Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
katakan !!!


__ADS_3

aku pun bangun dari tidurku. perlahan aku membuka mataku melihat sekitar. ada seseorang di sampingku... dia.. Fadhil


"sudah sadar?"


"uumm iyah."


"ini minumlah dulu. " memberiku minum


"terima kasih."


"Tian , kamu sudah baikan sekarang?"


"umm iyah ada apa?"


"pertama, aku ingin bertanya padamu. apa kamu mengalami ilang ingatan?"


"hmmm mungkin. "


"lalu, kamu ingat siapa dirimu?"


"uh... yang pasti aku Tian." kataku berbohong


"hmmm(menghela nafas dan mendekatiku)."


"aa..aaapa?" tanya ku gelagapan


"masih tidak mau jujur?"


"jujur?!"


Dia lebih dekat padaku wajah kami hanya berjarak 1 cm.


"jawab aku sayang."


"umm.. aku Tian."


"ini.. lihat hasil DNA ini. "


aku melihatnya dia sudah mencari tahu sendiri bahwa aku Tiani Chandra. aduh, aku gak bisa menjauh darinya lagi.


"ini... hasilnya?"


"sayang, aku yakin kamu tidak pura-pura tahu." ucap Fadhil melipatkan tangannya


"ba..baiklah. aku mengalah... , aku memang Tiani Chandra. aku mengingat keberadaan ku saat... sudah di kota C."


"baiklah. cukup. kedua, apa bekas goresan pisau di tubuhmu? Tiani, apa yang kau sembunyikan dariku?"


"panggil aku Tian saja. ini panggilan sayang bagiku."


"iya baiklah. aku selalu memanggilmu sayang. cepat jawab aku."


"hmm...(menghela nafas) baik lah aku akan ceritakan semuanya. Tapi berjanjilah padaku jangan mengambil tindakan seenaknya. "


"tentu.."


"hasil goresan ini... adalah perbuatan seseorang yang ada di rumahmu. wanita itu, dan dia adalah.... Tiara. adik angkat ku."


"dia!! teruskan."


"waktu acara panti asuhan itu, aku mencari Sandra dan Sintia. aku berada di halaman belakang dan Tiara datang. lalu, seseorang memukulku hingga tidak sadarkan diri. mereka membawaku ke suatu gubug yang sangat kotor.


aku tidak menyangka mereka menangkap sahabatku juga. mereka berdua bilang padaku kalau mereka ingin mengungkapkan kebohongan Tiara pada semuanya. dan mengatakan kalau aku yang asli. namun, itu tidak terjadi karena Tiara bertindak lebih cepat. aku menendang perut Tiara dan melepaskan tali salah satu sahabatku. karena tali yang ada di tubuhku sudah terlepas. aku di tusuk olehnya saat itu berkali-kali. aku tidak tahu ada racun di pisau itu. aku menahan rasa sakit itu. aku berusaha melawan Tiara dan sahabatku sudah terlepas. kita berlari sejauh mungkin. kita bahkan tidur di tengah hutan yang rindang itu. saat bangun di pagi hari, Tiara sudah ada di depan kita. dia menusuk kami terutama padaku. kami sudah tidak sadarkan diri. mereka membuang kami ke bawah tebing yang terdalam dimana disana adalah lautan. aku merasa itu adalah akhir dalam hidupku. "


"jadi sahabatmu sudah tahu bahwa dia itu palsu? lalu apa yang terjadi selanjutnya "


"iya mereka ingin memberitahumu. tapi, tidak ada kesempatan. kita ditolong oleh Ferdy di pinggiran pantai karena kita terdampar. wajahku rusak saat itu, namun tidak melakukan operasi plastik karena tidak begitu parah. aku sudah mengingat semuanya hari itu."


"kenapa kamu tidak memberitahuku."


"Fadhil ada alasan dibalik semua itu. jika aku memberitahumu, Tiara akan bertindak lebih cepat juga. aku sengaja tidak memberitahumu. karena aku ingin balas dendam padanya. Aku curiga kematian orang tuaku ada sangkut pautnya dengan dia. waktu kita kecelakaan, aku ingat kau dibawa oleh Tiara dan meninggalkanku. kamu tidak sadarkan diri. Tiara mengatakan satu hal padaku. bahwa dia tidak akan melepaskan orang yang dia cintai yaitu dirimu."


"ternyata dia dalang dibalik semua ini. Tian, maafkan aku. aku tidak melindungi mu dengan baik. maafkan aku..." ucapnya memelukku dan mencium keningku dengan tubuhnya gemetar


"Tidak apa-apa aku baik-baik saja."


"tidak, kamu sedang sakit parah. dengarkan aku sebagai suamimu, kamu harus melakukan operasi. masalah Tiara aku yang urus. beraninya dia melakukan hal itu pada istriku. "


"aku sudah tahu kamu akan seperti itu. aku mohon biarkan aku yang membalasnya."


"sayang, jangan kotori tanganmu untuknya. kita akan membalasnya bersama-sama. "


"tunggu, Fadhil. jika kamu ingin tahu rahasia nya temui Rendy. waktu siang aku meminta nomor Rendy padamu karena dia tahu Tiara dimana dan akan melakukan apa. tapi kamu sudah cemburu buta begitu." ucapku dengan mata sinis


"hehe... maaf. aku hanya tidak suka membahas pria di depanku. karena kamu.. milikku." ucap Fadhil mendekatkan wajahnya lagi


"iyah. aku milikmu.. tidak akan menjadi milik orang lain.. maaf kan aku membohongimu selama ini... " kata ku menunduk


"Aku mengerti..."


kami berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


Aku punya waktu 6 hari lagi bersama Fadhil.


"Tian , kamu lupa akan perjanjian kita setelah menikah yang pertama dan kedua."


"apa itu?"


"kamu harus memanggilku apa?"


"ah maaf. aku.. lupa.. ba..baiklah nanti aku coba."


"sekarang saja."


"hmmm(terdiam sejenak) sayang..."


Mendengar hal itu Fadhil menciumku. Dia menciumku dengan lembut. sudah lama aku tidak bersamanya dan kini kami bersama kembali. aku meresponnya... Dia pelan - pelan meniduri ku namun, punggungku masih sakit.


"aaakhh...(kesakitan)."


"ah maaf.. aku.. lupa hal ini... sayang, kamu harus setuju melakukan operasi. aku akan memberitahumu seperti apa rencana ku. "


"janji?"


"janji... aku berjanji. kita tidak akan terpisah lagi untuk kedua kalinya..."


"hmmm..."


...***...


Di perusahaan GK.


"Jadi seperti itu?! Kenapa Tian tidak memberitahuku. " kata Rafly yang terlihat sangat kesal


"mungkin ada alasan di balik itu. kamu sangat peduli padanya." ucap Sandra menundukkan kepala


"Tidak, kamu salah paham. sebenarnya, orang yang ku sukai ada disini. "


"Sungguh? jadi kamu sudah move on dari Tian?" tanya Sandra penasaran


"haih... Sandra, sejak awal aku menyukai Tian karena dia mirip dengan teman masa kecilku. tetapi, ternyata aku salah mengira. "


"lalu, siapa teman masa kecilmu?"


"dia adalah...(mendekat pada Sandra) Kamu.."


Sandra hanya bengong dan terkejut.


"a...aaku? bagaimana bisa."


"hmm... apa kamu ingat, dia memanggilmu apa?"


"Dia.. memanggilku Afy."


Sandra semakin terkejut , ternyata benar dunia ini sangat sempit. Sandra senang bertemu dengan cintanya dimasa kecil.


"Afy...Afy...!!!! (tanpa sengaja memeluk Rafly) syukurlah aku menemukanmu..." ucap Sandra menangis.


"Yah.. aku kembali... maaf membuatmu menunggu lama."


"umm..."


Mereka berdua berpelukan satu sama lain.


Rafly tidak bisa menahan hasratnya pada Sandra. Dia memegang wajahnya dan menciumnya... Sandra meresponnya. Mereka seperti CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali).


"Sandra, aku akan membalaskan dendam mu pada Tiara. "


"Tidak... tetapi, kita berdua."


"hmm.. iya.. kita berdua. Aku akan kembali ke kota A berkunjung ke rumah Fadhil. karena wanita itu ada di rumahnya. "


"Tunggu jangan terburu-buru. sebentar, aku mendapat telepon dari Tian. Halo.."


"halo San kamu dimana? kamu masih di kantor GK."


"Tian, kamu jahat. perusahaan itu milik Rafly. aku jadi..."


"Sungguh? aku tidak tahu.. baguslah Rafly akan mudah menemukanmu. hmm... San, aku mau titip pesan pada Ferdy. selama seminggu handphone ku di tahan. jadi, tidak bisa berkomunikasi. tetapi, untuk kalian berdua bisa. oke.."


"Tian, apakah baik membohonginya?"


"hmm aku juga bingung. "


"Tian, aku rasa dia menyukaimu."


"Dia tidak akan bisa mengambil istriku. Sandra jelaskan pada Ferdy agar tidak mengejar wanita yang sudah bersuami." kata Fadhil yang tiba-tiba mengambil handphone ku


"Lho pak Fadhil? ada di kota C? " ucap Sandra terkejut


"yah, aku sedang berlibur. ceritanya panjang..." jawab singkatnya


"kalau gitu kebetulan.. tunggu kenapa bersama Tian?" ucap Sandra baru kepikiran

__ADS_1


"aku sudah bilang ceritanya panjang." kata Fadhil untuk kedua kalinya


"Fadhil kamu dimana? aku ingin membuat perhitungan denganmu." ucap Rafly mengambil ponsel Sandra


"wahh.. si bodoh ini ingin bermain denganku." ucap Fadhil


"Fadhil aku serius. kamu dimana?"


"aku di Vila kota C bagian barat. kemari saja itu juga jika kau punya nyali."


"Kau pikir aku pengecut. kamu sudah menyakiti Tian dan Sandra Sialan ."


"hah..... tut..tut..tut" kata Fadhil kebingungan


"Tunggu, Rafly kamu ... kamu salah paham. "


"Tidak. aku harus membawa Tian agar dia bisa memukul bajingan itu. Sayang, kamu jangan cemburu... karena sebenarnya, Tian itu masih saudara. kami menjadi saudara karena bertetangga."


"Saudara? hah tunggu siapa yang kamu panggil sayang !!!! "


"iyah kamu. dia anak paman Chandra. nanti aku cerita yah.. "


"Rafly ka..kamu.. tidak tahu malu. aku ingin ikut denganmu, aku juga ingin Tian baik-baik saja."


"hmmm baiklah."


sesampainya di vila Fadhil. Rafly langsung masuk tanpa permisi...


"Fadhil...!!!! " teriak Rafly


"aku disini." ucap Fadhil dengan santainya


"Dimana wanita itu..."


"Rafly tenang lah. " ucap Sandra


"ada apa berisik sekali." kata ku bangun tidur dari pangkuan Fadhil di kursi.


"Lho Tian.. tidak Tiani. kamu.. kamu disini?" tanya Rafly kebingungan


"umm... ceritanya panjang. kamu panggil aku Tian saja Rafly. "


"Tian, dimana wanita itu." ucap Rafly memegang pundakku


"sialan kamu menyentuh istriku." ucap Fadhil tidak terima


"kamu sudah tahu bahwa dia istrimu? lalu kemana saja kau..." ucap Rafly berhadapan dengannya


"aku sudah bilang ceritanya panjang. yang penting sekarang adalah mau apa kamu kesini. Rafly aku heran padamu kenapa kamu sangat membenciku." ucap Fadhil.


" bukan. aku hanya membenci istri palsumu. Tian, kamu mau saja tinggal bersama dia yang masih menyimpan wanita lain.." ucap Rafly dengan sindir kerasnya dan mata yang sinis


"kamu jangan sembarangan bicara..." ucap Fadhil melipatkan tangannya


"ayo berkelahi..." ucap Rafly sangat kesal.


"ayo..."


"Kalian hentikan....." Kataku


mereka berdua melihat wajahku mereka langsung ketakutan.


"Mereka berdua bodoh." ucap Sandra dengan santai


"Aku merasa kita pernah bertemu satu sama lain kan Tian."


"hmm..."


"jadi.. kamu sudah bertemu dengan orang ini?! " ucap Rafly menunjuk Fadhil


"ah tidak. aku hanya mengenalnya dulu. lagi pula itu kan masa kanak-kanak. aku juga tidak mengingatnya dengan jelas."


"aku cemburu."


Mereka sedang jatuh cinta , gumam ku


"kalian berdua tinggal lah semalam. ini sudah larut." kata ku


"Tidak, aku takut Fadhil akan mendekati calon istriku." ucap Rafly merangkul Sandra


"calon istri..." ucap Sandra pelan-pelan tersipu malu.


"jika aku menginginkannya aku lebih baik melampiaskannya pada istriku. kau tahu Rafly, menikah itu sangat menyenangkan dan rasanya enak. aku jamin, kamu tidak akan bisa menahan diri lebih lama sepertiku. Sayang, ayo kita tidur sudah malam." ucap Fadhil memangku ku


"ummm... iya.. Sandra jaga dirimu baik-baik. jangan sampai Rafly datang ke kamarmu tengah malam." ucapku dengan usilnya


"Tian..." teriak Sandra malu.


"umm.. San, kamu tidurlah duluan aku ingin menenangkan diriku. "


"i..iya."

__ADS_1


__ADS_2