Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
malam ini....


__ADS_3

Setelah Fadhil sudah sembuh dari sakitnya , aku pun sudah libur beberapa hari yang lalu begitu pun pekerjaan juga karena mengalami kecelakaan itu. tiba-tiba dia datang padaku..


"sayang sedang apa?" ucap Fadhil


"hmm..? ah aku.. sedang memandang taman saja kenapa?"


"apa yang kamu lakukan? ayo bersiap ." ucapnya sambil mengancingkan bajunya


"bersiap?" tanyaku


"kita pergi berbulan madu" (ucap bisik nya sambil memelukku)


"ah itu... "


"sayang jangan mengingkari janjimu."


"baiklah..."


Lalu, bibi An masuk membawa pakaianku. sedangkan Agil menyiapkan koper bajuku dan dia.


"nona, ini baju anda yang akan di pakai sekarang." kata bibi An


"ah ini..(sambil melihat) aduuhh terlalu seksi..!!!! "


"tuan muda yang memilihkannya untukmu."


"hmm dia itu.."


"nona semoga anda berhasil mengutarakan hatimu."


"bibi..." kata ku malu


Entah kenapa bibi An dan Agil mereka sangat bahagia usil padaku. aku takut Fadhil akan datang kembali . jadi, aku segera memakai baju pilihannya itu.


setelah itu aku keluar dari kamarnya. dia menungguku di luar rumah dan berada di dekat mobilnya. lalu, dia melihatku sampai tidak bisa berkedip.


"hmm... apakah ini bagus?" tanyaku malu


"tentu.. masuklah. Tuan putri"


"jangan panggil aku seperti itu."


"kenapa? kau kan istriku." ucapnya membelaiku


"itu.. aku tahu.."


"kamu ini tidak ada manisnya sedikit pun. " ucap Fadhil cemberut seketika


"hmmppt suruh siapa nyebelin."


"Sayang, cepat masuk atau perlu aku menggendongmu?"


"ti..tidak. tidak perlu." sembari masuk


"pppftt(manisnya)"


(dalam pikiran Fadhil saat melihatku)


Dia tidak tahu apa yang dia pakai membuatku bergairah. dia memakai gaun hitam yang pendek dari atas paha dengan dada nya yang sedikit terbuka. bagian punggungnya pun terlihat putih. aku ingin menjilat nya.


"bibi An dan Agil, aku titipkan rumahku. jika ada sesuatu yang sangat darurat telepon aku saat pagi. "


"baik tuan muda.


"Bummmmm..."


Suara mobil.


Selama di perjalanan kami hanya diam satu sama lain. aku pun memulai pembicaraannya.


"hmm kita mau kemana?"


"ke luar negeri."


"hah? itu terlalu jauh."


"tidak apa. kita akan ke Swish. "


"hmm sudah sarapan kah?"


"belum."


"ka..kalau gitu, ini makanlah dulu. biar ku suapi."


"baiklah..."


Dia memakannya, dan memulai trik usilnya.


dia menjilat jariku.


"umm.."


"sayang , jangan memancingku dengan suaramu itu.."


"iihh ka..kamu yang menjilat tanganku."


"karena tanganmu menggoda ."


(dalam hatiku : Orang ini...)


akhirnya kita sudah sampai di bandara kebetulan tiketnya sudah di pesan semalam. jadi, kami langsung berangkat ke tujuan.


setelah beberapa jam kami sampai di villa dimana jauh dari keramaian.

__ADS_1


"wah... indah sekali."


"tuan barang-barang anda sudah saya simpan."


"iya terima kasih. Sayang..."


"hmm?"


"ayo masuk dulu.. "


"hmm baiklah."


Baru saja sudah masuk pintu dia memangku ku dan membawaku ke kamarnya.


"Ehh... aku.. aku bisa jalan sendiri.."


"Lama.."


"hah???!!!!! "


"Tian, kau harus ingat sekarang. bahwa dirimu sudah menjadi istriku. ber perilakulah layaknya seorang istri."


"um..."


sesampainya di kamar..


"Istirahatlah kamu pasti lelah. aku ingin pergi berenang dulu."


"hmm baiklah."


Kalau dipikir-pikir aku belum pernah melihatnya berenang. aku ingin melihatnya.


aku mengganti pakaianku karena sangat tidak nyaman. lalu aku hanya memakai kemeja dan celana pendek. Lalu, aku hanya duduk di pinggir kolam.


"aahh..." suaranya itu..


Dia melihatku.


"sedang apa kamu disini..?"


"hmm aku bosan lihat kamar."


"hmm(tersenyum kecil dan mendekatiku) lalu kau ingin melihatku berenang dan melihat tubuhku?"


"itu.. ituu tidak."


"hmm.. Tian, aku tanya padamu. apa kamu menyukaiku?"


"hmm(terdiam sejenak karena setiap bersamanya hatiku berdegup kencang) tidak. "


"hmm begitu yah. baiklah aku tidak akan memaksamu. " ucapnya menjauh dariku tiba-tiba dan hatiku sakit. lalu dia berkata lagi


"aku membawamu kesini bukan karena hanya ingin berbulan madu saja. tetapi, aku ingin tahu hatimu untuk siapa. ternyata itu bukan untukku. kalau gitu.. duduklah disana. aku masih ingin berenang."


"hmm.."


maafkan aku tidak bisa mengatakannya aku takut kau akan meninggalkanku setelah bertemu dengan istrimu nanti.


Aku memperhatikannya dan melihat dia tidak muncul-muncul dari kolam. aku takut dia kenapa-napa.


"ka..kamu tidak apa-apa. Fa..Fadhil... apa kamu mendengar ku?"


Tanpa pikir panjang aku masuk ke kolam dan membawanya ke atas.


"Tolong..."


"ah tuan muda."


mereka para pengawal sigap membantunya. lalu,


"apakah dia baik-baik saja?" tanyaku khawatir


"ah itu(pengawal melihat isyarat tangan tuan mudanya). kami tidak tahu. kami akan memanggil dokter segera tolong nona tangani dulu tuan muda."


"apa? aduh.. hey bangun. kenapa sih jadi kaya gini. "


Aku menekan dadanya. dan tidak keluar pula. lalu aku membuat nafas buatan tidak keluar pula.


"bapak... Tidak..maaf ma..maksudku Fadhil. tolong bangunlah jangan tinggalkan aku. maafkan aku, akan kata-kata ku tadi. aku.. aku hanya takut kau akan meninggalkanku setelah istrimu ditemukan. aku hanya bayangan istrimu saja. sebenarnya aku menyukaimu aku mencintaimu. setiap kali bersamamu hatiku berdebar dan jantungku tidak karuan. bangunlah.. aku mohon. "


Alhasil dia masih tidak sadarkan diri.


aku membuat nafas buatan lagi. tanpa aku sadari dia memelukku.


"hmmm?" (melepaskan ciumanku)


"akhirnya kau mengakuinya sayangku."


"jadi..jadii.. tadi itu pura-pura?"


"menurutmu?"


"iiihhh jahat banget sih. bikin orang khawatir aja."


"pppftt.. terima kasih sudah membalas cintaku. " Ucapnya mencium keningku.


"ummm iyaa.. maaf aku terlambat."


aku baru sadar kalau aku memakai kemeja putih, otomatis setelah basah akan terlihat kan!!!!.


"aaaaaa!!!!!" menutup tubuhku segera dengan tanganku.


"pppft.. kenapa?"

__ADS_1


"itu.. aku.. lepaskan aku. aku mau pergi mandi."


"jangan berpikir kau akan kabur setelah menciumku diam-diam"


"iihh aku hanya buat nafas buatan jangan salah paham."


"bolehkah aku menyentuhmu sekarang."


"tidak. aku.. aku belum siap."


"aku tahu yang kau takutkan. dengarkan aku Tian, istri pertamaku adalah kamu. kamu adalah Tiani Candra percaya atau tidak. aku akan membuktikannya padamu. "


"jika bukan apakah kau akan meninggalkanku?"


"Tidak. aku akan mencintaimu seperti ini dengan ketulusanku. "


"hmm makasih aku akan pergi buat makan malam."


"Tidak perlu. mereka semua sudah menyiapkannya. "


"ka..kalau gitu aku akan mandi."


"mau mandi bersama?"


"Tidak. never"


"pppfttt."


Hari sudah malam. saat aku sudah keluar dari kamar mandi aku melihat kasur yang penuh bunga lalu melihat gaun cantik. aku pergi melihatnya dia meninggalkan pesan.


"Pakai ini. aku tunggu di bawah."


"hmm dia ini masih suka memerintah tapi aku suka."


aku memakainya dan kebawah lalu dia menghampiriku.


"sayang, kau tahu. malam ini kau cantik sekali"


"Sungguh? baguslah."


"yaa.. silahkan duduk tuan putri."


kami makan bersama lalu dia bangun dari tempat duduk dan mendekat padaku. dia memberi kalung berbentuk love warna merah yang indah dan memakaikannya.


"pakai ini kemana pun kau pergi."


"terima kasih."


Lalu, dia mengangkat ku dan duduk di pangkuannya.


"hey.... malu tahu"


"tenanglah ini villa ku. tidak ada orang disini."


"benarkah?" kataku melingkarkan tanganku dia lehernya.


"iya.. apakah kau memancingku?"


"hmm tidak. "


lalu Fadhil menyentuh bibirku dengan lembut. dan menekan kepalaku kemudian kami berciuman lagi. untuk pertama kalinya aku menerima ciuman ini.


"Tian... aku.."


"hmmm.?"


Dia melanjutkan minumnya dan minuman itu alkohol.


"hey, jangan minum terus."


"hmm tidak apa-apa. aku tidak mudah mabuk sepertimu."


"hmm dasar. "


"satu hal lagi. panggil aku sayang."


"hmm iya. "


"coba katakan."


"hmm(tersenyum kecilku) sayangku, sudah jangan minum lagi."


Entah apa yang dipikirannya dia langsung membawaku ke kamarnya.


"lho? sayang.. aku.."


"brukk" Melempar ku ke kasur yang penuh bunga itu. lalu, dia mendekatiku.


"Tian, bolehkah aku menyentuhmu?"


Aku hanya menatapnya. aku memang berpikir akhir-akhir ini. dia selalu membantuku. dan aku juga menyukainya tetapi, aku belum siap semua itu.


"maaf. aku tidak bisa aku belum siap. "


"hmm? baiklah aku tidak akan memaksamu. tetapi, bisakah beri aku alasan?"


"tentu. dalam hatiku masih ada banyak pertanyaan yang belum aku dapatkan jawabannya. mengenai istri sah mu. itu selalu mengganggu ku dan..perasaanku itu memang benar aku menyukaimu tetapi itu tidak berarti kalau aku menyerahkan semuanya. maaf."


"baiklah. aku menghargai keputusanmu. aku berjanji padamu bahwa aku akan menemukan buktinya secepat mungkin. "


"aku tidak butuh janji. tetapi bukti aku ingin tidur terpisah dulu apakah boleh?"


"tentu. lakukan apa saja yang kau mau. "

__ADS_1


"terima kasih. "


Maaf Pak... aku ingin semuanya lebih jelas dulu... mengenai perasaanku itu murni. tetapi, aku juga butuh waktu untuk memperbaiki keadaan terutama Rafly. aku tidak mau membohonginya seperti ini. hal yang aku percaya di dunia ini bahwa suatu hubungan akan hancur bila ada sebuah kebohongan...


__ADS_2