Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Siapa lagi?!


__ADS_3

aku pergi ke kamar mandi tetapi sebenarnya aku tidak mandi. aku hanya membuka baju renang ku dan di tunggu oleh suamiku.


"Sayang sudah selesai belum?" tanya Fadhil


"su...sudah." ucapku sambil keluar


Fadhil menggendong ku ke kasur...


Dia membuka handukku perlahan.


melakukan semua yang biasa di lakukan saat berhubungan intim


aku melihat di wajahnya sudah tidak tahan dari reaksinya.


"sayang..." dia memanggilku membuatku lengah


Dia memasukkan miliknya padaku.


Aku selalu berpikir apakah dia ini benar - benar manusia? kenapa dia kuat sekali apalagi dalam hal ini...


"ummm...pelan sedikit.." ucapku sambil memeluknya


"iyah... tahan yah sebentar.."pinta Fadhil


"ummmhhhh...."


satu jam kemudian...


Kaki ku mati rasa seluruh tubuhku lemas dibuatnya... dia langsung tertidur pulas sesudah melakukan hal itu.


"ukhh..." rintih ku menahan sakit


Aku segera pergi ke kamar mandi... sedangkan Fadhil masih tertidur tanpa memakai pakaian sehelai pun.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, Fadhil masih di ruang kerja nya.


"hey mau susu? " tanya ku sambil menyiapkan susu untuknya.


"terima kasih.." jawabnya sangat fokus pada laptopnya


Aku menunggunya kurang lebih setengah jam , dia baru sadar kalau aku menunggu nya.


"ah sayang maaf membuat mu menunggu lama. tidurlah lebih dulu, aku masih banyak kerjaan , lagi pula besok kan weekend." jelas Fadhil mengelus rambutku yang sedang mengantuk


"umm... huuuaaa (menguap) gak boleh kamu harus istirahat, yukk kita istirahat sekarang. nanti malam kan ada acara , apa kamu tidak ingat?" ucap ku menahan kantuk


"acara?" tanya Fadhil berusaha mengingat


"iyaa... acara pesta ulang tahun Jackson aduh..." jawab ku


"aku lupa acara itu, Jackson !!! aku harus menyelidiki dia. siapa tahu dibalik semua ini ada hubungannya dengan dia. jika ya, apa tujuannya?.." gumam Fadhil berpikir keras


"hey kenapa melamun?" tanya ku penasaran seperti banyak yang dia sembunyikan dariku


"tidak ada. aku hanya sedang berpikir yang lain.." ucap Fadhil mendekatkan wajahnya padaku


"umm apa itu.."


"aku menginginkan mu lagi.."


"haihh... sudahlah aku lelah sekali. (kesal) bukankah kamu sedang merawat ku atau menyiksa ku?"tanya ku membuatnya terdiam dan kebingungan


"ppftt... tentu saja merawat mu agar lebih sehat harus melakukan hal itu.", jawab Fadhil memegang pinggang ku


"kalau gitu, kamu main saja sana sama boneka aku mau tidur...!!!! huh!!!! " bentak ku berjalan pergi darinya


"sayang, bukankah kamu akan menjadi istri yang baik ?!" tanya Fadhil tidak terima


"terus apakah kamu sudah menjadi suami yang baik menjaga dan merawat istrinya?!" bentak ku


"kamu...!!! ", ucap Fadhil kesal menyusul ku ke kamar lalu mendekatiku


"apa..apa? hmmppptt aku tidak takut padamu." ucapku memberanikan diri


"sungguh?" tanya Fadhil senyum licik


"yap. kamu itu bagaikan kelinci bagiku. " ucapku dengan bangga


"apa?!(kesal) kalau gitu kamu harus tahu seperti apa kelinci saat marah." balas Fadhil menarikku ke kasur


"he-hey a..aku bercanda ini sudah malam !!!!! " jelas ku


"bukannya tadi di kolam , kamu bilang melakukannya malam saja." ucap Fadhil kesal tetapi tersenyum manis


"ya itu benar ta..tapi ka..kamu kan sudah melakukannya tadi siang..." ucapku


"Tian sayang, lelaki itu tidak hanya mengeluarkan nya sekali dia bisa melakukannya berkali - kali." jelas Fadhil


"kamu jahat... hmmm...sudah aku mau tidur. (mengancam) jangan mengganggu ku di waktu tengah malam ini... " ucap ku melotot sinis


"istriku ini dia sedang mengancam ku lucu sekali..., baiklah aku terima saja. untuk saat ini..", gumam Fadhil tertawa geli


...***...


Waktu pagi telah tiba...


Rafly pergi ke perusahaan F2 untuk memulai kerja sama lagi... dan naik lift bersama bawahannya

__ADS_1


"wah... siapa lelaki tampan itu?" tanya karyawan Fadhil


"umm... itu... ia seorang investor juga. " ucap sekretaris Fadhil yang sedang rumpi di lobi.


"wihh... kamu enak yah.. tiap hari lihatin bos kita yang tampan itu terus sekarang ini pula. kamu ikut rapat dong sekarang Lia." tanya temannya


"tentu... aku ikut rapat. yah bisa dikatakan beruntung tidak beruntung juga sih, walaupun bos kita tampan tetapi tidak mudah di rayu oleh orang lain lho. yang bisa memenangkan hatinya hanya lah Tian." jelas Lia


"Tian? karyawan yang sebagai asisten bos itu?! heh dia emang murahan banget yah... " ucap temannya


"heh.. (mengancam) kamu jangan seenaknya mengatakan hal itu, asal kamu tahu Tian itu adalah nona muda keluarga Afriansyah. alias istri tuan muda kita dasar bodoh, sudah lah aku harus kerja nih... kalo ada nona muda datang kemari nanti beritahu aku. tuan sudah memberiku perintah sebelumnya." jelas dan pinta nya Lia sebagai sekretarisnya


"eh Lia, kalau emang dia bakal kesini nih gimana kalo kita kerjain aja?" ajak temannya


"boleh, tapi sayang nya aku tidak mau melakukan hal bodoh yang akhirnya membuatku mati mengenaskan. lagi pula, nona Tian tidak pernah menyinggung ku atau menyakiti ku, justru dia selalu membantu ku. aku sarankan dari sekarang, jangan macam macam dengan nona muda ku atau tidak krekk( tangan di lehernya) habislah kalian oleh tuan muda kami." jelas Lia memberi peringatan sambil berjalan pergi


"me..menyeramkan.." ucap temannya seketika gemetaran


"heh.. tapi aku rasa dia itu cemburu karena tidak bisa mendapatkan bos kita. jadi , aku akan mengerjai dia. hehe~" ucap Citra karyawan umum lama yang mengagumi Fadhil


sementara itu, Fadhil sudah datang lebih dulu dan bertemu dengan Rafly di ruangannya


"Rafly kenapa wajahmu murung begitu?" tanya Fadhil


"hmm..(menghela nafas) Fadhil aku ingin minta saran darimu. aku dan Sandra... sedikit meregang hubungan kita. semenjak aku menggendong Tian hari itu." jelas Rafly


"heh kau ini, jangan kan Sandra ,aku saja kesal ingin meninju mu , melihatmu melakukan hal itu." balas Fadhil sambil melipat tangannya


"haizzzz.... aku tahu dulu aku pernah dekat dengan Tian karena aku tidak tahu dia istrimu. hmmpptt" balas Rafly kesal


"hmm... aku rasa lebih baik kamu lembur saja di kantor tanpa mengabari Sandra, aku yakin dia akan mengkhawatirkan mu dan datang ke kantor memberimu makan dan mengajak mu pulang." saran Fadhil


"apa Tian pernah melakukan hal itu juga padamu." tanya Rafly


"hmmm tidak karena se marah - marahnya kami tidak harus melakukan hal itu cukup dengan cara..." ucap Fadhil belum selesai


"Cara apa?" tanya ku kesal


"sa..sayang ka..kamu datang kesini ada apa?" tanya Fadhil gelagapan


"hmmmppttt aku kesini hanya mengirim makanan untuk mu. dan kamu...berani - beraninya membicarakan ku di belakang." ucap ku memegang kerah baju Fadhil


"bukan.. sayang kamu salah paham. lebih baik bantu aku memberi saran pada Rafly." pinta Fadhil mengelus rambut ku dan memegang pinggang ku


"hmm... peringatan untukmu jangan melakukan hal itu lagi hmmmptt. (langsung senyum manis) Rafly bisakah kamu ceritakan dulu padaku." ucap ku pada Rafly


"sayang kamu malah tersenyum padanya dan cemberut pada ku." ucap Fadhil tersenyum kesal padaku


"Tuan waktunya rapat." ucap Lia datang dari tadi setelah mengantar ku


"ah terima kasih sudah mengantar ku kak Lia." ucap ku


"Tian, tunggu aku disini. setelah rapat aku akan menceritakan semuanya padamu. oke." ucap Rafly ikut pergi


"hmmm baiklah." ucapku duduk di ruang kantor Fadhil


Di sisi lain...


"Tiara, diam lah di rumah dulu, aku dan Ferdy harus pergi rapat sebentar yah. nanti ku hubungi lagi. oh yah jangan pernah berpikir ingin kabur dari ku lagi. " ucap Rendy sedang merapikan bajunya


"baiklah aku akan menunggu mu , pulang lah cepat aku memasak makanan enak hari ini." ucap Tiara


"baiklah aku menantikannya~" ucap Rendy tersenyum dan pergi


Ferdy sudah menunggu nya di luar rumahnya


"oke kita berangkat.." ucap Ferdy


"yap..".


"Aku ingin kamu menahan emosimu nanti saat Fadhil melihat wajahmu." pinta Ferdy


"tentu saja. aku tahu mengenai hal ini..." ucap Rendy


"baguslah.."


sesampainya di ruang rapat bersamaan dengan kedatangan Rendy dan Ferdy. mereka berada di lift yang sama.


"kenapa aku merasakan aura dingin di lift ini.." gumam Lia melihat sekitar ternyata pria tampan semua


"Lia, kamu cari ruangan untuk membuat lift khusus untukmu juga aku." perintah Fadhil terlihat kesal


"baik pak." ucap Lia mengiyakan


mereka semua masuk ke ruang rapat.


"waahhhhh..... ke empat pria ini tampan sekali. beruntungnya sekretaris itu." ucap karyawan wanita yang ikut rapat


"lagi..lagi aku jadi bahan omongan..." gumam Lia bingung apa yang harus dia lakukan


"Rapat di mulai..." ucap Fadhil


"bla...bla...bla..."


satu jam kemudian...


"hasil rapat ini sudah di revisi , salin dan laporkan padaku segera. bubar, kecuali orang yang bersama ku tadi." perintah Fadhil

__ADS_1


"baik pak permisi..."


"haih.. aku tidak di suruh keluar...?! sedih sekali perutku sudah demo ini...nona Tian semoga anda datang kemari.."gumam Lia


"Lia, apakah saat aku tidak ada di kantor kemarin ,kamu lembur hari sebelumnya?" tanya Fadhil


"benar tuan muda." jawab Lia mengangguk


"apa yang kamu lihat? katakan jangan takut aku akan melindungi mu." ucap Fadhil


"saya saat membereskan arsip. keluar ruangan, tiba - tiba lampu mati. dan.. saya mendengar orang berjalan kira - kira mereka tidak sendiri. yang membuat saya yakin adalah mereka melewati saya, untungnya saya tidak mengaktifkan senter hp. dari situ saya mulai merekam semuanya, bahkan saya melepas sepatu saya agar tidak terdengar saat saya berjalan. sebelum mereka kembali ke tempat parkir dan mengetahui bahwa saya belum pulang, karena itu saya mematikan lift agar mereka berjalan lewat tangga. saya bergegas pulang menyelamatkan diri. sa..saya ingin memberitahu anda tetapi anda berada di rumah, saya tidak berani untuk ke rumah anda tuan muda. tetapi..." jelas Lia


"tetapi apa?" tanya Ferdy penasaran


"handphone saya jatuh ke gelas yang berisi air saat saya sudah sampai rumah. sampai sekarang tidak bisa hidup." jelas Lia menunduk takut di marahi karena tahu Fadhil seperti apa


"ambil handphone mu sekarang , biar aku yang melihatnya juga memeriksanya. aku akan memberikan mu bonus dan istirahat untuk beberapa hari. jika kamu bekerja sekarang, kamu akan dilacak dan di arah. sementara diam di rumah dulu , pengawal ku akan berada di rumah mu. Agil, suruh 10 pengawal menjaga rumah sekretaris ku dalam waktu 5 menit." perintah Fadhil


"baik tuan..(langsung menelpon)."


"kamu boleh pergi..." ucap Fadhil melambaikan tangan


"baik pak... saya segera ambil handphone nya." ucap Lia pamit


"biar aku yang mengantarmu dan mengambil handphone nya." ucap Rendy tiba - tiba membuat semua terkejut


"maksudmu kau ingin menghapus jejak kejahatan mu begitu." ucap Fadhil nyindir


"Fadhil aku lelah menjelaskannya. tetapi aku tidak berniat dan tidak ada gunanya bagiku melakukan hal itu. aku ingin membantumu menemukan pelakunya" ucap Rendy berdiri dari kursinya


"aku tidak memintamu membantu ku." balas Fadhil melipat tangannya


"kapan ini akan berakhir ..." gumam Rafly menepuk jidatnya


"cukup... ini ruang rapat, biar aku yang mengambil handphone itu. ayo.. Lia." ucap Ferdy


"baik pak..." ucap Lia


mereka sudah pergi...


"Fadhil, aku rasa harus menjelaskan sesuatu yang penting padamu." ucap Rafly agar mereka berdua akur


"tidak ada waktu sekarang. aku bahkan harus kembali ke ruangan ku.", ucap Fadhil


"lalu bagaimana dengan ku?" tanya Rafly


"bukankah kamu ada urusan dengan Tian?" tanya Fadhil


"umm ah iya benar. Rendy kamu ikutlah dengan ku." ucap Rafly


"baiklah, ada yang ingin ku sampaikan juga pada Tian." ucap Rendy masih bertatapan dengan Fadhil


"jika saja kau menyentuh istriku kau tahu, aku akan memenggalmu hari itu juga." ucap Fadhil saling mendekat dengan Rendy


"silahkan..." ucap Rendy tersenyum kecil


"Kalian...(menahan kesal) bisakah damai sebentar." ucap Rafly


"tidak bisa." ucap Fadhil dan Rendy bersamaan


"bodoh..." balas Rafly


"apaa?!!! sialan kau.." ucap Fadhil mengepalkan tangannya


"ayo berkelahi..." ucap Rafly


"ayo...(tuuuttt: suara telepon) sebentar. halo ? ah sayang ma..maaf aku akan datang tunggu yah( tutup telepon ) aku harus pergi lain kali saja." ucap Fadhil sedikit berlari


"ayo kita ikuti." ucap Rafly


mereka semua pergi ke ruangan Fadhil karena ada aku disana tetapi...


"sayang aku datang..." ucap Fadhil melihat sekitar ternyata tidak ada aku.


"kemana dia?" tanya Rafly nongol tiba - tiba


"cari dia cepat..." pinta Fadhil panik


"bukankah dia sudah janji padaku akan menunggu ku di sini... kemana dia pergi..?!" gumam Fadhil


"Rendy kau cari ke sebelah Timur. aku ke sebelah barat. dan kau Fadhil...." ucap Rafly


"aku akan mencari kemana pun." balas Fadhil langsung berangkat


"Dia itu... sepertinya Tian lebih berharga daripada apapun." gumam Rafly senyum sendiri


mereka semua mencari ku kemana mana tetapi tidak bisa di temukan. lalu Fadhil dan Rendy bertepatan mereka saling bertatapan


"disini sepi sekali. " ucap Rendy


"apa yang kau inginkan." ucap Fadhil


"tidak ada. aku hanya ingin kamu mempercayaiku." ucap Rendy


"kenapa? setelah semua ini?" tanya Fadhil


"semua orang akan berubah tanpa tahu waktu." ucap Rendy

__ADS_1


"setelah beberapa banyak kejadian mengenai keluarga ku, aku tidak bisa dengan mudah mempercayai orang terutama dirimu." jelas Fadhil memasukkan tangannya ke saku celana


"sebegitu kah kau benci padaku Fadhil?! apakah kau tidak bisa menanyakan apa yang tidak kau ketahui." ucap Rendy kesal


__ADS_2