Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Kebingungan


__ADS_3

Pak Fadhil membawaku pergi keluar dari keramaian.


lalu...


"Tunggu Tian kamu belum menjelaskannya padaku." ucapnya


"jelas kan apa?"


"Tian, aku penasaran bagaimana kamu bisa sampai disana? apa yang kau lakukan selama aku tidak ada? bagaimana mereka bisa sedekat itu dan merendahkanmu? jika aku tidak datang tepat waktu akankah kamu selamat dengan tubuhmu yang masih utuh? " Ucapnya sambil mendorongku ke tembok dan menyudutkanku. Aku kesal akan perkataannya seolah - olah aku ini yang mendekatinya lebih dulu.


"Bapak berpikir kalau aku ini wanita murahan? Asal bapak tahu aku enggak mendekati mereka. Aku sedang makan dan mereka menghampiriku dengan tidak sopan. mereka sampai mengancamku kalau aku tidak mau tidur dengannya dan menghinaku kalau aku ini wanita bayaran. Dan.. Sekarang bapak berpikir aku seperti itu juga?" Ucapku yang tidak bisa menahan tangis dan menunduk.


"Tidak. Tian maaf. aku tidak bermaksud seperti itu. maaf aku... aku kesal sama mereka seharusnya aku memarahi mereka bukan dirimu. maafkan aku. Aku.. aku hanya khawatir padamu aku takut terjadi sesuatu padamu. " Ucapnya sambil memelukku dan menyesalinya aku hanya terdiam.


"baiklah ayo kita pulang. " Ucapnya sambil memegang tanganku. tetapi, aku tidak meresponnya. Kami pun pergi tanpa sepengetahuan orang tuanya.


...***...


Sesampainya di rumah.


"Tian, aku lupa kita belum makan malam. Ayo makan dulu bibi An sudah menyiapkannya." Ucapnya sambil mengelus rambutku.


"Maaf pak. tapi aku gak lapar , aku mau istirahat saja. " Ucapku sambil pergi.


Dia hanya menghela nafas karena merasa bersalah akan kelakuannya padaku.


"Bibi An, tolong siapkan makannya aku akan membawa makanan ke kamarnya. " Ucapnya sambil melepas dasi di kerah bajunya.


Sebelumnya dia pergi ke kamarnya dan mandi lalu memakai baju kaos hitam dan celana panjang training. Lalu..


"Tuan, ini makanannya." Ucap bibi An sambil menyerahkan makanannya.


"Baik." Ucapnya


Ia pergi menuju kamarku. saat ia mau mengetuk pintu kamarku, ia melihat kalau pintu kamarku tidak terkunci dan sedikit terbuka. Dia langsung masuk ke kamarku.


"Tian..." Ucapnya sambil membawa makanan.


"Iyaa pak ada perlu apa?" Ucapku yang terlihat tidak terjadi apa-apa sambil terduduk di kasurku membaca buku.


"hmm.. ini aku membawa makanan untukmu." Ucapnya


"Tapi bukannya aku sudah bilang tidak lapar. " Ucapku sambil tidak melihatnya.


"Tian, aku tahu kamu masih marah padaku. biarkan aku menebus kesalahanku." Ucapnya dengan kepala tertunduk.


"Aku udah maafin bapak kok. " Ucapku tetapi tidak memandangnya..

__ADS_1


Dia kesal karena aku mengabaikannya. lalu, dia mengambil buku yang aku baca dan mendekat ke arahku.


"Jika kamu memang memaafkanku kenapa kamu tidak melihatku." Ucapnya sambil memegang wajahku dan kami berhadapan begitu dekat. aku terdiam sejenak dan berpikir takut terjadi apa-apa. Tak disangka hujan lebat angin yang bertiup kencang dan suara geledek membuatku ketakutan.


"aaah..." Ucapku sambil menutup wajahku.


"Kamu kenapa Ti?" Ucap dia khawatir.


"Akuu... aku.. takut suara geledek dan petir. " Ucapku sambil tubuhku gemetar.


Dia hanya menghela nafas dan langsung menarikku hingga jatuh kedalam pelukannya lagi.


"Tidak apa-apa. aku ada disini. sekarang lebih baik kau makan dulu. " Ucapnya.


aku pun makan sendiri dan dia hanya melihatku makan . aku tidak menghiraukannya. tapi, aku tidak tega mungkin dia juga kelaparan. aku pun memberinya roti lapis.


"ini makanlah." ucap ku


"makan saja." ucapnya berada di sisi ku


"aku sudah kenyang. jangan sampai lambung bapak kambuh lagi. yang repot kan aku." ucapku


"aku tidak mau..." ucapnya


"ya sudah.." ucap ku


Tiba-tiba suasana hening.


"apa kamu sudah kenyang." ucapnya sambil memegang kepalaku dengan halus.


"umm.. sudah kan tadi aku bilang." Ucapku yang masih gemetaran.


"Hmm... kau tidurlah aku akan menemanimu disini. melihatmu gemetaran aku jadi khawatir. tolong jangan membantahku kali ini. " Ucapnya yang sedikit menenangkanku.


"hmm.. baiklah. tapi jangan melakukan hal yang aneh." Ucapku yang hanya bisa mengalah


"iya... tenang saja. tidurlah besok wawancara mu bukan?" tanya nya


"humm.."


Aku pun terbaring dan tak lama aku pun tertidur. Dia hanya melihatku sambil memegang tanganku dan duduk di atas kasurku. waktu sudah malam.


dia mengantuk dan tanpa dia sadari dia tidur bersamaku.


...***...


Pagi pun tiba...

__ADS_1


aku melihat jendela yang tembus sinar matahari. lalu aku pun bangun hanya saja aku merasa ada sesuatu yang berat di atas perutku ternyata ada tangan seseorang. Tetapi, tangan siapa. aku membuka selimutku dan ternyata Pak Fadhil. Aku terkejut dan kebingungan setengah mati apa dia tidur denganku semalam? Oh tidak. Apa dia melakukan sesuatu sama aku? . Aku berpikir yang aneh - aneh. saat aku melihatnya dia masih tertidur dan memelukku dari belakang. aku langsung bangun dan menjauh darinya dan membangunkannya.


"Bapak... bangun udah pagi. " ucapku sambil memegang lengannya.


"umm.. " dia pun terbangun dan seketika dia melihatku.


"Apa kamu tidur nyenyak?" Ucapnya mendekatkan wajahnya padaku.


"hah? ehh iya. anu bapak bisa kan jangan dekat dekat sama aku. dan bagaimana bisa bapak bisa tidur disini. " Ucapku yang penasaran.


"Mungkin aku ketiduran disini. sudahlah ayo bangun. " Ucapnya yang tak mempermasalahkan kejadian malam itu.


aku bergegas mandi dan siap-siap untuk wawancara.


"gak mungkin terjadi sesuatu kan diantara kami? lagi pula dia kan pernah bilang tidak tertarik padaku. tapi, kok aku merasa kecewa iwwhhh hus...hus...hus... apaan sih." gumam ku


Tak sadar aku tabrakan dengan pintu kamar mandi.


"duh ukh ini pintu gak punya mata." ucapku


Aku tidak tahu kalau pak Fadhil masih berada di dalam kamarku.


"kamu yang tidak liat jalan. malah nyalahin pintu." ucapnya keluar dari mobil


"ukh kenapa sih pak Fadhil nyebelin banget !!!" gumam ku kesal


Aku sudah selesai merias diri. aku pun pergi ke ruang makan.


"ini makanlah agar kamu bertenaga saat wawancara." ucapnya


"hmm terima kasih. um apa bapak rekan bisnis perusahaan itu?" tanya ku


"iya, dia teman ku. hati - hati saat wawancara dan baca kontraknya dengan teliti." ucap nya


"baik baik... bapak gak makan." tanya ku


"aku lebih ingin memakan mu." ucapnya


"makan aku? habis dong? aku kan gak punya daging." ucapku


"pppftttr dasar bodoh sudahlah cepat makan aku tunggu di luar. akan aku antar ke tempat wawancara mu." ucapnya


"gak gak usah. aku gak mau !! mobil bapak itu terkenal mahal terus bapak terkenal eh aku bareng sama bapak nanti timbul gosip gak gak mau." ucapku makan sampai belepotan


"makan lah yang benar." ucapnya mengambil tisu dan menghapus krim kacang di samping bibir ku.


"a..aku bisa sendiri kok." ucapku malu

__ADS_1


__ADS_2