
Rafly membawa Sandra ke kamar. ia melemparnya ke kasur...
"Akh...!!!! " rintih Sandra
"San, jawab aku. apa yang kau lakukan. aku akan mengampuni mu jika kau jujur padaku." ucapnya mengepal tangan bersabar
"a..aku...(gemetar) ma..maaf a..aku..."
"Katakan !!! lamban !!! " bentaknya
"Aku...Rafly maafkan aku. aku hanya menculiknya saja."
"apa tujuanmu menculiknya?!" tanya nya
"a..aku... aku hanya ingin memberinya pelajaran." jelasnya
"pelajaran apa?! apakah dia telah mengganggumu sebelumnya !!!" bentaknya kesal
"IYA !!!! DIA MENGGANGGU PIKIRAN KU !!! KAU TAHU RAFLY INI SEMUA SALAH MU !!! KAU TERLALU MEMPERHATIKAN DIA DARIPADA AKU !!! APA KELEBIHAN DIA DARIPADA AKU !!" bentak Sandra mengeluarkan amarahnya
"kasih sayang... juga kepolosannya. sebelum aku menikahimu dan menyukainya apa yang dia katakan padaku?! Dia bilang, kau mencintaiku orang yang ku cari selama ini adalah dirimu. tapi apa balasan mu?! seperti ini. Sandra, kau tahu?! aku melakukan ini karena aku... "
"Karena kau mencintainya bukan?!" tanya Sandra menyela ucapan Rafly
"yah aku mencintainya... melebihi dirimu. mencintainya karena dia adalah kerabat terdekat dan sahabatku.." ucapnya lembut membuat Sandra terdiam terkejut
"Lalu, untuk apa kau...menikahi ku.." tanya nya
"karena kau cinta ku. teman hidupku... kamu terlalu cemburu buta Sandra."
"jika kau tidak ingin aku melakukan hal ini lagi. apa yang membuat mu perhatian padanya?!" tanya Sandra memastikan
"kau ingin melakukan hal ini lagi? jangan harap Sandra kau tidak ada kesempatan untuk melakukan hal itu bahkan esok hari." Jelas Rafly lembut
"memangnya kenapa?!"
"Tian berarti bagiku. dia..."
...***...
"Tuan muda apa rencana anda selanjutnya?!" tanya Agil
" awasi Rafly juga sekutunya itu. aku akan berlibur selama dua hari... kau bantu Calvin mengurus perusahaan." ucapnya
"baik tuan. um.. tuan apakah anda akan memberitahu kalau dalang dari kecelakaan ini.." ucap Agil tergesa - gesa
"tidak. aku tidak ingin menyakiti hatinya, Tian sangat menyayanginya. aku tidak bisa melihatnya terpuruk akan kelakuan sahabatnya.... aku tidak bisa..." ucap Fadhil menutup wajahnya dengan tangannya frustasi
"tuan boleh saya bertanya, apa penyebabnya melakukan hal itu.."
"karena Rafly...(teringat) cepat kau suruh seseorang untuk mengawasi Ferdy. yah ... dia !!! awasi dia juga...!!! " ucap Fadhil
"baik tuan muda. tetapi kenapa dan.. kapan anda pergi berlibur?!"
"Orang yang peduli pada istriku bukan hanya Rafly, Jackson tetapi Ferdy juga. aku pergi tengah malam ini.."ucapnya
"baik tuan muda..."
"kau lindungi bibi An. dia merupakan kesayangan Tian juga... jangan sampai terluka. bila ada sesuatu telepon aku kapan saja." ucapnya
"segera kami siapkan semuanya tuan."
"huft..bagus..."
Waktu menunjukkan sudah tengah malam tepatnya jam 00.00 , aku masih tertidur namun Fadhil memangku ku ke mobil. kami pergi berdua saja...
"Tuan apa anda akan baik - baik saja..?!" tanya Agil mengkhawatirkannya
"tentu.. aku akan baik - baik saja. lebih baik jaga dirimu jangan sampai masuk perangkap mereka. aku percaya padamu.." ucap Fadhil langsung masuk mobil
"Tuan muda anda harus baik baik saja...."gumam Agil khawatir
Sementara itu Fadhil tersenyum sendiri entah apa juga yang dia pikirkan.
aku merasa seluruh tubuhku bergerak sampai aku terbangun ternyata aku berada di mobil.
"ummm..."
"sayang tidurlah lagi. jangan bangun, ini masih tengah malam." jelasnya
"ummm tapi, kita mau kemana?!" tanya ku mengucek mata
"hmmm keluar kota. maaf aku tidak membawa mu keluar negeri."
"um gak apa apa kok."
"Keluarlah kalian para bajingan !!! akan ku tuntaskan kalian semua !!! "gumam Fadhil tidak sabar lagi
"hey jangan melamun.." ucapku
"tidak kok... sudahlah tidur dulu yah..."
"umm baiklah.. hmm?! Sintia ?! " kata ku melihat jendela
Fadhil terkejut aku bisa melihatnya...
"Fa..Fadhil berhenti itu Sintia.."
"kau salah orang.. sudah tidur ini tengah malam. jangan membantah ku...!!! " ucap Fadhil aku sampai ketakutan wajahnya serius sekali
"ba...baik.."
Aku tidur kembali memikirkan Sintia...
"dia kenapa yah?! apa dia sedang syuting? atau baru pulang kerja?!" gumam ku
...***...
"Kau sudah tahu semuanya. apa kau sadar sekarang?!" tanya Rafly diam diam mendekati Sandra
"a...aku sudah ....sudah berbuat jahat?! aku jahat?!" ucapnya sendiri
"percuma kamu menyesalinya sekarang. kau tahu Fadhil mengincar mu..." ucap Rafly membuat Sandra semakin bergetar ketakutan
"Rafly apa yang harus ku lakukan?! untuk menebus kesalahan ku ?!" tanya Sandra memegang kerah baju Rafly
"bagiku tidak ada. Kau tahu, Sandra bayangkan olehmu saja, jika kau ketahuan oleh sahabatmu bahwa kamu jahat. apa dia akan memaafkan mu dan akan mempercayaimu lagi? bahkan kau melakukan itu hanya cemburu semata kau berbuat seperti itu padanya. " jelas Rafly
"a..aku... aaaaaaaarrgghhhhh....(menangis keras) Tian...maafkan aku..!!!! maafkan aku..!!!! "teriak Sandra histeris
Sementara itu... kami sudah sampai di tempat...
"hmm kamu berbohong. katanya luar kota kok luar negeri. "
"hehe gak apa apa dong. ayo sayang turun.." ucapnya
"hmmm wah... indah sekali yah lagi musim semi deh kayanya." ucapku melihat negara cina
"hmm yah kau benar. ayo..."
Sebelumnya kami sudah menyimpan peralatan kami...
"kau mau membawa ku kemana?!" tanya ku karena dia memegang tangan ku
"hmm kau akan tahu nanti.."
"Disini.... masih sore menjelang petang yah." ucapku
"yap... oke.. sudah sampai.."
"ki...kita naik perahu?!"
"hmm menikmati sore hari.."
__ADS_1
"asyik huhumm...."
Kami menikmatinya dan melakukan hal yang romantis sebagai suami istri...
...***...
Di kediaman Afriansyah...
"Yah, kita harus menjaganya dengan baik. dan...apa tidak akan ketahuan oleh Fadhil kalau kita berbohong?" tanya Ibunya Fadhil
"tidak... dia tidak tahu kita pergi kemana.... "
"ayah ibu kalian baru kembali setelah sekian lama huh !!! meninggalkan ku sendirian." ucap Fadli
"haizz kamu juga sibuk sendiri dan syuting kan." balas ibu
"ibu apa aku akan punya adik lagi?!" tanya nya
"hah?!" jawab barengan
"ibu dan ayah pergi honeymoon kan !! bu, lebih baik tunggu cucu saja." ucap Fadli adik Fadhil sambil sarapan
"kenapa pikiranmu seperti itu?!" tanya ayah
"hmmm tak ada. hanya hipotesis saja." ucap Fadli mengangkat bahunya
"hah?! kamu..dasar anak sialan. aku sudah tua begini malah mengatakan hal itu, bukannya cepat cari mantu untukku dan punya anak." bentak ayahnya
"ayah aku masih muda. kakak saja belum punya anak." jawabnya
"kakakmu terlalu mementingkan kerjanya." ucap ibu menghela nafas
"hmmm?! menurutku ibu dan ayah salah. kakak ipar ku sedang hamil sekarang.. ups( ketahuan mampus lah aku!!!! semoga kakak tidak akan marah )"ucap Fadli menutup mulutnya
"Apa?!!!" ucap barengan
"ouwh syukurlah akhirnya aku punya cucu." ucap ibu
"baguslah aku akan jadi kakek. kita pergi ke rumahnya. anak bodoh itu tidak memberitahu kebahagiaan ini." ucap ayahnya memukul meja makan
"tunggu jangan pergi lagipula kakak gak ada di rumah." ucap Fadli terbuka lagi
"hah?! dimana mereka?" tanya Ayah
"eng... aku tidak tahu."
"kamu...!!! cepat beritahu ibu dimana " bentaknya sambil memegang kuping Fadli
"aduh ibu jangan memarahiku..!!" ucap Fadli berusaha kabur
"aku akan menelpon asisten nya." ucap Ayah
Dalam telepon..
"selamat malam tuan besar"
"iya malam. dimana anak ku sekarang?!"
"uh itu... ia..."
"DIMANA?!!" bentaknya sampai Agil bergetar
"tu..tuan ia sedang menginap di vila tuan."
"kau tidak berbohong padaku?!"
"saya tidak berani tuan besar. um.. saya ada urusan sebentar tuan besar anu.."
"baiklah terima kasih silahkan."
"sama sama tuan besar nikmati harimu.."
...***...
Di negara ku sudah pagi hari...
Sandra masih terdiam di rumahnya...
sedangkan Rafly sibuk mencari keberadaan Fadhil takut istrinya dibawa...
Rafly kasihan melihat Sandra melamun meratapi kesalahannya. Rafly mendekatinya, dan membawanya untuk bersenang senang dulu...
"sudah jangan melamun. ingat anak yang ada di perutmu. dia anak ku" ucap Rafly memeluknya dari belakang
"Raf, apa aku jahat?" tanya nya terus menerus
"sesaat. kamu terlalu melampiaskan amarah." jelasnya
"apa Fadhil sedang kemari untuk mengurungku?!" tanya nya lagi
"dia... aku tidak tahu keberadaannya sekarang." ucap Rafly memikirkan sesuatu
"Rafly maafkan aku... maafkan aku..hiks..hiks kau jadi terlibat karena aku..!! " ucapnya menutup wajahnya
"sudah. sebelum dia menemukan kita dan meminta penjelasan. kita pergi berbelanja untuk kebutuhan"
"aku takut dia Rafly. dia menakutkan..."
"jangankan dirimu, dari kekuatan bersenjata saja aku kalah darinya..!!! "gumam Rafly tidak tahu harus apa karena kesalahpahaman ini semakin dalam
"Dia tidak kejam seperti yang kamu kira.." ucap Rafly
"sungguh?!"
"iyaa tenang lah. ayo kita pergi senyum dulu dong.."
"hmm aku tidak bisa maaf..." jawab Sandra
"hmm baiklah tak apa."
"aku harus tahu keberadaan Fadhil. apakah dia sengaja menghindari ku dulu? tapi untuk apa?! setelah kejadian itu, apa yang terjadi pada Tian pula?! Tian maafkan aku..." gumam Rafly
Mereka berdua pergi berbelanja tak disangka mereka bertemu Jackson di mall itu.
"wah.. kebetulan sekali." ucap Jackson
"hmm?! kau sedang apa kau disini?!" tanya Rafly
"tentu saja berbelanja kau pikir aku mau membunuh orang disini." ucap Jackson saling tatap
"bukankah itu kebiasaan mu." tanya balik Rafly
"Cih... sialan kau..!!! " balas Jackson
"Ra..Raf aku ingin ice cream. aku tunggu di sini yah..." pinta Sandra
"oke. jangan kemana mana." pinta Rafly
"umm...!! "
Sandra dan Jackson saling memandang satu sama lain. Jackson mendekat perlahan...
"hai salam kenal.."
"ah iya.."
"Suaranya tidak asing.." gumam Sandra
"a..aku permisi.."
"tunggu... apa ini milik kerabat mu?" tanya. Jackson memberikan handphone orang suruhannya
Mendadak Sandra melotot terkejut !!! Sandra melangkah mundur..!!
__ADS_1
"a..aku tidak tahu.."
"oh yah?(mendekat) jangan membohongiku. kau tahu? orang yang mengangkat telepon mu itu adalah aku..." ucap Jackson sambil melakukan miscall pada Sandra
Handphone Sandra berdering...
"Cukup... hentikan..!!!! " bentak Sandra
Jackson berbisik pada Sandra...
"dengarkan aku. kau ingin menyakiti angel ku tidak akan berakhir baik. orang suruhan mu itu sudah ku tangkap dan ku beri makan pada harimau kesayanganku. aku beri pilihan, kau ikuti perkataan ku. atau kau ingin kehilangan sahabat , suami dan anak mu?!" tanya Jackson
Sandra membelalak melotot dia ketakutan setengah mati mendengar hal itu.
"apa yang kau inginkan?!"
"yah... aku belum memikirkannya. saat aku membutuhkanmu kau harus sigap, tidak peduli apapun itu.." ucap Jackson
"baiklah aku menurutimu asal kau berjanji padaku."
"tentu...aku permisi.."
"tidak... apa yang sudah ku lakukan?! tapi aku tidak mau melukai orang yang ku cintai lagi.."gumam Sandra menunduk menyesali perbuatannya
"Sayang dimana orang bodoh itu?!" tanya Rafly
"dia pergi.."
"hmm... ayo kita ke tempat lain.."
"apa aku harus memberitahu Rafly akan hal ini?! tapi di lihat dari mata Jackson dia sangat kejam...!!! aku tidak ingin dia mati lebih dulu daripada aku..." gumam Sandra menatap punggung Rafly
...***...
Di rumah Rendy...
"Tiara... aku ingin kamu lindungi dulu kakak mu. dan... ada yang ingin aku beritahukan padamu.." ucapnya
"hmmm apa itu?"
"begini....."
Sementara itu, Ferdy pergi ke rumah Fadhil...
sesampainya disana..
"lho kok gak ada orang..?!"
Ferdy menelpon wakil direktur Calvin...
Dalam telepon...
"Halo... apa kau tahu dimana Fadhil?!"
"maaf kami tidak bisa memberitahumu tuan muda kedua. ia tidak ingin diganggu."
"lho kenapa?! apa aku akan mengganggunya kalau diberitahu padaku?"
"itu... aku juga tidak tahu, hanya saja atasan ku tidak memberitahu keberadaanya kepadaku."
"hmm... baiklah. sekarang kita rapat ada yang perlu aku sampaikan."
"baik tuan muda kedua..."
menutup telepon...
"Agil, kita pergi ke ruang rapat..." ucap Calvin
"oke..."
Saat berjalan menuju ruang rapat direksi Agil mendapat telepon dari tuan besar...
"apakah tuan besar berada di rumah tuan muda?! bagaimana ini..?!" gumam Agil berkeringat dingin
"Ha..halo selamat pagi tuan besar"
"dimana anak ku berada?! aku berada di vila nya tetapi tidak ada."
"a..anu..itu.."
"huhu...(menangis tanpa air mata) tuan muda tolong saya..." gumam Agil mengingat tuannya
Tiba - tiba tuan besar alias ayah Afriansyah mendapat telepon dari Fadhil.
"Sebentar, aku mendapat telepon dari anak ku. nanti ku hubungi lagi." ucap Tuan besar
"baik tuan.."
terhubung kepada Fadhil...
"kau dimana?!! aku mencari mu.." ucap ayah
"aku sedang tour dengan istriku. ada apa ayah?"
"cepatlah pulang. kau bahkan tidak memberitahuku bahwa istrimu hamil." ucap ayah
"sudahlah ayah, aku hanya ingin istirahat mendinginkan suasana. ayah jaga baik baik yah. jangan ganggu keromantisan ku."
"dasar kamu halo halo..."
"apa katanya ?!" tanya ibu
"huft...(menghela nafas senang) tak apa. dia baik baik saja. tapi, aku rasa ada yang dia sembunyikan dariku."
"hmmm?(melirik Fadli)"
"kenapa menatapku?! aku tidak tahu apapun."
"haduh...!!! kakak tolong aku... kenapa jadi padaku..." gumam Fadli berusaha kabur
akhir - akhir ini aku sering sekali ketiduran...
aku dipangku oleh Fadhil ke kamar saat di kapal.
Fadhil keluar dari kamar mendapat telepon dari orangnya ...
"halo... "
"Fadhil, orang yang bersangkutan akan kejadian itu bukan Sandra saja tetapi orang lain juga."
"bukan itu yang ku inginkan. apa ada pergerakan dari sekutu Rafly?!"
"ada tuan.. ia pergi ke villa yang tak jauh dengan rumah Rendy."
"hah?! (si bodoh itu lagi) awasi dulu. jika terjadi sesuatu hubungi aku."
Fadhil mendapat telepon lagi dari Agil...
"ada apa?!"
"tuan, nona Sandra pergi ke suatu tempat."
"kemana dia?!"
"umm... bertemu seorang pria. tapi entah siapa."
"huft (menghela nafas) jika dia berencana menyakiti istriku lagi. tangkap dia bawa ke ruang bawah tanah ku!!! jika ada Rafly bawa saja mereka berdua bersama."
Permainan dimulai...
Kalian semua berada di genggamanku..
"ingin merebut Tian dariku?! huh...!!! mimpi saja... sudah lama tidak bertumpah darah. tidak ada yang bisa merebut sesuatu dariku..!!! siapapun itu..." gumam Fadhil
__ADS_1