Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Pertengkaran yang tak pernah usai


__ADS_3

"Cih !!!! Fadhil tidak bisa di ajak bicara...!!! " ucap Rafly berbicara sendiri sambil menyiapkan pistol


"tak...tak...tak.."


(suara kaki berjalan)


"Kalian keluarlah !!! akan ku bantai kalian !!! " bentak Fadhil



"kau ingin bertumpah darah?!" tanya Jackson keluar dari persembunyian nya.


Mereka saling berhadapan berjalan perlahan mendekat satu sama lain.


"kau yang membawa istriku bukan?!" tanya Fadhil datar dengan tatapan mata yang sudah ada aura pembunuhan


"iya... aku yang membawanya...tidak lebih tepatnya aku..(ceklek..)" ucap Jackson belum selesai seketika terkejut akan pistol Fadhil berada di atas kepala Jackson..!!!


namun, dengan sigap Jackson juga menodongkan pistolnya ke dadanya tepat berada di jantungnya.


"aku akan menjelaskannya padamu..!!! kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi ?!" ucap Jackson


"aku tidak butuh penjelasan mu..." jawabnya


"Tuan...tuan..." Agil memanggilnya


Mereka masih bertatapan...


"Tuan, saya dapat informasi mengenai nona muda tuan." jelas Agil


"siapa yang menculiknya ?!" tanya Jackson buru - buru


"Culik?! bukankah kau yang membawa istriku" tanya Fadhil tidak tahu


"yah... ada yang menculiknya. dengar !! akan ku jelaskan. tadi, aku sedang dalam perjalanan pulang. aku melihat Tian dibawa oleh orang dengan cara di gendong. aku mengikutinya tetapi tidak disangka ada orang yang sengaja menabrak mobil ku. untung saja, aku baik - baik saja. aku segera menyusul nya dengan motor yang sudah ku pinta pada bawahan ku. Tian mu itu... dia di tusuk oleh orang jahat itu intinya... di siksa." jelas Jackson sambil mengepal tangan


"Lalu kemana orang jahat itu?! akan ku cincang dia..!! " ucap Fadhil greget


"kau tidak bisa membawanya. (berhadapan) orang yang bersangkutan dengan Tian dan di temukan oleh ku. dia tidak bisa menjadi milik orang lain termasuk dirimu..!! huh...!" ucap Jackson pergi ke ruangan ku


"Tian dimana?!" tanya Fadhil datar


"di ruang IGD. sedang dalam perawatan." jawab Jackson


"Fadhil, orang yang menyakiti Angel ku tidak akan berakhir dengan tenang...!!!! " gumam Jackson


"Rafly kau keluarlah !!! aku tahu kau terus bersembunyi." ucap Fadhil membuat Jackson menghentikan langkahnya


"heh aku lupa ada dia...!!! " jelas Jackson


"pada akhirnya kau harus menjelaskan sesuatu padaku !!! " bentak Fadhil kesal akan sikap Rafly


Jackson dan Fadhil terkejut melihat Rafly memangku ku...!!!


"kau mau bawa dia kemana?!" tanya Fadhil gemetar


"aku akan membawanya ke rumah sakit..!! Kau suami yang teledor..!! Tian tidak pantas untukmu...!!!! " bentak Rafly berlari membawa ku ke mobil.


sementara itu aku masih tidak sadarkan diri.


"Tunggu.. Cih !!! " bentak Fadhil berlari menyusulnya.


Saat bawahan Jackson ingin mengejar Fadhil. Jackson menahannya...


"jangan... ini di luar urusan kita !!! " perintah Jackson tersenyum sendiri


"baik tuan.."


Fadhil mengejarnya dengan cepat bersama Agil yang selalu setia bersamanya. Agil gemetar akan sikap Fadhil...


"Tunggu Tuan muda. bisa pelan - pelan saja... saya rasa tuan muda ketiga berbelok ke arah lain..." jelas Agil memperhatikan Rafly


Mereka berdua semakin terkejut...


Aku di ambil alih lagi oleh seseorang yang bahkan aku tidak kenal juga Fadhil.


"Siapa lagi mereka !!!! " bentak Fadhil


Tak lama , Fadhil menancap gas dan dengan cepat keluar mobil memangku ku dari tangan orang itu dengan cara menodongkan pistolnya oleh bawahannya.


"tuan muda anda pulang saja dulu !!! biar kami yang atasi..." ucap Agil


"iya... jangan lupa bawa Rafly padaku !!! "perintah Fadhil memandang tajam Rafly


Sementara itu, Rafly dalam keadaan terpuruk karena tendangan Fadhil. semua ini menjadi teka - teki. aku di bawa ke rumah di bawah perawatan Alvian sebagai dokter pribadi Fadhil.


begitu banyak simpang siur orang yang merawat ku....


"Fadhil kau keluar saja dulu... aku harus fokus. pertumbuhan janin nya berada di luar dari rahimnya. dia harus operasi dulu sebelum membesar nanti...!!! " jelas Alvian


"oke....(gemetar) aku mengandalkan mu..." ucap Fadhil langsung pergi menuju ruang bawah tanah.


...***...


di sisi lain , Sandra gemetar... tidak tahu harus bagaimana...!!!


"San... kamu gak apa?" tanya Sintia yang masih berada di rumahnya


"i..iya.. aku sih gak apa apa. ta...tapi orang bayaran itu dia... dia menusuk Tian !!! dan...Tian sedang hamil !!!! " jelas Sandra sambil menggigit ibu jarinya


"aa...pa?!! San !!! kamu kok jahat banget...!!! kamu nyuruh orang untuk culik Tian aja kan?! " bentak Sintia khawatir padaku sekaligus takut


"aku gak nyuruh dia buat ngelakuin itu...bentar aku telepon dulu orangnya..."


Dalam telepon...


"halo !! kamu gak becus amar sih !!! aku nyuruh kamu buat culik dia aja !!! jangan siksa dia. halo kamu dengar gak sih.."


"ya saya dengar. namun, orang yang mendengarkan mu itu bukanlah suruhan mu tetapi aku !!! "


"ka....kau kau siapa?!"


"kau akan tahu nanti.."

__ADS_1


Orang yang menerima telepon itu adalah Jackson karena dia sudah menangkap orang jahat itu. Jackson hanya tersenyum lebar entah apa yang di pikirannya



tanpa sadar Sandra menjatuhkan handphone nya.


"Dia...dia siapa?! gawat aku ketahuan orang lain..." ucap Sandra berbicara sendiri mondar mandir bingung harus apa.


"apa kamu tahu Tian ada dimana San?!" tanya Sintia


"aku... aku gak tahu.." jawab Sandra memegang kepalanya dengan kedua tangan


Di ruang bawah tanah Fadhil...


Fadhil berjalan cepat menuju ruang bawah tanah untuk menemui Rafly. sedangkan, Rafly di ikat oleh rantai yang sudah dialiri aliran listrik tegangan tinggi. Jika stop kontak nya di aktifkan, entah apa yang terjadi.


"Tuan muda kembali kejam seperti dulu lagi !!! ya tuhan tolong tuan muda ketiga kami. walaupun begitu ia tetaplah saudaranya..." gumam Agil mengikutinya dari belakang


"Braaakkkkk !!!! " suara tendang pintu


"uummhh...(rintih Rafly)"


bukan hanya Rafly yang di kurung oleh Fadhil tetapi orang yang bersangkutan dengan Rafly yang ingin mengambil diriku dari genggaman Fadhil..


"Kau sudah sadar?!"


"Fadhil kau salah paham.." ucap Rafly tergesa gesa...


"salah paham darimana?! apa kau sadar istriku sedang hamil? dan kau malah membawanya kepada orang ini...(mencengkram dagu Rafly) siapa pria ini? apakah dia sekutu mu ?!" bentaknya geram


"bu...bukan." jawab Rafly tergesa - gesa


"jawab aku !!!! Jika kau menjawab ku. akan ku beritahu siapa dalang dibalik semua ini..!!! " ucap Fadhil melepaskan tangannya dari wajah Rafly


"Rafly biar aku saja, aku...aku adalah adik dari Clara ibunya Tiani Chandra." jelas nya membuat Fadhil terkejut.


sebelumnya , Fadhil sudah mencari kerabat - kerabat ku tetapi tidak di temukan lalu tiba - tiba muncul ada rencana apa ?!


"Siapa namamu?"


"aku... Evan."


"oh Evan yah ...(mendekat) apa tujuanmu membawa istriku !!! "


"a..aku itu.. tidak bisa diberitahukan padamu.."jelas nya


"Tian adalah istriku sudah mestinya aku tahu semua tentang dirinya. dia belahan jiwa ku. kau ingin membawanya untuk apa ?! hah? jawab aku ..!!! " bentak Fadhil


"aku ingin melindunginya. sungguh.." jelasnya


"heh...!!! aku tidak percaya pada siapa pun bahkan saudara ku sendiri.." ucap Fadhil melirik Rafly


"Tuan muda... nona Tian sudah selamat dari operasi. nona mencari anda tuan.." ucap Agil


"huuftt... (menghela nafas) syukurlah." ucap Fadhil lelah sendiri


Berjalan menuju mereka berdua..


"Tuan muda anda terlalu kejam...!!! " gumam Agil


"Cih...!!! Sandra apa yang sudah kau lakukan ?! inilah akibatnya menyinggung saudara ku !!! Tidak aku harus menyelamatkannya dulu dan keluar dari sini harus...waktuku tidak banyak !!!" ucap Rafly mencari cara


...***...


Fadhil sudah masuk ke kamar....


"Sayang...(berlari memeluk ku)"


"Fadhil...(menangis takut)"


Aku memeluknya erat takut kehilangannya lagi.


"Tian, Sayang ceritakan padaku. apa yang terjadi?!" tanya Fadhil


"hiks...hiks.. a..aku.. hiks hiks.."


"tenang lah ini minumlah dulu. jangan banyak bergerak." ucap Fadhil lembut


"Fa..Fadhil apakah anak kita baik - baik saja?!" tanya ku karena aku mengalami tusukan


"yah anak kita baik - baik saja. aku sangat mengkhawatirkan mu.." ucap Fadhil menggenggam tangan ku


"syukurlah... Fadhil, orang yang menculik ku itu siapa?! aku tidak tahu dia. tetapi, dia menyiksa ku , dia..dia bilang rasa sakit ku tidak sebanding dengan rasa sakitnya. aku sudah setengah sadar dan Jackson ada disana...!!! Fadhil aku ketakutan disana gelap juga kotor. bau amis yang sangat pekat. aku takut.." jelas ku masih menangis


"Fadhil dia mengalami trauma." jelas Alvian


"apa ?! lalu, aku harus bagaimana?!"


"kau harus membawanya ke tempat yang indah juga damai untuk melupakan kejadian yang kelam." jelas Alvian


"apa itu butuh waktu yang lama."


"hmmm tergantung prosesnya. ada yang lama ada yang tidak , berdoa saja prosesnya cepat. dan... aku rasa kamu harus lebih teliti pada Tian. tadi.. aku menemukan ini..di bajunya." ucap Alvian memberikan sebuah bola berukuran sangat kecil


"itu apa?! sebelumnya tidak ada itu di baju ku." tanya ku tidak tahu.


"ada hal yang aku lewati... orang yang ingin melawanku bukan hanya Rafly tetapi Jackson juga. Kira - kira siapa yang menyimpan alat perekam ini di bajunya...?!" gumam Fadhil berpikir



"Fadhil..." aku memanggilnya membuatnya terkejut


"ah apa sayang.."


"jawab aku... itu apa?! kau harus jujur padaku" tanya ku lembut


"ah ini... alat perekam dan pelacak. sudahlah sekarang kau baik - baik saja. lebih baik pulihkan dirimu dulu dan kita jalan - jalan." ucap Fadhil mengulur waktu


"huhum baiklah suamiku."


"kau bisa belajar romantis darimana?!" tanya Fadhil senang


"darimu huhumm" jawab ku malu

__ADS_1


Aku menciumnya karena aku sangat mencintainya


"he-hey jangan bermesraan dihadapan ku...!!" ucap Alvian malu sendiri


"tinggal keluar saja beres kan" jawab Fadhil tidak mau diganggu


"ba-baiklah aku keluar. Tian jaga diri baik - baik yah. janin mu sedang dalam masa pertumbuhan" ucapnya


"okee... makasih yah... telah banyak membantu ku." ucapku


...***...


Hari sudah malam...


Sandra masih mondar mandir tidak tahu Rafly kemana.


"San, aku rasa mending kita sembunyi dulu yuk." ucap Sintia gemetar


"kemana?! aku yakin orang itu bukan orang biasa...!"


"aku tahu ayo kita pergi saja dari sini..." ucap Sintia


"gak aku gak mau."


di sisi lain...


"Awasi dua orang bodoh itu juga mata - matai gerak gerik Jackson dia mencurigakan."


"benar tuan. orang jahat yang di temukan olehnya tidak diberitahukan pada kami. apa tuan merasa kalau penjahat nona ada hubungannya dengan Jackson?!" tanya Agil


"hmmm...(tersenyum jahat) mungkin... Jackson... dia ingin bermain dengan ku. Agil kerahkan semua anggota gelap ku. kita harus bersiap kapan pun dan dimana pun." ucap Fadhil


"baik tuan muda..."


"Calvin kau sudah temukan hal apa di balik pelacak itu?!"


"sesuai dugaan ku ini milik...."


"hmmm.... baiklah permainan dimulai.." ucap Fadhil


"Fadhil...!!! " teriak ku di kamar


"Tian..(berlari) ada apa sayang?!" tanya nya ngos ngos san


"umm itu...(malu) aku lapar." ucapku spontan


"humm kau lapar? ingin makan apa? makan aku?" tanya nya usil


"hmmm ingin sih. tapi aku sedang hamil huhum apa saja deh." ucapku


"hmm sayang jangan merayuku. kamu tahu, aku harus menahan diri beberapa bulan lagi."


"gak apa dong, ini kan anak mu juga."


"bukan. tapi anak kita..." ucapnya mencium ku


"Fadhil ayolah aku lapar.." ucapku cemberut


"ppfftt... okee okee.."


Seperti biasa Fadhil memasak makanan enak untuk ku. mungkin, karena tubuhku berbadan dua jadi lapar terus dan makan lahap.


"amm .. ummmhhh enak sekali... hap .."


"tuan muda dulunya suka memasak nona muda." jelas Agil sedangkan Fadhil membersihkan piring kotor


"umm aku tahu hal itu. tapi di mulai kapan?" tanya ku


"semenjak aku bertemu denganmu." ucapnya sambil mengecup kening ku


"umm sungguh?" tanya ku malu


"iya... aku ingin punya istri bukan dijadikan koki. tetapi teman hidupku. tempat ku bermanja."


"uuuuhhh!!! Romantis sekali.." ucap ku mencubit pipi nya


Waktu sudah pukul 08.00 malam kami pergi ke kamar untuk istirahat. aku terlelap setelah minum obat dari resep Alvian.


Fadhil terbangun dan pergi ke ruang bawah tanah bersama Agil.


dia pelan pelan berjalan untuk melihat kondisi Rafly dan Evan.


"tuan muda mereka berhasil kabur."


"hmmm(tersenyum jahat) biarkan saja. lagi pula mereka tidak akan bisa pergi dariku !!!" jawab Fadhil puas sendiri


di luar halaman belakang..


"huh !! akhirnya kita lolos. Evan, kau pulanglah dulu. aku juga mau pulang ke rumah. jangan sampai Fadhil menangkap mu." ucap Rafly


"iya aku pergi.."


Setelah dia pergi Rafly melangkah dengan cepat dan masuk ke rumah tanpa sapa.


"Sandra ....!!!!! " teriak Rafly


"ah Rafly kamu sudah pulang?! darimana?! oh tidak, ka..kamu kamu kenapa? wajah kamu banyak ruam. kemari aku obati dulu." tanya nya menarik tangan Rafly


"jangan sentuh aku !!! lebih baik jawab aku. apa yang kau lakukan selagi aku pergi?!" tanya nya


"a...aku..aku di rumah."


"kau berbohong padaku !!! " bentak nya


"eng..enggak..!! "


"kau menyuruh orang menculik Tian bukan? atas dasar apa?! jawab hah?!" tanya nya mendekat perlahan membuat Sandra ketakutan


"a..aku Rafly tenang lah.." ucapnya menangis


"bagaimana aku bisa tenang Sandra..." bentaknya


Rafly menarik tangan Sandra pergi ke kamar...

__ADS_1


__ADS_2