
Aku pun bergegas pergi ke teman-temanku dan melanjutkan penelitian.
setelah selesai melakukannya. kami membuat kesimpulan dan dimasukan ke dalam Power Point untuk Presentasi.
Tak lama kemudian Sandra menerima telepon.
"Teman - teman sebentar yah aku angkat telepon dulu. " Ucap Sandra sambil bergegas pergi menjauh.
"haloo... ma?"...(pembicaraan berlangsung lama)
kemudian Sandra pun kembali.
"Gimana udah beres? " Ucap sandra
"Udah nih. tinggal edit.". Ucap Rafly yang sibuk mengoperasikan laptopnya.
"Ti , Pak Fadhil apa kabar? Dia udah baikan belum yah kesian aku." Ucap Sintia yang mengkhawatirkan.
"Iyah, wajahnya sampai putih gitu. Kayaknya nahan sakit tuh. Ti ,coba kamu lihat lagi. aku takut terjadi apa-apa. orang gak akan bisa nahan dingin di malam hari. Pak Fadhil datang kesini dan tidur di kegelapan malam." Ucap Sandra.
"Kamu jangan nakutin Tian dong. lagi pula bukan salah dia juga. Itu salah Pak Fadhil ngapain dia kesini. Dia sendiri yang ngasih kita tugas. " Ucap Rafly yang kesal.
"Yah mungkin Pak Fadhil ingin melihat kinerja kita ya gak?" Ucap Sintia.
"Alasan." Ucap Rafly.
"Kok kamu gitu sih. Gitu-gitu juga dia itu walikelas kamu tahu. "Ucap Sandra
"Iyah aku tahu - tahu. Ucap Rafly mengalah
"Ti, kamu rawat Pak Fadhil aja dulu. Lagian tugas ini udah selesai kok. " Ucap Sinta
"hmm ya sudah aku pergi dulu. " Aku pun bergegas pergi terpaksa
"Tian, aku ikut." Ucap Rafly sudah selesai
"Kamu gak boleh ikut. tugas ini gimana?!" Ucap Sintia.
"Ini kalian selesai in sendiri." Ucap Rafly yang sangat kesal.
"Gak." Ucap mereka berdua sambil terkekeh.
...***...
Aku pun bergegas masuk.
"bapak apa masih panas?" Ucapku sambil memegang dahinya.
"hmm... tidak apa-apa. Ini sudah membaik kok.(sambil menahan rasa sakit di lambungnya karena belum sarapan)
"Apanya yang gak apa-apa. kenapa bapak gak bilang sama aku kalau bapak demam tinggi?! udah makan buburnya belum? terus obatnya juga. aduh bapak ini bikin aku khawatir. aku mau ambil kompres dulu." Ucapku yang sedang memarahi dia sekaligus khawatir.
" Hmm... (senyum). Maaf aku merepotkanmu. boleh aku meminta sesuatu. " Ucapnya
"apa?!" Ucapku yang terlihat agak galak.
"kamu ini galak yah aku jadi takut. " Kata-katanya yang manja ini membuatku kesal.
"maaf. aku marah karena khawatir. jadi apa yang mau bapak aku lakukan?" Ucapku menahan amarah
"bisakah kamu mengambilkan buburnya." Ucapnya yang suka memerintah
"baik " ucapku sambil mengambil mangkuk yang berisikan bubur yang sudah dingin.
"buka mulut bapak." ucapku yang tidak sabar
__ADS_1
Ia pun memakannya sampai habis.
"sekarang ayo minum obat. Sesudah itu istirahat yah. besok aku dan teman-temanku akan pulang. Jadi, lebih baik bapak telepon pengawal bapak untuk membawa bapak pulang sekarang." Ucapku sambil membereskan makanannya Ia menuruti apa kataku.
"Terima kasih Tian. " Ucapnya sambil tertidur Baru kali ini aku melihatnya tidak berdaya.
...***...
sesampainya di tempat penelitian. aku pun pergi untuk melanjutkan membuat kesimpulan.
"Ti, kamu gapapa kan? kok murung?" Ucap Sintia yang terlihat kebingungan.
"hmm... aku gappa hehe..." responku yang berusaha untuk tenang.
"tidak disangka sahabatku yang manis itu begitu perhatian pada walikelasnya hahaha.
"Itu tugasku. Sudahlah ayo cepat selesaikan. besok kita pulang. " Ucapku
Malam pun tiba...
"aku kebingungan dimana aku tidur sekarang. hmm, Sandra dan Sintia. apa muat bertiga?Aku coba dulu saja tanyain mereka deh." gumam ku berpikir sambil menghampiri mereka
"San, Sin, kamu sudah tidur?" Ucapku
"Belum kok sayang. Ayo masuk aku tahu walas kita sedang di tendamu. jadi, kamu tidur dengan kita malam ini. " Ucap Sintia dengan manjanya.
"Iyaa... aku tidak bisa jauh-jauh dari ibuku. " Ucap Sandra sambil memelukku.
"Hey, dia ibuku bukan ibumu." Ucap Sintia sambil melempar bantal kecil ke Sandra.
"Hey , sudah cukup ini sudah malam. ayo tidur." Ucapku
"Baik. Dia menakutkan kalau sudah marah." Ucap salah satu mereka.
di waktu tengah malam, aku kebelet ingin buang air kecil , aku sudah tidak tahan lagi.
aku membuka tenda dan menutupnya lagi, aku pelan - pelan berjalan sangat menakutkan. tiba - tiba...
"Sedang apa kamu di luar tengah malam begini?" tanya Fadhil memakai senter tepat di wajahnya
Aku pun balik badan karena suaranya tidak terdengar jelas.
"aaaaaa !!!!" teriak ku
"Tian ini aku." ucap pak Fadhil
"duh apaan sih pak. ngagetin banget !!" ucapku mengelus dada ku
"sedang apa kamu disini?" tanya Fadhil
"umm aku kebelet pak. bisa pergi dulu sebentar" pinta ku
"dengar di bukit seperti ini tidak ada toilet. jadi, kamu dimana kamu melakukannya?" tanya Fadhil
"i..itu di semak - semak aduh cepat dong pak berbalik badan." ucapku
"hmm baiklah.." ucapnya berbalik badan
"jangan lihat ke belakang." ucapku
"tidak.." jawabnya
"jangan lihat ke belakang..!!"
"sudah ku bilang tidak.."
__ADS_1
beberapa saat kemudian...
"huft akhirnya lega banget." ucapku
"apa kamu c*b*k?" tanya pak Fadhil
"ya iya lah masa enggak. btw, ngapain bapak tengah malam keliaran" tanya ku
"aku tidak ngantuk." ucapnya
"oh..."
wali kelas ku membuat api unggun.
"Tian bisa temani aku sebentar?" tanya nya
hmm... sebentar yah pak aku ngantuk." ucapku
"iya... "
waktu sudah pukul 00.30 malam aku sudah ngantuk berat.
"Tian ayo istirahat. kamu sudah ngantuk seperti itu" ucap pak Fadhil
"humm selamat malam pak.."
"iya selamat malam..."
setelah aku pergi...
"keluar lah aku tahu dari tadi kamu memperhatikan ku." ucap Fadhil
"hmm...!! wali kelas yang sangat peduli sama muridnya dan ternyata hanya pada satu murid. apa yang kau rencanakan sebenarnya?" tanya Rafly
"untuk apa aku memberitahumu? apakah itu penting?" tanya balik
"dengar wali kelas ku, aku menyelidiki mu kau bukanlah seorang guru dosen melainkan direktur perusahaan bukan?!" tanya Rafly
"wah... begitu kah? lalu kenapa kau tidak menggugat ku?!" tanya balik Fadhil
"aku diam karena kampus ini milik mu bukan." ucap Rafly
"umm... tepat sekali. lebih baik kamu menjadi detektif saja itu lebih pantas bagimu.." ucap Fadhil pergi ke tenda ku
...***...
Pagi pun tiba...
Aku segera bangun dan beres-beres tendaku. disana Pak Fadhil sudah tidak ada di tendaku. Aku mencarinya ternyata dia sedang mencuci wajahnya di sungai. aku tidak menghiraukannya. aku balik ke tenda.
setelah aku selesai
"Tian" Ucap Rafly
"Iya? apa?" Ucapku
"hmm... kemarin kamu gak apa - apa kan. hmm maksudku tidak ada terjadi sesuatu." Ucapnya
"Engga kok. aku hanya merawatnya saja." Ucapku.
kami semua berkumpul dan bergegas pulang. "Tian." Ucap Pak Fadhil
"Apa? badan bapak udah baikan?" Ucapku
"iyaah sudah." Ucapnya
__ADS_1
"Tadi bapak mau bilang apa?" Ucapku
"Enggak. Nanti saja. " Ucapnya