Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Terdiam...


__ADS_3

aku berjalan menuju ruang utama. Fadhil sedang berbincang dengan ibu dan ayahnya. jika aku datang, mungkin akan mengganggu.


aku pergi ke luar ruang utama tersebut...


aku tidak tahu bahwa ada seseorang disana...


"wahhh.... Tidak disangka ada nona Tian di sini?" tanya pria asing, aku pun menoleh..


"mengapa begitu banyak pria yang mengenalku tetapi aku tidak mengenal mereka...!!! Jika Fadhil tahu dia akan menghukum ku..." gumam ku kesal sendiri


"maaf mengganggu permisi..." ucapku pergi


"tunggu..." ucapnya memegang tanganku...


"tolong lepaskan tangan ku.." ucapku meronta


"a-ah... aku... maaf. bisa bicara sebentar.." ucapnya melepaskan tangan ku


"aku tidak bisa berbicara dengan orang asing..." ucapku pergi


"Tiani... apakah kamu lupa padaku..." gumam orang itu


Aku berjalan menuju aula tiba - tiba...


"brukk..." bertabrakan dengan pelayan membawa kue.


"nona maafkan saya." ucap pelayan


"tidak apa... aku yang tidak melihat.." ucapku ke samping agar tidak menghalanginya


"untung saja kue nya baik baik saja. permisi nona.." ucap nya


"iyaa...." (sambil melihatnya)


Saat aku menoleh ke samping kiri...


"sayang..." ucap Fadhil


"aah... kamu mengagetkan ku..."ucapku terkejut


"ada apa? dilihat dari wajahmu, kamu seperti banyak masalah. apa sahabatmu mengganggu mu." ucap Fadhil tidak suka


"hmmm...(menggelengkan kepala) tidak ada. umm... Fadhil setelah acara tunangan nya selesai kita pulang yah." pinta ku menggandengnya


"umm? tumben kenapa?" tanya Fadhil


"umm aku sedikit tidak nyaman saja hum~" ucapku tersenyum kecil


"baiklah... kita pulang setelah itu.." ucapnya merangkul ku


Tak lama acara pun di mulai...


setengah jam kemudian...


"Tian..." ucap Sintia memanggil ku , dan aku hanya terdiam saja.


"Sayang aku ambil minum sebentar yah.." ucap Fadhil mengerti akan keadaan


"Tian, apa itu benar kalau kamu dan Jackson..." ucap Sintia belum selesai


Aku kesal mendengar semua itu terus berulang kenapa tidak ada yang percaya padaku...


"Sudah lama singa ku tidak keluar? heh..." gumam ku


"Jika memang itu benar. kau mau apa?! iri padaku? dan... apa suatu hari kau ingin seperti diriku? heh... bermimpi lah.." bisik ku sambil berjalan pergi


"Tian... sejak kapan dia seperti ini?! gak gak mungkin. apa... apakah aku sudah berprasangka buruk padanya?! seharusnya aku tidak bertanya seperti itu. kita menjadi jauh seperti ini... tidak... aku tidak mau persahabatan ini menjadi renggang...


Saat Sintia ingin mengejar ku namun dia melihat kalau Ferdy sedang berbicara padaku. dia melihat kami sangat serius dan ada canda.


"Tian...?! apakah dia memang wanita seperti itu..?! aku tahu dulu Ferdy menyukai nya. Dan... sebelumnya Rafly... sangat perhatian padanya...!!!! aku ingin tahu dulu yang sebenarnya. yah... aku tidak boleh salah paham dulu..." gumam Sintia menahan amarahnya


"hahah... Ferdy saat kau menikah nanti bersikap lembut lah dalam hal apapun.. wanita itu berperasaan.." ucapku padanya


"tentu lah aku akan bersikap seperti itu. hmm... dimana Fadhil." tanya Ferdy melihat sekitar


"oh dia sedang mengambil minum.." ucapku


"Tian, pakai jas ku. ini udah tengah malam" ucap Ferdy


"Tidak perlu merepotkan." ucap Fadhil datang


"hmm... kau lama sekali mengambil air." ucap Ferdy


"bukan urusanmu. sayang ayo kita pulang.." ucap Fadhil


"ummm~(mengiyakan)" ucapku sambil memakai mantel ku yang sudah dia bawa..


"Lho... sejak kapan kalian bersikap seperti tamu..." ucap Ferdy tidak senang


"istriku sedikit tidak nyaman. sudah lah lagi pula aku banyak kerjaan besok selamat untukmu..."ucap Fadhil tanpa senyum


"ucapan selamatmu tidak ku terima..." jawab Ferdy melipatkan tangannya


"kenapa?" tanya Fadhil tidak mengerti apa - apa


"ppftt...huhuhum(tertawa kecil) aku saja tahu apa yang Ferdy maksud siapa suruh wajahmu datar tanpa senyum seperti itu..." ucap ku terkekeh


"a-ah...begitu yah. sudahlah... tidak masalah ayo pulang." ucap nya merangkul ku berjalan pergi


"hey... kau tidak akan bertemu dengan ku lagi besok !!! dasar kakak tidak tahu malu." ucap Ferdy kesal


Lalu Fadhil berbalik badan...


"berisik sekali.." ucap Fadhil tajam


"Dia ini hmmm tidak akan berubah..." gumam Ferdy tersenyum sendiri


Kami pulang tetapi kami tidak pulang ke rumah biasanya...


"Fadhil kita ke Vila saja.." ucapku


"baiklah...Agil kau turun dari mobil. aku yang akan menyetir .besok , aku akan sedikit terlambat datang ke kantor..." jelas Fadhil


"baik tuan..."


setelah mobil pergi...


"huu....(sedih) tuan meninggalkan ku... aku pulang bagaimana? handphone ku habis baterai sial sekali hari ini... tadi tersandung sekarang...hmmm..." gumam Agil bingung


sesampainya di tempat...


Fadhil membuka kan pintu untukku...


"ayo..."


"umm..."


setelah keluar mobil...


"umm... gendong aku... yah... jangan menolak ku.." ucapku malu sendiri

__ADS_1


"Dia sedang banyak masalah walaupun aku bertanya dia tidak akan menjawab ku. ikuti saja keinginannya dulu..." gumam Fadhil memangku ku


"kita ke kamar langsung saja...yah Fadhil." ucap ku merangkulnya dengan tangan ku


"apakah dia berinisiatif...." gumam Fadhil senang


"Baiklah... apa kamu tidak lapar?" tanya Fadhil berjalan ke kamar


"umm... aku lapar, tetapi... aku lebih lapar akan dirimu..." ucapku tak sadar merayunya


"sayang, apa kamu sedang merayu ku?" tanya Fadhil


"umm..? apakah seorang istri tidak bisa mengajaknya duluan.." tanya ku balik


"hmmm~ baiklah... aku akan memuaskan mu." ucap Fadhil sudah tidak tahan


"ummm menurutku perlahan saja yah setelah itu makan dulu baru lanjut lagi..." ucapku menjelaskan


"baiklah aku tidak akan menolak. jangan sampai menyerah padaku yah.." ucap Fadhil senyum senyum sendiri


"Ini pertama kalinya bagiku melihat dia seperti ini... aku tidak boleh melewatkan malam spesial ini..." gumam Fadhil



...***...


masih di acara...


"Ferdy..." ucap Sintia memanggilnya


"hmm? apa sayang?" tanya Ferdy


"aku tanya langsung padamu, jika ada dua orang wanita yang tenggelam di laut salah satunya adalah aku, siapa yang akan kau selamatkan?" tanya Sintia sudah tidak ada siapa - siapa...


"Apa maksudnya berkata seperti itu... aku tidak mengerti. selama ini kami baik baik saja.. apa dia sedang menguji ku..." gumam Ferdy bingung sendiri


"aku akan menyelamatkan keduanya." jawab Ferdy tegas


"apa?! bagaimana bisa? aku bertanya padamu siapa yang kamu dahului.." ucap Sintia mengepalkan tangan nya


"Sintia ada apa denganmu? apa ada masalah." tanya Ferdy mendekat padanya


"jangan dekat-dekat... jawab saja pertanyaan ku. Jika salah satu wanitanya itu adalah Tian siapa yang kau pilih..." tanya Sintia belum puas


"Aku sudah bilang aku akan menyelamatkan keduanya untuk pertanyaan pertama. untuk yang kedua, adalah dirimu lagi pula Fadhil selalu ada bersamanya. untuk apa merepotkan ku. apa sudah puas.." ucap Ferdy menatapnya


"umm...yah terima kasih.." ucap Sintia tenang seketika


"Sintia satu hal yang harus kau tahu dari diriku. aku tidak tahu apa yang terjadi pada dirimu hari ini. tetapi, lebih baik katakan yang sejujurnya sebelum terlambat." ucap Ferdy pergi mengganti pakaian


Disisi lain....


"Sandra... aku perlu bicara denganmu.." ucap Rafly melipatkan tangan saat mereka berada di halaman belakang rumah Ferdy


"katakan saja..." ucap Sandra


"Sandra, se-marah apapun kau padaku karena perhatian ku pada Tian. itu tidak masalah bagiku, aku hanya bisa menyimpulkannya bahwa dirimu tidak mengerti diriku..." jelas Rafly


"Jadi maksudmu aku tidak begitu berharga dibanding dia." tanya Sandra


"kau salah..." jawab singkatnya , karena Rafly tahu Sandra sedang marah


"lalu apa??!!!" bentak Sandra


"kau belum mengerti apa - apa... kau akan mengerti suatu hari nanti.." ucap Rafly pergi mengambil mobil


"kau mau kemana?" tanya Sandra


"R-A-F-L-Y !!!!!!! Dia bahkan tidak menghargai ku...!!!!! apa istimewanya Tian baginya !!!!!!!! " gumam Sandra kesal sekali


...***...


"Apakah sudah ada perkembangan dari hal itu?" tanya Jackson


"sudah master. perintah selanjutnya..." ucap bawahannya


"hmmm~ apakah kau ada ide bagaimana caranya aku mendekati Tian tanpa sepengetahuan suami bodohnya itu." ucap Jackson


"Apakah master akan melawan tuan muda Afriansyah itu...?!" gumam bawahannya


"um..untuk itu saya tidak ada ide..." jawabnya


"sungguh...? haih... kau ini..." ucap Jackson tidak puas


"Tian... Tian...Tian... namamu saja membuatku ingin memiliki mu.." gumam Jackson tersenyum sendiri sambil melihat fotoku yang ada di meja kantornya.


...***...


Pagi pun tiba....


aku sangat lelah karena kami melakukannya berkali - kali. suami bodohku itu kuat sekali. aku bahkan tidak bisa bergerak semua tubuhku lemas sekali...


"sayang sudah bangun?" tanya Fadhil posisi miring menghadap ku


"ummm iya..." ucapku datar


"Tian.. mungkin aku ikut campur, tetapi aku tidak bisa terus melihatmu seperti ini. apa yang sebenarnya terjadi antara sahabatmu setelah masalah kamu dan Jackson." ucap Fadhil tidak tahan melihat ku sedih


"umm apa kau akan percaya padaku semua yang aku katakan." ucapku


"tentu..." jawabnya


beberapa menit kemudian aku sudah menjelaskan semuanya, terlihat dari matanya dia sedikit kesal menahan amarah tetapi aku sudah memintanya untuk tidak boleh membalas ku.


"aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang. aku bahkan tidak punya bukti untuk membela diriku sendiri." ucapku


"Tidak perlu repot repot. kamu hanya cukup bertemu dengan sahabatmu dan menjelaskan semuanya." ucap Fadhil


"heh... sayang, wanita tidak seperti pria. mereka selalu memakai perasaan dalam hal apapun." ucapku memegang wajahnya


"melihat dirimu yang tanpa sehelai baju pun membuatku ingin melakukannya lagi." ucap Fadhil usil


"ka..kamu ingin membunuhku yah !!! aku bahkan tidak bisa bergerak dasarr....!!!! " ucapku kesal


"Akhirnya singanya keluar lagi...hehehe..." gumam Fadhil


"Tapi... aku benar benar menginginkanmu.", ucap Fadhil mencium leherku


"oh boleh. tapi ini untuk terakhir kalinya. setelah itu, jangan harap untuk menyentuhku!!!! bentak ku di telinganya, dia langsung menghentikan aksinya


"baik..baik.. aku mengalah saja... aku akan membantumu mandi." ucapnya memangku ku


"ja..jangan aaarrggghhh selimutku ka..kamu jangan memandangku terus dasar serigala liarrrrr.....!!!!! "


kemudian kami pulang ke rumah biasanya.


di halaman depan rumah...


"nona selamat pagi..." ucap Bibi An


"um iya bi pagi.. " ucapku keluar dari mobil dan hampir mau jatuh

__ADS_1


"nona hati - hati... apa yang terjadi nona.." ucap bibi An


"jika aku memberitahu yang terjadi , pasti bibi akan menertawai ku..."gumam ku memandang Fadhil tajam


"Sayang kenapa menatapku seperti itu." ucap Fadhil usil terus


"jangan banyak tanya bantu aku !!!! " ucapku marah marah


"haish... kamu galak sekali. jangan sampai anakku mirip dengan kelakuanmu..."bisik Fadhil memangku ku


"Berisik sekali..." ucapku menarik telinganya


"a..aah.. sakit dasar kamu ini..." rintih nya


"hmmmpptt siapa suruh dari tadi kamu nyebelin..." ucapku masih menarik telinganya


"nona muda tolong lepaskan telinga ku. bisa bisa telingaku copot.." pintanya lembut


"wah... suami ku tahu yah cara bersikap lembut.. "ucapku tidak mau kalah


"Tuan muda tidak membiarkan nona diam sebentar saja.... kemarin aku di biarkan di jalanan... sedih sekali... untung saja pengawal yang lain datang menjemput ku tuan sangat pengertian..." gumam Agil


...***...


Hari demi hari berlalu dengan cepat, selama itu aku diam di rumah tanpa pergi kemana - mana, aku menyibukkan diriku sendiri menonton drama korea saja. Fadhil semakin sibuk dengan urusan kantornya.


Satu persatu masalah terpecahkan, hanya kasus fotoku saja yang belum tahu siapa penyebabnya.


mengenai persahabatan ku selama ini aku tidak bertemu mereka berdua. kalau di pikir pikir aku hanyalah seorang diri...


Aku turun ke bawah untuk menonton TV...dan...


"tuuuttt....." suara telepon ku


"halo? siapa?" tanya ku karena nomornya tidak dikenal


"ini aku... Sandra. handphone ku sementara Rafly sita. jadi, aku menelpon mu pakai telepon rumah. Tian, aku... akan ke rumah mu." ucap Sandra


"silahkan aku tunggu.." jawabku


"waktunya melepaskan ego kami... dan berakhir menjadi kedamaian.." gumam ku


sesampainya di rumahku...


"Ting..tong..."


"Silahkan masuk nona muda kedua.." ucap pengawal ku


"terima kasih..." ucap Sandra


"Rumah ini tidak ada yang berubah... baguslah membuatnya sangat nyaman.."gumam Sandra melihat sekitar



Kami bertatapan dari kejauhan terdiam satu sama lain. kami berjalan satu sama lain...


"hmm hai... " Sandra menyapa canggung


"hai... apa kabar?", tanya ku


"baik.." ucapnya


"duduklah... kau pasti lelah. Bi, aku minta jus yah. kau mau jus apa?" tanya ku


"apa kau lupa apa yang ku suka." tanya Sandra balik


"akhir - akhir ini aku lupa akan sesuatu." jawabku datar


"hmmm baiklah. aku ingin jus strawberry saja gulanya sedikit." ucap Sandra tersenyum kecil


"baik nona.." ucap bibi An


Kami terdiam lagi satu sama lain...Aku pun memulai pembicaraan, tetapi Agil ada disini. Fadhil menyuruhnya untuk menemaniku..


"Agil, tadi Fadhil menelpon ku dia menyuruhmu kesana." ucapku


"ah kalau begitu saya segera pergi. nona jaga diri baik baik." ucapnya langsung pergi


"(melirik Sandra) katakan langsung saja. ada apa? apakah ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya ku datar tanpa senyum


"hmmm yah... banyak sekali. aku ingin memastikan satu hal. apa kau tahu bahwa Rafly adalah saudaramu." tanya Sandra


"aku... tahu. karena itu aku menjaga jarak darinya untukmu. aku tidak..." ucapku disela oleh nya


"aku mengerti... Tian. maaf, aku hanya cemburu buta. dan.. aku akan menjelaskan mengenai foto itu , aku memotretnya hanya untuk memberitahu pada suami mu saja dan Rafly, tetapi sebelum aku memberitahunya sudah tersebar di media. aku tidak melakukan hal itu, jika aku berniat jahat padamu aku tidak akan melakukan hal bodoh itu aku mungkin akan membunuhmu saja sekalian. aku tidak ingin kau salah paham saja..." ucap Sandra merasa bersalah


"begitukah..? Sandra aku tahu kau cemburu itu wajar saja. mungkin...(melihat Sandra sedang minum jusnya)" kata ku belum selesai


"ummm....wlek..(muntah) Sandra apa yang terjadi padamu.." tanya ku khawatir


"aku... aku tidak ta...hu.." jawab dia pingsan langsung


"Anton....!!!!! bibi.!!!! cepat panggil Alvian kemari..." ucapku


"baik nona...(dalam pembicaraan telepon) ia sedang di perjalanan..." jelas Anton menggantikan Agil menjaga ku


setelah selesai pemeriksaan...


"Selamat nona, kamu hamil." ucap Alvian


"a..aku hamil? aaahhh aku bahagia sekali akhirnya aku menjadi seorang ibu." ucap Sandra memegang perutnya


"baguslah.. aku akan punya keponakan. kau harus menjaga kesehatanmu. panggil suamimu dan.." ucapku belum selesai lagi


"jangan... aku ingin memberinya suprise." jawab Sandra senang


"hmm terserah dirimu." jawab ku berjalan membawakan jaket untuknya di kursi


"Tunggu Tian, perutmu sedikit membesar akhir - akhir ini. apa kamu hamil juga?" tanya Sandra


"a..aaku?(mengingat)..."


"akhir - akhir ini aku sering makan banyak mungkin aku gemukan. aku harus diet.." gumam ku


"aku akan memeriksamu.." ucap Alvian menarikku dan memeriksaku


"Dasar kau dokter cabul. apa yang kau lakukan pada istri ku !!!! " ucap Fadhil datang dan menarik kerah baju Alvian


"Sialan !! aku sedang memeriksanya kau tahu... dia sedang hamil kau bodoh !!! " bentak Alvian


"a..aku hamil? secepat ini (menangis haru) syukurlah..." ucapku senang


"Dia hamil?" tanya Fadhil tidak percaya


"iyaaa !!!! dia hamil 3 bulan bodoh..."bentak Alvian


"wah Tian selamat untukmu. anakku akan punya kakak nanti..." ucap Sandra


"uhh iya...ukhh Fadhil pengap jangan erat erat memelukku.... " bentak ku


__ADS_1


__ADS_2