Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
mulai bergerak


__ADS_3

"Jackson?!" ucapku mengulanginya dan bertanya tanya


"kak, apa dia tahu kakak hamil?" tanya Tiara


"hmmm entahlah aku lupa..." ucapku


"coba kamu pakai Tian bajunya bagus juga." ucap Sandra


"ummm... ah nanti saja, aku harus bilang dulu pada Fadhil. kapan dia pulang yah.." ucapku menatap ponselku


"sebenta lagi kok.." ucap Tiara


"hmmm... semoga saja." jawab ku tersenyum


di sisi lain...


mereka bertiga sibuk mendayuh rakit mereka memakai tongkat kayu untuk pulang. mereka berada di laut lepas tidak terlihat akan adanya pulau selain kediaman ku. tak berselang lama, Fadhil mendengar suara helikopter. ternyata pilotnya itu adalah Rendy...


"kalian naiklah..!!!" ucap Rendy perlahan menurunkan helikopternya untuk mempermudah mereka naik. tanpa pikir panjang mereka naik juga.


"pakai sabuk kita pulang secepatnya sebelum musuh datang." ucap Rendy


"oke..." jawb barengan


"bagaimana kau tahu kami ada disini?" tanya Ferdy


"dia ada di kediaman ku semenjak Tiara ku sekap." jawab Fadhil


"kau menyadari keberadaannya tetapi kenapa kau tidak tangkap. " tanya Ferdy


"dia menyelamatkan ku , aku... memberinya kesempatan." jawab Fadhil


"baguslah..." jawab Ferdy senyum.


mereka berbincang dan tertawa bersama...


di sisi lain...


kini, kandungan ku asudah mencapai 7 bulan. memang tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. aku tidak menyangka Calvin menghias rumahku sangat indah.


"ada apa ini?" tanya ku


"tutup matamu..." ucap Alvian bersama Calvin.


mereka mengantar ku ke taman belakang , Alvian membuka tali penutup mataku dan...


"Fadhil.....(senang dan menangis)"


"jangan berlari, sayang aku merindukanmu.." ucap Fadhil


"aku juga. kemana saja umm ? kamu tdaik menjawab teleponku chat ku. aku kira kamu meninggalkan ku dan mati." ucapku menangis


"maaf, aku pergi karena mendesak sayang, itu juga terpaksa. aku tidak sempat bilang padamu. kamu boleh menghukum ku." ucapnya


"tidak, tidak, tidak. dengan adanya kamu disini, aku sangat senang. lihat (mrnunjuk perutku) dia sudah besar dan selalu menendang nendang. " ucapku mengusap perut


"anak ku kuat dan sehat jika dia perempuan akan cantik seperti ibunya. jika dia lelaki, akan tampan seperti diriku." ucap Fadhil


"huhum... iya...(menghapus air mata) lain kali bawa aku kemana pun kau pergi..." ucapku


"aku tidak akan kemana - mana lagi . semuanya sudah selesai." ucap Fadhil


"hmm awas kamu berbohong."


"tidak..."

__ADS_1


Aku dan dia berciuman begitu lama melepas kerinduan saat kami berjauhan. kami mengabiskan waktu seharian bersama...


bahkan, Ferdy juga Rafly pun melakukan hal yang sama.


"Tok...tok...tok..." Alvian mengetuk pintu


"siapa?" tanya Fadhil


"ini aku Alvi.." ucapnya


Aku dan Fadhil pergi keluar...


"Tian, saatnya penyuntikan rutin." ucap Alvian menatap Fadhil padahal menyuntikkan penawar padaku.


"aku akan menemani mu." ucap Fadhil


"baiklah.." jawab ku suka


...***...


Hari sudah menjelang malam....


Aku meminta Fadhil duduk bersama ku untuk membicarakan sesuatu di kamar...


"Fadhil, apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya ku


"tidak ada..." jawab Fadhil berbohong


"Fadhil, jangan menutupinya. aku tahu kamu khawatir padaku beberapa bulan lalu. Aku mendengar percakapan mu dengan Alvian saat itu, bahwa aku tidak akan hidup lama lagi karena racun yang diberikan oleh paman ku dan saat penculikan itu. aku terkejut mendengar semuanya, tapi apa boleh buat mungkin sudah menjadi takdirku. apa yang kau lakukan selama kau pergi?" jelas ku membuat Fadhil terkejut dia langsung menunduk dihadapan ku


"Tian, aku ... aku tolong maafkan aku. aku menyembunyikan hal ini agar kamu tidak memiliki banyak pikiran. aku... sebenarnya aku pergi ke kediaman mu untuk mencari penawar ternyata memang ada disana. aku sudah menemukannya. Ferdy, Rafly mereka membantuku Rendy juga ada disana. Tian aku melakukan ini hanya untukmu. maafkan aku egois tidak memberitahumu, sekarang penawar itu sudah ada di tubuhmu jadi jangan katakan itu lagi. kau tidak akan pernah bisa meninggalkan ku." ucapnya memeluk ku erat


"aku tahu... terima kasih Fadhil , kamu memang suamiku yang terbaik, mencintaiku menyayangiku dengan tulus. tetapi, waktu tidak dapat diketahui Fadhil. Jika memang, aku harus mati dan anakku masih berada di dalam perutku. tolong selamatkan anak kita, berjanjilah padaku Fadhil. berjanjilah.." ucapku meminta padanya


"umm... baiklah aku percaya padamu...aku selalu percaya padamu. jangan pernah sembunyikan apapun lagi padaku." ucapku memeluknya lagi


"umm...baiklah istriku.." ucapnya


"huhum ayo makan aku meminta bibi menyiapkannya." ucapku


"baiklah, setelah itu aku ingin memakan mu." ucap Fadhil sudah tidak tahan


"jangan, perut ku sedang membesar." ucapku


"Alvian menyuruh ku melakukan hal itu." jawabnya


"apa?! dasar dokter cabul. mana dia..?!" ucapku


"sayang, semua dokter mengatakan hal yang sama." ucap Fadhil manja



...***...


"Bagaimana keadaan disana?" tanya seseorang


"tidak baik tuan. mereka lolos dari serangan kami." ucap bawahannya


"kembali saja ke markas." ucap nya


"baik..."


"langkah selanjutnya..." gumam orang itu


hari masih pagi ke empat pria itu sibuk runding di ruang kerja Fadhil. mereka menyerahkan kerja kantornya pada bawahannya.

__ADS_1


"aku tidak menyangka musuh lama mu itu menculik istriku." ucap Ferdy


"aku tahu siapa pemimpin mereka." ucap Rendy


"kau tahu katakan siapa?"


"dia..."


sementara itu, aku memasak bersama Tiara. Sandra dan Sintia sibuk membersihkan meja makan. kini, kami bersama - sama lagi. aku sangat senang bisa berakhir bahagia seperti ini walaupun tidak tahu sampai kapan akan seperti ini.


"Sintia kamu panggil mereka. kita makan bersama." ucap ku


"baiklah..." jawab Sintia pergi


di dalam ruangan...


"kau yakin?" tanya Rafly


"iya aku yakin dia dalangnya." jawab Rendy


"kau tahu darimana?" tanya Fadhil


"aku menyelidikinya. aku sengaja berada di tempatmu, setiap kali aku melihat pergerakan bawahan mereka. bahkan, saat aku kuliah di luar negeri pun aku berkelahi dengan mereka juga memakai topeng yang sama, aku menyelamatkan Tiara dan temannya itu Calvin juga tahu." Jelas Rendy


"sudah ku duga." ucap Fadhil


"pantas saja..." ucap Ferdy


"kalau gitu, kita harus berhati - hati bahkan istri kita jangan sampai liar. dia berbahaya" ucap Fadhil


"iya... lebih baik kita bersama saja seperti ini." ucap Rafly


"boleh saja." jawab Ferdy


"halo... yuk makan." ucap Sintia membuka pintu membuat mereka semua kaget


"ah iya..." ucap Ferdy


orang yang terakhir keluar dari ruangan itu adalah Rendy dan Fadhil. mereka berbincang dan saling memaafkan...


di ruang makan...


"mari makan..." ucap ku pada mereka


"sayang kamu jangan terlalu kelelahan." ucap Fadhil merangkul ku


"tak apa. aku baik - baik saja kok." ucap ku


"ssshhhtt... nanti malam kita lakukan lagi." bisik Fadhil


"apa?! enggak iihh dasar kamu yah." ucapku memalingkan wajah


para bawahan mereka juga Alvian datang bersama...


"kalian menyebalkan, aku tidak diajak hmmpptt..." ucapnya mengambil satu - satu makanan


"hey hey hey .. pelan pelan dong..." ucap Tiara


"sudah sudah... yuk selamat makan.." ucapku


"selamat makan..."


Aku sangat bahagia kami bersama tanpa adanya pertengkaran. aku ingin waktu berhenti disaat seperti ini...


__ADS_1


__ADS_2