Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
tak pernah usai


__ADS_3

Rafly menyadari kesalahannya dia memukul tembok terus menerus sampai tangannya berdarah.


"Sandra, sayang maafkan aku... aku tidak bermaksud seperti itu. yah.. aku salah aku telalu memperhatikan Tian dibanding dirimu." ucap Rafly menyesal.


sementara itu, Ferdy tersungkur dia langsung berlari pulang untk membebaskan hukuman darinya.


Ferdy mengendarai mobil dengan kecepatan yang tidak biasanya. dia menangis karena kebersalahannya. semua yang telah terjadi karena ulah mereka sendiri yang dijadikan korban oleh mereka adalah aku....


'brakkk !!!!" mendobrak pintu


"dimana Sintia?" tanya Ferdy ngos ngosan


"di kamarnya tuan..." ucap pengawa perempuan yang menjaga diluar pintu


Ferdy berlari dan melakukan hal yang sama lagi.


"brak...!!!! sayang maafkan aku..."


Ferdy melihat keadaan kamar sangat berantakan. dia melihat jendela terbuka. ia menghampirinya. terlihat jejak kaki yang simpang siur entah kemana arah yang benar?!


tetapi, hal yang pasti bahwa Sintia di culik.


Ferdy keluar dari kamarnya langsung memeriksa CCTV. namun, hasilnya nihil. tidak ada jejak sedikit pun.


"orang ini cukup pintar. tapi siapa yang melakukan hal ini padaku? apakah Fadhil? tidak mungkin, dia sedang berada dibawah tanah. tapi... mungkin juga Feri bilang kalau Fadhil menggerakkan anggota gelapnya itu untuk sesuatu. semoga prasangka ku ini hanyalah mimpi tidak nyata. apakah dia ingin berperang antar saudara seperti dulu?"


gumam Ferdy berpikir keras


"tuan.... tuan...." ucap Feri ngos ngos san


"ada apa?"


"aku sudah menemukan nona. aku mengejarnya ia masuk ke rumah tuan muda pertama." ucap Feri


"APA??????!!!!! cepat selamatkan dia. tidak ada yang lolos dengan utuh jika berada disana."


di sisi lain..


"sudah selesai tuan..."


"bagus.... lakukan hal yang lain..."


...***...


aku bangun saat tengah malam, aku mencari Fadhil tetapi tidak ada. aku mendengar suara pistol. aku mengikuti suara itu...aku menemukan pintu di ujung belakang rumahku yang ditutupi dedaunan yang rimbun ternyata itu ruang bawah tanah, aku membawa senter untuk menerangi jalan ku.


perlahan lahan aku sampai disana aku menemukan tangga untuk turun lagi. saat aku melangkah, aku mendengar suara teriakan. aku mengenal suara itu. aku berjalan cepat aku membelalak melotot terkejut.


"TIARA.........!!!!!!!!!!" teriak ku mendekatinya. karena Tiara di pangku oleh seseorang.


"hei lepaskan dia !!!! (menatap wajahnya) Fadhil... apa yang kau lakukan.... apa kau akan membunuhnya? kau menyimpan dia disini?!" bentak ku bertanya melihat sekitar gelap tanpa cahaya hanya ada satu saja. Fadhil belum menjawab pertanyaan ku. tak lama aku merasa sesak disana...aku menyentuh dadaku sakit.


"sayang .... sayang ayo kita keluar. kau tidak aman disini." ucap Fadhil menurunkan Tiara memangku ku, aku mundur menolak ajakannya tetapi perlahan aku sudah tidak sadarkan diri.


kini, Tiara dan aku di bawa keluar karena sesak pernafasan. sedangkan, Rafly sedang dalam pantauan Calvin.


setelah Fadhil pergi, Calvin memulai pembicaraan dengan Rafly.


"apa kau lelah? maafkan tuan ku. ini... aku membawamu makanan dan minum agar kau punya sedikit tenaga. aku ingin kalian akur, aku tidak ingin kembali seperti dulu lagi. apa kalian tidak bosan?! bagiku kalian adalah saudaraku bukan bos ku lagi. sudahlah, ayo makan dulu."


Rafly hanya menatapnya takut makanan itu mengandung racun.


"ayolah tak mungkin aku meracunimu. ini ambil pistol ini jika aku membahayakan mu." ucap Calvin


"baiklah terima kasih... aku percaya, aku hanya sedang mendengar sesuatu. " ucap Rafly mengerutkan dahinya

__ADS_1


"mendengar apa?" tanya Calvin siaga


"suara orang berjalan." jawab Rafly


"apakah ada pemberontakan?" tanya balik Calvin ikut mendengar sambil membawa pistol


"hey kau ! suntik aku dengan obat stamina. aku mohon !!! Fadhil dalam bahaya, aku takut ia kenapa napa?!" ucap Rafly cepat makan dan minum


"apa?! baiklah... jika kau berpikir untuk kabur dan mengkhianati kepercayaan ku lihat saja nanti."


setelah penyuntikan mereka berlari menuju kedalam rumah ternyata dugaan mereka benar.


sementara itu, Alvian sibuk memberi perawatan pada kami. Fadhil mondar mandir di luar. tiba tiba...


"Fadhil ... !!!!!! kau keterlaluan !!!! " bentak Ferdy


"apa maksudmu? apa kau punya muka kemari?" tanya Fadhil balik


"lepaskan istriku !!!! aku tidak akan melakukan pemberontakan ini jika kau melepaskannya." ucap Ferdy menahan amarah


"istrimu? aku bahkan tidak tahu dia dimana?" bentak balik


" kau bohong padaku !!!!!!" ucap Ferdy meronta ronta menodongkan pistolnya , Fadhil hanya terdiam melihat keadaan.


"keluar dari sini aku sedang mengurus istriku keluar!!!!!!" bentak Fadhil


"bebaskan dulu istriku!!!!! bawahan ku melihat kau menculiknya !!!!! bawahan mu membawa nya kemari kau pikir mereka membohongi ku."


bentak Ferdy sudah tidak tahan lagi


"aku tidak melakukan hal itu, dari tadi aku berada di bawah. aku tidak menyuruh bawahan ku untuk melakukan hal itu...!!!! KELUAR DARI SINI !!!!" bentak balik karena Fadhil kesal tidak mengancam Sintia


"dengar !!!!! aku sudah mengepung kediaman mu. katakan dimana istriku " ucap Ferdy


"oh jadi kau menyatakan perang dengan ku?! baiklah kita mulai, kau pikir aku tidak mempersiapkan hal ini sebelumnya hmmm?! (menekan alat komunikasi di telinganya) bantai semuanya." ucap Fadhil nyengir


"TUNGGU...!!!!!" bentak Rafly sekaligus terkejut mereka sudah berhadapan dengan menodongkan pistol satu sama lain.


mereka berdua berlari untuk mengambil pistol tersebut . Calvin berlari ke arah Ferdy dan Rafly pada Fadhil.


"cukup hentikan ini !!!!! aku mohon hentikan." ucap Rafly merebut pistolnya.


"bagaimana kau bisa ada tenaga?!" tanya Fadhil


"Calvin menyuntik stamina untuk ku." jawab nya


"SIALAN KAU CALVIN !!!!! KAU MENGKHIANATIKU !!!!" bentaK Fadhil kesal tidak tahu


"Tidak tuan aku bekerja untukmu selalu tetapi aku tidak ingin masa lalu terjadi lagi, aku bekerja sama dengan tuan muda ketiga." jawab nya


"kau percaya padanya?" tanya Fadhil lagi


"iya aku percaya, aku memberinya kesempatan. aku mohon tuan !!!!" ucap Calvin sambil berebutan pistol dengan Ferdy


"apa kau tidak berpikir dia akan mengkhianatimu lagi?" tanya Fadhil ketiga kalinya menatap Rafly


"aku tidak akan pernah mengkhianatimu... Fadhil sekarang lepaskan (menarik pistolnya) dorrrr !!!!!" ucap Rafly


...***...


sementara itu, Sandra sudah pulang. ia mencari suaminya di setiap penjuru tetapi tidak ada. bahkan, ia pergi ke kantornya pun tidak ada. Sandra sudah menelponnya berkali kali tetapi tidak ada jawaban.


"Rafly kau dimana? aku butuh bantuan mu." gumam Sandra menggigit jari telunjuknya


Sandra menelpon Ferdy pun sama tidak ada jawabannya.dia semakin khawatir, Sandra pergi ke kediaman ku untuk mencari suaminya karena feelingnya berkata bahwa Fadhil memberinya pelajaran.

__ADS_1


di sisi lain....


"tuan kami sudah melakukan semuanya.."


"bagus tunggu perintah dariku."


"baik..."


"ayo kita mulai permainan yang sesungguhnya sekarang... " gumam nya


sesampainya di gerbang kediaman ku, Sandra berlari pelan karena ia sedang hamil berjalan 2 bulan. sesudah di dalam...


"haaaaaaa......!!!! (terkejut) ada apa ini?!! awh...!!! (tertembak oleh bawahan Ferdy)" Sandra terdiam di bawah menahan rasa sakit di tangannya yang tertembak


Rafly sedang sibuk berebut pistol dengan Fadhil, ia melihat Sandra menahan sakit.


"Sandra...!!!! (melotot) Fadhil cepat lepaskan pistol mu !!!" ucap Rafly


"aku tidak mau !! bisa saja kau menembak ku." ucap Fadhil masih melawan


"cih !!! ayolah percaya padaku. aku tidak melakukan itu pada Tian " jelas Rafly


"Tian...?" ucap Fadhil tidak suka mendengar Rafly memanggilku seperti itu


"ma..maksudku kakak ipar. ayo lepaskan..!!" ucap Rafly


"heh..!! ming...gir..!!!! Bruk...!!!" ucap Fadhil mendorong Rafly sampai terjatuh


mereka sibuk beradu senjata. semua orang yang dibawa oleh pemimpinnya mempertahan kan keadaan.


"Fadhil...!!!!! hentikan ini !!!" teriak Rafly melihat Fadhil dan Ferdy sibuk berkelahi tanpa senjata.


"kau ingin membunuhku sejak dulu bukan? ayo lawan aku !!!" bentak Fadhil


"aku akan menuntaskan mu sekarang...!!! dan membebaskan istriku..!!" ucap Ferdy


"sudah ku bilang aku tidak menculik istrimu, aku bahkan sedang mencarinya untuk ku ancam !!! agar dia tidak mendekati istriku lagi." jelas Fadhil


"kau memang pembohong yang hebat Fadhil, aku tidak peduli..." ucap Ferdy


"cih...!!!"


Sandra menatap semua keadaan yang sangat berantakan ini.


"Raf..ly.. " rintih Sandra


"sayang... maafkan aku.." ucap Rafly memeluknya


"Raf..ly sakit tangan ku sakit.." ucap Sandra


"mana !!! apa ?! siapa yang menembak mu ?! beritahu aku." ucap Rafly


"aku tidak tahu..." ucap Sandra sudah lemas


"lupakan !!! aku akan membawa mu ke tempat yang aman dulu." ucap Rafly memangku nya


Rafly melihat Alvian sibuk menyingkirkan orang yang terluka...


"Alvi...!!!!! bantu aku obati istriku !!" ucap Rafly


"Sandra... ?! astaga apa yang terjadi di sini...!!! aku sibuk merawat pasien sekarang malah tambah satu lagi cepat ikuti aku." ucap Alvian


berlari ke kamar untuk tamu..


"cepat baringkan dia. aku akan mengambil pelurunya dan biarkan dia istirahat kunci pintunya." ucap Alvian

__ADS_1


"iyaa !!!" ucap Rafly menguncinya langsung



__ADS_2