
matahari sudah terbit disertai suara burung dan ayam yang indah membuat semua orang beraktivitas dengan semangat. Ini adalah hari pertamaku bekerja di kota C. Sementara itu, di Kota A.
"sayang kamu sudah bangun? ayo makan dulu." ucap Tiara istri palsu
"aku tidak lapar. nanti saja aku harus ke kantor secepatnya. dan.. jangan tunggu aku pulang nanti. " jawab Fadhil tidak menatapnya
"Fadhil ada apa denganmu?" tanya nya
(dalam hati Fadhil)
aku menyangka dia itu bukan orang baik-baik. bukan berarti aku membuat jarak juga sampai dia merasa curiga. Aku harus ber pura- pura.
"begini, kantorku sedang ada masalah. jadi maaf yah. bye..." ucap Fadhil mengusap rambutnya dan pergi secepatnya
"hmm ternyata semalam itu masalah kantor. aku kira Tiani." ucapnya dengan suara kecil.
...***...
Perusahaan KS di kota C. kami turun di mobil yang sama. Karena dia adalah CEO perusahaan KS. pintu mobilnya saja harus di buka oleh bawahannya.
"selamat pagi Pak." ucap bawahannya.
"ayo. " kata Ferdy melirik padaku.
"hmm"
Yah, sudah menjadi kebiasaan bagi setiap karyawan wanita.
"hm? siapa di belakangnya?" bisik bisik karyawan wanita yang mengagumi Ferdy
"mungkin pacarnya."
"hmm.. tidak mungkin. dia tidak secantik itu. dan tidak pantas bagi CEO kita."
Ferdy mendengar semua itu. ia hanya menatap karyawan yang berbicara itu dengan tatapan tajam sampai mereka tertunduk ketakutan.
"abaikan saja mereka." ucap Ferdy
"aku sudah biasa." balas ku dengan tenang
"baguslah."
Dia menyuruhku menjadi sekretarisnya.
"nona, ini ruangan anda. " ucap Feri sebagai asisten pribadi sehari-hari nya.
"terima kasih." ucapku
"kalau gitu , saya undur diri." ucap Feri pergi meninggalkan ruangan.
"ah iya. boleh ku tahu siapa namamu?" tanya ku
"nama saya Feri nona."
"kamu bisa panggil aku Tia saja."
"baik Ti..(melihat atasannya dengan melotot sampai ketakutan). ah saya rasa itu kurang pantas bagi saya. permisi" ucap Feri langsung pergi begitu saja.
"hmm?" aku kebingungan
Aku tidak peduli. aku hanya harus menyesuaikan diri saja, hal yang pasti adalah banyak musuh disini hufft(menghela nafas) entahlah dimana pun aku berada selalu ada saja masalah antar wanita.
...***...
Di kota A.
"Calvin , apa kau sudah menyiapkan semua pasport ku ke kota C?" tanya Fadhil
"iya sudah. "
"bagus. kamu urus perusahaan ku di sini. " ucap Fadhil
"Tunggu Fadhil. jangan terburu-buru. ada perusahaan baru yang sedang naik daun. Ia menawarkan kerja sama dengan kita. kebetulan itu ada di kota C. jadi, kita pergi ke perusahaan itu dulu untuk mencapai sebuah kesepakatan." jelas Calvin wakil direktur sekaligus temannya
"(menghela nafas) baiklah. " ucap Fadhil mengiyakan
"tenang saja. mengenai wanita galak itu, aku urus." ucap Calvin mengisyaratkan pada pegawai yang sudah di tunjuk olehnya.
"hmm.. kau memang terbaik." kata Fadhil
Calvin dan Fadhil bergegas pergi ke kota C untuk melakukan perjalanan bisnis dengan menggunakan pesawat pribadinya. Sementara itu, Rafly sibuk mencari Sandra kesana kemari begitu pun Rendy. mereka berdua mencari bersama namun dengan berbeda arah.
Karena kecepatannya pesawat itu sampai hanya dalam 2 jam seharusnya 5 jam memakai pesawat umum. Sesampainya di sana...
"Fadhil, perusahaan yang meminta kerja sama itu adalah perusahaan KS tidak terlalu jauh dari sini. "
"terserah, cepat aku tidak mau membuang waktuku. "
"yah. Agil jalan."
...***...
Sandra dan Sintia baru saja bangun.
"hooaamm... segar sekali. umm bibi Ang, Tian kemana?" tanya Sandra
"nona sudah pergi bersama tuan muda nona." ucap bibi Ang
"ah panggil aku Sandra saja."
"baik."
"Tian, dia itu langsung main embat aja yah." ucap Sintia mulai gosip
__ADS_1
"hahaha.. tidak . dia bukan orang seperti itu. " ucap Sandra mempercayaiku
"boleh saya tanya sesuatu pada nona." ucap bibi Ang
"boleh." ucap mereka barengan
"apakah kalian sahabatnya nona muda?"
"iyah. kami sahabatnya kenapa bi." ucap Sintia
"Saya merasa bahwa tuan muda menyukainya. ini pertama kali baginya membawa dan membantu seorang wanita. "
"haaaaahhhh??? wahh.. Tian dalam putaran cinta lagi nih....hahah..." ucap Sandra
"hiss kamu ketawa kayak gitu. " ucap Sintia
...***...
sesampainya di perusahaan KS. seorang bawahan Ferdy datang ke kantor untuk memberitahu.
"permisi tuan"
"masuk". berjalan masuk.
"ada apa?"
"tuan muda. seorang CEO dari perusahaan F2 ingin bertemu dengan anda karena ada kerja sama. "
"benarkah? bagus, bawa mereka menuju aula. aku akan segera kesana."
"baik tuan muda." beranjak pergi
Ferdy keluar datang ke ruangan ku.
"tok..tok..tok.."
Aku membuka pintu.
"iya? ah pak. silahkan masuk."
"Tidak perlu, ayo kita pergi menemui rekan bisnis. "
"rekan bisnis? baik pak."
Kami berjalan menuju aula, sambil berbincang.
"pak, panggil aku Tia jangan sampai lupa."
"panggil aku Ferdy jika kita berdua."
"hmm(kesal). "
Sesampainya di tempat kami langsung masuk. aku bahkan tidak melihat siapa yang datang. Aku berdiri di belakang tempat duduk Ferdy dan menunduk tidak melihat kemana pun.
"terima kasih." ucap Fadhil melirikku, ia terkejut sekaligus bahagia. Namun, kebahagiaannya itu ia simpan sejenak agar tidak mengganggu pertemuan ini.
"baiklah , bagaimana kalau kita langsung pada intinya?" ucap Ferdy
"boleh. bukankah anda mengundang perusahaan saya untuk bekerja sama dengan anda. kami datang kemari hanya ingin bertemu dengan direkturnya. saya tidak menyangka bahwa anda masih muda." ucap Fadhil
"terima kasih. iya itu benar. apakah anda bersedia?" tanya Ferdy
"tentu. dengan satu syarat." ucap Fadhil memulai triknya
"syarat apa?" tanya Ferdy curiga
Calvin sudah tahu tujuan sahabatnya itu, karena Calvin dan Agil juga melihatku secara bersamaan.
" sebelumnya, bolehkah saya tahu siapa di belakang anda?"ucap Fadhil memancing. Aku mengangkat kepalaku dan terkejut dia ada disini. aku harus menenangkan diriku. Aku tidak mau rencana ku hancur semuanya. Tiara bukan orang yang mudah di bodohi.
"dia sekretaris ku. " Ucap Ferdy menatapku sebagai isyarat untuk memperkenalkan diri.
"halo, nama saya Tia. senang berkenalan dengan anda."
dalam hati Fadhil:
Apakah dia.. Tian. tetapi, kenapa menjadi Tia? aku harus cari tahu dulu.
"mengenai syarat yang anda minta bisa dibicarakan?" tanya bawahan Ferdy
"tentu. Calvin.." ucap Fadhil
"perkenalkan saya adalah wakil presdir. syarat untuk kerja sama ini dalam beberapa hari sekretaris anda menemani presdir kami jalan-jalan mengelilingi kota C dalam waktu 24 jam. "
"apa? sekretaris ku ini bukan robot." ucap Ferdy tidak terima
"Fadhil, dia ini... " gumam ku.
"hanya menemaninya jalan-jalan apakah keberatan? jika tidak bersedia. maaf, kami tidak bisa bekerja sama." jelas Calvin
"berapa hari?" tanya Ferdy
"seminggu." ucap Calvin
"maaf, aku tidak bisa memberikannya. Terima kasih permisi, Tia ayo kita pergi." ucap Ferdy menarik tanganku
"baik pak." kata ku.
"apakah kamu tidak takut kalau perusahaan mu turun drastis besok?" ucap bawahan Ferdy sekaligus temannya
"apa maksudnya?" gumam ku kebingungan
"aku tidak takut. karena aku bukan pecundang. tidak sepertimu yang suka berpindah tangan wanita. " ucap Ferdy memegang tanganku dan pergi.
__ADS_1
"kamu ini... kita sudah susah payah menghubunginya.."
Fadhil sangat kesal melihat hal itu. Dia menarik tanganku yang satu lagi.
"aah.."
Ferdy berhenti saat mendengar suaraku. begitu banyak karyawan yang melihat adegan ini.
"pak Fadhil, apa yang anda lakukan?" ucap Ferdy menahan amarah
"aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. ayo ikut denganku." ucapnya membawaku pergi.
"tunggu, apa maksud anda tuan. Pak tolong saya." ucapku
"kau pikir bisa pergi dari sini?!" ucap Ferdy.
"coba saja halangi aku." ucap Fadhil
"pengawal tahan dia. bawa dia padaku!!!! "
para pengawal sigap dan mengejar kami. tetapi, bawahan Fadhil lebih sigap lagi , kami tidak bisa di kejar.
aku di gendong olehnya hingga masuk ke mobil, dia melempar ku ke mobilnya.
"ah... aduh..." rintih ku. "hei.. jangan mengunci ku!!!!"
dalam hati ku:
" Fadhil kenapa sikapmu belum berubah.."
Dia masuk ke dalam mobil dan menyetir membawaku kabur ke tempat yang sepi. aku hanya bisa berpura-pura tidak mengenalnya.
"Anda mau membawa saya kemana?"
"jangan main drama denganku Tian. aku tahu itu kamu. "
"Tian? siapa?"
Dia menyetir sangat cepat..
"aaaaa... hati-hati. aku belum mau mati.." teriakku
"sungguh? kalau gitu jujur padaku. kamu Tian kan?" ucapnya memberhentikan mobil.
"bukan !!! "
"kau pikir aku tidak tahu jeritan mu kelakuanmu aku ingat semuanya. lalu..(dia mendekatiku) hal seperti ini.." ucap Fadhil
"aa...apa? aa..aaku tidak tahu maksudmu. " ucapku gelagapan. aku heran kenapa setiap bersamanya aku merasa lemah.
"Turunlah.." ucap Fadhil
"kamu !!!"
"tenang saja. aku tidak akan meninggalkan mu sendirian."
"hhmmm...."
kami berada di tempat yang sangat indah begitu banyak pohon rindang dan juga bunga.
Aku berjalan menikmati pemandangan itu, tanpa aku sadari dia memelukku dari belakang.
"sayang, akhirnya aku menemukanmu." ucapnya.
mendengar semua itu hatiku yang penuh gelisah semuanya telah hilang. Namun, aku tidak boleh lemah, aku harus membalaskan dendam ku pada Tiara.
"ma...maaf, tetapi aku bukan kekasih anda. "
"sudahlah Tian. jangan berbohong lagi. aku tahu bentuk tubuhmu, baju kesukaanmu wajahmu, sifatmu, bahkan pakaian dalammu aku juga tahu ukurannya. "
"ha..hahhhhhhh????!!!! ma..mana mungkin. ada pria yang tahu semuanya mengenai wanita."
"mau coba? baiklah, kita taruhan saja. Jika ukuran mu berbeda dengan dia. aku akan melepaskan mu. jika sama, jujurlah padaku apa yang terjadi selama ini. "
"aa... aku tidak mau."
"hmm(tersenyum kecil) itu berarti kau mengakuinya."
"tidak.... aduh lepaskan aku. " kata ku karena dia tidak melepaskan pelukannya
Tanpa pikir panjang Fadhil membuka kemejaku dan melihat ukuran BH ku.
"kamu, apa yang kamu lakukan ..?"
"tenang saja, tidak ada orang disini. "
Fadhil tersenyum setelah ia melihat ukurannya karena sama. Ia menatapku
"aa... apa?"
"hmm (menciumku)." tak lama melepaskannya.
"sayang, aku merindukanmu segalanya. Tian, jika kau marah padaku tidak perlu menghilang dari hadapanku. selama dirimu tak ada aku mencari mu kemana-mana. aku sangat mengkhawatirkan mu. " ucapnya memelukku.
"maaf... aku punya banyak alasan untuk semua ini."
Halo kawanku ~~~~ tunggu eps selanjutnya yah 😘😘😘😘😘
"jelaskan padaku apa yang terjadi padamu."
"memangnya kau akan percaya padaku?"
"tanpa di tanya pun aku percaya padamu. "
__ADS_1