Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Bagaimana ini


__ADS_3

aku tiba di rumah Pak Fadhil dan beristirahat sejenak. lalu aku pun pergi ke dapur untuk masak makan malam.


"Permisi. Bibi, untuk malam ini biar saya yang masak. Bibi boleh bantu saya. " ucapku sambil meminta izin.


"Tapi nona saya takut tuan muda marah. " Ucap bibi An.


"Bibi tenang saja. aku bisa membujuknya. " Ucapku meyakinkan bibi.


"Baiklah nona. Kalau gitu saya siapkan bahan-bahannya ". Ucap Bibi An.


Tak lama Pak Fadhil datang. ia mencium aroma masakan, ia penasaran siapa yang memasak malam ini? apakah ibu nya??!!!


Ia pun berlari menuju dapur dan terkejut.


" Tian, apa yang sedang kamu lakukan?" Ucapnya


"Aku sedang memasak hehe. lebih baik, sekarang bapak pergi ke kamar lalu mandi dan kembali kesini untuk makan malam." Ucapku


"hmmm... baiklah. " Ucap Pak Fadhil


Beberapa menit kemudian ia kembali ke dapur dan duduk. Aku pun membuka piringnya dan menyiapkan makanan untuknya.


"Terima kasih. " Ucapnya


"Ah sama-sama. Maaf aku berbuat seenaknya. " Ucapku yang sedikit malu.


"Tidak apa-apa. Bibi An jelaskan padaku mengapa dia yang masak. " Ucapnya sambil melirik ada bibi An dengan sinis


"Ah jangan salahkan bibi An aku yang memaksanya agar aku diizinkan memasak. Tolong jangan hukum bibi An. " Ucapku yang sedikit khawatir


"hmm... apa aku menyuruhmu menjadi pembantuku? kamu itu asistenku. jadi, kamu hanya melayaniku. Berikan tanganmu cepat. " Ucapnya sedikit khawatir


"Umm... Tapi.." Ucapku yang sedikit ketakutan.


"Berikan!! " Ucapnya sambil menatapku serius


Aku pun memberikan tanganku mungkin dia sedang memeriksaku.


"Sudahlah pak aku tidak apa-apa tanganku baik-baik saja. aku bukan pertama kali memasak. Sekarang ayo makan. " Ucapku sambil tersenyum paksa. Kami pun makan tetapi aku melihat bibi An dan pengawal pribadi yang bernama Agil hanya melihat kami. aku merasa malu..


"Hmm.. bibi An dan Agil ayo duduk. jangan sungkan, bagiku semua orang sama. jangan takut sama Pak Fadhil kalau dia mengancam. aku yang akan hadapi. " Ucapku sambil melirik Pak Fadhil


"Oh jadi kamu tidak takut padaku? apa kamu tahu apa yang kamu katakan barusan?" Ucapnya sambil tersenyum kecil


"Tidak. iya aku tahu." Ucapku tegas


"hoo... baiklah. Apa kamu akan menanggung semuanya? " Ucapnya sambil tersenyum nakal


"hmm.. iya. kenapa tidak. " Ucapku sambil makan


"Bibi An , Agil duduklah tuan putri sedang meminta kalian untuk makan bersama. " Ucapnya


kami pun makan bersama. saat itu, aku mengambil piring-piring yang kotor untuk di bersihkan. sesudah selesai aku pun ingin kembali ke kamar hanya saja...


"Tian, apa kamu lupa akan ucapanmu?" Ucap Pak Fadhil yang diam di luar kamarnya.


"Hmm.. oh itu. baiklah apa yang bapak ingin aku lakukan?" Ucapku yang tenang - tenang saja


"Hmm.... Tidur bersamaku di kamarku. " Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya padaku.


"APA?!!! Gak . aku gak mau. emangnya aku lagi jual diri. hmmpt " Ucapku yang kesal sekaligus malu


"Apa yang kamu pikirkan. kamu hanya cukup tidur bersamaku atau kamu menginginkan hal yang lebih dari sekedar tidur?" Ucapnya yang semakin mendekatkan wajahnya


"Ti..tidak ada. mana mungkin haha.." Ucapku yang merasa malu sendiri


"hmm.. baik. masuklah. tunggu aku di kamar. aku akan mengambil air minum. " Ucapnya sambil pergi


aku merasa lega karena dia sudah pergi. tetapi aku harus bagaimana sedangkan laki-laki itu bagaikan singa saat di kandangnya. aaarrghh sudahlah kita lihat nanti

__ADS_1


...***...


Aku sudah masuk ke kamarnya. aku lupa kalau aku belum ganti baju , sedangkan baju yang aku pakai bau masakan. saat aku akan keluar Pak Fadhil pun datang.


"Kamu mau kemana? Mau kabur? " Ucapnya.


"Enggak. aku mau ganti baju. boleh aku keluar sebentar. " ucapku sambil memperlihatkan wajah kasihan ku.


"Gak. Pilih saja baju yang ada di lemariku. dengarkan aku Tian. mangsa yang sudah masuk ke kandang pemangsa tidak bisa keluar dengan mudah dan mulus. " Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya padaku dan tersenyum nakal.


"hm... baiklah... ". aku hanya bisa mengalah untuk saat ini dan berjaga-jaga untuk jauh darinya.


saat aku mengambil bajunya aku hanya mengambil bagian atas baju tidurnya karena semua terlalu besar untukku. setelah aku memakainya terlihat bagian pahanya saja aku merasa malu. aku akan mencoba bertanya padanya siapa tahu masih ada baju wanita disini. dia kan kaya tentu saja banyak wanita yang mau menemaninya tidur.


"Pak. apa tidak ada yang lain?" Ucapku.


"Tidak ada. emangnya kamu pikir aku adalah lelaki yang suka berganti wanita?" Ucapnya sedikit kesal. Lalu ia melihatku....


"Hmm mungkin. "Ucapku .


"Heh... menarik sekali. " Ucapnya. Lalu ia menarikku dari kasurnya dan aku terjatuh di atas pelukannya.


"waah... kamu semangat sekali yah. " Ucapnya sambil tersenyum nakal.


"hey lepaskan aku. " Ucapku sambil memberontak alhasil tidak bisa lepas darinya.


"Sudah lelah bergerak?" Ucapnya


"hmm.." Ucapku yang mengalah.


"baiklah ayo tidur. jangan berada terus di atasku. jika terjadi sesuatu aku tidak akan bertanggung jawab. " Ucapnya.


Aku langsung bangun darinya dan duduk di sebelahnya.


"Apa boleh aku tidur di sofa saja. " Ucapku.


"Tidak. Sudah tidur. kalau tidak aku akan memakanmu. " Ucapnya sambil memejamkan matanya.


Waktu tengah malam dimana aku tertidur pulas.


Dia bangun dan memandangku. Lalu...


"Hmm.. Ingin sekali aku memakannya. dia tidak tahu kalau pakaiannya membuatku bergairah. Sudahlah aku ke kamar mandi dulu. Kelinci putih ini harus dimakan baik-baik biar terasa nikmat nantinya ~ ". gumam nya bangun


Saat kembali dari kamar mandi dia melihatku ganti posisi tidur. kancing baju tidur yang aku gunakan terbuka di bagian dada.


Pak Fadhil merasa tidak nyaman akan dirinya. dia hanya bisa menelan ludahnya akan keinginannya padaku. Dia menghampiriku dan memelukku dari belakang. kami pun tertidur pulas.


...***...


Matahari sudah terbit dibagian timur. Saat aku terbangun aku melihat Pak Fadhil sedang memelukku karena kami tidur berhadapan. aku pelan-pelan mengangkat tangannya dari pinggangku. Tetapi, dia sangat kuat bahkan sedang tidur. aku tidak bisa mengangkat tangannya.


Dia pikir aku ini istrinya !!!! seenaknya saja dia memelukku tapi aku juga ceroboh !!!


habis aku tidak tahu apa yang dia pikirkan malam tadi.


Aku hanya bisa terdiam sesaat.


Kalau dilihat-lihat saat dia tertidur begitu tampan, bibirnya yang kecil berwarna sedikit merah, bulu matanya yang cantik. Tanpa aku sadari aku sedikit memperhatikannya. Sejak lama aku begitu peduli padanya. pasti begitu banyak wanita yang ingin bersamanya.


"Apa kamu sudah puas memandangku?" Ucapnya sambil tertidur. Aku terkejut akan ucapannya lalu dia membuka matanya dan memelukku semakin erat.


"hmm.. bapak bisa lepaskan aku. ini terlalu erat." Ucapku.


"Tidak. apa kamu merasa tidak nyaman." Ucapnya sambil tersenyum nakal.


"Iihh enggak. " Ucapku yang terlihat memerah wajahnya.


"hmm... Tian.." Ucapnya sambil memandangku

__ADS_1


"iyaa." Ucapku yang tertunduk malu.


Dia melepaskan pelukannya dan berada di atasku.


"apa yang bapak lakukan?" Ucapku yang kebingungan. Dia hanya terdiam dan menatapku. Lalu, dia mendekatkan wajahnya dan semakin dekat.


"Bapak jangan macam-macam yah. " Ucapku yang sedikit ketakutan karena ini pertama kalinya bagiku. Tiba-tiba dia mencium dahi ku dan mengatakan...


"Selamat pagi" Ucapnya. Aku terkejut sekaligus kebingungan.


"bangunlah sudah terlambat jika kamu belum pergi bekerja. " Ucapnya sambil beranjak dari kasur.


"Gawat." Ucapku sambil berlari ke kamarku.


"mengapa setiap aku berada didekatnya aku tidak bisa mengendalikan diriku. " gumam ku deg degan


...***...


Sesampainya di tempat kerja. Aku langsung pergi untuk finger print dan masuk ke tempatku bekerja.


"selamat pagi Tian. " Ucap seseorang dan ternyata ia adalah personalia itu.


"Ah selamat pagi bu. " Ucapku.


"Jangan panggil aku seperti itu. cukup Kak Lia saja lagi pula aku belum cukup tua untuk di panggil ibu. Oh iya, Direktur akan datang hari ini. jadi, kamu siap-siap untuk bertemu dengannya dan menjadi asistennya." Ucap personalia.


"Baiklah Kak. aku permisi dulu. " Ucapku


Aku sangat penasaran siapa pak direktur itu. mengapa dia sangat jarang menunjukkan dirinya ke publik.


Lalu, banyak pegawai yang sedang berkumpul dan ternyata mereka sedang melihat direktur yang baru saja datang disambut dengan sangat hormat. Aku tidak begitu tinggi sehingga aku tidak bisa melihatnya. aku terkejut saat bisa melihatnya bahwa direktur itu adalah dia.


"Hmm.. apakah kamu asisten baruku?" Ucapnya


"Hah? emm iyaa . jadi Grup F2 ini milik bapak?!" Ucapku yang sangat kebingungan.


"hmm..(senyum kecil). Ayo ikuti aku. " Ucap Pak Fadhil.


Mungkin bukan kebetulan aku diterima disini. Pantas saja aku merasa aneh mengapa aku menjadi asisten direktur bukan pegawai umum ternyata Pak Fadhil rupanya. Haduh aku harus berhadapan dengan pria dingin ini setiap harinya.


"Tian , selamat kamu sudah diterima disini. maaf sebelumnya aku belum memperkenalkan diri padamu. " Ucapnya dengan senyum jahatnya itu.


"Anu.. bapak. Kok bapak gak cerita sama aku kalau bapak direktur disini. Waktu kita di pesta malam itu juga tidak memberitahu ku." Ucapku yang masih kebingungan.


"Itu tidak penting kita bicara nanti saja. kau kerjakan pekerjaanmu. aku tidak suka menunggu. " Ucapnya sambil melihat arsip.


"Baiklah."Ucapku sambil berjalan pergi.


sambil berjalan aku memikirkan begitu banyak hal.


Mengapa aku merasa Pak Fadhil itu seperti mengurungku secara halus. pertama , waktu menjadikanku sebagai asistennya di universitas. Kedua, memaksaku untuk tinggal bersamanya. ketiga, aku bekerja di perusahaannya dan dijadikan asisten lagi.


aaarrghh ingin rasanya aku pergi sajaaa....


atau apakah dia berniat untuk melindungiku?


Tetapi, dia kan sudah punya istri. aku tahu istrinya menghilang beberapa tahun lalu dan bertemu denganku merasa kalau aku ini istrinya.


Hah... rumit sekali. Lebih baik jalani saja dulu.


Setelah itu, aku sudah selesai akan pekerjaanku langsung saja aku serahkan padanya.


"Tok..tok...tok..."


"Masuk" Ucapnya.


"Ini arsip-arsip yang baru saya ketik dan sudah di cetak pak. " Ucapku sambil menyerahkan.


"Iya. terima kasih. siap-siap untuk rapat sekarang. kamu hanya perlu mendengarkan saja. " Ucapnya.

__ADS_1


"Baik."


Saat kami berjalan menuju ruang rapat semua orang begitu hormat padanya dan aku melihat ada sedikit ketakutan pada diri mereka. Kalau dipikir-pikir , dia begitu dingin saat bekerja. tetapi saat di rumah dia begitu manja dan cerewet juga perhatian. Terkadang aku bingung akan sifatnya mana yang asli mana yang palsu. Tetapi, satu hal yang aku tahu, semenjak aku mengenalnya belum ada wanita yang berada disampingnya selain aku.


__ADS_2