
Acara yang dinantikan akhirnya tiba...
"nona.. anda sangat cantik." ucap penata gaun
"ah terima kasih... "
"halo wahhhh sahabat ku cantik banget." ucap Sandra datang membawa hadiah istimewa untuknya.
"Sandra..!! (senang) aku kira kamu tidak akan datang." ucap Sintia saling berpelukan
"gak mungkin dong..."
"apa Tian akan datang?" tanya Sintia menunduk malu sendiri
"hmm entahlah, sudah lama aku hilang kontak dengannya. handphone ku saja di ambil lagi oleh Rafly." jelas Sandra tidak senang
Acara pun berlangsung lama...
mereka mengikat janji satu sama lain. setelah itu, mereka berciuman untuk pernikahan mereka.
Sintia mencari ku di sekelilingnya...
"Apa... Tian gak akan datang yah...?!" gumam Sintia sedih
"silahkan tuan muda sebelah sini.." ucap pelayan
"terima kasih ayo sayang..." ucap Fadhil
"ah itu Sintia. aku kesana dulu yah.."
"aku ikut."
"tidak perlu cukup melihat ku dari kejauhan boleh kan, nanti sahabat ku malu bila ada kamu." jelas ku
"huft.. baiklah aku mengalah tapi setelah ini kembali padaku." ucap Fadhil
"kenapa sih Fadhil kok posesif banget sekarang. apa ada yang dia sembunyikan dariku?" gumam ku kebingungan
Aku berjalan pergi dan..
"akh...!!! (di tabrak orang)"
"ah tidak!!! jangan sampai aku terjatuh jika tidak bayiku...!!! " gumam ku menutup mata
Seketika Fadhil berlari padaku namun...
"Kau tidak apa - apa?" tanya Jackson menyelamatkan ku
"hmm? Jackson?! ah terima kasih (bangun)"
"sama sama... baju mu basah." ucap Jackson melihat bekas tumpahan air oleh orang yang menabrak ku ternyata itu Sandra.
"umm iya yah " jawab ku melihat diri sendiri
"Ti..tian maaf aku tidak sengaja ,aku tadi tidak lihat.." ucap Sandra segera membawa tisu
"bisa perhatikan jalanmu jangan sampai mata mu itu melihat handphone yang kau genggam." jelas Fadhil menarik ku
mereka berdua saling tatap...
"su...sudah Fadhil aku tidak apa apa." ucapku malu dilihat banyak orang
"ah iya, karena bajumu basah, aku membawa gaun untuk teman pesta ku sekarang, tetapi dia tidak datang. jika tidak keberatan, aku memberikan gaun ini padamu." ucap Jackson menepuk tangan memberi isyarat
"gaunnya indah sekali tetapi ini kan untuk teman mu." ucap ku
"tidak apa itu milik mu sekarang. pakailah..." kata Jackson memberikan
"umm... baiklah terima kasih. Fadhil aku ke kamar ganti dulu yah." ucapku
"cepat dan hati - hati jalannya." ucap Fadhil menatap Jackson
Setelah aku pergi mereka berdua sibuk beradu mata...
"terima kasih untuk gaunnya. tetapi, aku rasa ini tidak di sengaja, kau menyiapkan skenario ini bukan." ucap Fadhil menusuk hati
"apa maksud tuan muda menyinggung ku. aku sama sekali tidak mengerti." jawab Jackson menatapku berjalan pergi
"heh.... orang bodoh saja bisa tahu siapa dalang dari skenario ini. kau pikir aku bodoh?! jangan pernah berharap apapun darinya. karena dia hanya milik ku." ucap Fadhil pergi kepada Sandra yang sibuk ngobrol dengan Sintia
"Sandra, aku ingatkan dirimu jangan pernah berpikir untuk menyakiti istriku lagi. dengan caramu seperti itu apa tidak memikirkan akibatnya?!! hhmm?! aku bisa saja membunuhmu saat itu. berhati - hatilah, kau tidak bisa lepas dari genggaman ku." bisik Fadhil berjalan menjauh
Sandra terdiam membeku akan ucapan Fadhil tidak tahu harus berbuat apa. sedangkan Rafly sibuk berbincang dengan para investor.
"San, apa Fadhil tahu kalau kamu dalangnya?"
"umm iya dia tahu." jawab Sandra menunduk
"terus gimana." tanya Sintia
"aku gak...(melihat ku dari atas tangga)tahu"
"Wah nona muda sangat cantik... " ucap orang lain
"Tentu saja majikan ku itu selalu cantik." ucap Lia sekretaris Fadhil
"hatiku tergerak olehnya." ucap pria terdengar oleh Fadhil
"memang benar, gaun itu cocok untuknya dia terlihat cantik sekali ...."gumam Jackson puas
"Fadhil bagus tidak?!" tanya ku sudah berada di dekatnya
"cantik. tapi gaunnya tidak cantik." ucap Fadhil
spontan cemburu
"huhum...(tertawa kecil) nak, lihatlah ayahmu dia pencemburu." ucapku mengelus perutku
"Kenapa?! semua memandang padanya bukan padaku?! padahal ini acara spesialku."gumam Sintia sudah menyimpan kecemburuan tersendiri padaku karena Ferdy dekat dengan ku.
"Sintia ayo kita ke Tian dan Fadhil." ucap Ferdy menggandeng Sintia
"oke..."
"aku kira kalian tidak akan datang. tetapi, kalian datang disaat acara ku sudah selesai." ucap Ferdy
"oh jadi kau mengusirku sekarang karena aku terlambat?." jawab Fadhil
"ah..maaf ka...kami pergi ke luar kota jadi sedikit terlambat." jelas ku menyenggol Fadhil
"Tian kau cantik sekali " ucap Ferdy spontan
"iya istriku memang cantik." jawab Fadhil merangkul ku
"tapi, malam ini pengantin ku sangat cantik bukan." ucap Ferdy memandang Sintia
"ternyata Ferdy tetap memandang ku. aku sudah salah paham pada Tian" gumam Sintia memandang ku
__ADS_1
"tentu istrimu memang cantik, pintar. dia adalah sahabat ku." ucap ku
"yah kau benar."
"umm...(teringat) ini hadiah kecil dari kami ambil lah." ucapku
"baik terima kasih Tian. umm... aku..ingin berbicara padamu secara pribadi." ucap Sintia
"umm? oh oke...ayo pergi" ucapku berbalik badan tetapi Fadhil menarik tangan ku
"tidak boleh. ini sudah malam, ayo pulang." ucap Fadhil memangku ku
"hey !!! Fadhil malu di lihat orang !!! " bentak ku
"sungguh pencemburu tingkat akut..." gumam Jackson sambil minum
Rafly memandang kami dari tadi... seperti sedang mengamati orang saja. tetapi, Fadhil mengetahuinya saat kami pulang mereka berdua saling tatap tanpa aku ketahui dan pergi begitu saja tanpa saling sapa.
"memang benar, Fadhil menjauhkan aku dari Tian. sangat...jauh.."gumam Rafly
aku memperhatikan mereka berdua , tidak hanya mereka. akhir akhir ini sikap Fadhil sangat aneh.
"ada apa yah diantara kami sebenarnya. aku merasa Sandra menjauh dariku . semuanya
ada apa ini?!" gumam ku
Fadhil membawa ku ke vila pribadinya seperti biasa.
Dia membawa ku ke halaman belakang...
"Fadhil tenanglah.." ucapku merangkulnya
"memangnya aku kenapa?" tanya Fadhil
"apa yang terjadi antara kamu dan Rafly?" tanya ku membuatnya terdiam
"Fadhil jujurlah padaku..."
Dia menurunkan ku di atas sisi kolam renang. kami berdua ada disana sambil main air. Fadhil masih belum menceritakan yang sebenarnya.
"Rafly yang menyebabkan kamu di culik." ucap Fadhil
"ma..maksudmu?" tanya ku bingung
"waktu itu kamu di culik dan tak sadarkan diri. kamu ditolong oleh Jackson. hari itu, aku juga di jebak. saat aku sadar, aku berada di dalam sumur kering." jelas Fadhil
"hmmm seperti itu yah. kenapa dia melakukan hal itu." tanya ku
"Dia ingin memberikan mu pada orang lain. aku sudah menangkap mereka. orang yang ingin mengambil mu itu dia saudaramu Evan. saudara dari ibumu. apa kau mengenalnya?" tanya Fadhil
"Evan?! umm..(mengingat) hhaaaa.....(kaget) Fadhil dia...dia... dia anak paman ku." ucapku terkejut takut
"hmmm sudah ku duga.." ucapnya berpikir
"Fadhil, kira kira apa yang dia inginkan dariku?" tanya ku
"hmm... entahlah aku tidak tahu. ia bilang hanya ingin menyelamatkanmu." ucap Fadhil
"hmmm... Fadhil sejak kecil saja dia itu suka jahil padaku."ucap ku sampai Fadhil teringat sesuatu
"apa yang dia lakukan padamu dulu?"
"itu kan dulu. mungkin sekarang dia baik. umm dia dimana sekarang? eh bukannya kamu bilang dia ditangkap olehmu?" ucapku
"aku sudah melepasnya."
"kau tidak marah padaku?" tanya nya
"tentu tidak. lagipula aku tahu maksudmu kau ingin melindungi ku agar aku tidak stres bukan... aku selalu percaya padamu apapun yang terjadi aku akan selalu percaya padamu."ucapku memegang wajahnya
Seketika Fadhil turun dari duduknya ke kolam renang.
dia menciumku begitu pun aku...
"Tian boleh kah aku.." ucapnya meminta hal biasanya itu
"hmmm...baiklah." ucapku mengiyakan
"aku tidak akan menyakitimu tetapi membuatmu nyaman." ucap Fadhil memulai aksinya..
...***...
Saat Sandra dan Rafly sudah pulang ke rumah. Rafly terus mondar mandir. entah apa yang harus dia lakukan....
Jika Rafly pergi Sandra dalam bahaya karena Fadhil. tetapi , di balik itu Rafly ingin menjelaskannya padaku agar tidak salah paham. namun, kami sudah di batasi oleh dinding yang tinggi.
"Rafly bisakah kamu duduk." ucap Sandra yang dari tadi lihat Rafly seperti itu
"tidak bisa. aku harus menjelaskannya kalau aku tidak melakukan hal itu. dan kau Sandra, semua gara gara kamu. aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. di kantor saja aku sulit bertemu Fadhil, di luar pun sama. kecurigaan dia terhadapku semakin dalam." jelas Rafly
"memangnya apa yang kau lakukan." tanya Sandra
"kau tahu setelah rencana bodoh mu untuk menyakiti Tian. aku yang menyelamatkannya tetapi... sudahlah. kau tidak akan mengerti."
"jadi kau menyalahkan ku?!"
"kalau bukan kau siapa?"
"aku melakukan itu hanya kesal saja. "
"bisakah bicarakan baik baik. Sandra aku kecewa padamu... untuk sementara kamu diam di rumah ayah ku dulu melindungi diri dari Fadhil. dia bukanlah tandingan mu tapi akulah tandingannya." jelas Rafly menyiapkan koper memasukan semua baju Sandra
"apa kita pergi tengah malam?"
"iya...ayo..."
"tunggu Rafly apakah itu berarti kau meninggalkan ku karena kesalahan ku."
"tidak, aku akan segera kembali."ucap Rafly mencium kening Sandra
"hmmm baiklah.. hati - hati maafkan aku."
...***...
Pagi telah tiba...
Saat aku membuka mata ku. Fadhil sudah tidak ada di sisi ku.
Dia sedang berbicara dengan seseorang di telepon. tetapi aku tidak bisa mendengarnya...
dalam telepon
"apa sudah ada pergerakan?" tanya Fadhil
"ada tuan muda. Nona Sandra di bawa pulang ke kediaman."
__ADS_1
"heh... ingin menyembunyikan hal ini dariku yah." ucap Fadhil berbicara sendiri
"tuan muda saya harus pergi ke kantor. Calvin sudah menunggu saya." ucap Agil
"maafkan aku kalian jadi repot. aku akan datang hari ini ke kantor. kami sudah pulang " jelas Fadhil
"tidak apa tuan muda."
"apa kalian semua baik baik saja?" tanya Fadhil merasakan firasat buruk
"kami baik baik saja." ucap Agil
"sudah dulu istriku bangun." menutup telepon
"Fadhil ada apa?" tanya ku mengucek mata ku
"hhmmm tidak ada sayang. kamu tinggal di sini dulu yah. aku ke kantor sebentar."
"tapi disini tidak ada siapa siapa."
"bawa saja orang yang kamu percayai."
"hmm...(berpikir ingat Tiara)"
"Ting...tong.."
"aku buka pintu dulu." ucapku
Pelan - pelan menuruni tangga dan membuka pintu..
"siapa?" tanya ku ternyata adik ku
"kakak..." ucapnya tersenyum
"ah kamu datang, barusan kakak memikirkan kamu lho huhum ~ yuk masuk " ucapku menarik tangannya
"sayang, siapa?" tanya nya
"ini adik ku selama kamu bekerja aku ingin dia yang menemaniku boleh yan." ucapku meminta
"Tidak ada yang ku percaya pada siapa pun saat ini...apa yang harus ku lakukan." gumam Fadhil terdiam
"Fadhil..." aku memanggilnya
"kakak, aku...aku rasa tidak baik memaksanya."
"boleh..." jawab Fadhil
"sungguh? terima kasih.." ucapku memeluknya
"kakak aku haus.." ucapnya manja
"bentar yah, aku ambilkan duduklah dulu." ucapku pergi
Mereka berdua saling tatap satu sama lain...
"kakak ipar, aku ingin kau bekerja sama denganku." ucap Tiara
"kenapa aku harus melakukan itu?" tanya balik
"ini demi kakak ku." ucap Tiara
"langsung intinya....."
"pertama, biarkan aku berada di sisi kakak ku sampai ia lahiran." ucapnya
"oh dengan begitu kau akan mengambil anak ku dan pergi kabur?" tanya Fadhil membuat Tiara tertegun
"bukan. kau selalu salah paham padaku."
"bagaimana tidak salah paham. luka yang kau berikan pada kakakmu itu membekas di dalam hatiku. tak sedikit pun aku mempercayaimu" jelas Fadhil
"huft.. begini saja, pertama aku mina maaf untuk kesalahan ku. kedua, jika aku ingin menyakitinya lagi, kau bunuh aku hari itu juga. aku tidak akan kabur darimu. bahkan Rendy juga tidak bisa menghalangi mu."
"aku tidak puas akan kesepakatan ini." ucap Fadhil pergi
"kalau gitu kau mau apa?! agar kau menyetujui aku berada di samping kakak ku." ucap Tiara
"Aku akan menyimpan alat pelacak juga perekam padamu. dengan begitu, lebih mudah untuk ku untuk membunuhmu jika terjadi sesuatu." pinta Fadhil memancingnya
"aku setuju" jawab Tiara spontan
"sebegitu nekadnya ingin mendekati mangsa mu yah?" tanya Fadhil semakin salah paham
"aku hanya ingin melindungi kakak ku." ucap Tiara serius
..."sepertinya kali ini dia tidak main main.. tetapi bukan berarti aku bisa mempercayainya begitu saja. aku ingin lihat dulu ke depannya..." gumam Fadhil menatap Tiara...
"Baiklah. tunggu aku pulang dari kantor. kau pergi ke ruangan kerja untuk siap memakai apa yang aku katakan tadi." ucapnya
"oke..."
"waahhh kalian serius sekali . Tiara ini minuman kesukaan mu." ucapku
"wah kamu selalu ingat apa yang ku suka..(slrup) ummm enak sekali." ucap Tiara
"huhum... tentu.."
Seketika wajah Tiara murung..terdiam...
"Tiara ada apa?" tanya ku
"hmm... Kak, Rendy meninggalkan ku dia pergi bersama wanita lain. aku tidak pantas untuk bersama lagi kan. " jelas Tiara
"lalu kamu tinggal dimana? sejak kapan kamu pergi dari rumahnya." ucapku khawatir
"hmmm... kemarin. aku... aku tidur di taman hehe..." ucapnya malu
"PHAKKK....!!!! " ( memukul bahunya)
"AWWHHHH KAKAK !!! Sakit tahu.."
"hmmmpppttt.... apa kamu pikir , di dunia ini kamu hidup seorang diri Tiara?"tanya ku
"aku....tidak. aku hanya malu jika ke rumah kakak untuk menumpang hidup." ucap Tiara
"huh !!! aku ini kakak mu. kau tinggal lah bersama ku." ucap ku
"tapi...(melirik Fadhil tidak senang) "
"Fadhil aku mohon biarkan yah dia saudaraku." ucapku meminta
"huft.... baiklah. asal janji padaku, kemana pun kamu pergi, kamu harus bersama dengan adikmu." ucapnya selalu khawatir
"beres beres... yeeaayyyyy... Tiara ayo ikut aku ke kamar mu."
"kamar dia di ruang tamu." ucap Fadhil sedikit membentak
__ADS_1
"ba...baiklah. (menakutkan) Hati - hati di jalan sayang..." ucapku