
Hari sudah siang, aku kembali ke kamar ku. tetapi...
"Tunggu Tian sekarang kamar mu bukan disana tapi di sini." ucap Jackson membuka kamar kerajaan
"a..aku tidak mau. itu kan untuk putri , dan... aku bukan putri. aku di sandera oleh mu." jawab ku
"aku tahu. tapi, kamu sudah menjadi seorang putri mari. aku mohon jangan tolak aku." ucapnya
"huft... baiklah. umm... sudah cukup disini saja, aku lelah ngantuk pula jadi aku mau istirahat." ucapku mau menutup pintu
"baiklah...selamat istirahat permaisuri ku." ucapnya
Tiba - tiba pengawal datang sampai ngos ngosan.
"pangeran, kedua nona itu ingin bertemu nona muda ini." ucap nya
"bukan nona tapi tuan putri kau harus ingat itu atau aku akan memenggal mu." ucapnya
"ba..baik hamba permisi.." ucap pengawal
"Tian, sahabat mu ingin bertemu denganmu."
"biarkan mereka kemari. jangan ganggu kami setelah itu.." ucapku
"baiklah aku menuruti keinginan mu." ucapnya langsung pergi
Sandra dan Sintia langsung masuk ke kamar ku. lalu, aku menutup pintu...
"ada apa? kalian terlihat panik kaya gitu."tanya ku
"hmm... Tian, uh aku.. aku ingin..." ucap Sintia belum selesai
"ingin apa? katakan yang jelas." ucapku
"uh itu.. umm... duduk lah dulu. aku ingin menjelaskan sesuatu." ucapnya
"biar aku saja..." ucap Sandra
"ada apa sih? Sin, kamu baik - baik saja kan? Jackson gak melakukan apapun sama kamu?"" tanya ku khawatir
"uh iya aku baik - baik saja." ucapnya duduk di bawahku
"oke Tian dengarkan aku. umm... maafkan aku untuk semua kesalahan yang dulu."
"kesalahan? kesalahan apa?" tanya ku semakin bingung saja
"humm sebenarnya kami. ma..maksud ku adalah, kita lah dalang dibalik penculikan mu waktu itu sampai kamu ditusuk olehnya. a..aku ma..maksud ku..kita.." ucap Sintia belum selesai
"jadi... klian yang melakukan itu padaku?! tapi kenapa? heh...!!! haha...aku tidak percaya.." ucapku menghapus air mata ku
"itu benar Tian, kita berbuat jahat padamu hanya karena satu alasan yaitu cemburu. aku cemburu Ferdy memperhatikan mu dan Sandra pun sama dia mulai cemburu saat kamu Rafly Rendy dan Ferdy di perusahaan Fadhil. apa kamu ingat itu?" tanya Sintia
Aku mengingat semua kejadian yang lalu. setelah itu, aku hanya terdiam lesu orang yang ku cintai mengkhianati ku. tapi... aku tidak percaya akan semua ini...
"Tian, katakan sesuatu !! jangan diam saja. kau boleh membalas perlakuan kami. aku sungguh minta maaf Tian, dan... a..aku... aku tidak tahu kalau orang yang ku suruh itu psikopat yang baru kabur dari rumah sakit jiwa." jelas Sandra menangis.
mereka berdua mendekat dan berlutut tanpa ku suruh. aku hanya terdiam merasa diriku hampa...
"kalian tahu, dia menusuk ku berkali kali. dan... hampir saja, aku masih bisa diselamatkan. di pisau itu sepertinya ada racun yang sama oleh paman ku. kenapa kalian melakukan hal itu?" tanya ku lemas memandang ke arah lain
"kita dibutakan cinta Tian. aku egois, aku minta maaf." ucap Sandra menangis
"heh..!!! kalian tahu ? semenjak hari itu hidupku tidak lebih baik dari sebelumnya. bahkan, tidak tahu sampai kapan aku akan bertahan untuk hidup hingga sekarang." ucapku membuat mereka terkejut
__ADS_1
"apa..?! tidak...tidak..tidak... aku mohon jangan tinggalkan aku. maafkan aku..." ucap Sandra memeluk ku
"Tian, ini... ayo balas padaku. maafkan aku..." ucap Sintia memberikan ku pisau.
Aku membuang pisau itu dan menjauh dari mereka. aku mendekat ke arah jendela dengan sinar matahari..
"Aku hanya... tidak menyangka kalian melakukan hal itu tanpa bertanya padaku sebelumnya. apakah ada alasan dibalik itu? aku mempercayai kalian selama ini , aku tulus mencintai kalian berdua tapi... kalian mengkhianati ku hanya karena cemburu?" ucapku menoleh pada mereka masih berbicara lembut
"Tian maaf.." ucapnya berusaha mendekatiku
"JANGAN MENDEKAT PADAKU !!! KALIAN MENGKHIANATI KU !! HATIKU HANCUR !! SANGAT HANCUR... AKU MENCINTAI MENYAYANGI KALIAN BERDUA. AKU TIDAK PUNYA SIAPA PUN LAGI SELAIN KALIAN TAPI TERNYATA SEPERTI INI?!" bentak ku histeris karena tidak percaya akan semua ini
Mereka terkejut akan sikap ku mereka mendekatiku ingin memeluk ku...
"Diam di tempat !!! keluar dari kamar ku. mulai hari ini... kau bukan sahabat ku lagi.(menunjuk keluar) aku tidak akan mempercayai siapa pun lagi selain suami ku." ucapku menghadap jendela langsung
"Tian..., semua orang tahu kelakuan kami kecuali dirimu." ucap Sintia
"kecuali aku?! maksudmu?" ucapku semakin membara
"Rafly, Fadhil, Ferdy mereka tahu dan marah pada kami. bahkan, Adikmu tahu akan kejahatan kami." ucap Sintia
"Fadhil tahu hal ini? KENAPA TIDAK BILANG PADAKU !!!" bentak ku
"sa...saat itu kamu sedang hamil. Fadhil mengancam ku untuk tidak mendekatimu sampai saatnya lahiran. a..aku menebus kesalahan ku saat itu, aku menyuruhmu lari karena...karena bawahan Jackson ingin membawamu pergi saat itu." jelas Sandra
"Jackson?! jadi... Jackson juga tahu ?! jadi mereka mengancam mu karena kejahatan mu sendiri?! aku mengerti sekarang, Jackson bukan orang yang melakukan hal tidak baik jika tidak ada alasan. ternyata ini alasannya dia menculik kalian !!! aku kecewa pada kalian, aku kecewa...kalian mempermainkan kasih sayang juga kepedulian ku. PERGI DARI SINI !!! PERGI !!! " bentak ku menangis
"Tian.." ucap mereka ingin memeluk ku
"ceklek..!!! ada apa?" tanya Jackson membuka pintu kamar ku
"aku ingin bicara denganmu Jack." ucapku
"pertama, kurung mereka. jangan sampai aku melihat mereka lagi." ucapku pada mereka berdua, sampai mereka terkejut akan keputusan ku.
"hmm.. baiklah. (memakai isyarat mata pada pengawal untuk menyeret mereka keluar dari kamarku)"
"Tian aku mohon maafkan kami..." ucap Sandra
Sekarang kami berdua ada di dalam kamar. aku menatap Jackson kesal !!!
"Jawab aku, saat kau menyelamatkan ku dari penculikan itu apa kamu tahu siapa dalangnya?" tanya ku
Jackson terkejut dan bingung harus mengatakan apa.
"JAWAB AKU JACKSON..!!!" bentak ku
"a..aku tahu. mereka adalah sahabat mu. aku punya bukti semuanya, dan... aku mengancam mereka untuk tidak melakukan hal itu lagi padamu. jika saja mereka bukan sahabatmu yang kau cintai, mungkin aku sudah membuat mereka jadi santapan peliharaan ku." jelasnya
"kau tidak punya hak untuk itu Jack. ini masalah ku.. biar aku yang menyelesaikannya." ucapku
"aku tahu ini masalahmu, tapi aku peduli denganmu. aku khawatir saat itu. dari situ aku.." ucapnya belum selesai
"dari situ, kau menyuruh pada bawahan mu untuk menguntit ku?" tanya ku memastikan
"iyah kamu benar." ucapnya
"heh..!!! pantas saja... pantas saja kamu selalu tahu dimana pun aku berada. Jack, kenapa kamu menjadi bodoh seperti ini? tidak, sebelumnya terima kasih sudah melindungi ku tapi, kamu harus melindungi orang yang kamu cintai dan itu bukan aku !!!" bentak ku
"tapi kamulah yang aku cintai Tian, sejak kecil , remaja hingga sekarang." ucapnya
"remaja?" tanya ku lagi
__ADS_1
"iya, kita satu SMA tapi kamu tidak menyadarinya. aku selalu memperhatikan mu saat itu." ucapnya
"jadi...(teringat musuh bebuyutan Fadhil) aku tebak, apa kau adalah musuh nya Fadhil sejak dulu?" tanya ku memastikan
"iya kau benar Tiani Chandra " ucap Jackson
Aku terkejut setengah mati, aku tidak percaya semua ini. aku berpikir mengenai semua masa lalu ini...
"katakan yang sebenarnya, apakah kamu ada hubungannya dengan kematian ayah ibuku? dihari pernikahan ku?" tanya ku memastikan
"tidak, aku tidak ada hubungannya dengan itu. justru aku sedang menyelidikinya sampai sekarang, setelah itu aku hanya tahu paman mu yang melakukan hal itu bahkan, adikmu pun terlibat bukan." tanya Jackson balik
"dia di cuci otak oleh paman ku. aku sudah memaafkannya. tapi, aku tidak percaya kamu tidak ada hubungannya." ucapku
"untuk apa aku membunuh orang yang pernah menyelamatkan ku Tian." jawabnya membuat ku percaya sekarang
"beberapa bulan lalu, aku tidak melihat Sandra setelah kejadian penculikan. apakah dia dibawa olehmu?" tanya ku
"iya itu benar. aku menghukumnya di vila ku." jawabnya
"kenapa?"
"karena aku mencintaimu. aku tidak bisa melihat dirimu terluka oleh siapa pun." jawabnya selalu lembut
"Jackson... maafkan aku. aku tidak mengenal mu saat itu. tapi caramu melindungi orang yang kau sayangi salah Jackson. dan... aku tidak pantas mendapat perlindungan darimu. karena aku.. aku tidak bisa menjadi milik mu tidak bisa." ucapku menjauh dari Jackson
"kenapa Tian kenapa? aku menerima mu sampai sekarang." tanya nya berdiri mendekatiku.
"karena orang yang ku cintai itu Fadhil suamiku sendiri. kau hanya sebagai kakak ku." ucapku menangis karena lelah terus menjelaskan
"jangan katakan hal itu lagi. aku bukan kakak mu... aku adalah orang yang mencintaimu.." ucap Jackson memeluk ku
"lepaskan aku Jack.." pinta ku.
"biarkan aku seperti ini sebentar saja." ucapnya
"bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya nya
"apa?"
"aku tidak tahu kapan hidupku akan berakhir. bisakah kamu bersama ku beberapa terakhir sebelum penobatan?" tanya nya membuat ku merasa dia sedang dilanda masalah
"maksudmu? ada apa sebenarnya?"
"Tian... akan ada orang yang menyerang ku saat penobatan. aku sudah siaga sejak kemarin. tapi, aku tetap tidak tahu kapan ajal ku tiba. jadi, aku ingin membuat kenangan bersamamu." ucapnya memegang wajah ku
"jadi...bersandiwara? aku tidak bisa."
"kau boleh menganggap ku kakak mu." ucapnya
"hmm... akan ku pikirkan." ucapku merasa sedih kalau dia akan pergi dariku
"aku menunggu jawabanmu malam ini. jadi, aku membawamu pakaian untuk memutuskan semuanya." ucapnya
"baiklah...caranya?"
"jika kamu datang, kamu menyetujui semuanya dan sebaliknya." jawabnya
"hmm.." aku mengiyakan
"kalau gitu, istirahat lah dengan baik." ucapnya mengelus rambutku dan pergi
"bagaimana caraku menjelaskannya padamu Jackson. aku tahu kamu mencintaiku juga menyayangiku. aku pun menyayangimu tapi.. tidak mencintaimu. bagiku... kamu tetaplah kakak pelindungku... aku berharap ada seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupmu. aku ingin melihatmu bahagia, bukan untuk mengenang masa lalu. tapi.. masa kini dan masa depan..." gumam ku
__ADS_1