
Aku terdiam setengah mati sampai aku bengong begitu saja. aku tidak mempercayai semua ini. bisa saja pak Fadhil membohongiku mungkin dia usil padaku tapi untuk apa dia melakukan hal itu?
"Tian..." dia memanggilku
"umm iya pak ada apa" tanya ku sadar
"kamu sangat mirip dengan istriku. tapi aku juga berpikir kamu tidak mungkin istri ku aku sadar . bahkan, usiamu masih muda begini. maaf aku membohongimu aku menikah sudah satu tahun yang lalu. bisakah kamu ceritakan dimana asalmu?" tanya nya duduk di sebelahku
"Yang aku tahu. pembina panti asuhan, bahwa aku sudah disana dari kecil. sedangkan apa yang bapak bilang kalau bapak dan istri bapak mengalami kecelakaan tragis setelah usai pernikahan. " Ucapku padanya yang masih penasaran.
"apa kamu ingat mass kecilmu?"tanya nya
"umm... tidak aku lupa. bahkan, aku lupa hari kelahiran ku." ucapku
"apa kamu hilang ingatan?" tanya pak Fadhil
"hahah tidak pak. tapi, bunda bilang waktu kecil saya tabrakan dengan mobil dan mengalami amnesia sesaat. bunda bilang seperti itu." jelas ku
"apa kamu tidak berpikir hal lain? maksud ku apa kamu pernah berpikir untuk mencari orang tuamu" tanya nya lagi
"aku ingin... tapi aku berpikir, mungkin aku berada di panti asuhan karena ia tidak menginginkan ku. jadi, aku tidak mencari orang tua ku. walaupun aku sangat ingin melihat mereka." ucapku menunduk
"hmm... kalau gitu cari saja diam - diam." ucap pak Fadhil
"hhmm...sayangnya aku tidak punya waktu sekarang. lain kali saja..hehe.."
Seketika aku terdiam lagi. Begitu banyak pertanyaan yang ada dalam diriku. yang aku yakini saat ini adalah kalau aku bukanlah istrinya. mungkin aku sedikit mirip dengannya.
Di dunia ini mengatakan bahwa manusia diciptakan dalam 7 wujud yang sama hanya berbeda sifat dan aku meyakini itu. buktinya, aku melihat seseorang yang mirip denganku dalam foto ini. Ia pun hanya terdiam dan melihat foto istrinya.
"hmm... bapak. maaf, aku rasa aku ini bukan istri bapak. karena sejak kecil aku sudah berada di panti asuhan. dan kedua aku tidak mengenal bapak sama sekali. aku tahu perasaan bapak ditinggal oleh seseorang yang dicintanya secepat itu. hal yang aku yakini sekarang bahwa istri bapak masih hidup. kita hanya perlu mencarinya aku bantu bapak kok. " Ucapku yang sangat meyakinkan.
"Kapan aku mengatakan kalau kamu adalah istriku? dan apa kamu yakin ? akan membantuku mencari istriku?" Ucapnya yang membuatku sedikit nakal.
"bapak memang tidak mengatakan iya kalau aku istri bapak. iyaa aku bantu tapi ada syaratnya." Ucapku yang ingin memberinya sedikit peringatan.
"Ternyata kamu ini ingin menjadi istriku. hingga merasa kalau kamu adalah istriku. pfft baiklah apa syaratnya?" Ucap Pak Fadhil yang penasaran.
"bu...bukan begitu aku kaget saat lihat foto ini mirip denganku orang lain juga akan berpikiran sama sepertiku huh. pertama Bapak jangan menyentuh aku seenaknya, kedua jangan seenaknya memanggilku tanpa alasan. " Ucapku yang penuh ketegasan.
"kapan aku memanggilmu tanpa alasan?" tanya pak Fadhil
__ADS_1
"kapan? waktu itu aku sedang belajar bapak nyuruh aku ke ruangan bapak eh tau - taunya nyuruh aku makan." ucapku
"hmm... baiklah kalau gitu." jawabnya tersenyum puas
"tidak heran Rafly menyukainya dia memang menarik juga perhatian. dia peduli satu sama lain" gumam Fadhil
"ka..kalau gitu saya permisi dulu. saya mau pulang. " Ucapku sembari beranjak dari tempat duduk.
"bukankah aku sudah bilang padamu. menginaplah disini. ini sudah malam. lagi pula tidak ada kendaraan umum di waktu malam. " Ucapnya yang terlihat tidak senang
"hmmm... tapi.." Ucapku yang ketakutan.
" heh... tenang saja. aku tidak begitu tertarik pada tubuhmu. tubuhmu itu rata. kamu harus banyak makan dan vitamin. supaya bagian tubuh wanita yang penting terlihat indah. " Ucapnya sambil menggodaku
"apa?! enak aja. lagian siapa juga yang mau di sentuh sama laki-laki yang udah punya istri. huh" Ucapku sambil pergi keluar kamarnya.
"ppfftt...oh jadi kalau aku masih lajang mau ku sentuh begitu?" tanya nya
"bukan !! aku cuma mau disentuh oleh suami ku saja nanti. hmmppttt " ucapku menutup pintunya
saat aku keluar dari kamarnya aku kebingungan karena rumahnya yang luas ini.
dan aku gak tahu dimana tempat tidurku untuk menginap semalam ini.
"ah iyaa.." Ucapku yang kaget.
"saya diperintahkan untuk mengantar nona ke tempat tidurnya. mari silahkan ikuti saya. " Ucap pembantunya yang ramah itu. yang membuatku sedikit tenang dan sudah paruh baya itu.
aku pun berjalan menuju kamar ternyata bersampingan dengan walas ku
"silahkan masuk nona. " Ucapnya
"ah.. terima kasih. maaf sudah merepotkan. " Ucapku yang sedikit malu.
"tidak apa-apa. kalau gitu saya permisi dulu. "
Ucapnya sambil pergi.
kemudian aku masuk kamar
dan terlihat begitu rapi dan segar. aku pun mengantuk karena kelelahan dan tertidur. sudah pukul tengah malam aku masih belum tidur juga. aku merasa sedikit tidak nyaman.
__ADS_1
"aku heran !! kenapa bisa kebetulan seperti ini yah. aku sangat mirip dengan istrinya itu?! pantas saja dia selalu usil sama aku toh aku mirip dengan istrinya dia pasti menyangka aku seperti nya." gumam ku berpikir
tanpa sadar mata ku perlahan tertutup karena mengantuk.
...***...
Pagi pun tiba...
aku bangun dari tempat tidur dan melihat suatu barang. aku menghampirinya ternyata isinya adalah baju. aku baru sadar kalau dikamar ini tidak ada baju perempuan.aku pun mandi dan bergegas siap-siap pergi ke kampus.
saat aku keluar dari kamar. aku melihat seorang lelaki masih muda dan tampan menyapaku.
"Selamat pagi. kakak " Ucapnya
"Ah iyaa pagi. " Ucapku yang sedikit kebingungan.
"perkenalkan saya adiknya guru kakak. Pak Fadhil. nama saya Fadli. " Ucapnya sambil mengulurkan tangan.
" oh iyaa nama saya Tian. " Ucapku.
"Baiklah kak kalau gitu saya pergi sekolah dulu yah. bye~ semangat menjalani harimu". Ucapnya sambil bergegas pergi.
"hehe... lucu sekali. " Ucapku yang sedikit tertawa.
Tak lama kemudian salah satu pengawalnya menyuruhku pergi ke tempat makan untuk sarapan. Aku sudah sampai di ruang makan. hal yang tidak di duga !!! pak Fadhil memasak.
"pagi Tian.."
"uh pagi..."
"apa yang kamu pikirkan?!" tanya nya
"uh tidak ada. apa semua ini bapak yang masak" tanya ku
" iya aku yang masak ayo duduk. kita sarapan dulu." ucapnya
"uh iya terima kasih..." ucapku duduk
aku melihat makanannya banyak sekali.
"apa bapak akan menghabiskan semuanya" tanyaku
__ADS_1
"ummm tidak bukan begitu, tapi aku tidak tahu kesukaan mu jadi aku buat sesuatu yang aku bisa." ucapnya
"ouh... aku sih makan apa saja roti isi selai aja sudah cukup." ucapku sambil mau minum susu