Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Tidak peduli


__ADS_3

Agil membawa pulang Pak Fadhil ke rumah.


sesampainya di rumah..


Brak(suars pintu terbuka keras)


"Aduh apaan tuh?" Ucapku


Saat aku melihatnya ternyata Pak Fadhil. dia melihatku dalam keadaan setengah sadar.


Aku tidak menghiraukannya , aku kembali ke sofa di ruang tv.


tetapi, saat aku berjalan Pak Fadhil menangkap ku. Lalu ia menggendong ku ke kamarnya.


"Hey , lepasin aku."


"Diam."


"Apaan sih Pak Lepasin gak?"


"-" Dia tidak merespon ku.


Bruk(aku dilempar ke kasurnya)


"Aduh... sakit. "


Saat aku berusaha bangun dia membuka kancing baju nya dihadapan ku. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan kali ini. Tidak, aku harus lari. ka..kalau bisa aku harus pergi dari rumah ini.


"Tian..." Memanggilku dengan lembut seketika aku terkejut.


"Tian, kau marah padaku? maafkan aku. aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja, saat aku melihatmu dengan Calvin hatiku kesal dan gelisah. Kau boleh memukulku jika mau "


"Aku maafkan dengan satu syarat" Ucapku


"Apa itu?" Ucap Pak Fadhil yang kebingungan


"Aku gak suka kelakuan bapak yang kayak gini menggendongku ke kamar. Aku ini manusia bukan robot dan mainan mu. Bisakah rubah sifat ini?"

__ADS_1


"Baiklah aku akan berusaha semampuku."


"Ya sudah kalau gitu, akhiri disini dan istirahatlah. " Ucapku yang masih sedikit kesal padanya .


"Bisakah kau diam disini sebentar" Pintanya


"baiklah"


Tak lama kemudian dia tertidur lelap dan aku memakaikannya selimut. saat aku mau pergi ke kamarku dia masih memegang tanganku. dan berbicara dalam keadaan tidak sadar.


"Tian, seandainya istriku sudah meninggal. maukah kau menjadi pendampingku"


Aku terkejut akan ucapannya saat itu jantungku berdetak gak karuan. aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat itu. aku melepaskan tanganku dan pergi ke kamar karena waktu sudah malam.


...***...


Pagi pun tiba, Pak Fadhil bangun dan melihat sekitar ternyata aku tidak berada disampingnya tadi malam itu. melihat raut wajahnya dia sedih dan tahu jawabannya bahwa aku masih sedikit marah padanya.


Di dapur..


"Bibi, apa dia sudah bangun?" Ucapku


"Oh. umm.. bibi, katakan padanya untuk beberapa hari ke depan. aku tidak akan tinggal disini dulu. aku akan pergi sementara waktu. "


"Tapi kenapa mendadak?"


"Ah tidak apa-apa. kalau gitu aku pergi dulu yah."


aku membawa koperku dan pergi ke rumah seseorang.


Disisi lain..


"tuan muda silahkan sarapan dulu yang sudah dibuat oleh nona muda. "


"oke. Dia kemana bi?"


"Umm.." Ucap bibi An yang sangat kebingungan

__ADS_1


"Bi?" Tanya pak Fadhil


"Ah tuan muda. ia untuk sementara tidak akan tinggal dulu di rumah ini karena ada urusan pribadi. "


"Apa?! Apa yang dia lakukan? sebegitu marahnya dia padaku. Tidak... aku tidak ingin kehilangan orang yang ku cintai lagi untuk kedua kalinya!!!! " Ucap Pak Fadhil


"Tuan tenang lah. saya sudah menyuruh orang untuk mengikutinya. " Ucap Agil


"Benarkah? baguslah. setidaknya aku tahu dia kemana. beri laporan padaku sekarang. aku akan menyusulnya dan membawanya kembali. "


"Baik " Ucap Agil


...***...


setelah aku sampai di rumah seseorang dia menyapaku.


"Tian, kamu lama sekali huh?" Ucap Sandra yang kesal menungguku


"sudahlah berisik sekali. beneran nih aku tinggal disini beberapa hari."


"Iyaa, aku di rumah sendirian aku anak tunggal sekaligus anak orang kaya. Tapi hidup kaya orang miskin. huu~" Kata Sandra dengan wajah sedihnya itu.


"Tapi, bukannya kamu se tetangga dengan Sintia kan?" " Ucapku sambil dibawakan kopernya


"Hmmm~ iyah sih. Tapi dia itu kan model jarang di rumah walaupun dia masih kuliah


Hmmm... aku ceritain deh. Yang pasti sekarang kamu disini jadi ada yang masak tiap hari yeeaayy" Ucap Sandra


"Jadi menurutmu aku ini koki mu begitu?" Ucapku sedikit kesal


"Bukan. kau itu ibu muda ku. kalau kata-kata Zaman sekarang kamu itu Mahmud hehe"


"Mahmud?" Ucapku yang kebingungan


"haiih kamu ini norak banget. Mahmud itu mamah muda. "


"sialan kamu. aku nikah saja belum"

__ADS_1


"Kan suamimu Pak Fadhil. Ucap Sandra yang tertawa terbahak-bahak


"Kamu!!!" Ucapku kesal sekaligus wajahku sedikit merah.


__ADS_2