Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Salah Paham


__ADS_3

Pukul jam 09.00 am , aku sudah izin ke personalia untuk datang sedikit terlambat. Aku pun pergi ke kantor , tiba-tiba ada mobil mewah berhenti di depanku ternyata itu Calvin. Ia membuka jendela pintu mobil depannya dan berkata


“apa yang kau lihat?” ucapnya


“em?” kataku yang kebingungan


“naiklah aku juga akan pergi ke kantor jadi aku memberimu tumpangan.” Ucap Calvin yang sama saja suka memerintah.


“ah tidak usah. Aku sudah memesan taksi online kok.” Ucapku menolak ajakannya


“aku tidak suka penolakan ayo naik.”


“umm… baiklah.(pikiranku) dia dan pak fadhil sama saja.”


Entah kenapa, aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku terus ? ah mungkin perasaanku saja. Menuju ke kantor hanya 15 menit karena rumah Sandra sangat dekat dengan kantorku dan tempat kuliahku.


Sesampainya disana begitu banayak orang yang melihatku, hal yang aku rasakan saat itu adalah mereka tidak suka padaku, aku hanya bisa menghela nafas saja.


“jangan hiraukan mereka. “ ucap Calvin


“tidak kok aku sudah terbiasa. “


“oh yah?baguslah.”


“kalau gitu saya permisi dan terima kasih atas tumpangannya.”


“hanya terima kasih saja?”tanya Calvin


“mmm.. lalu apa?”


“sebagai rasa terima kasihmu padaku kau harus makan siang denganku hari ini”


(dalam hatiku) perasaan dia yang memaksaku masuk ke mobilnya aaarrrgghhh saabarrrr Tian.


“baiklah.”ucapku dengan senyum terpaksaku. Aku segera pergi darinya dan menyelesaikan semua tugasku.


Sudah jam 11.30 am aku masih punya banyak pekerjaan. Tak lama pak Fadhil pun datang tetapi dia tidak menatapku atau menyapa, aku sih gak peduli.


“Tian, presdir menyuruhmu untuk datang ke ruangannya.” Ucap Kak Lia sebagai sekretarisnya.


“baiklah kak Lia “ ucapku sambil pergi.

__ADS_1


“tok..tok..tok”


“masuk”


“ada perlu apa?”


“aku tidak mendengar apa yang kau katakan.” Ucap Pak Fadhil. Aku mendekat sedikit demi sedikit padanya.


“Ada perlu apa pak?” ucapku. Dia bangun dari tempat duduknya dan menghampiriku perlahan, aku juga mundur perlahan supaya lari dengan cepat. lalu, dia menarik tanganku dan menyuruhku duduk di sofa.


“tian..” ucap Pak Fadhil dengan lembut


“iya?”


“ada apa denganmu hari ini?” Tanya nya


“ti..tidak ada. Memangnya ada apa?”


“kau.. kabur dari rumah. Bibi An bilang kau tidak akan kembali dalam beberapa hari. Kenapa? Kau masih marah padaku? Kenapa kau tidak memukulku menamparku? Aku lebih suka kamu seperti itu daripada diam seperti ini.” Ucapnya


“apa aku pernah melakukan hal itu?” tanyaku


“tidak. Tetapi menurutku daripada kamu menahan amarahmu lebih baik keluarkan saja.” Ucap pak Fadhil dengan lembut dan memegang sisi bagian wajahku.


“tapi, tingkahmu berkata lain” ucap Pak Fadhil


“hhh(menghela nafas panjang) cukup. Bapak kenapa sih? Ini di kantor. Bukankah bapak sendiri yang bilang tidak boleh membahas masalah pribadi di kantor. Permisi” Ucapku sambil keluar dari ruangannya.


“aku akan menunggumu pulang dan kita bicara nanti.” Ucap Pak Fadhil. Aku tidak meresponnya.


Akhir-akhir ini Pak Fadhil agak aneh , pertama dia ngelindur kedua overprotective padaku. Sudahlah pusing mikirin orang terus.


“Tian” ucap Calvin


“ya?”


“ayo ke kantin”


“mmm”


Aku tidak tahu kalau pak Fadhil memperhatikanku dan ternyata dia menyusulku. Setelah kami duduk di kantin Pak Fadhil pun duduk bersama kami dan dibawakan makanan yang sangat banyak.

__ADS_1


“aku ingin semua karyawanku makan enak hari ini terima kasih atas kerja sama kalian selama ini.” Ucapnya yang tiba – tiba berdiri di hadapanku.


“terima kasih pak.” Ucap semua karyawan. Lalu dia duduk kembali. Perang dingin pun dimulai….


“wah tidak di sangka tuan muda sepertimu mau makan di kantin seperti kami.”


“hmm, kau sudah salah paham Calvin. Aku selalu makan disini.” Ucapnya sambil melirikku. Kemudian koki membawakan makanan yang lezat yaitu beef sapi panggang yang selalu membuatku ngiler.


“silahkan dinikmati”


“ini untukmu makanlah.” Ucap Pak Fadhil menyerahkan beef itu padaku.


“dia bukan pengemis yang kau berikan begitu saja dan menerimanya dengan paksa.” Ucap Calvin


“Calvin, urus saja urusanmu dan makanlah makananmu.” Ucap pak Fadhil yang sedikit kesal.


Sedangkan aku melihat sekitar semua karyawan wanita menatapku penuh amarah, bisa-bisa aku dimakan lenyap oleh mereka.


“maaf pak saya tidak bisa memakan makanan yang sudah disediakan untuk bapak. Lagi pula saya masih punya makanan saya. Kalau begitu saya permisi “ ucapku beranjak dari tempat duduk ingin pindah ke tempat yang lain.


“duduk, atau aku akan membuat karyawan kantor lembur tengah malam” ucap mereka berdua bersamaan. Disaat seperti ini aku hanya bisa mengikuti perkatan mereka.


“ Tian, makanlah fried chicken ku tanpa tulang ini dengan saos mayonise pasti rasanya lezat.” Ucap Calvin sambil tersenyum padaku.


“tidak usah. Terima kasih.” Ucapku yang tidak mau diganggu saat makan.


“Calvin, sejak kapan kau peduli pada seorang wanita?” ucap Pak Fadhil


“sejak aku bertemu dengan Tian. Memangnya kenapa? Apa ada masalah denganmu?” Tanya Calvin


“tentu saja. Jangan lupa kalau dia itu milikku. kau tidak boleh mengganggunya atau pun menyakitinya.”


“benarkah?Tian, apa yang dikatakan Pak Fadhil itu benar?” Tanya Calvin padaku


“maaf, ini di kantor. Ada peraturan disini. Tidak boleh membicarakan masalah pribadi disini. Peraturan ini berlaku untuk semua orang termasuk kalian berdua, dan satu lagi jangan suka memancing singa yang sedang tidur. Saya tidak nafsu makan . permisi” ucapku mengeluarkan sedikit rasa kesalku dan pergi.


“hmm… dia ternyata pemberani juga yah dia memang singa kecil yang tangguh.” Ucap Calvin yang terkesan padaku.


“ dia kelinci putihku.” Ucap Pak Fadhil.


“terserah. Aku permisi. Ada banyak yang harus aku kerjakan nih kawan. Dahhh. Oh yah, satu hal yang harus kamu ketahui. Bila kamu menyakitinya dan bosan. Lepaskan dia, biarkan dia bahagia bersama orang lain.” Ucap Calvin berjalan pergi.

__ADS_1


Diperjalanan menuju ruangan. aku berpikir sebenarnya aku sangat lapar karena mereka menyebalkan aku jadi kesal dan meninggalkan makananku.


__ADS_2