
matahari terbit di pagi hari... menerangi kamar ku...
"umm...hum dia tampan sekali..." ucapku berbicara sendiri
"sayang jangan menggoda ku bila kamu tidak ingin bertanggung jawab." ucapnya langsung bangun
"he-hey.... kok jadi aku sih..... "ucapku
"lalu... apa harus aku?" tanya Fadhil membuatku kebingungan
"ah aku tidak mengerti. awas aku mau mandi." ucapku
"mandi bareng yuk..." ucapnya sambil membuka kancing bajunya
"gak !!!! " bentak ku
"heh... mandi bareng apanya?! yang ada dia akan memakan ku di kamar mandi. sekarang saja pinggang ku masih sakit. apakah dia benar - benar manusia?!!! " gumam ku sambil mandi
...***...
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi Fadhil belum berangkat kerja dia masih di rumah. sementara itu...
"Master, kita ada pertemuan dengan perusahaan F2 jam 10 pagi. apakah mau berangkat?" tanya asisten pribadinya
"tentu... kita akan pergi setengah jam sebelumnya." ucap master itu tersenyum sendiri
Disisi lain...
"sayang... aku pergi dulu yah. jika bosan di rumah, ke kantor saja yah. aku yang akan melayani mu." ucap Fadhil sambil memegang pinggang ku
"umm baiklah..." ucapku tersenyum kecil
"apa pinggang mu masih sakit?" tanya nya
"ja..jangan tanya hal itu sudah sudah sana berangkat. aku belum mandi..." ucap ku
"Tian akhir - akhir ini kamu galak sekali. aku harus menjinakkan mu lagi." ucapnya terlihat serius
"ummm begitukah. silahkan saja kalau bisa..." ucapku menantangnya
"hmmm~ baiklah. (cup) tunggu aku di rumah yah." ucapnya sambil pergi
"aku bisa tergila gila akan perlakuannya padaku. aku sangat mencintainya semoga saja cinta kami membuahkan hasil..." gumam ku mengusap perut ku
Sesampainya di kantor...
"selamat pagi tuan muda. kita akan ada kedatangan tamu jam 10. apa anda akan menemuinya." tanya Agil
"iya... dia ingin bekerja sama dengan kita bukan? kita hadapi saja." ucap Fadhil sambil masuk ke ruangannya , Agil pun mengikutinya
"apa ada laporan lain? mengenai berita itu bagaimana?" tanya Fadhil serius.
"tuan mengenai berita saya tidak bisa menyelesaikannya. ahli peretas pun tidak menemukannya. maafkan saya.." jelas Agil
"ummm (mengerutkan dahi sambil di pegang) lagi?" tanya Fadhil
"acara pertunangan tuan muda ketiga. malam ini.." jelas Agil
"tunangan? ah Ferdy yah. selain itu? aku bertanya masalah pekerjaan dulu." tanya Fadhil
"tidak ada masalah tuan muda. tetapi, saya ingin bertanya kapan Lia bisa bekerja lagi?" tanya nya
"Lia? besok dia bisa bekerja kembali." ucap Fadhil
"baik tuan muda saya akan memberitahukannya. saya permisi..." ucap Agil pamit
"Kira - Kira siapa yang mengupload foto itu. Sandra mengakui dirinya memang memotretnya tetapi tidak menguploadnya? apakah dia berbohong padaku? tapi apa motifnya melakukan hal itu?" apa karena Tian dekat dengan Rafly? ish... Rafly peduli pada istriku karena dia saudaranya. lalu apa salahnya? " gumam Fadhil masih berpikir
"Tuan muda sudah jam 10. waktunya pertemuan.." ucap Agil sudah ketuk pintu
"iyah..."
Di lantai dua perusahaan F2.
"wah... siapa orang ini tampan sekali." ucap salah satu Resepsionis
"iya... beruntungnya kits melihat yang tampan tampan." ucap salah satunya lagi
"ah ada Tian tuh..." bisik nya
"ish... dia adalah nyonya muda kita. sopan sedikit.. eh itu Lia. kita tanya dia. aku panggil ya Lia..." ucap satunya lagi
"ya? (menghampiri) ada apa?" tanya Lia
"apa kamu tidak cemburu lihat Tian jadi pendamping bos kita?" tanya mereka mulai gosip
"haih... tidak. justru aku senang , sudah yah aku harus melaporkan sesuatu." ucap Lia pergi
"hey Lia tunggu..." ucapnya
"ah nona muda selamat pagi. apa anda ingin menemui bos kami?" tanya Lia sopan padaku
"a..anu Lia. ja..jangan berlebihan seperti itu. aku jadi malu sendiri." ucapku
"lho apanya yang salah? kamu kan istrinya bos ku. mari aku antar, kebetulan aku juga mau lapor sesuatu." ucap Lia menggandeng ku
"oke..." balas ku
Tiba - tiba aku menabrak seseorang...
"aduh... ah maaf aku tidak meliha..t" ucapku ternyata Jackson
"ups nona Tian selamat pagi. apa kamu mau naik lift juga?", tanya Jackson tersenyum
"um... iya aku...(Fadhil datang)" ucapku belum selesai
"sayang aku menunggumu di ruangan." ucap Fadhil mendekatiku
"umm aku sedang menuju ruangan mu. ngomong ngomong Jackson sedang apa kamu kemari?" tanya ku
"aku kemari untuk membeli saham di perusahaan ini." jelas Jackson membuat ku tercengang
"sa..saham? apa maksudmu?" ucapku naik sedikit
"yah. orang mu (melirik Fadhil) menjual setengah perusahaan ini pada kami karena alasan tertentu." ucap Jackson
__ADS_1
"aku tidak pernah menyuruh bawahan ku untuk melakukan hal itu. aku tidak ingin bekerja sama dengan orang bodoh." jawan Fadhil saling berhadapan dengan Jackson
"Wah... dua orang ini membuatku semangat bekerja." ucap resepsionis
"sungguh? kalau gitu aku akan memberitahumu siapa yang menjualnya." ucap Jackson melirik Lia
aku semakin terkejut...
"Lia... apa itu benar?" tanya ku tidak percaya
"aku tidak melakukannya. aku bahkan tidak mengenal orang ini, tuan muda saya bersumpah tidak melakukannya." jelas Lia menangis
"haih... tenang saja, aku belum memberikan uang pembeliannya. aku hanya ingin tahu apa alasan bos kalian menjual perusahaannya sendiri." ucap Jackson pedas
"jaga ucapan mu !!! sampai mati pun aku tidak akan pernah menjual atau bekerja sama denganmu. lagi pula perusahaan mu itu baru saja berkembang karena properti ku bukan." ucap nya juga pertanyaannya membuat Jackson terkejut
"apa yang anda katakan tuan muda Afriansyah." ucap Jackson
"heh... kau mengelak? lucu sekali. sayang sekali pendapatan dari properti ku itu menjadi milikku. terima kasih sudah repot repot meluncurkan properti ku. pulanglah dan kembali ke perusahaan mu." balas Fadhil pedas tersenyum licik
"Ada apa ini.. suasana seperti ini menegangkan sekali..." gumam ku
"maaf Fadhil, tapi aku merasa kalau Jackson tidak melakukan hal itu." ucapku tiba - tiba
"kau mempercayainya?" tanya Fadhil mengerutkan dahinya
"ummm... Fadhil bukan begitu... aku " ucapku belum selesai di sela oleh Jackson
"ah Tian sudahlah. lagi pula aku kemari untuk membeli saham namun tidak jadi. suamimu tidak pernah melakukannya karena itu aku akan kembali dan oh yah, ini hadiah untuk ulang tahun mu.." ucap Jackson
"terima kasih tapi tidak perlu. istriku tidak menginginkannya ayo Tian kita pergi.." ucap Fadhil menarik tangan ku
"Tunggu (menarik tangan ku yang satunya lagi) , aku memberikannya karena hatiku dan kamu tidak punya hak untuk menolak hadiah ku untuknya. lagi pula kamu hanyalah suami kontraknya bukan?" tanya Jackson
"kau salah..(mengepal tangan ) " ucap Fadhil menatapnya tajam
"um Fadhil aku lapar. yuk kita makan." ucapku menarik tangannya karena kami di lihat oleh karyawannya
"tunggu dan lihat saja... aku permisi.." ucap Jackson pergi
"Tuan, ada yang ingin saya sampaikan." ucap Lia
"kamu.. ke ruangan ku." ucap Fadhil ketus
"baik tuan." ucap Lia
"Habislah aku.... huhuhu...sialan !!! cowo ganteng itu nyebelin banget sih kenal juga enggak main nuduh aja." gumam Lia kesal sambil berjalan
"Tian tunggu aku di kantin saja yah. ada yang ingin aku bicarakan dengan sekretaris ku." ucap Fadhil
"um baiklah. aku menunggumu..." ucapku tersenyum sambil pergi
"masuk.." perintah Fadhil
"baik tuan..." ucap Lia
"apa yang mau kamu sampaikan." ucap Fadhil penasaran
"Tu.. tuan, ini... bukti selanjutnya mengenai properti. dan... saya sedikit tahu informasi mengenai nona muda tentang berita itu." ucap Lia menunduk takut
"apa?! cepat katakan..." ucap Fadhil gak sabar
sambil memberikan foto di handphone nya.
"hmm? mobil ini... aku sedikit mengenalnya... apa jangan - jangan dugaan ku benar." gumam Fadhil terdiam berpikir
"hmm ekhem Lia. terima kasih sudah memberitahu ku hal penting ini, aku percaya kamu tidak mengkhianati ku. tetapi, aku juga perlu memastikan apa kau tahu siapa yang berani menjual saham perusahaan ku tanpa sepengetahuan ku?" tanya Fadhil sekali lagi
"untuk hal ini saya tidak tahu. bahkan, saya baru ke perusahaan ini juga karena ada info yang penting. mungkin pelakunya orang dalam tuan. hanya saja dia sangat teliti." ucap Lia
"jika memang begitu. kenapa dia menunjuk mu?" ucap Fadhil menyudutkan nya
"untuk itu juga bahkan saya juga tidak tahu tuan. saya sangat terkejut saat dia menunjuk saya. saya bahkan tidak mengenalnya, Tuan jika memang saya mengkhianati tuan. kenapa tidak dari dulu saja. saya selalu setia pada atasan saya walaupun nyawa saya dalam bahaya, karena tuan sudah menyelamatkan keluarga saya." jelas Lia
"hmm... baiklah aku lega sekarang, aku tidak mencurigai mu yang ku takut kan sebenarnya bukan hal itu tetapi saat aku tahu kamu yang melakukannya hati ku sangat sakit. kamu boleh keluar, istirahat saja dulu." jelas Fadhil sambil berjalan pergi
"baik tuan terima kasih..."
Di kantin...
"hmmm dia lama sekali.." ucapku sendiri
"menunggu siapa?" tanya Ferdy datang tiba - tiba
"hmm(menoleh ke belakang) ah Ferdy apa kabar mu?" tanya ku
"aku baik baik saja. jangan lupa datang malam ini jangan sampai telat.." ucap Ferdy
"tentu saja... calon istrimu itu kan sahabat ku." jelas ku
"apa Sandra juga masih sahabatmu?" tanya Rafly datang tiba - tiba
"hmm...(berpikir) tentu..." ucapku datar
Rafly memandang ku diam - diam. tanpa sadar dia memegang kedua tangan ku...
"Tian, aku tahu perasaan mu aku minta maaf untuknya dia emosi saat itu." jelas Rafly
"aku tidak butuh maaf mu. sudah lepaskan tangan ku" ucapku ketus menarik tangan ku
"heh dasar yah kamu Tian masih saja ****** yang dulu. bos ku saja kamu embat, lalu dua pria ini... dasar ****** muka tebal !!! " ucapnya sambil ingin menumpahkan air dalam gelas itu pada ku tetapi...
"apa yang kau lakukan.." ucap Fadhil melotot memegang tangan wanita sialan itu yang belum tahu kalau aku istrinya
kami semua terdiam...
"a..ah pak.. selamat pagi um sa..saya saya hanya memberinya pelajaran pada wanita ini pak. dia sudah mempermainkan bapak." jelas wanita itu aku tidak mengenalnya
"jika kamu tidak tahu apa apa lebih baik kamu diam saja. Lia hukuman apa yang harus diberikan pada orang seperti ini.." tanya Fadhil
"membalasnya dengan perlakuan sama dan memecatnya." jelas Lia
"ka..kamu jangan seenaknya memecat orang yah !!! " ucap wanita itu menarik kerah baju Lia
"lepaskan tangan kotor mu dari sekretaris ku. Agil bawa dia keluar.. " ucap Fadhil sambil duduk bersama ku
__ADS_1
"tunggu, Tian kau ******... memangnya siapa kau bagi bos ku?!" teriaknya
"Nona muda adalah istrinya tuan muda." jelas Agil sambil membawanya
"a..apa?!!!! " ucapnya terkejut
"nona muda saya pamit undur diri.." ucap Lia mengedipkan salah satu matanya dan tersenyum padaku
"baiklah.. hati hati yah.." ucapku padanya
"aku menantikan bayi dari kalian berdua.." bisik Lia
"ka..kamu !!! " bentak ku malu
"pppftt daah..." ucap Lia dengan suara kecil melambaikan tangannya
setelah dia pergi...
"Ferdy, apa kamu sudah menyiapkan semuanya untuk pertunangan ini?" tanya Fadhil
"sudah.. disana ibu membantuku juga." ucap Ferdy
"baguslah. ibu dan ayah akan berada disana lebih dulu bukan." ucap Fadhil
"umm iya... mereka sudah ada di sana..", jelas Ferdy
"bukan kah paman sedang pergi?", tanya Rafly tiba - tiba
"ibu bilang mereka hanya pergi sebentar." ucap Ferdy
"apa kau tahu mereka pergi kemana?" tanya Fadhil penasaran seperti menyimpan sesuatu
"tidak. hanya berlibur saja.." jelas Ferdy
"um Tian , saat malam nanti temani Sintia di ruang rias yah." ucap Ferdy
"umm baiklah.." ucapku singkat
Fadhil melirik ku dan tahu apa yang ku rasakan. dia tahu masalah persahabatan ku sedang renggang.
"sayang maaf membuat mu lama tadi. kamu merindukan ku?" tanya Fadhil merangkul ku
"ah ka..kamu gak tahu malu." ucapku tidak meliriknya
"tuan muda silahkan dimakan." ucap Koki
"Terima kasih... ayo makanlah kalian tidak akan melihat saja bukan." ucap Fadhil
"tentu aku bukan anak kecil yang harus di suruh untuk makan.", ucap Rafly
"ngomong - ngomong ada apa kalian kemari." tanya Fadhil sedang memotong steak
"sialan kau tidak tahu?!" tanya Rafly balik
"aku memang tidak tahu." bentak Fadhil melotot
"hhhh (menghela nafas) aku mau makan saja harus siap - siap untuk memisahkan kalian. kita datang kemari untuk peluncuran proyek yang sudah selesai." jelas Ferdy
"oh itu? kau saja yang pergi merepotkan." ucap Fadhil dengan santainya
...***...
malam pun tiba... aku dan Fadhil sudah berangkat lebih awal tetapi aku tidak menyangka Sandra datang lebih awal daripada aku.
"Tian... kamu langsung saja ke ruang rias yah." ucap Ferdy menyambut kami
"baiklah aku pergi dulu yah." ucap ku pada Fadhil
"hati hati sayang.." ucapnya
"umm...(mengiyakan).."
sesampainya di ruang rias...
aku langsung masuk tanpa ketuk pintu kebetulan pintunya terbuka sedikit. saat aku masuk, aku melihat Sandra dan Sintia bercengkrama gembira dan saat melihat ku mereka terdiam dan menatapku datar.
aku dan Sandra kami berdua saling tatap terdiam satu sama lain.
"eng... Tian kemarilah aku sangat gugup.", ucap Sintia memulai pembicaraan
"um aku hanya ingin memberimu hadiah kecil dariku. aku simpan di sini yah... maaf aku permisi.." ucap ku pergi
"tunggu Tian ada yang harus kita bicarakan." ucap Sandra tetapi aku tidak menghiraukannya
"Tian..Tian..!!! " memanggilku keras
aku berjalan menunduk dan..
"bukk..aduh maaf aku tidak sengaja..." ucapku ternyata Jackson lagi
aku heran dia ada dimana - mana...
aku tidak tahu Sandra menyusul ku dan melihat kami.
"Jackson... kamu disini?" tanya ku
"yap..."
"tapi kenapa?" tanya ku
"aku kemari untukmu... ah maaf sebentar (membenarkan rambutku) sudah selesai." ucapnya
"ah terima kasih. aku pergi dulu.."
"tunggu (memegang tangan ku)"
"jangan sentuh dia.." ucap Rafly datang merangkul ku
"Rafly ?!!! bisakah dia bersikap biasa saja..!!! ", gumam Sandra kesal masuk ke ruang rias kembali
"kamu jangan merangkul ku seperti ini...lepas." ucapku sambil pergi
"sialan kau Rafly mengganggu saja seperti nyamuk.", ucap Jackson ketus
"heh yang seharusnya panggil nyamuk adalah dirimu.." bisik Rafly lalu pergi menuju kamar rias.
Question:
__ADS_1
Siapa yang kalian idolakan dalam pemeran Akan Ku Ajari Cinta?
Jawab di komentar yah~~~~😘😘😘😘