Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
tegang...!!!


__ADS_3

Aku berada di ruangan persalinan. Tiara menemaniku di dalam walaupun ia panik takut ada yang mengikuti kami. Tiara sudah siaga membawa senjata api di punggungnya bila ada sesuatu.


"mereka menginginkan kakak ku tapi kenapa?!"gumam Tiara berpikir


"Tiara... Tiara..!!" ucapku memanggilnya


"iya kakak ada apa? tenang yah tenang , tarik nafas huft... keluarkan. humm bisa kan." ucapnya memegang tangan ku


"huft..huft..huft... humm aku bisa."


"nona, tarik nafas lalu mengejan kepala bayi sudah mau keluar." ucap dokter kandungan


"baik...huft...huft...ummm...!!!!! hah...hah...huft.."


"yah...Tarik nafas... mengejan lagi..!!" ucap dokter itu


Di luar ruangan ku...


"master , ia sedang melahirkan." ucap bawahan Jackson


"kepung ruangan ini. ambil bayinya, dan juga ibunya." ucap Jackson


"baik..."


"kau tidak bisa merebut mereka dariku.." ucap Fadhil sudah sampai


"kau tidak pantas menjadi bagian dari hidupnya." ucap Jackson menodongkan senjata api


"dor....dor...dor...!!!!" (mereka berempat sudah berlindung)


seluruh pasien dan para perawat keluar karena ketakutan. di rumah sakit sebesar ini mereka semua berbondong - bondong mencari perlindungan...


"atas dasar apa kau menginginkan istriku?!" bentak Fadhil saling memukul dengan Jackson , karena senapan mereka terjatuh


"Dari dulu dia milik ku. kau lah yang merebutnya dariku." ucap Jackson memukul wajah Fadhil


"akh...!!! apa maksudmu.." rintih Fadhil


"Dia adalah permaisuri ku Fadhil, kau merebutnya dariku. dengan caraku membunuhmu. lalu aku akan menikahinya. dan menjadi keluarga bahagia." ucap Jackson sudah tidak tahan menahan diri ingin membunuh Fadhil


"semua yang kau katakan tidak akan pernah menjadi kenyataan..." jawab Fadhil


"kita lihat saja hasilnya nanti..."


"aku paham mengapa kau selalu menyelamatkannya. aku sudah mencurigai dirimu sejak dulu." ucap Fadhil membalas pukulan darinya. Mereka sibuk baku hantam , begitu pun yang lainnya.


Sementara itu, Rendy menelpon Tiara. Ia memberitahu dirinya bahwa mobil berada di bagian belakang rumah sakit untuk Tiara.


"(suara bayi menangis)"


"hah....syukurlah.." ucapku menghela nafas lelah juga lega beberapa lama kemudian aku tak sadarkan diri.


"dok...ia tak sadarkan diri.." ucap perawat


"cepat bawa infus... dan alat jantung." pinta dokternya


"berikan bayinya padaku. um..um... biar aku yang memandikannya." ucap Tiara


"oh baiklah." ucap perawat memberikan bayi ku pada Tiara.


Sebenarnya , Tiara ingin membawa ku pergi juga. namun, bawahan Jackson sudah mengepung dirinya. ia tak punya pilihan lain...


"(mengambil senjata api di punggungnya) dor.... dor...dor..."


Tiara berlari secepat mungkin ia pergi naik lift agar jauh dari jangkauan mereka. Tetapi tidak disangka mereka mengejarnya....!!!


Hari yang sangat menegangkan....!!!


Rendy mengejar para bawahan Jackson yang mengejar kekasihnya.


"dorrrr...!!! "


"cih sialan cepat bunuh pria itu sebelum kita ketinggalan jejak wanita itu." ucap panglimanya

__ADS_1


"Tiara pergilah sejauh mungkin..!!!" teriak Rendy


Tiara takut setengah mati dengan membawa bayiku yang baru lahir. hatinya sakit meninggalkan ku di sana. sementara itu, Agil melihat Tiara lalu ia pun mengejarnya...


mereka saling mengejar satu sama lain...


rumah sakit yang ku tempati tidak jauh dari bandara. Tiara sudah sampai disana, ia sudah punya tiket untuk pergi. namun...


"anda mau kemana nona Tiara?" tanya Agil sudah menemukan Tiara


"kau...!!!" jawab nya kaget


"nona..."


"umm...umm... aku... uh... aku ingin kau ikut denganku. umm... akan ku ceritakan nanti ini darurat. aku mohon percayalah padaku. jika tidak, aku akan berteriak kalau kau ingin membunuhku disini." ucap Tiara mengancam Agil hingga dia kebingungan harus berbuat apa. senjata api miliknya sudah Tiara rampas !!!


"baiklah nona saya ikut. tapi kemana?"


"aku tidak tahu. umm...Rendy menyuruhku kemari umm ini tiketnya ayo pergi.." ucap Tiara


Pesawat yang ia duduki sebentar lagi akan cepat landas dalam waktu 5 menit.


Tiara duduk di kursi no.1 kelas atas....


"aku mohon cepatlah landas... kakak maafkan aku. kita akan bertemu kembali..." gumam Tiara menangis


...***...


Aku masih belum sadarkan diri. Dokter kandungan yang sedang melakukan pengecekan di tembak oleh bawahan Jackson. Aku dibawa oleh mereka sementara itu Fadhil masih baku hantam dengan Jackson walaupun mereka sudah lelah satu sama lain. Jackson mendapat informasi kalau aku sudah dalam perjalanan menuju kediamannya disertai dokter yang sedang merawat ku yang dibawa olehnya.


Jackson tersenyum puas mendengar hal itu, ia secepatnya lari karena tahu bawahannya sudah siap di bawah gedung rumah sakit ini. Jackson melompat dari lantai 4...!!!


"sampai jumpa Fadhil.." ucap Jackson


"Cih..!!! dia lari..." ucap Fadhil kesal


"tuan, nona muda tidak ada di ruangan..!!!" ucap bawahan ku


"anak anda... meninggal tuan ia diruang mayat. perawat yang mengatakannya tadi." ucapnya


"a...apa... tidak...tidak mungkin...(mengalir air matanya dan melihat tangan sendiri) Tian sayangku...(tak sadarkan diri)"


Sedangkan, Rendy sudah tak sadarkan diri. ia ditinggal oleh bawahan Jackson begitu saja beruntung tidak membunuhnya di temukan oleh bawahannya juga.


Calvin dan Alvian disekap oleh Jackson di bawah tanah miliknya sebelum sampai di rumah sakit.


semuanya menjadi kacau balau tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya....


Rafly melihat Fadhil tergelatak, ia berlari padanya dan mengangkat Fadhil bersama Ferdy.


"Rafly cepat , aku melihat Jackson menyimpan bom di rumah sakit ini." ucap Ferdy


"apa... ayo cepat...!!!"


beberapa detik kemudian setelah mereka keluar dari parkiran.


"BBBHHHHHOOOOOOMMMM....!!!!!!"


Sesampainya di rumah...


Fadhil sedang dalam perawatan karena banyak benturan juga lebam di tubuhnya dan melamun.


"Fadhil, bersabarlah. kita akan temukan mereka." ucap Rafly


"istriku... apa dia baik - baik saja?! aku tidak tahu mereka membawa istriku. anak ku... anak ku pun aku...(menangis)" ucap Fadhil menunduk


"Fadhil.... tenangkan dirimu."


"DIA MEREBUTNYA DARIKU..!!! TIAN...!!! SAYANG KAMU DIMANA..!!! MAAFKAN AKU...MAAFKAN AKU...AKU MOHON JANGAN TINGGALKAN AKU.." Teriak Fadhil histeris



Rafly dan Ferdy meninggalkan Fadhil di kamarnya untuk melepas kesedihannya. mereka melihat kondisi Rendy...

__ADS_1


"Rafly, apa kamu melihat istrimu?" tanya Ferdy


"hmmm... mereka membawanya saat Sandra membawa Tian lari dari pandangan mereka. Sandra berada dalam ancaman Jackson, aku melihatnya dari ponselnya." jelas Rafly


"istriku juga di bawa. aku rasa Jackson tidak akan melukai mereka bertiga. tapi... aku tidak tahu apa tujuannya menculik mereka." ucap Ferdy


"Tuan saya ada laporan." bawahan Fadhil


"katakan" jawab Ferdy mewakili Fadhil


"Calvin dan Alvian disekap oleh mereka saya dapat informasi dari Calvin. semua alat komunikasi direnggut oleh kepercayaan Jackson yaitu Edward." jelasnya bagian IT


"hmmm.... mereka menculik orang - orang terdekat kita...Rendy belum sadar, Fadhil... .apa yang harus kita lakukan." ucap Ferdy


"lebih baik kita diskusikan dulu. mungkin cara terbaik adalah berperang saja." jelas Rafly


"hmm... sudah lama aku tidak seperti itu. sekarang kembali seperti masa lalu. aku baru saja baikan dengan istri ku , sekarang... dia tidak ada di hadapan ku." ucap Ferdy lelah


"aku takut Sandra kenapa - napa." ucap Rafly menutup wajahnya dengan tangannya.


...***...


Sandra dan Sintia dibawa ke kamar tamu kediaman Jackson.


"dengar, aku tidak akan melukai kalian berdua. kalian cukup menemani permaisuri ku. dia sedang dalam perawatan. jaga dia dengan baik dan yah... jangan pernah berpikir untuk kabur di kediaman ku." ucap Jackson


"atas dasar apa kau menculik kami?" tanya Sintia


"kau tidak tahu apapun? aku tahu kalian telah melukainya menculiknya bukan? jika Tian tahu tamatlah kalian berdua. untuk menutupi kesalahan kalian aku berbaik hati untuk menemaninya. jika kalian bukan sahabatnya aku sudah melakukan hal yang buruk pada kalian , aku akan membawa kalian ke kandang singa ku untuk dijadikan santapan makan malamnya." ucap Jackson membuat mereka takut


"kau tidak akan berani melakukannya." ucap Sandra


"kata siapa? aku adalah orang sadis yang belum pernah kau temui. mau ku buktikan. ikut aku.. bawa mereka." ucap Jackson berjalan keluar kamar, bawahannya membawa mereka berdua.


"lepas aku bisa jalan sendiri..." bentak Sintia


beberapa menit kemudian, sesampainya di ruang bawah tanah. mereka berdua melihat Calvin dan Alvian...


"ka..kalian..!!!" ucap Sandra terkejut


"jangan sembarang menyentuh jeruji besi itu ada aliran listriknya." ucap Calvin di ikat rantai


"kalian baik baik saja?" tanya Sintia


"yah begitulah. pergilah dari sini ,cari cara kabur dari sini." ucap Calvin


"bagaimana keadaan Tian?" tanya Alvian khawatir


"aku .... tidak tahu." ucap Sandra menunduk


"Ayo jalan.." ucap bawahan Jackson pada mereka berdua.


mereka semakin terkejut dibuatnya, terlihat hewan buas yang sangat besar. hewan itu memang benar Singa raja hutan...!!!


"bawa mereka masuk." ucap Jackson


"a..apa? kau gila Jackson."


"yah aku memang gila. lihat ke belakang peliharaan kecil ku berada di dekat kalian." ucap Jackson


"aaaaaaaaaaa....!!! cepat keluarkan kita aku mohon cepat..!!!" ucap Sintia


"kau memohon padaku sekarang?" tanya Jackson


"cepat buka...!!!" bentak Sandra kesal


"buka tarik mereka." ucap Jackson


"hah...hah...hah..." mereka berdua berusaha menenangkan diri


"itulah akibatnya jika melawan ku atau menyakiti permaisuri ku..huh..!!! bawa mereka ke kamar biarkan mereka istirahat. teman istriku harus di istimewa kan bukan?!"," Ucap Jackson mencengkram kedua dagu mereka dan melepasnya.


__ADS_1


__ADS_2