Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
malam kelabu...


__ADS_3

"tu..tunggu Fadhil ka..kamu , aku tahu kamu cemburu aduh... " bentak ku agar dia berhenti mencium ku


"hmmpptt siapa suruh kamu mengikuti keinginannya?" tanya Fadhil semakin membara karena Jackson


"sudahlah Fadhil, aku bukan orang bodoh. aku tidak sengaja menarik kancing baju nya. dan..." ucap ku di sela olehnya


"apaa???? wah sayang kamu semangat untuk menidurinya juga yah." ucap Fadhil semakin kesal


"BUKAN !!!! LIHAT INI, emangnya ada ya kancing berbentuk speaker bulat kecil?" tanya ku melihat lihat kancing itu


"hmm? (melihat) ah cukup jangan bicara lagi. ini perekam..., heh dia pintar juga." ucap Fadhil bicara sendiri


"tapi untuk apa dia melakukan hal itu?" tanya ku


"untuk membuntuti mu. sayang, maaf aku melakukan ini, kau boleh menghukum ku setelah ini." ucap Fadhil menggeledah ku


"tu..tunggu, apakah kamu ingin membuka baju ku." ucap ku gelagapan


"ini bukan pertama kalinya aku membuka baju mu sayang. kemarilah ada yang harus aku selidiki." ucap Fadhil berusaha lembut


"gak !!! dasar mesum.." ucapku menutup diriku dengan tangan


"kamu...!!! ( menahan kesal ) "


Fadhil pergi ke kamar mandi dan mengambil tali, aku berpikir dia akan mengikat ku di atas ranjang.


"ka..kamu jahat banget sih, istrimu sendiri kamu ikat huhu... lepasin aduh..." ucap ku tidak bisa berontak karena dia kuat


"diam lah aku tidak akan melakukan hal aneh dan bodoh. aku hanya ingin memastikan sesuatu." ucap Fadhil sibuk mengikat ku


beberapa menit kemudian...


aku tidak memakai apa - apa dan di tutupi selimut. dia menyelidiki baju ku sangat teliti.


"hmm ~ ternyata yang aku khawatirkan benar. sayang, di gaun mu ini terdapat kamera tersembunyi lho. dia menyimpan perekam juga kamera tanpa kamu sadari." ucap Fadhil memperlihatkan nya padaku


"a..apa? dia...apa yang dia maksud sebenarnya aku tidak mengerti." ucap ku berpikir


"untuk sementara , diam di rumah jangan keluar. tolong ikuti perintah ku." pinta Fadhil karena tahu aku ngeyel


"Fadhil terlihat serius sekali akhir - akhir ini..." gumam ku


"baiklah aku akan menurutimu. sekarang bisa tolong ambilkan baju tidur ku?" pinta ku


"tentu, aku akan mengambilnya untukmu sebentar." ucap Fadhil pergi memilah baju tidur lalu...


"ini.. pakai lah.." ucapnya memberikan


"bagaimana aku pakai tangan ku saja kamu ikat." ucapku cemberut


" ah maaf , habis kamu sendiri susah di ajak kerja sama." ucap Fadhil membuka ikatan nya.


aku segera memakai baju nya , lalu dia mendekatiku..


"mana hadiah untukku?" ucapnya berbisik


"ha..hadiah? hadiah apa?" tanya ku sambil mengikat rambut


"hadiah karena mengambil baju untukmu." jelasnya tak tahu malu dengan bangga mengatakan itu


"(aku menghela nafas bingung akan kelakuannya) mau mu apa?" ucapku mendekatinya


"aku... ingin dirimu..." jawab Fadhil memegang pinggang ku


"hihihi ( tertawa kecil ) sayang sekali, tadi aku datang bulan lihat kasur saja jika tidak percaya." ucapku tertawa lepas


"hmmm? (melihat kasur ada sedikit darah haid ku) sayang kamu jorok sekali." ucap Fadhil membersihkannya


"bukan jorok salah mu sendiri membuka bajuku semuanya." jawab ku masih tertawa


"(telepon Agil) halo, Agil belikan aku kasur yang baru." pinta Fadhil membuat ku tercengang


"hah gak usah nanti aku akan mencuci sprei kasur. " ucapku malu sendiri


"tak apa. lagi pula ini sudah jelek." ucap Fadhil terlentang


"hmmm dasar !!! selamat malam." ucap ku berbalik ke kiri membelakangi dirinya


"beraninya kamu tidak menghadap padaku." ucap Fadhil membalikkan badan ku


"hey iihh hahahah... aw geli iihh hahah..." ucapku karena geli di kili kitik oleh nya..


"haha... sayang aku sudah lama tidak melihatmu tertawa seperti ini.", ucap Fadhil senang


"sungguh?! hah terima kasih aku lelah ayo tidur. tunggu saja seminggu yah baru minta." ucapku membuat dia mengerti namun harus menahan...


"tentu aku akan memakai obat saat itu." ucap Fadhil


kami tertidur...



...***...


Pagi sudah tiba...


Walaupun Fadhil dan Rendy , mereka selalu bertengkar. tetapi kini, mereka bersatu untuk kerja sama.


di ruang rapat pribadi Fadhil...


"baiklah aku sudah memeriksa rekaman dari handphone Lia sekretaris mu. apa yang dia katakan memang benar. satu hal yang dia tidak katakan, dia juga ikut masuk ke ruangan mu, tetapi tidak mengambil apa - apa hanya mengikutinya saja. aku sudah memfasilitasi semua untuknya. lalu..." jelas Ferdy belum kelar tiba tiba...


"Tuan tuan..." Agil memanggil Fadhil


"ada apa?" tanya Fadhil


"saya sudah mendapatkan semua informasinya. Direktur perusahaan itu yang mengambil properti kita sudah tiada. tetapi, saya menyelidikinya lebih dalam lagi. orang dibalik semua ini adalah ini... tuan


(memberikannya)" jelas Agil


Fadhil melihat arsip itu dan terkejut...


mereka semua melihatnya pun sama...


"heh... jika kamu ingin tahu semuanya. kamu bisa tanyakan pada nya sendiri." ucap Rendy melipat tangannya


"jaga ucapan mu." ucap Fadhil


"apa kau percaya bahwa dia pelakunya?" tanya Rafly

__ADS_1


"hmmm entahlah." jawab Fadhil spontan


"lebih baik pancing saja dia bagaimana?" tanya Ferdy


Di sisi lain...


waktu sudah siang hari... aku segera pergi menyiapkan bahan bahan untuk membuat kue karena kami akan melakukan reuni bersama di Vila Fadhil dan acara lamaran pribadi Ferdy...


setelah itu, aku menunggu Anton mengambil mobil di parkir. tiba - tiba...


"halo..." ucap seseorang, aku pun menoleh


"hmmm? ah Jackson. sedang apa disini..." ucap ku


"aku sedang mencari cemilan enak. apa kau tahu dimana tempatnya? aku orang baru disini ." ucap Jackson


"hmm? ah ( ingat ) aku tahu. tempatnya yaitu sweet cafe yang ada di sebrang sana. semua makanan nya enak lho. " ucap ku


"ah begitukah? kalau gitu kita makan bersama bagaimana? " ajak Jackson


"uh itu... aku..tidak bisa." ucapku


"ayolah hanya sekali ini. lagi pula kita tidak sengaja bertemu bukan." ucap Jackson


"hmmm boleh tapi sebentar saja yah." ucapku


Tiba - tiba ada telepon berdering


"hmmm? maaf aku angkat telepon dulu. hmm? Anton? halo ada apa? aku menunggumu dari tadi " ucap ku


"maafkan saya nona muda, saya dipanggil oleh tuan muda. bisa tolong tunggu sebentar, saya tidak lama." jelas Anton


"hmmm? tidak perlu aku naik taksi saja. kamu urus saja dulu tuan muda mu." ucap ku menutup telepon


matahari sangat terik di siang hari namun terasa sejuk sejuk akan angin yang berhembus..


"tak apa. aku yang akan mengantarmu pulang nanti." ucap Jackson


"umm? baiklah. mari.." ucapku tersenyum


Kami pergi ke Sweet Cafe itu...


dia memesan semua menu yang ada di Cafe itu..


"anu.. apakah tidak kebanyakan?" tanya ku


"tidak karena ini untuk kita berdua." ucap Jackson


"ummm..." gumam ku bingung.


sementara itu...


Sandra dan Sintia sedang pergi membeli Ice Cream yang di toko yang baru. mereka berbicara ceria.


"umm..." melihat jendela


"ada apa?" tanya Jackson melihatnya juga


"um? ah tidak ada." ucapku menunduk


"huhum(tertawa kecil) kamu bukan pembohong yang baik. aku bisa jadi teman curhat mu. katakan saja." ucap Jackson tersenyum


"tenang saja, aku orang yang mudah dipercaya, terutama untukmu." ucap Jackson


"umm... " bingung


"jika kamu tidak bersedia mengatakannya juga tak apa." ucap Jackson mencicipi makanan


"aku merasa sahabatku menjauhi ku sedikit demi sedikit." ucapku secara langsung tanpa ku sadari


"sahabat? oh dua wanita tadi." ucap Jackson


"humm (mengiyakan) selama ini baik baik saja, entah apa yang membuat kami renggang. bagiku mereka lebih dari sekedar sahabat tetapi sudah seperti saudara saja." ucapku menunduk sedih


"umm...mungkin ada masalah pribadinya. aku tahu kok mereka baik padamu sudahlah ayo makan.", ucap Jackson


"oke makasih yah." ucapku makan


"ppftt sama sama..."



....


"hmmm?(menoleh ke kiri) lho itu kan?.. San..San... lihat." ucap Sintia menunjuk ke arah ku


"hmm? hhaaaa...(terkejut) Tian sedang apa dia disana? dan... sama... um? pria itu Jackson?" ucap Sandra berbicara sendiri


"hah? bersama pria? siapa namanya?" tanya Sintia


"Jackson. heh... aku gak tahu kalau Tian ternyata seperti ini di luar dugaan yah." ucap Sandra pedas


"San... apa maksudmu? tunggu apa mungkin hubungan mu dan Rafly ada sangkut pautnya dengan dia? San kamu gak mungkin kan kaya gitu?! aku gak percaya Tian kaya gitu." ucap Sintia memegang bahu Sandra


"aku juga awalnya gak percaya. huft..(menghela nafas) kita ke taman kota. aku akan menceritakan awal mulanya." ucap Sandra


"oke...ayo." ucap Sintia memegang tangan Sandra yang masih melihatku


"tunggu, aku ingin memotret mereka. siapa tahu berguna." ucap Sandra


"San, udahlah gak usah kaya gitu juga." ucap Sintia menahannya


"diam kamu Sin...!!! sudah aku potret ayo." ucap Sandra pergi


...***...


beberapa jam kemudian...


aku kenyang dengan semua menu makanan di sweet cafe ini.


"uhh... aku sudah gak tahan lagi liat makanan ini." ucapku


"ppftt.. aku suka kita makan bersama disini. apakah lain kali juga bisa?" tanya Jackson


"umm... entahlah aku tidak tahu. aku tidak bisa janji hehe... (lihat jam tangan) ah gawat udah jam 2 nih. aku harus pulang." ucap ku sibuk beres beres sendiri


"umm... aku akan mengantarmu." ucapnya


"ah tidak perlu. aku... aku naik taksi aja." ucapku

__ADS_1


"gak boleh. aku harus melihat mu aman saat bersama ku hingga berpisah nanti. ayo aku tidak suka penolakan." ucap nya


"hmmm baiklah. maaf merepotkan mu." ucapku


"Cekrek...(memotret kami diam diam)"


..."habislah kau kali ini heheheh...~" gumam orang misterius itu...


Di sisi lain...


"Fadhil, kamu hanya perlu percaya pada dirimu sendiri di dalam hatimu." ucap Rafly


"umm... aku tahu. oke.. rapat selesai." ucap Fadhil beranjak dari kursi siap siap pulang


"apa kita akan bekerja sama?" tanya Ferdy


"tentu.. kita berempat." jawab Rafly langsung


"yah... aku terpaksa menyetujuinya. demi kerja sama aku ikut saja." ucap Fadhil sambil pergi


"Ren, dia masih keras kepala seperti dulu. harap maklumi dia " ucap Rafly


"tenang saja. aku tahu kok sebenarnya dia mulai menerima ku." jawab Rendy pergi juga


tinggal mereka berdua...


"akhirnya kita bisa bersama lagi..", ucap Ferdy


"iyah... aku pulang dulu." ucap Rafly pamit


"oke. aku masih harus ikut rapat. hati hati di jalan." ucap Ferdy


"yooo~"


...***...


Tiba di rumah...


"ini rumah mu?" tanya Jackson


"umm iya. bukankah kamu juga tahu kalau aku istrinya Fadhil." ucapku menjelaskan


"yah lebih tepatnya istri kontrak kan?" ucap nya membuatku sakit hati


"umm kamu salah paham. sudah yah aku harus masuk dah terima kasih." ucap ku sambil masuk


"yap sama sama..."


Aku tidak menyangka kalau Fadhil sudah sampai. mereka berpapasan satu sama lain. Jackson memberi senyuman mengandung arti yang dalam. sedangkan, Fadhil hanya menatapnya tajam.


Aku membereskan semua bahan masak dibantu oleh bibi An. lalu...


"Tian..." Fadhil memanggilku


"um?(menoleh) ah kamu sudah pulang. sebentar, duduklah dulu. " ucapku mengambil air minum untuknya, dan saat aku berbalik..


"aduh..." menabraknya karena dia berada tepat di belakang ku


"bubar." perintah Fadhil


mereka semua bubar...


"umm? ada apa?" tanya ku memegang pinggangnya


"hmmm....(berpikir lama) tidak ada. aku lapar" ucapnya datar


"umm aku masak untukmu duduklah tidak akan lama kok ini minum dulu." ucapku


"aku tidak haus "jawab nya membelakangi ku


"Fadhil kenapa yah? dia kok aneh banget. aku tanya saja deh.." gumam ku sambil masak


beberapa menit kemudian, aku memanggil Fadhil yang masih memegang tab nya di ruang TV.


"um..Sa..sayang ayo makan." ucapku tersenyum


"ummm(mengiyakan) sebentar lagi." ucapnya


Aku sudah tidak bisa menahan drama ini lagi. aku mengambil tab nya dan berhadapan dengannya.


"katakan, apa yang mengganggumu? apa ada hubungannya denganku? apa tadi kamu.." ucapku belum selesai di sela olehnya


"tadi kamu kemana? siapa yang mengantarmu? bukankah Anton sudah memintamu menunggunya." tanya balik Fadhil


"sepertinya tadi mereka berdua berpapasan. huft... tenang tenang lagipula aku tidak salah ." gumam ku


"aku memang menunggunya... aku.." penjelasanku belum selesai disela lagi olehnya


"ayo sambil makan temani aku makan." ucapnya


"aku sudah makan. jadi, aku temani duduk saja yah." ucapku gemetar


"kenapa perasaanku aneh sekali untuk pertama kalinya aku gemetar seperti ini...", gumam ku kebingungan sendiri


"sudah makan? dengan siapa?" tanya Fadhil mendekatiku


"(glek) aku makan sama Jackson. tunggu dulu, aku jelaskan. saat ... saat aku menunggu Anton , Jackson meminta ku menemaninya makan. aku sudah menolaknya tetapi dia bersikeras bahkan menunggu di sampingku juga. aku risih , jadi aku mengikuti keinginannya. " jelas ku menatapnya , Dia hanya terdiam


"kalau gitu, aku juga kenyang. aku tidak akan makan sampai malam. jangan ganggu aku bekerja." ucap Fadhil mengambil tab nya dan pergi


"tunggu, aku sudah memasak untukmu dan kamu..." bentak ku


"dan kamu tidak menunggu ku makan bersama ku.", jawab Fadhil ketus


"Fadhil... aku tidak bermaksud seperti itu." ucapku sendiri dan terpuruk menahan tangis


Aku berlari ke kamar agar nangis ku tidak terdengar.


setelah itu, Fadhil ke bawah ingin mengambil minum dan tak sengaja melihat TV.


"Berita selanjutnya, istri dari tuan muda Fadhil Afriansyah terlihat di sebuah Cafe Sweet bersama seorang pria. untuk lebih jelasnya berikut ini..." suara dalam TV membuat Fadhil terkejut


Dia membelalak melotot karena aku di potret orang dan terlihat mesra bersama Jackson. aku baru keluar dari kamar dan melihat reaksi Fadhil memegang gelas lalu melemparnya.


"Tian...!!!!!!! " teriak dia


"(apa dia marah, gawat !!!! gawat !!! gawat !!!) a..aku disini. ada apa?" tanya ku tidak tahu ada berita mengenai aku


"kemarilah lihat apa yang sudah kamu lakukan." ucap Fadhil menggertakkan gigi

__ADS_1


aku ke bawah dan melihatnya aku juga terkejut...


__ADS_2