
Rafly keluar dan diam di halaman rumahnya.
Sandra melihatnya di jendela kamar.
Setiap kali Sandra mengingat saat Rafly menggendongku dia menjadi kesal.
"apa aku susul dia aja yah? ini udah tengah malam..." gumam Sandra
Rafly masih di luar tanpa memakai jaket, sedangkan cuaca sangat dingin. Sandra tidak tahan melihat suaminya seperti itu.....
Sandra pergi keluar mengambil jaket untuk nya. lalu...
"Pakailah jaket di luar dingin...", ucap Sandra memakaikan mantelnya di belakang punggungnya
Rafly memegang tangan Sandra langsung dan menariknya sampai ke pelukannya. Sandra malu dan merasakan detak jantungnya Rafly
"apa yang kamu dengar Sandra?" tanya Rafly
"um...(malu) detak jantungmu.." balas Sandra
"kau tahu apa yang ku pikirkan saat ini mengenai dirimu?" tanya nya
"hmm aku... tidak tahu." jawab Sandra
"lihat aku." pinta Rafly, Sandra pun melihatnya lalu di ciumlah oleh Rafly
"ummm..." Sandra berontak karena Rafly melakukannya terlalu bersemangat. Rafly memegang tangan Sandra agar memeluk dirinya. Sandra mengikuti keinginannya
"hah.. akhirnya lepas juga.." ucap Sandra mengatur napas.
"teknik ciuman mu sangat buruk. mulai sekarang dan kedepannya setiap kali bertemu harus melakukan hal tadi. " ucap Rafly melihat langit tidak menatap Sandra
"umm...(berpikir) Rafly... kamu.." Sandra gelagapan
"kau ingin berbicara denganku?" tanya Rafly
"um.. iya."
"baiklah katakan." ucap Rafly berhadapan dengan Sandra hanya berjarak 5 cm wajahnya
"um...um.. ka..kamu terlalu dekat." ucap Sandra
"katakan saja." balas Rafly gereget
"um.. aku tidak seperti yang kamu pikirkan. aku...aku tidak marah melihat kamu menggendong Tian , karena aku tahu sahabatku sedang sakit." jelas Sandra
"aku tidak mengatakan Tian dalam pembicaraan ini." jawab Rafly
"la..lagi pula tidak ada yang perlu di katakan lagi." jawab Sandra gelagapan
"hmm~ aku akan menunggumu untuk mengatakan apa isi hatimu mengenai diriku. ayo kita tidur sudah malam.." jawab Rafly menggandeng tangan Sandra
"Tuan muda.. anda memang peduli dengan istrimu tetapi memakai cara yang berbeda. semoga nona tidak salah paham mengenai anda.." gumam pengawal pribadinya
"sebenarnya Rafly kenapa sih..? dia terlihat murung.." gumam Sandra
...***...
Pagi pun tiba...
walaupun matahari sudah terbit aku masih tertidur lelap. Aku tidak menyangka Fadhil sudah bangun duluan dan menyiapkan sarapan untukku.
"Tuan muda, biar saya yang melakukannya." ucap Bibi An
"tidak perlu, biar aku yang mengerjakannya. selama istriku sedang sakit aku yang melayaninya." ucap Fadhil sibuk memasak
"um... jika begitu saya siapkan tempat makan nya tuan. saya permisi.." ucap bibi An
"iya..." jawab Fadhil singkat
lalu...
"Tuan..Tuan..." Agil memanggil tuannya
"ada apa?! kamu sampai ngos ngosan seperti itu. diam lah dulu." ucap Fadhil
"a..anu tuan muda, uuh... di kantor, ini Tuan muda kedua menelpon anda." ucap Agil memberikan telepon umum milik Fadhil
"hmm...(mengambil) halo ada apa?" tanya Fadhil
"Fadhil , aku baru ke kantormu hari ini. tetapi, di ruangan mu begitu berantakan. ada masalah apa sebenarnya?" tanya Ferdy penasaran semua karyawan
"hmm? ruangan ku? coba lihat bagian kamera pengawas aku akan kesana nanti. " ucap Fadhil mematikan teleponnya dan memberikannya kepada Agil dan..
"Agil, pergilah ke kantor sekarang selidiki siapa yang ingin bermain denganku kali ini. jika itu Tiara bawa saja langsung ke ruang bawah tanah ku. " ucap Fadhil masih tidak mempercayai Tiara.
"baik tuan muda saya permisi.."
Setelah selesai memasak bibi An membereskan semuanya dan Fadhil masuk ke kamar untuk membangunkan ku.
"Sayang ayo bangun sudah siang." ucap Fadhil mengelus rambutku
"umm... aku sudah bangun dari tadi kok." ucap manja ku.
Aku pun terduduk dan menatapnya...
"apa yang kau lihat?" tanya Fadhil
"Dirimu.." jawabku
"apa kau mulai jatuh cinta padaku." tanya Fadhil usil
"aku? bukan aku tadi kamu. kamu tergila gila padaku kan." ucapku tidak mau kalah
"heh..~ begitukah.."
"iyah..(sambil tersenyum) "
Kami saling tatap , saat Fadhil mendekatkan wajahnya padaku. seseorang mengetuk pintu
"ukh.. mengganggu saja.." ucap Fadhil sambil berjalan ke arah pintu
"huhum..~ sabar sabar.." ucapku menertawakannya
"ada apa?" ucap Fadhil ternyata itu adalah bibi An
"tuan muda nyonya datang ke rumah ingin bertemu anda." ucap bibi An
"ah baiklah suruh saja ke ruang makan." pinta Fadhil
"baik tuan muda." beranjak pergi
Fadhil bergegas merapikan pakaiannya walaupun dia belum mandi tetapi tidak bau keringat.
"Sayang, lho?! (kemana dia) Sayang " Fadhil mencari ku di sekitar kamar
__ADS_1
"aku di kamar mandi.." teriak ku
"ah cepatlah ke bawah. ibu menunggu kita" ucap Fadhil
"baik..baik.." kata ku
Aku langsung mandi dan merias diri. aku pun langsung ke bawah...
di lihat dari atas mereka semua tampaknya sedang membicarakan sesuatu yang penting...
"Pagi ibu ... ayah..." ucapku
"ah Tian apakah kamu baik baik saja. ihu mengkhawatirkan mu, maafkan anakku yang tidak bisa melindungi mu." ucap ibu memelukku
"emm... ibu Fadhil menjaga ku dengan baik, aku yang tidak menurutinya saja." jelas ku
Fadhil menatapku penuh kasih
"jika dia tidak menyayangimu dengan baik aku akan memberinya pelajaran.", ucap ibu
"kakak ipar apa kabar... apa kamu rindu padaku?" tanya Fadli tersenyum menghampiriku
"ah..haha tentu aku rindu padamu...sekarang kamu sudah terlihat dewasa yah" ucapku
"kakak kamu yang terbaik jika kamu tidak di nikahi kakak ku, aku juga menyukaimu." ucap Fadli memegang tanganku
"Fadli lebih baik lepaskan tanganmu dari istriku.." pinta Fadhil sebagai kakak nya
"lihat ibu, kakak selalu seperti itu." ucap Fadli
"hehehhe...(tertawa kecil) sudah, duduklah. ayo kita sarapan." ucapku
"oke kak."
...***...
di sisi lain...
Ferdy menunggu Fadhil di ruangan ku sebelumnya tempat ku bekerja.
dia mendapat telepon , ia langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa itu
"halo.."
"apa kau rindu padaku" tanya Sintia baru kembali dari luar negeri
"aku merindukanmu. sesuai janjimu, kita akan menikah setelah kau pulang..." ucap Ferdy
"tentu.. aku menantikan hari itu tiba." ucap Sintia
"nak ayo kita pulang.." ucap ayahnya
"oke. umm Ferdy nanti ku hubungi lagi yah." ucap Sintia
"tentu... sampai nanti..sayangku.." ucap Ferdy memanjakannya
"huhum iya sampai nanti juga."
Di sisi lain...
"Fadhil, cepatlah makan. apa yang kamu pikirkan?" tanya ibunya melihatnya melamum
"hmm.. tidak ada. sayang ini makanlah , ibu makan juga." ucap Fadhil
"umm enak sekali... suamiku yang terbaik." ucapku
"jangan memamerkan kemesraan di hadapan orang lain." ucap Fadli sedang enak makan
"ah kamu cemburu yah? makanya cepat cari istri.." ucap Fadhil
"pa..pasti, lagi pula aku sudah punya calon ku dia sangat cantik." ucap Fadli tidak mau kalah
"sungguh? kalau gitu perlihatkan padaku" jawab Fadhil
"gakk....!!!" bentak Fadli
"kamu !!!"
"Sudah kalian seperti Tom And Jerry saja." ucap Ibu membuat semua terdiam sedangkan aku tertawa
"Tian aku harus pergi ke kantor. maaf aku mengingkari ucapan ku." ucapnya
"umm tak apa. pergilah pasti ada masalah bukan" ucapku
"umm... ayah ibu mau pulang langsung? atau mau di rumah dulu?" tanya Fadhil
"tidak, kami harus pergi ke...umm( mulutnya di bungkam) ucap ayahnya
"ah.. ibu dan ayahmu ingin ke rumah sahabat ayahmu." ucap ibu agar tidak curiga
"oh kalau gitu hati - hati. setiap kota selalu telepon." ucap Fadhil
"iyaa tentu, bukankah di perusahaan sedang membutuhkan model iklan mu?" tanya ayahnya
"um... iyah baru ingat.." ucap Fadhil berpikir
"kalau gitu gimana kalau adikmu saja, dia kan sekolah film - film gitu bukan." ucap ku
"bawa saja adikmu. kalau gitu ibu dan ayah pergi dulu ,sayang hati - hati di rumah yah.." ucap ibu padaku juga
"tentu bu... hati hati yah." kata ku mengantar ke luar rumah
tetapi....
"kakak, mereka berdua hanya tidak mau di ganggu olehku." gerutu Fadli
"maksudmu?" tanya Fadhil mengganti pakaian
"yah mereka pasti akan honeymoon, aku tidak mau punya adik.", ucap Fadli dengan santainya membuat Fadhil malu sendiri
"lalu apa rencana mu?" tanya nya
"lebih baik kakak segera punya anak agar bisa menemani mereka berdua." ucap Fadli membenarkan kerah bajunya
"sudahlah ayo..."
adik kakak itu sudah pergi bersamaan dengan ibu. aku mendengar percakapan mereka berdua. tiba - tiba...
"kring...", ( suara telepon rumah)
"nona muda ada telepon", ucap pak Anton yang menggantikan Agil menjaga ku di rumah
"hmm? baiklah." ucapku menuju telepon itu
aku mengangkatnya
"halo? dengan siapa?"
__ADS_1
"yoo... nona Tiani suatu kehormatan bagi ku mendengar suaramu. sebelumnya apakah kau lupa pada ku?", tanya orang itu
"hah? hmmm(berpikir) siapa? aku tidak tahu." jawabku santai
"saya Jackson yang mengundangmu ke acara ulang tahun ku besok malam jangan sampai lupa aku menunggumu, ah tidak maksudku semua teman teman mu." ucapnya
"ohhh Jackson ah maaf yah aku tidak bisa mengenal suara di telepon. umm... tentu aku... aku akan datang..." ucap ku
"terima kasih sampai jumpa di acara.", ucapnya
"iyaa..(menutup telepon) "
...***...
di kantor...
"dimana Ferdy?" tanya Fadhil
"di ruangan sekretaris pak." bawahannya
"terima kasih, Ferdy apa kamu sudah melacaknya di CCTV." tanya Fadhil
"sudah... orang itu misterius. coba lihat semua berkas mu. apakah ada yang di curi. semua kamera pengawas sudah di matikan kecuali ruangan mu yang memiliki ruang kamera tersembunyi." jelas Ferdy
"tentu... aku selalu menyimpan hal hal yang unik di ruangan ku." ucap Fadhil masuk ke ruangannya mencari berkasnya
tiba - tiba...
"Tuan..Tuan..." teriak Agil mengejutkan semua orang
" ada apa?" tanya Fadhil
"i..ini lihat berita terbaru, salah satu perusahaan yang baru sedang naik daun karena hal ini. bukankah ini..." ucap Agil memperlihatkan tab nya
"itu...(terkejut) bukankah itu properti ku !!! bagaimana bisa mereka yang mengambil milikku. bukankah keamanan kantor ini sudah baik. apakah kalian teledor!! " bentak Fadhil marah - marah pada bawahannya
"tunggu Fadhil aku rasa bukan masalah keamanan tetapi pencuri ini lebih lihai dari yang ku kira." ucap Ferdy mengamati
"tuan !! lihat, pencuri ini sepertinya membius lumpuh semua anggota keamanan hanya dengan sekali tembakan." jelas Agil melihat kamera pengawas di tempat parkir
"sial..!!!! ingin bermain denganku baiklah... " ucap Fadhil berbicara sendiri
"Tuan apa yang akan kita lakukan. beri perintah." ucap Agil siap menjalankan misi
"pertama, selidiki siapa pemilik perusahaan itu dan siapa yang terlibat dari perusahaan itu dalam bentuk saham. kedua, selidiki siapa orang itu..." ucap Fadhil memikirkan sesuatu lebih dalam dari pada itu.
...***...
waktu menunjukkan pukul 14..00 siang, aku sudah bosan. lalu, aku berenang untuk menyegarkan tubuhku sendiri aku meminta pada Anton agar memanggil pemandu renang wanita.
aku melakukan pemanasan setelah itu aku berenang di awasi oleh pemandu itu.
sudah setengah jam aku berenang tanpa henti. lalu...
"Byurrrr..." seseorang ikut berenang
aku langsung naik ke atas dan di pinggir kolam ternyata.....
"aaaaaaaaaaa......!!!!!!! ", teriakku karena terkejut
"sssttttt ini aku.. suamimu." ucap Fadhil memegang pinggangku
"haduh... bikin kaget aja. gimana kerjanya? apa ada masalah?", tanya ku
"hmmm(melihat pemandu , memberi isyarat agar keluar) sayang...." memanggilku lembut
"ummm?" jawab ku kebingungan
Fadhil menyodorkan wajahnya dan menciumku. dia memelukku sangat erat membuatku sulit untuk bernafas.
"umm...tung...ummm..." gumam ku
"su...sudah... huft...(mengatur nafas) ada apa?" tanya ku
"properti ku di ambil orang lain. sepertinya dia ingin bermain - main dengan ku, tetapi aku merasa bukan aku yang menjadi targetnya." ucap Fadhil sambil melipatkan tangannya
"umm...? ha... jangan jangan yang diberita tadi itu... " kata ku sambil mengingat
"iyah... tenang lah aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan." jelas Fadhil agar aku tidak khawatir
"umm... baiklah.tapi aku penasaran jika bukan kamu lalu siapa?"
"dirimu..." jawab Fadhil
"a..aku? hah...ada ada saja. aku kan sudah lama tidak ke kantor." balas ku
"yap itu benar ,lagi pula itu hanya hipotesis ku. ummm ..."
"ah kamu ini gak tahu malu ini di ruangan terbuka dasar...!!!" bentak ku malu karena dia mencium leher ku
"habis kamu menggoda , apakah tadi ada yang melihatmu?" tanya nya
"enggak !!! " bentak ku
"ck...!!! suaramu itu tidak enak di dengar aku akan membungkam mulutmu.." ucap Fadhil mencium ku lagi
"ukhh !!!! dasar kamu binatang buassss !!!!" teriakku berontak
beberapa menit kemudian...
"ummmhhh.... sudah sudah aku lemas... kaki ku keram." pinta ku karena terus mencium bagian tubuh ku sampai membuatku lelah
" pppftt (tertawa kecil) sayang, aku belum melakukannya dan kamu sudah lemas? bagaimana kalau aku memakai obat nanti." ucap usilnya
"o..obat? hah.. ja..jangan yah aku mohon tanpa obat saja kamu sudah membuatku lelah apalagi... sulit di bayangkan." ucapku membayangkannya
"kalau gitu jangan di bayangkan tapi lakukan." pinta nya merayu ku
"aku tidak mau.. wle.." jawab ku sambil naik ke atas pinggir kolam
"mau kemana?" tanya Fadhil
"aku mau mandi..." jawab ku mengambil handuk
"kalau gitu ayo mandi bareng. dan.. aku ingin.. boleh yah." pinta nya membuat ku malu karena dia memelukku dari belakang.
Aku pun merasakan sesuatu yang bergerak di bokong ku.
"na..nanti saja yah malam oke.." pinta aku negosiasi
"hmm..(cemberut) aku ingin sekarang... ayo aku akan menggendong mu." jawab Fadhil menggendong ku sedangkan aku belum memakai handuk dengan benar
"tu..tunggu, nanti handukku lepas !!!!"bentakku
"karena itu ikuti perintahku..."
Aku hanya bisa diam dan mengalah saja...
__ADS_1
"haizzz.....jadi istri ternyata gak gampang juga yah...huhu.... aku jadi ingin perawan lagi..." gumam dalam hatiku menangis