh waktu. Sedangkan mereka bertiga hanya akan diizinkan mulai minggu depan.
"Teman-teman. Terima kasih sudah membantuku. akhirnya aku bisa tenang dan mulai menjalani aktivitasku. "Ucapku.
"Raf, boleh gak beliin kita minuman hangat." Ucap Sandra.
"Oke. Tunggu aku disini. " Ucapnya sambil pergi. Tak lama kemudian..
"Tian, boleh aku tanya sesuatu padamu?" Ucap Sandra yang menatapku serius.
"apa?" Ucapku.
"Apa kamu menyukai Rafly?" Ucap Sandra.
"Hmm.. ssutt. aku akan bercerita padamu. Sebenarnya, Saat kita Camping untuk penelitian dan menyiapkan tenda. Dia membantuku menyiapkannya. aku sudah menyuruhnya untuk membantu kalian. Tetapi, Dia malah terdiam dan memberikan alasannya padaku. Dia membantuku karena dia menyukaiku sejak SMA. " Ucapku menjelaskan.
"Apa? SMA? " Ucap Sandra
"Iya, jadi kami satu SMA. tapi, aku gak sadar kalau kita satu SMA. Setelah itu, dia menyatakan perasaannya padaku. aku kebingungan harus jawab apa. karena ini pertama kalinya seseorang menyatakan cinta untukku. " Ucapku
"haaih kamu ini. sekarang kamu hanya perlu ikuti kata hatimu saja. jangan memaksakan diri. begini saja, nanti pulang dan berada di kamarmu lakukan ini pejamkan matamu sekarang dan siapa yang ada di pikiranmu. Karena waktu inilah hatimu sedang terbuka. " Ucpa Sandra memberiku pengarahan.
"Hmm... baiklah terima kasih San. Akan aku coba malam ini. Dan besok akan aku beritahu padamu. " Ucapku merasa tenang
"Oke. " Ucap Sandra.
Rafly sudah kembali dan bersama kami. Lalu, kami minum teh hangat bersama-sama.
hari sudah mau malam. Kami pulang ke rumah masing-masing Rafly sudah menawarkan jasanya untuk mengantarku pulang. Tapi, aku menolaknya jika dia tahu kalau aku di rumah Pak Fadhil aku takut sesuatu yang buruk terjadi.
__ADS_1