
"Hentikan...!!!!!!" teriak ku terdengar oleh semua orang di lapangan.
Jackson langsung bangkit dari tempat duduknya. ia langsung menghampiriku. sedangkan aku, aku mendekati mereka semua. aku memakai baju tertutup lalu aku buka dan dipakaikan kepada kedua sahabatku.
Aku mengambil senjata api para gigolo itu lalu melemparnya...
"Hentikan semuanya !!! simpan senjata kalian atau aku.." ucapku memegang pisau dengan tangan kanan ku di pergelangan tangan kiri ku untuk mengancam mereka.
"Tian... jangan main - main ayo simpan senjata mu." pinta Jackson sudah berada di belakang ku
"apa yang kau lakukan Jack? apa semua ini?! kau bohong padaku !!!" bentak ku sambil menangis
"kau tidak tahu siapa mereka." ucap Jackson menunjuk ke empat tawanan itu.
Aku berlari dan membuka kan penutup wajah mereka. air mataku menetes saat melihat Fadhil sudah lemas...
"Fa...Fadhil... kamu...masih hidup syukurlah." ucap ku memeluknya
"Tian sayangku.. aku baik - baik saja. maafkan aku tidak bisa melindungi mu." ucapnya tersenyum sambil menangis haru
"sudah jangan bicara lagi aku akan membuka rantainya." ucapku memegang rantai itu
Jackson tidak suka akan sikap ku tadi, ia menarik ku.
"Tian cukup !!!" ucapnya menarik tangan ku
"diam ....plak...!!!!"
Jackson terkejut terdiam karena sifat ku.
"Tian... apa yang kau lakukan?" tanya nya memegang wajah yang ku tampar
"seharusnya aku yang tanya padamu Jack. apa yang kau lakukan di belakang ku. apa mungkin... kau sudah menyadarinya?!" tanya ku menangis
"iya aku sudah menyadarinya sejak awal. aku menghukumnya karena..." jelasnya belum selesai
"karena apa? karena mereka musuh mu!!! apa kau tidak lelah terus menerus seperti ini tidak bisa kah dibicarakan baik - baik." bentak ku
"Tian sadarlah, Fadhil merebut dirimu dariku !!! dulu kau pergi kembali ke negaramu karena kau sudah punya teman yang baru yaitu dia..!!!" bentaknya kesal mengepal tangannya
"apa maksudmu? jadi... kalian saling mengenal saat kecil? jadi... selama ini.. kalian itu... musuh sejak kecil karena aku?" tanya ku tidak tahu selama ini
"iyaa karena dirimu.." jawabnya
"Jackson kau pikir jika aku tidak mengenalnya apakah aku akan menikah denganmu?" tanya ku
"iya kau akan menikah denganku. ayahmu sendiri yang menyerahkan dirimu padaku." ucap Jackson menunjuk dirinya sendiri
"oh... jadi kau ingin bersama ku karena ucapan ayahku? Jack kau mencintaiku bukan karena cinta tapi karena untuk menghormati ayahku. aku putuskan sekarang, aku tidak akan menikah denganmu dan lepaskan mereka...!! " bentak ku menunjuk ke belakang
"aku tidak akan pernah melepaskan mereka Tian. dan... ketahuilah satu hal kau adalah takdirku." ucap Jackson berjalan pergi
"aku bukan takdirmu !!" teriak ku
__ADS_1
Aku langsung mendekati Fadhil dan melepas rantai sebisa mungkin. beberapa lama kemudian...
"Tian, aku jamin jika kamu melawanku mereka akan tiada hari ini di hadapan mu." ucap Jackson membuat ku terdiam
"kau ingin membunuh mereka?!" tanya ku menengok ke belakang
"iya jika perlu." jawabnya membuat ku gemetar
"baiklah kalau gitu..."
Aku mengambil senjata api dan memberikannya pada Jackson.
"ini... tembak aku sekarang !!! jika kamu benar - benar mencintaiku ayo bunuh aku !!! aku tidak bisa membiarkan mereka menjadi korban karena aku !!! lebih baik aku saja yang mati. dengan begitu aku bukan milik mu juga bukan milik Fadhil. CEPAT BUNUH AKU !!!" Bentak ku kesal menghalangi mereka
"Tian... kemarilah ayo... jangan berbuat bodoh." pinta Jackson bersikap lembut padaku
"kau yang berbuat bodoh Jack bukan aku !!" bentak ku
"ukh...."
Jackson mengangkat senjata api itu dan mulai menekannya. Aku takut mendengar suara senapan itu aku memejamkan mataku dan setelah suara itu hilang aku membuka mataku lalu melihat semua temanku. aku semakin terkejut ternyata Jackson benar - benar melakukannya.
"Jack kau keterlaluan..!!!" bentak ku
"kau yang membuat ku seperti ini Tian. jika kamu melawan ku mereka yang akan menanggung akibatnya karena apa? mereka adalah kelemahan mu dan menjadi kekuatan ku." jelasnya memegang dagu ku
Aku tidak mendengar ucapannya aku mendekati Fadhil.
"Fadhil bertahanlah...hiks...hiks..." ucapku menahan bagian tubuh yang tertembak juga berlumuran darah oleh Jackson tadi.
"ummm..." aku mengiyakan memegang tangannya
Aku tidak hanya melihat dia saja aku melihat kondisi Rafly , Ferdy, dan Rendy... terlebih lagi Alvian dan Calvin mereka sangat lemas dibandingkan yang lain.
"lepaskan dia Tian atau aku akan menembaknya lagi." ucap Jackson mengancam ku tidak suka menangis dihadapan mereka.
"Jackson kau sangat kejam." ucapku menatapnya
"sudah ku bilang, aku akan seperti ini jika kamu melawanku." ucapnya senyum licik
Aku terdiam sepenuh mati entah apa yang harus ku lakukan. aku tidak bisa melihat mereka tersiksa karena aku.
"jika aku terus melawan mu apa yang akan kau lakukan beritahu aku!!!" bentak ku
"baiklah dengarkan aku sayang, jika kamu melawan ku, aku akan kebiri mereka lalu aku jadikan mereka pelayan ku. lalu, kedua sahabatmu , salah satu dari mereka sedang hamil biarkan dia melahirkan dulu. lalu, aku akan membawa mereka menjadi penari kerajaan dan bersedia melakukan apapun." ucap Jackson sambil melihat kedua sahabatku
Aku terkejut setengah mati , aku ingin marah melawan padanya namun aku tidak bisa. aku hanya bisa menangis dan meratapi nasib ku sendiri. aku melihat mereka satu persatu , aku hanya bisa menatap pilu pada mereka.
"jika aku menurutimu, apa kau akan mendengarkan keinginan ku?" tanyaku pada Jackson
"tentu... akan aku lakukan untuk kebahagiaan mu tapi bukan untuk melepaskan mu." ucapnya
"kalau gitu, aku akan menurutimu. jika kau melepaskan mereka semua dan... biarkan mereka pulang ke negaranya dengan selamat. jangan biarkan, mereka melihat ku begitu pun aku. aku ingin menyaksikan kepergian mereka..." ucapku berhadapan dengan Jackson
__ADS_1
"Tian apa yang kau katakan..!!" ucap Fadhil tidak percaya semua ini
"maafkan aku...Fadhil... tapi... aku tidak bisa melihat mu seperti ini, aku tidak bisa melihatmu tersakiti karena aku... tidak bisa.." ucapku tersungkur menangis
"Cih...!!! Jack , musuh mu adalah aku sejak dulu jangan libatkan siapa pun." bentak Fadhil tidak terima
"aku tidak melibatkan Tian. tapi, dia ada diantara kita sejak dulu. dan dia adalah milik ku, kau merebutnya dariku." ucap Jackson mendekatiku
"sudah ku bilang, aku tidak merebutnya darimu !! " bentak Fadhil
"baiklah Tian, ayo kita kembali ke istana. jangan menangis untuk orang yang tidak penting bagimu. karena... air matamu itu berharga bagiku." ucap Jackson kembali lembut
"Jack, biarkan aku menemui mereka untuk terakhir kalinya." ucapku
"baiklah... aku tunggu disini.." ucapnya
Aku mendekati Fadhil...
"Tian aku tidak rela. kau istriku...!!!" ucap Fadhil
"aku tahu.. maafkan aku... aku hanya ingin kamu hidup aman....hiks..hiks... aku mohon maafkan aku.." ucapku melepaskan genggaman tangannya
"aku tidak mau hidup tanpa mu Tian sayangku....Tiiiaaaaannnnnnnn" teriak Fadhil
Aku berjalan mendekati Alvian juga Calvin...
"Alvi, terima kasih sudah merawat ku. kau...(tersendu - sendu) kau teman curhat ku tolong rawat Fadhil...maaf..." ucapku
"Calvin... terima kasih sudah menjadi kepercayaan ku. maafkan aku..." ucapku menunduk menahan tangis
lalu, aku berjalan lemas mendekati Rafly dan Ferdy.
"Tian apa yang lakukan ini salah. aku tidak setuju." ucap Rafly sudah memegang wajahku
"aku tahu... aku...aku hanya tidak punya cara lain lagi. aku tidak ingin kalian terus tersakiti...kamu... sudah seperti saudaraku. dan kau Ferdy... kau pahlawan ku...terima kasih sudah menyelamatkan ku saat itu... maafkan aku." ucapku melepaskan genggaman tangan mereka.
"apa kau ingin meninggalkan Fadhil sendirian?" tanya Ferdy membuat langkah ku terhenti seketika. lalu, aku pun melanjutkan langkah ku
Terakhir... aku berjalan pada kedua sahabatku...
"hmm... kalian bebas sekarang. aku... tidak akan menyakiti kalian lagi... aku sudah memaafkan perbuatan kalian. kalian tahu, aku menyayangi kalian berdua. tapi, kalian mengecewakan ku, aku butuh waktu utnuk menenangkan hatiku yang hancur berkeping - keping , pikiran ku. selamat tinggal..." ucapku menahan tangis karena aku masih marah pada mereka dan berjalan pergi.
mereka berdua menangis pilu akan kepergian ku mereka berlari padaku dan memeluk ku.
"maafkan aku Tian maafkan aku...hiks...hiks..." ucap mereka
Aku hanya diam perlahan air mataku menetes aku sudah tidak bisa menahan bendungan air mataku lagi. aku memeluk mereka dan tak lama aku melepaskannya karena Jackson sudah menunggu ku lama.
"lepaskan mereka bawa ke istana kita menjamu mereka untuk terakhir kalinya." perintah Jackson
"baik yang mulia...." ucap para pelayan
"ayo permaisuri ku kau harus dandan cantik.." ucapnya menggandeng tangan ku
__ADS_1
"humm..." aku mengiyakan