
Aku tidak akan memberitahunya kalau aku ini istrinya. aku takut dia akan memakan ku disini. sebelumnya, aku juga ingin tahu apa saja yang dia lakukan bersama Tiara.
Kami duduk di pusat taman itu.
"ceritakan lah." ucap Fadhil
" sebelumnya, malam itu aku sedang berbicara dengan Rafly mengenai kisah cintanya. Lalu, aku tidak tahu kalau Sandra melihat kami yang membuatnya salah paham. Aku tidak tahu apa tujuan Sandra dan Sintia. saat aku ingin menghampiri mereka berdua. mereka tidak ada. sedangkan dirimu sibuk dengan istri barumu. "
"dia bukan istriku. lanjut" jawab singkatnya
"ba..baiklah. aku mencarinya di halaman belakang , lalu istrimu menyuruhku pergi dari sisimu. hanya itu... aku juga tidak tahu kalau kedua sahabatku mengikuti ku. " jelas ku tidak memberitahu yang sebenarnya
"hmm? tidak berbohong padaku?" tanya Fadhil
"ah eng.. iya. sudah sampai situ saja. aku adalah karyawan baru di KS. jadi aku harus kembali. dan... aku tidak mau menganggu rumah tangga mu. selamat tinggal dan semoga bahagia Fadhil.."
"Tidak boleh. ikut denganku" kata Fadhil sambil menarik tanganku
"hah? kemana?" tanya ku
"pulang.."
"tidak Fadhil, jangan.. aku..aku tidak bisa sekarang. " ucapku meronta-ronta
"apa yang kau sembunyikan dariku." tanya dia karena memiliki firasat aku menyembunyikan sesuatu darinya
"tidak ada."
"baiklah ayo pulang."
"tunggu.. Iihh Kenapa kau jadi agresif seperti ini."
"karena aku sudah lama tidak bertemu denganmu dan aku sangat merindukanmu." jelasnya
"ha..hahhhhhhhhhh???!!!! tidak. aku mohon jangan.. jangan bawa aku pulang sekarang. aku tidak mau.."
"kau tidak mau bersamaku?" tanya nya dengan mimik yang sedih
"hmm iya. kamu sudah menemukan istrimu."
"dia bukan istriku !!!. kenapa kau tidak mengerti." dia membentakku
"bagaimana bisa dia bukan istrimu."
"karena istriku adalah dirimu. aku sudah mengumpulkan semua buktinya bahkan DNA pula. " alasan yang dia berikan padaku.
mendengar hal itu aku senang ternyata dia diam-diam mencari cintanya
"lalu, kenapa kau membawanya ke rumahmu."
"jadi, kau mengaku kalau kau istriku?" tanya usilnya lagi
"bu..bukan. aku hanya heran dengan kelakuanmu. " kata ku gelagapan
"aku sengaja membawanya karena ada sesuatu yang ingin aku lakukan padanya."
"apa itu? jangan-jangan kamu akan menidurinya?"
"kamu pikir aku akan meniduri setiap wanita yang aku bawa ke rumahku begitu?"
"mungkin."
"kamu tidak percaya padaku?"
"ya, aku tidak percaya tanpa bukti yang jelas." yang masih tidak melepaskan tangan ku.
"baiklah. aku akan membawa buktinya kalau dia bukanlah istriku. "
...***...
Di perusahaan KS
"tuan, kami belum menemukan nona." ucap bawahan Ferdy
"apa yang kalian lakukan dari tadi?! aku tidak mau mendengar apapun. cepat cari dia bawa dia padaku. "
"baik...(bergegas pergi)."
Sebenarnya Ferdy sedang berpikir keras siapa pria yang membawanya tadi? kenapa tidak begitu asing baginya dan begitu akrab denganku. Namun, tidak ada di dalam kamusnya bahwa hal yang sudah ia temui menjadi milik orang lain.
Tak lama , para bawahannya menemukan ku. Ferdy menjemput ku. sedangkan Fadhil akan membawa ku pergi.
"Sudahlah Tian. ayo pulang bersama ku."
dalam hatiku: jadi, dia masih berpikir kalau aku ini Tian? baguslah.
"aku tidak mau pulang. sudah aku katakan dari tadi. "
"kamu belum bercerai denganku. itu berarti kamu masih milikku. "
"tidaakkkk..!!!! aku gak mau ikut. aku sudah bukan istrimu lagi. lepaskan aku.."
Tiba-tiba seseorang datang....
"kau mau membawa kekasihku kemana lagi?!"
Aku terkejut dan mengenal suara ini..
"bukan urusanmu." ucap Fadhil dengan ketus
"bukan urusanku? Kau membawa kekasihku bukankah itu disebut sebagai penculikan?! "
"kekasih? jadi pria ini kekasihmu? kamu berlari ke luar kota meninggalkanku demi dia?" tanya Fadhil padaku yang sudah mulai salah paham
"hah.. eng...Ferdy, tolong aku. aku... tidak mengenalnya. mungkin dia pikir aku adalah orang yang sama. kamu tahu kan namaku Tia."
"sayang, tenanglah. dia tidak akan membawamu pergi lagi."
__ADS_1
Fadhil tidak mau melepaskan tanganku dia semakin keras mencengkram tanganku, aku menahannya sementara.
"lepaskan tangan pacarku!!! Jika kamu masih ingin hidup." ucap Ferdy mengancam.
"kau mengancam ku? cobalah jika bisa"
"Heh... baiklah jika kau kalah aku akan membawa kekasihku Fadhil."
"kau mengenalku? "
"memangnya aku tidak mengenal orang licik sepertimu.(mengisyaratkan tangan untuk menyerang Fadhil)"
"sayang, jika aku bisa mengalahkan mereka, kamu harus ikut denganku."
Aku hanya tercengang karena ada 10 pengawal pribadi Ferdy yang di percaya. aku tidak ada cara agar semuanya berhenti.
"aku rasa, kamu pergilah dari sini. cepat berlari. Ferdy tidak akan melepaskan mu" ucapku pada Fadhil
"tidak ada dalam kamus ku untuk berlari. tunggu aku disini." ucap dia mengelus rambutku
Perkelahian berlangsung. aku melihat semua itu , Fadhil dengan lihai menyerang mereka. pengawal bawahannya itu semua tumbang olehnya.
"ayo.. serang aku. masih ada tenaga?" ucapnya sinis
"kurang ajar kau..!!! Bukk" ucap Ferdy memukulnya namun di tahan oleh Fadhil.
"Inilah akibatnya kau mendekati cintaku!!! bukkkkk" kata Fadhil menyerang balik.
" sudah..sudah hentikan. Ferdy, maafkan aku. biarkan aku pergi hari ini. aku... aku.. janji padamu. aku akan kembali esok."
dalam hatiku:
Ferdy, kamu sudah menantang orang yang salah.
"Tidak. jangan pergi, aku...aku... (tak sadarkan diri karena babak belur berkelahi dengan Fadhil begitu lama)."
"Hei, kalian cepat bawa tuan ke rumah sakit. berikan perawatan yang baik. " ucapku khawatir
"baik nona. " mereka membawanya
Sementara itu, Fadhil menarik tanganku. untungnya mereka sudah pergi
"Tunggu, Fadhil tolong lepaskan aku. " kata ku namun dia tidak mendengarkan ku.
"Fadhilll !!!!! apakah kamu tuli !!!"
"Diam..!!!! " teriaknya padaku. aku terkejut ,karena baru kali ini dia berperilaku seperti itu. Dia membawaku ke mobilnya.
"Tidak... aku gak mau Fadhil lepaskan aku..!!!!"
"Ayo jalan. ke vila di kota C ini."
"Baik tuan."
Aku duduk di pangkuannya. aku sangat malu karena Agil menyetir mobilnya.
"Bi...bisa turunkan aku. aku juga bisa duduk sendiri...!!! "
"Kamu..!!!! "
"Sudah diam."
"ukhh.."
pikir ku:
Kenapa dia ini masih saja protektif padaku. tapi, kenapa hanya padaku!!!!!!!!! arrrrrghh aku kesal.
Sesampainya di Vila....
"Ayo keluar dari mobil."
"Tidak, aku tidak mau. hmmppt " ucapku sangat kesal
"Tian, jangan menguji kesabaran ku." katanya dengan tenang namun... menakutkan
"nona dan tuan muda sangat serasi" Gumam Agil.
Fadhil memangku ku.
"aaah.. kamu ini... gak tahu malu. cepat, turunkan aku !!!! "
"Diam, atau ku lempar ke kolam."
"Kamu!!! Coba saja jika kamu berani. setelah itu lepaskan aku."
Dia tidak mendengarkan ku untuk kedua kalinya. kalau di lihat , pengawalnya di kota C sama banyaknya dengan di kota A.
"Tuan muda sudah lama tidak memakan daging. semangat tuan muda." gumam Agil dengan senyumnya melihat kami.
Dia membawa ku ke kamarnya. Aku sudah menduga hal ini akan terjadi. aku harus hati-hati supaya tidak di makan olehnya. dia mengunci kamarnya dan melempar ku ke kasur.
"ukh" berusaha bangkit. Tapi, dengan cepat Fadhil mendekatiku dan memelukku dengan lembut.
"Tian, aku merindukanmu." ucapnya terlihat lemah. Lalu, dia mencium kening ku.
"Bisa lepaskan pelukannya."
"Biarkan aku seperti ini sebentar."
Aku hanya membiarkannya seperti itu. Tak lama ia melepaskan pelukannya.
"Tian, kenapa kau berbohong pada pria itu bahwa kamu ini milikku. "
"aku.. aku... eng.. tunggu siapa milikmu?!! "
"Tian, aku mencintaimu. Selama kamu tidak ada kabar. kau tahu apa yang ku lakukan? sehari semalam aku mencari mu sendirian. aku tidak mempedulikan kesehatanku hanya karena ingin bertemu denganmu. lalu, seseorang yang mirip denganmu itu dia hanya menghabiskan waktu luangnya untuk bersenang senang. aku sudah tahu dari awal bahwa dia itu palsu. "
__ADS_1
"kalau kau tahu itu palsu kenapa di biarkan."
"Karena aku sedang menyusun rencana untuk membuat mulutnya berkata jujur. mengenai dirimu, aku yakin kamu adalah istriku dan cintaku. Aku tidak peduli kamu mengakuinya atau tidak, tapi yang pasti kamu memang istri sah ku. "
ucapnya dengan sangat lembut membuatku terbuai akan ucapannya. Dia mencium bibirku.
"rasanya masih sama saja." ucap Fadhil mulai usil.
"ukh... sudah jangan cium terus."
"hmmm(tersenyum kecil). istirahatlah. aku akan kembali "
"mau kemana? anu.. apa aku sudah boleh pergi."
"katakan sekali lagi. " ucapnya dengan mata sinis.
"BOLEHKAH AKU PERGI SEKARANG ?! APA SUDAH DENGAR?! " Teriakku
"Tian, kamu sangat peduli padanya?"
"iya. dia sangat penting bagiku. "
"sangat penting yah?" ucapnya menunduk kepala terlihat tidak senang. "apa aku penting juga bagimu? "
dalam hatiku:
Fadhil, kaulah yang terpenting dalam hidupku. Namun, aku harus mengembalikan situasi ini. aku ingin memberi pelajaran pada Tiara dan mencari tahu kenapa dia bersikeras ingin membunuhku dan ingin tahu siapa yang membunuh keluargaku. maafkan aku Fadhil.
"Kamu... tidak begitu penting bagiku sekarang. Aku belum bisa menerima mu kembali sebelum semuanya jelas. maaf aku harus pergi. " ucapku bangkit dari kasur dan keluar dari kamarnya.
"Tian, kamu tidak bercanda kan?" ucapnya tersenyum namun terlihat sangat menyedihkan.
"Aku.. tidak. maaf, anggap saja hari ini kita tidak bertemu. " ucapku melangkah pergi
Aku pergi dari rumahnya itu. Aku pergi ke rumah sakit naik taksi. sesampainya disana
"Sus, ruangan Ferdy dimana yah?"
"dasar wanita kurang ajar. kamu tidak tahu siapa yang kamu cari. " ucap suster yang membuatku ingin menamparnya
"Maksudmu? " ucapku dengan tatapan melotot
"ma..maksudku kamu wanita yang tidak tahu sopan santun. banyak wanita seperti mu yang mengaku pacarnya tuan Ferdy kami. "
"hufft...(menghela nafas) Dimana ruangannya? aku tidak punya banyak waktu."
"dasar kamu...!!!! " ucapnya ingin menamparku.
Namun, seseorang menahan tamparannya.
"Apa yang kau lakukan?"
"ah... maaf pak. maafkan saya. "
Aku menoleh ke belakang di waktu bersamaan aku sangat terkejut dia itu... Rafly !!!!. dia juga merasakan hal yang sama.
"Tian.. kamu.. syukurlah kamu masih hidup." ucapnya memelukku. aku berpikir apakah hari ini adalah hari reuni kenapa bisa bertemu orang lama.
Para suster dan karyawan lainnya mereka sangat terkejut bahwa pria idamannya memelukku. karena itu, aku memeluknya balik untuk membuat semua orang cemburu
" Iyah... aku baik baik saja. "
Rafly terkejut sekaligus malu. Namun, ia teringat akan Sandra.
"Tian..aku ingin berbicara pribadi bersama mu. "
"boleh. tapi tidak sekarang karena aku ada.."
"kau akan membawa pacarku kemana?" ucap Ferdy tiba-tiba datang. Aku dan Rafly bertatapan.
"Pacar? Tian, dia pacarmu? bukankah kau..."
"eng.. ceritanya panjang."
"pacarmu? Ferdy kamu.." tanya Rafly yang sangat kebingungan
"apa?" jawab Ferdy
"Tidak ada. ngomong - ngomong Ferdy kau kenapa?"
"dia.. tubuhnya babak belur. " jelasku
"babak belur? (menatapku kebingungan) kenapa bisa? kamu bisa kalah juga yah? " tanya Rafly pada Ferdy.
"Bukan urusanmu. "
kami bertiga pergi ke suatu tempat yang tidak ada banyak orang.
"Rafly, Aku tahu kamu ke rumah sakit bukan untuk bertemu dengan pacarku kan ada apa?"
"masalah perusahaan, itu tidak terlalu penting."
"jadi, kamu kesini untuk memeluk pacarku?.."
"hahaha.. tidak kamu salah paham. dia temanku waktu di kampus. "
"hmm begitukah ..Tian aku baik-baik saja. pulanglah . besok kamu mulai bekerja.. " ucap Ferdy dengan lembut
"hmmm .. aku hanya khawatir padamu.."
"tidak apa. pulanglah istirahat."
"hmm.. baiklah. saat kamu pulang nanti aku akan merawatmu. kalau gitu, Rafly aku pulang dulu. "
"bolehkah aku ikut?"
"tentu..."
__ADS_1
"tenang saja aku tidak akan menusuk mu dari belakang." ucap Rafly pada Ferdy
"hmmm aku percaya padamu."