
Panti asuhan Permata Bunda kini sudah berusia 10 tahun. Aku di undang oleh bunda untuk datang kesana.
Tetapi sebelum hari itu, seorang wanita datang kesana.
"ibu..ibu"
"iya sayang ada apa."
"itu diluar ada seorang wanita menunggu mu."
"wanita? apakah itu Tian. baiklah ibu akan kesana."
Saat bunda pergi ke halaman ia melihat dari pinggir wanita itu sudah merasa dirinya ketakutan.
"no..nona."
"iya ini aku. "
"silahkan masuk."
"to the point saja. Apakah kau masih menjaga rahasia kita?"
"iya tentu saja. "
" bagus. kau tidak mengecewakanku. jangan pernah berpikir mengkhianati ku atau tidak seluruh keluargamu dan anak-anakmu akan mati tanpa kau ketahui."
"iyaa saya tidak akan berkhianat.(dalam hati bunda : demi melindungi anak-anakku terutama Tian aku rela berbuat apapun)."
"mana cincinnya? aku akan memakainya. "
"Tetapi, itu adalah kenangan terindah baginya."
"sebenarnya kau ini memihak siapa? apa jangan-jangan dia sudah mengetahui identitas aslinya?"
"tidak tidak. saya bahkan tidak memberitahu asalnya yang sebenarnya dan cincinnya juga."
"hmm berikan cincinnya padaku. "
"boleh saya tahu nona. apa yang akan anda lakukan?"
"hmm.. itu rahasia. cepat bawa saja cincin itu padaku."
Sementara itu, di waktu yang sama Sintia dan Sandra pergi ke sana setiap bulan untuk memberi donasi. saat mereka ingin masuk mereka mendengarkan pembicaraan bunda dan wanita itu.
"San, anak-anak jam segini lagi tidur siang kali yah. sepi banget."
"iya nih."
"tunggu, suutt"
"Akhirnya cincin ini jadi milikku. dengan begini Fadhil akan menjadi milikku seutuhnya. dia pasti menyangka kalau aku adalah istri yang sebenarnya. hmm(tersenyum licik) Tiani Candra sebagai kakakku kau terlalu lemah. suruh siapa kamu mengambil dia dariku. baiklah aku pergi."
"iya. hati hati di jalan."
"mereka berdua terkejut akan kata-kata itu. lalu, mereka mendengar bahwa dia akan keluar. mereka bersembunyi.
"Sin, kenapa aku merasa ada sesuatu yang bunda sembunyikan dari kita."
"iya. yang mereka bicarakan Tiani Candra mungkin saja kita bisa bantu Pak Fadhil."
"iya. kita harus cari informasi."
Bunda menghela nafas panjang setelah dia pergi lalu terkejut karena Sandra dan Sintia datang.
"ah kalian berdua sudah sampai. ayo masuk."
"iya bunda oke. "
setelah mereka duduk
"ini minum jus jeruk dulu. sedang panas seperti ini enaknya minum yang segar-segar kan."
"hmm iyaa bun. mantap banget tuh."
"Bunda, aku melihatmu seperti banyak pikiran. kau bisa berbagi cerita bersamaku."
"Hmm sayangnya aku tidak bisa."
"kenapa?"
"haih San, kamu basa-basi nya lama banget. to the point aja. Bunda aku ingin tahu sebenarnya siapa Tiani Candra. Bunda aku tahu kau sedang berada di bawah ancaman. tetapi, bila penjahat berada di atas terus ,dia tidak akan merasa bersalah. kita harus memberinya hukuman setimpal. "
"itu.."
__ADS_1
"katakanlah aku akan membantumu dan juga melindungi mu ayahku Jendral TNI sekaligus doktor juga tenang saja."
"Dia.., ibu tidak bisa. disini ada kamera CCTV. Dia sengaja memakai kamera itu untuk mengawasi kami. "
"hmm.. aku punya cara. tenang saja. matikan listriknya. kita berbicara di luar."
"baiklah."
mereka pergi ke halaman belakang.
"Sebenarnya Tiani Candra itu.."
"Tunggu, aku butuh bukti aku akan merekamnya. oke lanjutkan."
"Tian yang menjadi teman kalian itu adalah Tiani Candra. saat itu, ibu sedang bersih-bersih dihalaman. tiba-tiba ada seorang wanita yang berlumuran darah. di dekat sungai itu. ibu menolongnya dia memakai baju pengantin dan memakai cincinnya. ibu sangat panik hingga hanya bisa menyelamatkan satu orang saja. Sedangkan laki-lakinya ibu lupa. ibu segera memanggil dokter untuk merawat wanita itu. lalu, wanita jahat tadi datang menyelamatkan lelaki itu dan mengancam ku agar tidak memberitahu kalau pengantin wanitanya masih hidup. saat itu, dia sudah sadar dan tidak mengingat apapun. wanita jahat itu sangat bahagia. dia mengancam ku untuk kedua kalinya agar tidak memberitahu identitas aslinya. kalau tidak, keluargaku dan anak-anakku akan hancur tanpa ku sadari. Aku mohon, setelah ibu bercerita jangan beritahu siapapun. ibu tidak mau sesuatu terjadi. terutama Tian. dia sangat baik. ibu tidak mau dia terluka. "
"hmm.. baik..baiklah. aku tidak akan memberitahunya pada siapapun."
"terima kasih ibu. sudah memberitahu semuanya. mulai sekarang akan ada pengawal yang diam-diam melindungi mu. kalau gitu, aku harus pergi ini sudah sore."
"iya hati-hati yah. "
mereka berdua masuk ke mobil.
"San, aku gak nyangka Tian adalah istri sahnya pak Fadhil."
"aku pun. bagaimana ini. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan??! jika kita memberitahu pak Fadhil. pasti dia senang tetapi, Tian dia tidak akan percaya tanpa bukti. lalu, Rafly? dia akan sakit hati. "
"San, kamu peduli banget sih sama Rafly."
"Karena aku menyukainya."
"apa? cinta segitiga nih. eh bukan cinta segiempat. sudah lah San. kamu kejar saja cintamu lagi pula Tian hanya suka sama Pak Fadhil. "
"iya aku tahu. tapi, aku takut di tolak dan berakhir menjadi musuh. aku tidak mau."
"perlahan saja yah. aku punya ide. aku copy dulu rekaman ini ke laptop. lalu, kita pergi ke rumah pak Fadhil. aku butuh DNA istrinya yang masih utuh dan rambut Tian. kita hanya butuh bukti agar Tian percaya. tetapi sebelum itu, aku ingin bertemu wanita itu, apa yang dia rencanakan."
"Tenang saja aku sudah menyuruh Rafly mengikuti wanita itu. "
"Sungguh?"
" yah, dia menyusul tadi lalu aku menyuruhnya untuk mengikuti wanita itu. "
"hmm... "
***
di rumah pak Fadhil.
"Sayang, lebih baik kamu istirahat dulu saja yah. bibi An akan membawa makanan untukmu."
"hmm iyah. mau pergi kemana?"
"aku..(tersenyum kecil) sayang kau rindu padaku?"
"Bu.. bukan begitu. aku.."
"aku harus pergi untuk rapat saja. aku janji, akan pulang lebih awal untuk merawat mu. agar kau lekas sembuh. kita akan berbulan madu."
"membahas itu lagi. gak tahu malu."
"Kenapa harus malu. memangnya, aku belum pernah melihat sekujur tubuhmu?"
"hey, sudah hentikan."
"pppft (manis sekali) . iya aku pergi yah "
"hmm hati-hati."
"permisi tuan muda saya membawa makanannya."
"masuk saja bi. "
"baik tuan muda."
"nona, tuan muda sangat mempedulikan mu. dia sangat mencintaimu. "
"hmm itu.. bibi. aku tidak tahu cinta itu seperti apa."
"hah? baiklah nona saya beritahu. jika seseorang memperlakukanmu spesial daripada ke orang lain. itu jelas dia suka padamu. dia marah padamu hanya karena melihat pria lain di sebelahmu itu artinya dia cemburu. dia akan menyiksamu mengintrogerasi mu untuk meminta penjelasan agar dirinya tenang. jika kamu kesal melihat dia dengan yang lain artinya kamu mencintainya. terakhir, bila jantungmu berdetak kencang, maka sudah pasti kau menyukainya dan ingin memilikinya. "
"be..begitu yah. "
__ADS_1
"ya tentu nona."
jadi... aku menyukainya juga. hmm... yah aku memang menyukainya dan ingin memilikinya.
"oh iya nona. sebentar lagi adalah hari ulang tahun tuan muda."
"benarkah? kapan? "
"iyaa... di bulan januari tanggal 7. semoga nona menyiapkan sesuatu yang sangat spesial."
"hmm iya bi tentu saja. tetapi, aku gak tahu apa saja kesukaannya?"
"sebenarnya Tuan muda sangat sederhana. sudahlah sekarang lebih baik makan dulu. lalu istirahat."
"hmm.. terima kasih bi. aku sayang bibi huu~(terharu)."
disisi lain....
setelah pak Fadhil selesai rapat. ia bergegas pulang ke rumah.saat di perjalanan Fadhil membeli sebuket bunga untukku yaitu mawar merah.
sesampainya di rumah.
"lho? kalian?"
"pak.. anu.. Tian dimana? apa yang terjadi padanya?"
"tenanglah dulu. ayo masuk."
"hmmm."
"pak Tian dimana? "
"Di kamarku."
"hahh???!!"
"kenapa? aku serius dia berada di kamarku. "
"baiklah aku boleh kesana?"
"ya tentu saja. "
"loh Sintia, kamu gak ikut dia?"
"hmm aku mau bicara sama bapak."
"oh oke. apa yang mau dibicarakan?"
"ituu.. mengenai DNA istri bapak. begini, yang waktu itu bapak kasih ke aku. aku lupa menyimpannya. bolehkah aku meminta lagi."
"aku tidak bisa memberi sembarangan seperti itu."
"aku mohon. maafkan aku karena sudah teledor. "
"fiuh(menghela nafas). Agil.. bawa DNA yang masih utuh."
"baik(sedang mengambil)."
"Aku heran. kenapa kamu sangat ingin menguji coba DNA itu? bukankah kamu ini hanya seorang pelajar? bukan dokter kan?"
"hmm yah memang. tetapi, ayahku doktor. "
"hmm pantas saja."
"aku ingin mengujinya bersama ayahku. aku juga mendengar kalo DNA yang bapak tes hasilnya negatif kan. itu dipalsukan oleh seseorang. tetapi bukan berarti itu memang benar hasil tesnya positif. karena itu tujuanku."
"aku mengerti."
"Nona, ini DNA nya. " kata Agil menyerahkan
"terima kasih. boleh aku minta bantuan lagi?"
"apa?" ucap siangkat Fadhil
"hmm.. untuk 3 hari ke depan aku dan Sandra pergi ke laboratorium ayahku. jadi intinya bisakah bapak bantu aku untuk izin? soalnya kepala sekolah kampus itu merepotkan."
"hmm... kalian ini. baiklah akan ku bantu sebagai gantinya seminggu yang akan datang alias tahun baru. jangan menganggu Tian dan aku."
"haih bapak ini. "
"aku ini pebisnis . aku tidak bisa hal-hal yang merugikan ku. "
"ba..baiklah(dalam hati: lagipula dia kan istrimu)."
__ADS_1