Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
kehancuran


__ADS_3

di luar perusahaan A. Fadhil dan Rafly memulai pembicaraan.


"Fadhil, aku tahu apa masalahmu. kau menganggap Tian sebagai istrimu karena dia sangat mirip dengannya bukan. tetapi, itu bukan berarti bahwa dia orangnya. aku memohon padamu. lepaskan dia aku mencintainya. bisakah kau tidak merebut milikku?"


"Rafly aku.. tidak bisa."


"kenapa?! apakah kau belum puas mengambil alih perusahaan ayahku. sekarang cintaku?"


"karena Tian itu adalah Tiani Chandra. Sadarlah Rafly. dia istriku yang sesungguhnya. "


"apa kau punya bukti?"


"aku.. masih dalam proses. aku hanya merasa sifatnya mirip dan kelakuannya juga mirip. "


"itu khayalan mu saja Fadhil. aku tanya padamu, jika dia bukan istrimu apakah kau akan melepaskannya?"


"tentu. aku hanya mencintai istriku. dia hanya bayangannya saja."


"bajingan kau Fadhil."


"aku tidak akan melepaskannya sebelum aku menemukan istriku. "


"kau egois!!!! aku tahu dia ada di rumahmu. aku menahan emosiku karena dia. Fadhil aku akan membawanya sekarang... "


"coba saja.."


aku sangat lelah hari ini . begitu banyak peristiwa tak terduga hari ini. ini sudah malam. tetapi...


"Baru pulang?" ucap Fadhil


"hmm iya. "


"kau tahu ini sudah jam 9 malam."


"aku tahu. aku lelah ingin istirahat."


"Tunggu Tian..."


"apa?"


"bisakah kau keluar dari perusahaan itu?"


"tidak. bukankah bapak sudah janji tidak akan ikut campur dalam hidupku. "


"aku... hanya khawatir.."


"hmm.. khawatir? khawatir pada bayangan istrimu?"


"Tian..."


"kau pikir aku tidak mendengar percakapan kalian berdua di luar kantor. aku mendengar semuanya. bapak kau luar biasa. mempermainkan hatiku. kau pikir aku ini mainan mu hah? aku sadar kalau aku mirip dengan istrimu tetapi bukan berarti aku tidak punya hak kebebasan. apa hak mu mengurungku seperti ini? sebagai suami? kau hanya suami kontrakku tidak ada dalam cinta. aku yang terlalu berharap padamu. ternyata kau kejam . maaf Tuan muda saya ingin pergi dari rumah ini. jangan halangi aku... , mengenai istrimu? akan ku cari dengan caraku sendiri. "


"nona, anda lelah dan pasti sangat emosi "


"bibi An, tolong diam. aku tidak mau melukaimu."


"aku peringatkan padamu tuan muda. jangan sesekali kau membangunkan singa yang sedang tidur. inilah akibatnya... pesanku.. jangan pernah mencari ku..."


"Tian aku bisa jelaskan padamu."


Aku menghiraukannya aku mengambil koperku. berjalan cepat..


"ting..tong.."


"saya bukakan dulu pintu tuan muda.(berjalan ke arah pintu) siapa?ah tuan muda ketiga . silahkan masuk."


"iya."


"lho Rafly?"


"Hmm Tian.. aku datang menjemputmu."


"terima kasih tapi tidak perlu. aku bisa sendiri..."


"Tian aku mohon tinggal lah bersamaku."


"kenapa?" tanyaku


"karena aku mencintaimu. aku.. aku menyayangimu.."


"apakah kau sedang bercanda denganku?"


"maksudmu Tian kau kenapa?jangan-jangan Fadhil, apa yang sudah dia lakukan padamu?"


"tidak ada. ayo kita pergi... "


"hmm baiklah.. biar ku bawa koper mu."


"terima kasih." kata ku


Aku masuk ke mobilnya Rafly dan hanya duduk terdiam


"Tian. jika kau ingin menangis. menangis saja." ucap Rafly


"aku tidak mau menangis untuk orang yang tidak berperasaan. Rafly cepat kita pergi dari sini.." kata ku


Sedangkan Fadhil berlari ke luar rumah..

__ADS_1


"Tiaaaaaaaaaaannnnnnn....." teriak Fadhil


"Tuan muda istirahatlah semuanya akan baik-baik saja."


...***...


Selama di perjalanan aku hanya terdiam dan Rafly memulai pembicaraan


"Ti, hmm kamu tinggal di rumahku saja yah."


"aku.. tidak mau merepotkan mu."


"tenang saja. aku hanya tinggal sendiri dan aku tidak akan berbuat apapun padamu. jangan menolakku"


"terima kasih. "


"hmm Tian.. bisakah kita memulai hubungan? tapi, aku tidak ingin terpaksa. jika belum siap menjawabnya sekarang. maka nanti saja. "


"aku.. akan kasih jawabanku besok."


"sungguh? baguslah.."


Disisi lain Rendy sedang mencari informasi mengenai aku. Dia meminta bawahannya untuk mencari informasi. Tak lama informasi itu di dapatkan. dia langsung pergi ke panti asuhan itu, namun ada seorang wanita yang mirip denganku. dia langsung berlari pada wanita itu...


"Tiani?"


"hmmm? Rendy?" ucap wanita itu


"Tiani... akhirnya aku menemukanmu." Ucapnya memeluk wanita itu.


"ma..maksudmu?" tanya wanita itu


"Tiani, apa kamu tidak ingat masa kita bersama waktu SMA. maaf, dulu aku meninggalkanmu. "


"aku ingat. tapi, maaf aku sudah bersuami."


"maksudmu? kapan kau menikah."


"3 tahun lalu. aku kecelakaan dan sekarang sedang mencari suamiku. "


"Siapa suamimu? jangan bilang... itu.. Fadhil?"


"iyaa itu dia. aku mohon antar kan aku padanya aku sangat merindukannya."


"jadi kau sudah menikah tidak berbohong padaku?" tanya Rendy memastikan


"iyaa... aku tidak berbohong. "


"hmm..baiklah aku akan mengantarmu."


sesampainya disana...


"ting...tong.."


Bibi An membuka pintu..


"non..na..?" Bibi An sangat kebingungan setahu dia Tian tidak seseksi wanita ini dan sangat suka ber make up.


"anda mencari siapa?"


"apa kamu bilang. kau tidak tahu kalau aku ini istri sahnya. Tiani Chandra. Minggir, dimana Fadhil. "


"Tuan..tuan muda.."


"ada apa berisik sekali..." ucap Fadhil


Wanita itu sangat senang melihat Fadhil, ia langsung menghampirinya dan memeluknya


"Sayang, akhirnya aku menemukanmu."


Fadhil hanya terdiam kebingungan. tiba-tiba Rendy mengatakan sesuatu...


"Fadhil, semoga kalian bahagia. aku pamit."


"Tunggu Rendy.."


"kamu...?"


"Ini aku.. Tiani istrimu. aku sudah mencari mu kemana-mana. akhirnya aku menemukanmu."


"kau...Tiani Chandra istriku ,syukurlah akhirnya kita bertemu." ucap Fadhil memeluknya balik.


Tetapi entah apa yang dia pikirkan , hatinya masih saja gelisah seperti ada sesuatu yang belum terungkap.


"Sayang aku lelah. kita tidur yah istirahat. "


"hmm iyah tentu saja. pergilah duluan aku ingin minum."


"baiklah..." ucap Tiani sambil pergi...


sementara itu Fadhil masih tidak puas. dia masih mencari ku tanpa menyerah sekalipun.


"Agil, aku mau beberapa pengawal untuk mengawasi Tian. bagaimana pun caranya jangan sampai dia curiga. aku belum bisa tenang jika seperti ini. "


"Baik tuan muda saya laksanakan. "


...***...

__ADS_1


sesampainya di rumah Rafly aku hanya terdiam dan berjalan. Rafly berusaha membuatku tersenyum


"Hmm Tian, aku.. aku maafkan aku. seharusnya aku tidak membicarakan hal itu di depan kantor tempatmu bekerja. "


"tidak Raf, kamu tidak salah. jika aku tidak tahu hari ini. mungkin aku akan dibodohi olehnya lebih lama lagi. "


"hmmm kalau gitu masuklah aku sudah menyiapkan kamar untukmu. "


"Hmm.. terima kasih Raf. tetapi, kenapa kamu peduli padaku. "


"karena aku mencintaimu."


"hmm kamu ini(tersenyum)."


"serius aku serius. "


"hmmm baiklah. aku akan menepati janjiku besok. "


"Tian, boleh aku tanya padamu."


"ya apa?"


"apa kau mencintai Fadhil?"


"Tidak. mana mungkin, dia kan sudah punya istri. "


"jika belum?"


"jawabanku sama saja. hmm Raf, terima kasih aku sudah agak baikan. aku boleh memasak?"


"tentu saja. lakukanlah apapun yang kau mau disini. aku mau mandi dan ganti baju. "


"iya... nanti ke bawah yah. kita makan. "


Tian, kau harus ceria. ceria!!! ngapain kamu mikirin orang gak jelas. kejar hidupmu untuk masa depanmu oke. buka lembaran baru.


...***...


Sandra sedang asyik memahami arsip ayahnya yang menumpuk segunung. Sintia datang ke rumahnya untuk menginap.


"Tok..tok..tok"


"Masuk.."


"hehe... San kamu lagi ngapain?"


"hmm lihat aja."


"oh iya bagaimana kamu sama Rafly?"


"gak gimana-gimana."


"kamu...gak ngasih tahu kalau Tian sebenarnya siapa?"


"heem. aku gak tega lihat raut wajahnya. aku melihat dia sangat mencintai Tian. aku gak mau menjadi orang ketiga. Sin, dengan aku mengaguminya saja sudah cukup. aku.. lebih baik baik seperti itu. "


"hmm... iya sih.. ya udah deh lihat aja dulu kedepannya yah."


"iya.. asal mereka berdua bersama aku juga senang. "


"aduhh bidadari datang darimana nih."


"Sin kok kayak gitu sih?"


"yeh... harusnya kamu itu senang aku anggap sebagai bidadari. huh."


"gak minta. Dah bantu aku aja nih Pilah-pilah arsip sesuai tahun."


"okee deh..."


...***...


Rafly sudah mandi, ia hanya memakai kaos dan training saja. ia datang ke dapur


"Tian, kamu masak apa?"


"hmm.. aku hanya masak nasi goreng saja sama jus jeruk. maaf aku berbuat seenaknya"


"Tidak apa-apa aku suka..."


Rafly duduk di kursi.


"ini makananmu ini makananku coba cicipi."


"oke.." Rafly memakannya "Enak. aku merasa lebih enak daripada restoran."


"ah kamu ini ada ada saja. yah pasti lebih enak restoran."


"terserah dirimu saja. Tian gak bisakah kamu pindah bekerja? "


"hmmm itu sedang aku pikirkan."


"baiklah kalau gitu nanti jika kau sudah memutuskan bekerjalah denganku yah supaya aku bisa melindungimu."


"hahaha... iyaa makasih..."


Hari sudah malam aku pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2