Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
spesial


__ADS_3

sementara itu...


aku pergi ke kantin untuk menyiapkan makan siang untuknya. tetapi...


"wah... apakah ada karyawan baru? datang darimana? ah maksudku bagian apa?" tanya sindir salah satu karyawan


"aku.." ucap ku belum selesai di sela olehnya


"pasti...bagian merayu atasan yah hahaha.... pastilah" ucap wanita itu sambil tertawa bersama teman - temannya membuat ku kesal. tetapi aku menahannya ingin tahu dulu sampai mana dia akan berbuat


"kamu tahu apa yang sudah kamu katakan akan berakhir seperti apa?" tanya ku senyum sinis balik sambil melipat tangan


" maksudmu?!" tanya nya mendekati wajahku


"haih... aku tidak mau menghabiskan waktu berharga ku untuk melayani orang bodoh sepertimu." ucap ku berjalan pergi sambil mengibaskan rambut ku ke tempat duduk yang sudah tersedia makanan yang ku bawa.


Tiba - tiba...


"byurr..." air tumpah ke makanan ku


"ah maaf di sengaja, makanan mu jadi hancur." balas wanita itu menutupi mulutnya dengan wajah so polosnya itu dan menggoyang - goyang kan gelas isi air itu. membuat ku tidak bisa menahan amarah ku lagi.


aku berdiri lagi mendekatinya ingin menamparnya hanya saja..


"sayang, jangan mengotori tangan mu untuk menyiksa orang lain." ucap Fadhil datang tiba - tiba menahan tangan ku ,aku hanya menatapnya


"sa..sayang?" ucap wanita itu seketika ketakutan


"siapa namamu?" tanya Fadhil tanpa senyum


"sa...saya..." gelagapan


"jawab aku siapa namamu?" tanya Fadhil semakin mendekat pada wanita itu


"apa atasanku menyukaiku? heh baguslah.." gumam wanita itu..


"na..namaku Tesa." ucap wanita itu tersenyum genit pada Fadhil membuatnya semakin kesal


"bagus. mulai hari ini kamu saya pecat. siapa pun yang menghina atau mengganggu istriku inilah akibatnya. ini hukuman yang ringan.." ucap Fadhil membuat semua karyawan wanita tercengang


"tu..tuan sa..saya minta maaf. saya.." pinta Tesa berlutut


"keluar dari sini... " ucap Fadhil dengan tatapan sinis


sedangkan aku kesal karena tidak bisa melampiaskan amarahku pada wanita itu jadi...


"Fadhil..." kata ku memanggilnya pelan yang masih memegang tanganku , semua orang melihat kami berdua


"yah... apa kamu senang?" tanya Fadhil memegang pinggang ku


"kamu...(menahan kesal, kibas tangan sendiri) gara gara kamu aku tidak bisa melampiaskan amarah ku pada wanita itu. dia menghancurkan makanan yang sudah ku masak untuk mu dan juga kalian berdua !!! " bentak ku


"aku hanya ingin melindungi mu." balas Fadhil lembut


"aku bisa sendiri. aku bukan wanita lemah huh...!!!! nyebelin banget sih...!!" ucapku berjalan pergi


"a..apa.. Sa..sayang...ukh wanita itu gara gara dia....." gumam Fadhil geram mengepalkan tangan juga terdiam bingung melakukan apa


"Tunggu Tian, bagaimana kalau aku yang memasak. kau tunggu dan menikmati makanan buatan ku." ucap Rafly memegang tangan ku juga tersenyum dan Fadhil terlihat membara , melihat adegan itu Rendy punya kesempatan membuat Fadhil semakin panas.


"yah itu benar, aku juga ingin memasak kan sesuatu untukmu. boleh kan." ucap Rendy tersenyum


"sungguh? (seketika cemberut hilang) baiklah aku akan menunggu disini kita makan sama sama." ucapku tersenyum


"baiklah , ayo duduk ke tempat yang bersih. tunggu aku yah." ucap Rafly tersenyum sambil membuka jas nya


mereka berdua pergi ke dapur.


"kyaaa..... jarang sekali melihat pria tampan memasak...foto foto..." ucap wanita lain


"jangan sembarang mengambil potret." ucap Rendy melotot membuat semua karyawan wanita kabur seketika ke tempat duduknya.


Aku tidak menyangka kalau Sandra akan datang ke kantor ku. memang ini bukan pertama kalinya bagi Sandra datang ke sini. Dia tahu kalau sekarang waktunya istirahat, dia datang ke kantin.


"hmmm? itu... seperti Tian?" ucap Sandra berbicara sendiri , dia menghampiriku


"Tian..." Sandra memanggilku


"hmm?(melirik) ah Sandra aku merindukan mu sudah lama tidak bertemu. ayo duduk.." ajak ku, dia pun terduduk


Sandra melihat jas Rafly ada di tangan ku wajahnya jadi sedikit suram.


"umm dimana suamimu?" tanya Sandra senyum kecil


"um... dia lagi..." ucapku belum selesai di sela oleh Fadhil sudah datang


"aku disini. mengambil air minum khusus untuk istriku. apa kamu mau juga Sandra?" tanya Fadhil


"umm tidak apa kok " jawab Sandra


"Fadhil kok perhatian sama Sandra sih? hmmpptt perasaan ku saja.." gumam ku


"sayang, ini minumlah. kamu pasti haus." ucapnya duduk di sisi ku


"hmm..(mengambil dengan cepat)"


Fadhil melihat jas Rafly dan Rendy ada di tangan ku. dia kesal melihatnya dan membuka jas nya juga lalu melemparnya pada ku


"aduh...!!! bisa gak sih ngasih jas nya pelan - pelan." bentak ku pada Fadhil sambil merapikan jas nya.


"enggak." balas Fadhil membuat ku kesal


Aku baru sadar, kalau aku memegang jas Rafly karena itu aku memberikannya pada Sandra.


"ah Sandra ini... jas suami mu. tadi dia sedang masak dan menitipkan jas nya pada ku karena tidak ada yang dia kenal di kantor Fadhil " jelas ku agar tidak salah paham


"(ternyata begitu, aku sudah salah mengira) oh iyaa terima kasih yah..." jawab Sandra tersenyum


"iya sama sama." jawab ku


melihat kami berdua Fadhil tidak begitu khawatir dari yang semulanya. tetapi...


"Tian, singkirkan jas jelek itu dari jas milikku." ucap Fadhil kesal karena aku memegang jas Rendy


"hmmm... dia titip jas ini pada ku. aku tidak bisa teledor dan tidak bertanggung jawab." ucap ku bangga sendiri


"oh..." balas Fadhil semakin suram


aku melihat keadaan dan mengalah saja.


"ba..baiklah. aku akan menyimpannya di tempat duduknya." ucap ku


"bagaimana pun juga dia suamiku..." gumam ku sedih


"Tian apa kamu sedang datang bulan." tanya Fadhil


"ummm belum... oh iya Sandra kamu harus ikut acara malam ini yah harus. aku juga bakal telepon Sintia dia udah pulang aku tahu dari Ferdy. kita pergi bersama Jackson mengundang kita . kamu ingat kan." ucap ku pada Sandra


"oh dia? oke aku akan pergi bersama Rafly." jawab Sandra


"oke...(kenapa rasanya dingin sekali...)" kata ku singkat dan melirik pada Fadhil sangat suram


"hoo... kamu memanggilnya sangat akrab yah" ucap Fadhil


"bu..bukan begitu lalu aku panggil dia apa." ucapku dan bertanya padanya


"panggil saja dia monkey." ucap Fadhil tidak merasa bersalah


"ha-hah?????!!!!! kamu jangan gitu."

__ADS_1


"sudah diam, aku akan kembali kerja." ucap Fadhil tiba bisa lagi menahan amarahnya karena cemburu


"hey jangan pergi ini makanan udah jadi nih " ucap Rafly datang sambil membawa makanan


"mungkin dia gak lapar." ucap Rendy membuat Fadhil semakin kesal


"sudahlah kalian ini. jangan semakin suram, Tian apa kamu gak ada kerjaan bawa Fadhil kesini..." pinta Rafly sambil melotot sedikit


"ba..baiklah. kenapa hari ini banyak api sih." ucapku kebingungan sendiri...


aku mendekati Fadhil yang sedang memakai jasnya.


"ayolah, jangan kaya gitu. yuk duduk, makanan ku sudah hancur oleh orang bodoh tadi. demi aku, mereka memasak untukku." ucapku meminta sedikit manja


"hmm... kamu (melihatku terlihat membara) iya aku akan ikut." ucap Fadhil menggandeng nya


"bagus ayo " aku menggandengnya dan menyuruhnya duduk di samping ku


"Wahh.... harum banget makanannya sepertinya enak. ngiler nih." ucap karyawan yang masih ada di kantor


Suara bel untuk melanjutkan kerja.


"akhirnya mereka pergi juga berisik sekali." ucap Rafly


"hmm..m karena itu aku tidak suka makan di kantin." jawab Fadhil


kami makan masing - masing...


aku di suapi Fadhil dan sebaliknya


"hey Tian kamu jahat, aku tidak bisa melakukan hal romantis karena Tiara tidak ada di sini." ucap Rendy


"ah oh hihihi... kabar dia gimana?" tanya ku


"dia baik baik saja. dia merindukan mu." ucap Rendy tersenyum


"oh kalau gitu bertemu sa...ja." ucapku melirik Fadhil


"jangan berisik saat makan. Sayang ayo makan, jika tidak, aku akan memakan mu disini." ucap Fadhil menghabiskan makanan nya


"da..dasar tidak tahu malu huh..!!! " ucap ku cepat makan


"oh yah aku lupa. apakah kau menaruh racun pada makanan ini?" tanya Fadhil membuat Rendy terdiam


"Fadhil , dia tidak mungkin melakukan hal itu percayalah." ucap Rafly


"kau kan sibuk memasak juga. dan.. istriku memakan kedua makanan kalian.sedangkan aku hanya memakan masakan Rafly." ucap Fadhil sinis


"heh... kalau memang aku memberinya racun. apa kau percaya ?" tanya Rendy balik sinis


"kamu...!!! " Fadhil menahan kesal


"apa?!!! " balas Rendy mereka saling tatap.


...***...


"master, ini gaun yang anda pilih." ucap bawahannya


"baik... simpan di kamar rias." ucap master alias Jackson


Di sisi lain...


aku di antar pulang oleh Agil karena takut kenapa napa, Fadhil ngoceh terus menerus untuk memeriksa ku ke dokter pribadi nya. tetapi aku menolaknya karena tidak apa - apa.


...***...


waktu malam pun tiba, begitu banyak bintang di atas langit juga bulan yang terang.


aku memakai gaun ungu yang sudah Fadhil siapkan.


"sayang sudah selesai?" tanya Fadhil


Fadhil menatapku tanpa berkedip, aku jadi salah tingkah sendiri.


"umm... apa yang kamu lihat?" tanya ku malu


"aku melihat bidadari yang turun ke bumi malam ini." ucap Fadhil berbisik padaku


"ka..kamu dasar gombal , sudah yuk berangkat." ucap ku


"baiklah sayang...Agil jalan" balas nya


"baik tuan."


"bboommmm...(suara mobil) "


sesampainya disana...


sebelum masuk ke acara, aku menunggu teman - teman dulu. tak lama mereka datang yang membuatku terkejut Sintia dan Ferdy mereka memakai baju couple.


"Tian... apa kamu sehat?" tanya Sintia memelukku


"ah tentu....aku baik baik saja." ucap ku


"heh San. tadi aku ke rumah mu aku bahkan nunggu kamu di luar satu jam, tetapi gak ada jawaban kalian semua ada dimana?" tanya Sintia pada Sandra sambil cemberut


"ummm jam berapa kamu di rumah ku?" tanya Sandra


"jam 12.00 siang deh kayaknya." ucap Sintia


"aku sedang berada di kantor Tian." jelas Sandra


"oh pantas saja. ya udah yu masuk."


kami semua masuk berpasangan.


aku tidak menyangka Jackson menyambut kami di depan pintu.


"selamat datang di rumah kecil ku. silahkan masuk." ucap Jackson melirik ku tetapi aku hiraukan saja. suamiku dan Jackson mereka saling tatap satu sama lain


Kami semua masuk dan di persilahkan duduk di tempat VIP.


"silahkan..." ucap karyawan dengan membungkuk


desain pesta ini mewah elegan juga membuat orang suka melihatnya hanya dengan satu warna yaitu putih.


Mereka menyiapkan wine paling mahal dan makanan yang enak. acara sudah di mulai saat itu...


"ukhumm... para hadirin semuanya selamat malam dan terima kasih atas kedatangan juga doa kalian di pesta ulang tahun ku ini. waktu masih panjang pesta di mulai, lakukan sesuai keinginan kalian... terima kasih." ucap Jackson pada semua hadirin


Dia datang menghampiri meja kami, sebelumnya...


"baguslah kita berada di satu meja.." ucap Ferdy melihat sekitar


"yah lebih tidak menyangka aku berhadapan dengan orang bodoh ini (pada Rendy)." ucap Fadhil suram


"tahukah kamu Tiara, ada orang yang tidak tahu diri siang hari tadi. tetapi, aku tidak peduli mungkin karena dia bodoh." ucap Rendy pada Tiara di sebelahnya sedangkan Tiara hanya terdiam tersenyum kecil ingin tertawa tetapi menahan nya saja lebih baik


"kamu...!!!! (menahan kesal)" ucap Fadhil


Mereka saling bertatapan seperti arus listrik


"ingin rasanya aku menyekap mereka berdua dan mengurung mereka berdua untuk berbicara satu sama lain... aku lelah melihat mereka berkelahi seperti ini terus..." gumam Rafly yang hanya menghela nafas melihat mereka berdua


"Fadhil, cukup ..." ucapku senyum manis tapi sedikit mengancam


"humm... baiklah. sayang ini kue tart kesukaan mu makanlah atau aku suapi?" tanya Fadhil


"umm boleh aaa..." ucapku

__ADS_1


"dasar tukang umbar romantis." ucap Ferdy ingin seperti kami hanya saja malu


"kau ingin seperti Fadhil namun tidak berdaya." jelas Rafly senyum tertawa


"Diam kau !!!..."bentak kecil Ferdy , melihat reaksinya, Sintia tertawa


"ngomong - ngomong apakah kalian sadar , Rendy dan Fadhil melakukan hal yang sama." ucap Rafly membuat mereka melihat satu sama lain, seketika mereka menyimpan garpu kuenya.


teman teman ku yang lainnya tertawa...


"diam kalian semua, jika tidak.." ucap Fadhil di sela


"jika tidak apa?" tanya Rafly merangkulnya


"maaf mengganggu waktunya. bolehkah saya bergabung?" tanya Jackson tiba - tiba


"ah silahkan kamu kan tuan rumahnya." ucap Sintia


"baiklah..(duduk di sebelah ku dan tersenyum)" jawab Jackson


melihat kondisi ini Fadhil semakin buruk...


"tenanglah... " bisik Rafly


"aku tahu.." jawab Fadhil


"um... aku kemari ingin memberi hadiah pada semuanya khususnya pada nona Tian." ucap Jackson blak blak kan.


"a..aku? tapi kenapa?" tanya ku kebingungan melihat sekitar


"karena kamu cantik bagiku. ini...(memberikan wadah berbentuk kotak) bukalah." ucap Jackson


"umm aku tidak bisa menerima ini.." ucap ku langsung


"aku memberi ini untuk berterima kasih karena sudah mau datang kemari. terimalah.. aku mohon.." ucap Jackson


"ummm (melirik yang lain terakhir Fadhil dengan mata sinis padaku) hufft...baiklah terima kasih." ucap ku


"yap sama sama." ucapnya


"bagaimana kalau main permainan. siapa yang kalah dia harus minum satu gelas wine ini." ucap Ferdy


"boleh.. aku yang memberi peraturannya. ini permainan perintah dan pertanyaan yang masuk akal. jika tidak bisa melakukan salah satu itu, dia harus melakukan apa yang di inginkan orang pertama. kedua, bagi wanita cukup meminum sampai 3 kali saja. " ucap Rafly


"baiklah setuju... mulai.." ucap semua


Sintia memutar botol wine yang kosong, ternyata tertuju pada Rendy.


"biar aku saja." ucap Fadhil semangat ingin balas dendam


"silahkan.." jawab Rendy


"mengapa kau meninggalkan ku waktu itu?" tanya Fadhil membuat semua kebingungan , Rendy tidak bisa menjawab sehingga terdiam


"aku tidak bisa jawab. hukumannya." tanya Rendy membuat Fadhil kesal


"ternyata kau memang tetap bajingan dulu. minum wine ini 3 gelas sekaligus." pinta Fadhil sinis


"baiklah...(minum langsung).."


aku hanya menganga melihat mereka berdua


"baiklah giliran ku..." ucap Jackson


botol berputar tak lama botol itu tertuju padaku


"wah.. Tian..., aku ingin bertanya sesuatu padamu." ucap Jackson


"apa itu..." tanya ku


"gelang mu cantik sekali. kamu dapat darimana?" tanya nya


"umm ini ... (aku bahkan tidak ingat) umm..."


"aku yang memberinya kenapa?" ucap Fadhil mereka saling tatap


"wah sayang sekali aku ingin nona Tian yang menjawab pertanyaan ku. karena nona Tian tidak menjawab, jadi aku akan memberimu hukuman..." ucap Jackson


"hu..hukuman?"


"aku membantunya menjawabnya." jelas Fadhil


"tidak bisa. baiklah pengawal..."


Mereka berdatangan dan membawa gaun putih yang indah itu.


"aku ingin kamu pakai baju ini dan foto bersama dengan ku." ucap Jackson tersenyum


"itu... berlebihan aku tidak bisa." jawab ku tegas


"istriku pintar juga..."gumam Fadhil


"bukannya hukumannya cukup wine saja?!" tanya Rafly


"tetapi dalam peraturan orang yang bertanya tidak ada aturan untuk tidak boleh melakukan apapun bukan?" ucap Jackson


"aku lupa dia cerdik..." gumam Rafly


melihat keadaan...


"um baiklah aku pakai..." ucapku beranjak dari kursi dan melirik Fadhil agar percaya padaku kalau aku bukanlah orang yang mudah di bodohi


beberapa menit kemudian...


aku di bawa oleh Jackson dan kami berfoto bersama seperti orang yang mau nikah saja.


"kami ikut.."ucap Fadhil dan Rafly barengan


"tidak bisa, aturan pertanyaan ini aku yang buat. tunggu sebentar tuan muda Fadhil saya pinjam dia sebentar. mari..(padaku)" jelas Jackson


"ummm (melirik Fadhil mengangguk) baik."


kami berfoto dan aku meminta pada Jackson melakukan potret sebentar saja. kami kembali lagi ke tempat duduk dan bajuku sudah ganti...


tetapi, berhubung waktu sudah malam. kami berpamitan...


"senang sekali bisa bermain bersama kalian semua. kita akan bersama lagi lain waktu" ucap Jackson


"iya sampai jumpa.."


Di perjalanan menuju rumah.....


"Tian dia bukan orang biasa." ucap Fadhil


"humm (mengiyakan) aku tahu. maaf tadi aku berbuat sesuka ku." ucap ku menunduk


"tak apa. karena aku akan menghukum mu malam ini." ucapnya melipat tangannya


"a..apa?! humppt jahat sekali." ucap ku


sesampainya di rumah dia menggendongku langsung ke kamar.


"Tian... aku menginginkan mu.." pinta Fadhil


"ummm... tunggu sebentar.."


"Dia ini cemburu apakah harus seperti ini..?!!!!" gumam ku


__ADS_1


__ADS_2