
sampai tujuan.
saat disana aku baru sadar bahwa Pak Fadhil membawaku ke acara pesta, pantas saja aku harus memakai gaun. Tetapi, aku penasaran untuk apa aku dibawa kesini. lalu aku pun bertanya.
"Pak.." Ucapku
"Tian. bisakah kamu bekerja sama denganku malam ini?" Ucapnya yang membuatku kebingungan.
"Umm..Tunggu, ini kan hari bahagiaku jadi aku kan..." Ucapku yang belum selesai dia menyela kata-kataku
"Tian, aku tahu seharusnya ini hari baikmu dan maaf aku mengambil kesempatanmu. Tetapi, aku tidak punya cara lain dan membutuhkanmu malam ini. jadi, maukah kau bekerja sama denganku. " Ucapnya sambil memegang wajahku dengan tangannya yang lembut dan besar.
" Kerja sama apa?" Ucapku yang sedikit tersipu malu.
" Berpura- puralah kamu menjadi istriku. Kamu tahu sendiri kan kalau istriku mirip denganmu. aku tidak akan memaksamu , belum terlambat jika kamu tidak ingin melakukannya. " Ucapnya.
"apa alasan bapak ingin aku melakukan itu?" Ucapku yang makin penasaran.
"Karena.. Ayah ibuku ada disini dan salah satu dari saudara ibu ayahku ada disini. aku selalu mengatakan pada mereka kalau istriku baik - baik saja. Dalam hal rumit ini, hanya adikku yang tahu kebenarannya. " Ucapnya sambil menatapku dengan serius.
"haaihhh... baiklah. (dalam hati ) kenapa aku harus menjadi kembaran istrinya dan menjadikanku kambing hitam lagi huhu...aku sedih." Ucapku.
"Baiklah. apa kamu siap. jika sudah siap ayo kita kedalam " Ucapnya
"Umm.. sudah. "
kami pun mau masuk tetapi ada sesuatu yang belum pas.
"Hmm bapak. mereka akan curiga kalau kita tidak seperti pasangan."Ucapku yang polos.
"Hmm.. lalu apa yang akan kamu lakukan ?" Ucapnya sedikit penasaran namun diraut wajahnya terlihat senang.
"hmm.. aku gandeng tangan bapak deh." Ucapku
"Jangan panggil aku seperti itu disini juga. panggil aku sayang atau tidak baby atau honey. " Ucapnya dengan tersenyum licik.
"Aapaa?!Gak. Ayo masuk." Ucapku kesal.
"Kamu ini galak sekali. " Ucapnya sambil terkekeh.
...***...
Setelah masuk aku melihat sekitar begitu banyak para pebisnis dan orang kaya yang sedang berkumpul. Pesta malam ini adalah acara kerja sama perusahaan F2 dan perusahaan lain.
aku baru sadar, perusahaan F2 itu adalah perusahaan yang aku lamar tadi siang. Dengan begitu, ada kesempatan untuk melihat siapa direktur perusahaan itu. untuk mengurangi rasa penasaran aku pun bertanya ke Pak Fadhil.
"Pak, apa bapak tahu siapa direktur perusahaan F2?" Ucapku.
"Hm.. bukankah kamu besok akan wawancara disana. lihat saja nanti disana. lagi pula dia tidak ada disini. CEO F2 itu jarang memunculkan diri jika tidak terlalu penting baginya. Ayo ibuku melihat kita. " Ucapnya dengan tegas.
__ADS_1
"baik. " Ucapku.
kami menghampiri orang tua Pak Fadhil.
"Selamat malam.". Ucap Pak Fadhil.
"Selamat malam sayangku. aah istrimu semakin cantik saja. " Ucap Ibunya sambil melirik padaku.
"Ah.. terima kasih." Ucapku yang tersipu malu.
"Ayo kita makan bersama . Afy ibu membawa istrimu ke ruang makan yah kamu ngobrol saja dengan ayahmu bye~ "Ucap ibunya dengan penuh kasih sayang. aku hanya bisa tersenyum melihatnya. Ternyata Pak Fadhil punya nama panggilan sendiri Afy. hmmm... aku baru tahu.
"iya ibu." Ucap Pak Fadhil sambil melihatku. sedangkan aku hanya memberinya kode mengedipkan salah satu mataku bahwa aku akan baik - baik saja. Aku pergi bersama ibunya.
...***...
Ditengah keramaian pesta malam
"Nak, ayo berbicara denganku di tempat yang tidak terlalu ramai." Ucap ayahnya
"Baik." Ucap Pak Fadhil.
Setelah berapa jam aku menunggunya di ruang makan. ibunya pergi sebentar untuk berbincang-bincang dengan para temannya. akhirnya aku di tinggal sendiri. Hanya saja,
"hai, apa kamu sendirian kesini?." Ucap pria yang tidak aku kenal
"Tidak. aku bersama seseorang " Ucapku.
"Kau pikir aku ini wanita rendahan. Jangan sama kan aku dengan wanita yang sudah kau sentuh. minggir kau menghalangi jalanku. " Ucapku yang sangat kesal. Tetapi, dia menarik tanganku.
"Apa kamu tahu kamu sedang berbicara dengan siapa?" Ucapnya sedikit mengancam.
"di mataku semua orang sama. Lepaskan aku jangan keterlaluan. " Ucapku mengancamnya.
"Sudah terlambat." Ucap lelaki brengsek itu yang memelukku dengan paksa.
Tiba-tiba......
"apanya yang sudah terlambat?!" Ucap Pak Fadhil dengan membawa para bawahannya.
Dia menarik tanganku dan aku jatuh dalam pelukannya.
"Dasar wanita ******, satu pria saja tidak cukup. " Ucap pria brengsek itu.
"Kau bilang apa?!" Ucap Pak Fadhil reaksi wajahnya yang menakutkan. baru pertama kali aku melihatnya semarah ini.
Ketika seseorang melihat Pak Fadhil lalu ia langsung menghampirinya.
"Aah... maaf Tuan muda. ini salah kami karena tidak bisa mendidik anak kami. " Ucap salah satu Orang tuanya pria brengsek itu.
__ADS_1
"Urus dia dengan baik. jika aku melihatnya, jangan salahkan aku bersikap kejam. Dan kau harus tahu bahwa wanita ini adalah istriku." Ucap Pak Fadhil semakin marah. Seketika pria brengsek itu terkejut bahwa ia baru sadar kalau Pak Fadhil itu rekan kerja sama ayahnya , ia meminta maaf pada Pak Fadhil sambil gemetaran.
"enyahlah dari sini sebelum aku berubah pikiran. " Ucap Pak Fadhil , mereka pun pergi.
aku langsung lemas karena ini pertama kalinya aku diperlakukan serendah ini.
"Tian tenang lah aku ada disini." ucapnya memeluk ku
"bapak melanggar janji sendiri." ucapku tidak membalas pelukannya
"maaf, aku tadi membahas bisnis tak ku sangka membahasnya begitu lama." ucapnya mengelus kepala ku
"humm... " jawab ku singkat
"ini minumlah dulu..." ucapnya
aku mengambil air minum yang dia bawa dan aku meminumnya sampai habis.
"apa kamu sudah makan" tanya nya
"aku baru makan kue saja. ibu pergi menemui teman lamanya bahkan ia sampai menangis saking rindunya " jelas ku
"baiklah kita keluar dari acara ini. kita makan di luar." ucap nya
"tapi..." aku tidak mood
"sudah... jangan menolak ku. aku meminta maaf padamu dengan cara makan bersama ku." ucapnya
"hmm...baiklah, pria tadi itu siapa?!" tanya ku
"dia rekan kerja ku. bisnis nya meluncur naik akhir - akhir ini." jelas nya
"hmm..." aku mengiyakan
"jika kamu tidak suka, aku akan menarik kembali investasi ku di perusahaannya." ucapnya
"aku hanya dendam sama anaknya." ucapku masih kesal
"hmm... jadi kamu ingin memberinya pelajaran." tanya Fadhil
"iya, ah itu dia. dia pasti berjalan masuk bukan hmm !! akan aku balas dia disini." ucapku berjalan lebih dulu
saat pria tadi itu berjalan hampir dekat dengan ku. aku membuatnya tersandung.
"bruk !!! aduh !!!" ucapnya terjatuh
"hmmm !!! itu pembalasan ku." ucapku berjalan pergi
__ADS_1
...(penampilan Tian di pesta)...