
matahari sudah terbit , aku tidak menyangka bahwa Rafly sudah bangun lebih dulu daripada aku. aku mencium aroma makanan yang enak , aku pergi ke dapur dan ingin lihat siapa yang sedang memasak ternyata itu Rafly.
"selamat pagi Ti. "
"ah iyaa pagi.. kamu memasak?"
"iyaa aku memasak. ini aku sudah menyiapkan sarapan mu ayo makan."
"hmm terima kasih.."
aku melahap makanan itu..
"umm... enak sekali."
(dalam hati Rafly : imutnyaa)
Rafly merasa canggung karena ini pertama kalinya dia membawa seorang perempuan ke rumahnya yang biasanya hanya seorang diri.
"hmm.. Tian, ini hari weekend. biasanya kamu ngapain?"
"hmmm...(berpikir) aku jalan-jalan ke taman Ria."
"oh.. haha.. kalau gitu ayo kita main."
"boleh.."
kami sudah selesai makan dan aku mengambil piring bekas Rafly lalu mencucinya. Rafly pergi ke ruang TV ternyata ada berita hots. aku juga pergi menyusulnya setelah mencuci piring.
Rafly sangat terkejut melihat berita itu saat aku datang Rafly langsung mematikan TV nya.
"hmm ada apa Raf?"
"hmm tidak ada. hanya tidak ada yang menarik."
"hmm kalau gitu boleh ku pinjam remote nya aku ingin menonton dulu sesudah itu kita pergi bermain yah."
"ah tentu tetapi TV ini agak rusak. aku akan membeli yang baru."
"tidak perlu. "
aku menyalakan TV itu dan ternyata ada berita hots bahwa istri pak Fadhil sudah kembali.
"haaaa?" aku ternganga
Rafly hanya bisa menggigit bibir , lalu dia merebut remote nya.
"sudah ku bilang tidak seru."
"Rafly, itu istrinya kenapa sangat mirip denganku."
"hmmm...(terdiam)"
"Rafly jawab aku."
"aku.. aku tidak mau menyakitimu. aku ingin mengatakan padamu sejak awal bahwa kamu hanya bayangannya saja. "
"hmm.. jadi begitu yah..? Rafly bukankah kamu menyukaiku? kenapa kamu berbohong padaku."
"aku..tidak berbohong padamu Tian. aku juga baru tahu sekarang istrinya kembali. masalah wajah, aku sudah tahu dari dulu. maafkan aku.."
"aku...(menangis) kau tahu... suatu hubungan akan hancur dengan adanya sebuah kebohongan."
"Tian, maafkan aku. aku mohon... beri aku kesempatan." sambil memelukku
"baik..baiklah.. "
***
sementara itu, di rumah Sandra , Sintia baru bangun dan ingin melihat TV. Dia terkejut juga..
"hhhaaaa.....(ternganga) Sandraa...Sandraa cepat kesini..." Teriak Sintia
"aduh... ada apa?" ucap Sandra sambil melihat Tv. "hhhaaaa....(ternganga juga) oh tidak. kok bisa muncul gitu. gawat Sintia kita sudah kalah selangkah darinya."
"iyaah...bagaimana ini? tenang, aku sedang berpikir."
"Tian... dimana sekarang yah?"
"kemungkinan besar di rumah Rafly"
"baguslah. aku khawatir padanya."
" bentar, bukankah nanti malam acara tahunan panti asuhan itu?"
"hmm iyah benar. "
"wanita itu pasti datang besok. aku akan memberinya pelajaran."
"iyaaa kita akan mulai bermain..."
Disisi lain...
"sayang, ini aku membuat makanan kesukaanmu."
__ADS_1
"hmm sungguh? apa itu?"
"hmm beef sapi panggang."
"ini kan pagi.."
"hmm memangnya kenapa?"
Fadhil jadi teringat aku saat melihat beef itu. tetapi, Fadhil jadi memiliki ide. apakah dia benar istrinya.
"sayang, kamu saja yang makan. aku masih kenyang."
"hmm.. aku tidak suka beef."
Tebakan Fadhil benar. bahwa dia adalah istri palsu. Fadhil akan mengikuti permainannya.
***
"Tian, ayo kita pergi ke taman Ria."
"iyaa ayo pergi.."
kami bermain sepuasnya naik bianglala kereta kencana. aku sangat senang seperti kembali ke masa lalu. Rafly berpikir keras apakah benar bahwa Tian adalah masa lalunya?
wanita yang di kenalnya itu suka berambut panjang dan gelombang. tetapi, Rafly melihat Tian tidak berambut panjang hanya sampai bahunya saja. Satu hal yang Rafly ingat akan wanita di masa lalunya. ia suka tidur di pangkuannya kesukaan makanannya itu ice cream.
"hmm Tian, kamu mau ice cream. "
"hmm tidak. aku lebih suka susu coklat dingin."
"ah begitu.. baiklah aku pergi beli sebentar. kamu duduk disini."
"iyaah.."
Rafly sudah sedikit demi sedikit mendapatkan jawabannya. Tetapi Rafly masih ingin punya bukti lebih.
Rafly segera kembali dan membawa susu coklat.
"inii.."
"wahh.. makasih.."
"iyaah sama-sama. hmm Ti, kita ke rumah Sandra yuk."
"boleh.. aku sudah lama tidak melihat mereka."
Kami pergi ke rumah Sandra. tetapi Sandra sedang berenang dengan Sintia...
"Ting..tong"
"iyah.."
"aah... kamu Tian aku kangen..(memeluk)."
"aah.. kamu basah . bajuku jadi basah."
"kita renang saja. hehe."
"baiklah.."
"ayo masuk."
"hmmm sebentar yah aku pergi dulu membeli sesuatu.."
"oke hati-hati di jalan."
"iyahh..." ucap Rafly pergi
"Aku dan Sintia masuk...
"Hmm Ti, kamu.. suka Rafly? " tanya Sintia langsung
"aku suka perilakunya. hanya saja, aku tidak punya perasaan cinta. dan.. aku merasa dia sedang mengetesku." pikir ku
"maksudmu?" tanya Sintia kebingungan
"hmm kita lihat nanti saja heheh.."
kita sudah sampai dia kolam.
"wah Tian. kamu datang..." ucap Sandra
"San, kamu seksi sekali. Ada Rafly lho. " ucap Tian
"apa?!!! kenapa tidak bilang padaku. aku akan ganti kostum." ucap Sandra berlari
"hahahha..." aku dan Sintia tertawa terbahak bahak
"Sin, entah kenapa.. aku merasa Sandra menyukai Rafly. yah walaupun kita belum kenal begitu lama. aku bisa merasakannya."
ucapku
dalam hati Sintia:
__ADS_1
aku ingin memberitahumu tapi belum waktunya bahwa kamu...
"Sin?"
"ah...eng.. "
"jujurlah. aku tidak suka kebohongan."
"iya memang benar."
"Wah... baguslah. Sin, aku akan memberimu kejutan nanti."
"kok kamu senang?"
"hmm.. aku tidak tahu. aku hanya merasa Rafly cocok dengan Sandra. Tetapi, aku masih membutuhkan Rafly karena dia bisa diandalkan. mungkin ini pasti akan beresiko tapi apa boleh buat. "
"hmm..apa yang kamu rencanakan Ti."
"aku ingin Rafly berpura-pura menjadi pacarku untuk malam nanti. tetapi, aku tidak mau menyakiti keduanya. aahhh aku bingung..."
"hmmm kita jalani saja dulu."
Sandra pun datang..
"apakah baju ini tidak terbuka?"
"tidak." ucap barengan
"aku datang..."
Rafly membawa makanan banyak
"wahhh kenapa makanannya banyak sekali. " tanya Sintia
"kita makan bersama ayo ambil sesuai kesukaan kalian."
Rafly membawa Burger, stik kentang dan minumannya lalu beef sapi panggang dua.
"aku mau beef enak kayaknya" ucap Sintia mengambil dan melahapnya
"ah ada burger dan stik aku suka"
"beef sapi enak sekali umm" ucapku
Rafly terkejut melihat reaksi Sandra. karena belakangan ini hampir mirip dengan wanita masa lalunya.
Aku dan Sintia memandang Rafly diam - diam. Ternyata dia memang memperhatikan Sandra. aku dan Sintia saling menatap dan tersenyum.
dalam hati Rafly
kenapa aku senang melihat Sandra. bukankah wanita masa laluku itu Tian?
Disisi lain...
Fadhil memanggil Agil orang kepercayaannya.
"Agil.."
"iya tuan muda."
"aku mau kau.. awasi istriku ini diam-diam. hati-hati.. aku merasa dia sedikit pintar."
" benar tuan muda. saya merasa ada sesuatu yang janggal. "
"aku sengaja menyuruhmu karena jika Calvin akan terlihat nanti. bagaimana keadaan Tian?"
"nona sedang bermain ke rumah nona Sandra."
"hmmm baguslah. akan aman selama berada bersama Rafly. "
Tiani Chandra sudah pulang berbelanja
"sayang sudah pulang?"
"sudah.."
"kalau gitu, ayo bersiap. kita pergi ke acara tahunan panti asuhan."
"apakah harus?"
"tentu kau kan istriku."
"hmm baiklah."
dalam hati Tiani:
Sial!!! Kenapa harus pergi ke tempat itu. Si tua itu harus bisa menutup mulutnya jika tidak aku akan membunuhnya.
"aku sudah siap."
"ayo pergi..."
"kamu tidak akan memegang tanganku?"
__ADS_1
"tidak perlu. nanti saja sudah di acara."