Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
dia seorang pencuri?!


__ADS_3

"Apa?! bibi di culik. Fadhil kenapa kau tidak memberitahuku hal penting ini." ucapku


"aku... aku hanya berusaha untuk melindungi mu dan janin." ucapnya


"tapi salah dengan cara seperti ini. dimana bibi sekarang?! apa dia terluka."


"Tian, kau pikir aku ini tuhan begitu?! aku tidak tahu. aku sedang mencari tapi tidak ku sangka mereka menyandera bawahan ku." jelas Fadhil


"Bibi, apa kau baik baik saja?" ucapku menatap atap rumah.


"dia pasti baik baik saja. bibi An bukan orang yang lemah. hal seperti ini sudah biasa baginya. bibi sudah lama berada di kediaman dan merawat ku. aku percaya padanya." ucapnya memeluk ku


"Fadhil aku tidak ingin berbicara padamu. karena kau tidak terbuka padaku maka aku pun sebaliknya. aku mau istirahat (berjalan dan berhenti) kau tidur di sofa ini." ucapku pergi ke kamar


"tu...tunggu kau tidak bisa seperti itu sayang ayolah maafkan aku haizzzhh...." ucap Fadhil menggaruk kepalanya tidak bisa berbuat apa - apa.


"Sejak kapan Tuan muda menjadi seperti ini? sangat langka !!! harus menjadi kenangan dalam hidupku. aku akan membuat status chat bahwa seorang pria dingin kalah oleh istrinya yaitu singa betina hehehe...." gumam Agil membuka hp nya


Agil sibuk mengetik apa yang ia lihat hari ini.


"apa yang sedang kau lakukan? mengejek ku?!" tanya Fadhil berada di belakangnya.


Seketika Agil membeku karena tahu tuannya seperti apa?!


"sa..saya... saya tidak melakukan apa apa." ucap Agil menyembunyikan hp nya.


"berikan padaku cepat." pinta Fadhil dengan nada datar dan kalemnya itu


Dengan terpaksa walau hati tak rela Agil memberikannya.


"kau ingin hp mu kembali atau tidak selamanya?!"


"ah tuan ba..baiklah ini silahkan." ucap Agil


"Dengar, kau tidur bersama dengan ku disini." ucap Fadhil pergi ganti baju dulu.


Saat Fadhil sedang naik tangga aku sudah berada di atas tangga dan membawa baju tidurnya.


"ini ganti saja di toilet tidak perlu di kamar. (berjalan menuju pintu kamar dan menoleh) jangan berusaha menyelinap masuk ke kamar ku..." ucapku melotot


Fadhil hanya menelan ludah nya karena tidak bisa memeluk ku saat tidur.


Setelah itu, Dia duduk di sofa termenung dan....


"duh... Kasihan sekali kakak ipar ku seperti ini." ucap Tiara melempar guling pada Fadhil


"diam kau !!! ini bukan urusan mu." balasnya menerima guling itu


"lagian siapa juga yang mau ikut campur." balas Tiara balik dan pergi ke kamar.


Dengan cepat Fadhil langsung melempar bantal sofa itu pada Tiara namun tidak kena.


"lemparan mu meleset kakak ipar, lebih baik kau latihan lempar lembing jangan hanya latihan tembak menembak saja." ucap Tiara langsung menutup pintu takut ada serangan susulan


"Diam...!!! berisik sekali huh..." ucap Fadhil langsung memeluk guling itu.


"Kasihan tuan muda ia sengsara berada di rumahnya sendiri.."gumam Agil menahan tawa tapi takut tuannya marah


"Jika kau ingin tertawa yah tertawa saja." ucap Fadhil datar


"maaf...(menunduk seketika) hahahahah.... Tuan anda sangat kasihan." ucap Agil sambil memukul bantal tertawa


"tak apa. ini bukti cinta dan kesabaran ku pada Tian." ucapnya mengelus dada


Di dalam kamar...


"Beraninya dia seperti itu padaku. hmmpptt !!! jika aku tidak pergi ke kediaman akankah dia mengatakan yang sebenarnya?! alasan karena takut aku banyak pikiran hiihh... lebay sekali. Bibi An kau dimana... tunggu, waktu itu aku menelpon bibi bukan. aku coba sekali lagi..." ucapku berbicara sendiri


"Tuut....."


Dalam penyanderaan....


"Bi... ada telepon.." pengawal Fadhil yang tertangkap memberitahunya memakai isyarat mata


"aku tahu.." balasnya


"suara hp siapa itu?!"


seketika semuanya terdiam...


"heh ternyata milik mu lagi. wah... nona muda. angkat...!!!" perintahnya


"Halo bi.., bi kau berbohong padaku. kau tidak ada di kediaman. bibi kau ada dimana sebenarnya?!"


"nona kenapa anda malah berbicara .pria bodoh ini menginginkan nyawa mu." gumam bibi


"nona muda... sa..saya saya... saya di culik... phak...!!! (langsung ditampar oleh pria itu)"


"Bi..bi..!!! hey kau apa yang kau lakukan padanya jangan sakiti dia...!!! apa yang kau inginkan..?!" ucapku khawatir


"aku ingin bertemu denganmu." jawabnya


"oke... dimana.. lepaskan mereka dulu." ucapku


"tidak bisa. jika kau datang seorang diri mungkin bisa dipertimbangkan. jangan harap dirimu bisa membawa orang - orang kepercayaan mu." ucap pria itu


"Sial pria bodoh ini mengancam ku...!!!" gumam ku berpikir


"baiklah kirim lokasinya padaku. aku akan kesana seorang diri." ucapku


"Bibi tunggu aku." gumam ku


Aku pasti akan menemuinya dan dengan membawa semua alat serangan ku yaitu...


semprotan bawang putih, merica, pisau kecil.


"Bi aku akan datang..." ucapku menyiapkan semuanya dalam semalam.


di ruang TV...


Fadhil mendengar apa yang kami bicarakan karena hp ku sudah terhubung dengan laptopnya.


"hehem... istriku pemberani yah. kasihan dia sedang hamil." ucap Fadhil

__ADS_1


"apa yang akan kita lakukan Tuan."


"aku akan menyamar menjadi supir nya. dan kau... masuk ke dalam bagasi." ucap Fadhil


"baik tuan."


"Kita akhiri semua ini sudah selesai bermainnya para junior ku.."ucap Fadhil


"tuan boleh saya bertanya." ucap Agil


"apa? sambil main game saja." ucapnya


"umm mengapa anda membiarkan hal ini berlangsung lama?!" tanya Agil


"karena dalang semua ini aku sudah tahu orangnya jika aku langsung bertindak bukankah sama saja kalau aku masuk perangkapnya." ucap Fadhil nyengir sibuk main game.


"Tidak heran ia disebut tuan muda pertama dari segi pemikirannya saja sangat jauh dan pintar. tuan ku ini memang cerdik." gumam Agil mengaguminya sejak lama


"ceklek...!!" suara pintu kamar ku


"ah gawat !!! Tian kemari. katakan padanya, aku sudah tidur." ucap Fadhil langsung merungkup dirinya dengan selimut sedangkan Agil hanya bengong terkejut akan kelakuan tuan nya.


"Sedang apa kalian..?!" tanya ku


"a-ah no..nona muda a..anu ka..kam..sa..saya main game. saya suka begadang nona." ucap Agil gelagapan


"kenapa dia?" tanya ku melihat Fadhil


"i..ia sudah tidur nona. ia sangat lelah." ucap Agil


"baguslah. aku kemari mau ngambil air minum." ucapku pergi ke dapur


"Semoga saja Fadhil tidak tahu besok aku akan pergi jam 6 pagi. tempatnya sangat jauh, aku bahkan tidak tahu tempat itu dimana." gumam ku sambil minum berpikir keras.


Kalau dipikir - pikir tujuan dia menculik orang - orang terdekat ku hanya karena ingin bertemu dengan ku? kenapa tidak datang saja padaku?!apa dia orang jahat? ya pasti orang jahat bodoh...!!!


Aku kembali ke kamar dan mengunci pintu...


"apa dia sudah pergi?" tanya Fadhil membuka selimutnya kecil


"sudah tuan."


"dengar, kau jangan berpikir aneh - aneh. ada kala seorang raja bisa memerintah negaranya namun dia tunduk pada permaisurinya begitu pun aku. karena apa? aku sangat mencintainya." ucap Fadhil tersenyum sendiri


"jadi anda pura - pura lemah tuan muda?" tanya Agil


"kau benar sekali. dengan begitu bukankah dia akan peduli padaku." ucapnya percaya diri


"siapa bilang?!" ucap Tiara tiba - tiba keluar kamar dan mengambil air juga.


"apa maksudmu?" tanya Fadhil ketus


"kau salah paham kakak ipar. kakak ku tidak peduli lagi padamu." ucap Tiara


"hmm... hahaha kau punya bukti apa" tanya Fadhil penasaran


"lihat ini?! bahkan kakak ku saja tidur terlelap tanpa mu. lalu, nomor mu dimasukkan ke daftar hitam oleh nya. sungguh kasihan sekali, dengar kan aku kakak ipar. seorang wanita tidak suka ada sesuatu yang disembunyikan terlebih lagi dalam masalah keluarga dan itu umum untuk semua wanita terutama kakak ku hmmpptt..." ucap Tiara langsung membanting pintu kamarnya membuat hidung Fadhil sakit.


"Sialan kau Tiara...!!!! kenapa kalian menyebalkan sekali ?! ini rumah ku. kenapa aku yang harus sengsara !!! " teriak Fadhil kesal


"Tuan muda yang sabar, menghadapi wanita itu tidak mudah." ucap Agil


"memangnya kau mengerti seorang wanita?! kau bahkan belum menikah." ucap Fadhil langsung tidur


Perkataannya membuat Agil membeku memikirkan dirinya baru sadar bahwa dia belum menikah.


...***...


Waktu tengah malam seperti ini Sandra keluar rumah membawa baju di kopernya tanpa sepengetahuan Rafly.


saat ia berjalan menyusuri jalan menuju rumah Sintia. ia bertemu seseorang....


"kau diusir dari rumah? mengejutkan sekali." ucap Jackson sambil melipat tangan


"bukan. aku yang kabur dari rumah. mau apa kau kesini? untuk mengejek ku?!" tanya Sandra


"bukan, untuk memberimu pelajaran. bawa dia masuk." ucap Jackson memerintah


"hey !!! jangan sentuh aku !!! tolong tolong..umm...umm..(disekap)"


"Dengarkan aku nona muda ketiga. tidak orang disini lebih baik kau ikuti perkataan ku. jalan.." ucapnya


"baik..."


Sandra di bawa ke rumah Jackson..


"kenapa kau membawa ku kemari?!" tanya Sandra


"kau tidak punya tempat tinggal sekarang atau kau ingin menjadi gelandangan di jembatan. aku bisa mengantar mu kesana." ucap Jackson duduk di sofa favorite nya, Sandra hanya cemberut kesal


Dalam sekejap Sandra melihat - lihat rumah ini yang begitu mewah rapi juga bersih.


"apa kamu gila kebersihan?" tanya Sandra


"sembarangan, apa harus orang fobia kotor untuk menjadi bersih?!" tanya balik


"tinggal jawab saja susah. kenapa kau baik padaku , padahal aku sudah jahat pada angel mu itu." ucap Sandra


"karena kau sahabatnya jika bukan, aku sudah menghukum mu sejak lama dengan caraku dan tak akan diketahui orang lain mengenai keberadaanmu" jelas Jackson membuat Sandra merinding


"aku sungguh tidak mengerti apa motif dia mengagumi Tian sedalam itu. tidak ada celah keburukan nya."gumam Sandra khawatir padaku


"Sudah sudah , kamu terlalu banyak berpikir. lebih baik istirahat sana. kasihan janin mu. Eric, bawa dia ke tempatnya." perintah Jackson


"baik..."


Hari sudah pagi, aku sudah pergi mengendarai mobil sendiri.


"Cih... di luar dugaan ku. kejar dia..." ucap Fadhil tidak tahu aku pergi sendiri


"saya sudah menyimpan alat pelacak nya tuan." "bagus ayo ikuti."


Aku terus menelusuri tempat itu dengan memakai GPS. namun, karena tidak ada sinyal GPS itu menghilang. terpaksa aku berjalan menyimpan mobil di sana.

__ADS_1


"aku yakin sudah dekat dari sini tapi kemana?!" ucapku berbicara sendiri


Di sisi lain...


Fadhil masih mengejar ku tidak disangka ada orang lain yang menyerangnya di perjalanan membuatnya jadi terhambat.


"Calvin kemari urus mereka !!!! " bentak Fadhil sudah terhubung dari tadi dengan Calvin


"sedang ku lakukan bodoh. cepatlah pergi.." ucap Calvin


Rendy dan Calvin sibuk melawan musuh...


"Rendy, kau pergi saja. disini biar aku urus, mereka tidak sehebat itu kau bantulah Fadhil dan menyelamatkan yang lain." ucap Calvin sibuk bertarung saling tembak


"kau akan baik - baik saja?!" tanya Rendy


"iya. kau tidak mengenal aku bukan?! aku adalah pembunuh dan penembak tingkat akut pergilah." ucap Calvin


"baiklah hati - hati." ucap Rendy langsung naik motor nya.


Diantara semua orang kepercayaan Fadhil, orang yang lebih lihai dalam bertarung tembak memang Calvin tidak ada tandingannya.


Dengan cepat, Calvin membawa bom tembak. Tanpa aba - aba, Calvin langsung menembak mereka.


"Bhuummmmmmm !!!! " suara bom meledak


"beres..." ucap nya membersihkan tangannya lanjut pergi menyusul


Sesampainya di tempat aku langsung menerima telepon.


"masuk..." ucap pria itu


"Jadi ini tempatnya?! apa benar bibi bisa hidup disini. sangat kumuh sekali."gumam ku merasa takut


"Yoo.... nona muda pertama sudah tiba.." ucapnya


aku mengamati dia.


Kenapa aku merasa kalau aku mengenalnya?!


perlahan aku mendekat dan ternyata...


"haa...!!!! kau !!! Evan !!! " ucapku terkejut


"yah ini aku Tiani Chandra." ucapnya


"tunggu kenapa kamu melakukan semua ini... akh !!!! (dipukul dibelakang tak sadarkan diri)"


"hmmm ternyata dia masih saja ceroboh. bawa dia masuk." ucap Evan


"baik.."


...***...


"Tuan, nona Tian di culik.." ucap Eric


"apa?! cepat kita pergi kesana." ucap Jackson langsung siap membawa pistol


"baik.."


"tunggu kalian mau kemana?!" tanya Sandra


"Diam di rumah...."


"hey hey...!!!!!! " teriak Sandra


Beberapa lama kemudian aku sudah sadar...


"umm..." rintih ku


"sudah bangun.." ucapnya


"ka..kau!!! Evan apa yang kau lakukan padaku !!! kau mengikat ku !!! " bentak ku


"bukankah kamu bilang ingin menggantikan mereka. Tian, aku ingin berbicara hal ini dulu kepadamu." ucapnya membawa bangku


"apa!"


"kau membunuh ayahku." ucapnya


"aku?! aku bahkan tidak tahu ayahmu !!!" bentak ku


"ayahku paman Arkan yang dibunuh oleh suami mu...!!! aku menyekap orang - orang mu karena aku ingin membalasmu...!!! selain itu, di kediaman sangat ricuh mengenai siapa pemilik warisan selanjutnya dan itu malah dirimu !!! aku tidak suka." ucapnya


"lalu kau ingin membunuhku agar semua menjadi milik mu? heh... nyali mu besar sekali. tetapi, kau akan gagal seperti ayahmu dengan cara menyakitiku." ucapku


"kau masih saja sombong sudah mau mati." ucapnya


berjalan mendekat padaku...


"jleb..."


"ukh...!!! "


"Bibi...!!!! " teriak ku


"tenang tenang ini baru permulaan. kau tidak ingin orang terdekatmu terluka bukan?! bagaimana kalau kau saja yang gantikan?!" tanya Evan berjalan mendekat


"ja..jangan, kau akan menyesalinya." ucapku tidak bisa kabur bahkan berlari pun tak bisa.


Aku di ikat di bangku olehnya...


"sayang sekali rasakan ini !!!"


Aku segera menutup mata ku...!!!!


"Jleb..." pengawal yang lain melindungi ku


"hha??? ka..kamu kenapa kamu malah seperti ini bukannya lari." ucapku


"bagiku nona lebih penting, tak apa saya baik baik sa..ja." ucapnya langsung tak sadarkan diri


"kau itu memang bodoh Tian. pisau ini mengandung racun.." ucapnya

__ADS_1


"Racun?! lagi - lagi racun dan racun. aku sedang hamil jangan sampai kenapa napa pada janin ku. siapa pun tolong aku... dia menggila." gumam ku


__ADS_2