
Tak terasa hari sudah malam....
Dengan perutku yang semakin membesar aku hanya bisa tidur terlentang, ingin berganti posisi pun sedikit sulit.
Fadhil menyadarinya kalau aku sedang kesulitan. dia membantuku mengambil bantal untuk menjadi sandaran ku. kami berhadapan...
"Sayang apa perutmu sakit?" tanya nya merasa iba
"huhum...(tertawa kecil) tidak, tapi pengap saja. yah... namanya juga ada bayi di dalam perut ku. seperti dia tidur di atas perut ku." ucapku
"hmm... begitu yah. maaf aku tidak bisa membantumu..." ucapnya
"tidak, kamu bisa membantu ku." ucapku
"bantu apa?"
"besok pagi kita jalan kaki yah... sudah lama aku tidak merasakan udara segar." ucapku
"besok ada acara sayang kamu lupa?" ucap Nya
"ouh iya. ya sudah sorenya saja."
"hmm... baiklah...ayo tidur." ucapnya memelukku
"humm..."
Sementara itu di kamar tamu, Sandra mondar mandir sambil menunggu suaminya. ia bingung apakah harus mengikuti ucapan Jackson atau tidak. Sandra merasakan perasaan yang tidak baik saat Jackson menyuruhnya untuk mengajak ku main.
"apa yang harus ku lakukan..?! aku tidak ingin Tian terluka lagi karena aku." gumamnya
"Ceklek...!!!"
"ah Rafly kamu sudah kembali."
"iya... Sandra, aku ngantuk tapi... aku menginginkanmu." ucap Rafly mengajak Sandra tidur
"hmm baiklah , bagaimana caraku melakukannya." tanya Sandra bingung karena perutnya sedang membesar
"hmm... huft... biar aku saja."
...***...
matahari sudah terbit di pagi hari. Jackson siap - siap berpakaian rapi karena acara amal ini diadakan di pagi hari yah...memang aneh pertama kalinya bagiku ada acara di pagi hari.
"Sudah siap semuanya tuan." ucap bawahannya
"bagus... siapkan ruang VIP untuk keluarga besar Afriansyah." ucap Jackson
"baik tuan..."
"waktunya pertunjukkan. sudah lama aku menantikan hal ini..." gumam Jackson
di sisi lain...
"sayang sudah siap?" tanya Fadhil
"sudah..." ucapku turun dari tangga pelan - pelan
"bi, jaga diri baik - baik. Agil bersama mu disini." ucap Fadhil
"baik tuan muda."
Kami semua pergi bahkan , Calvin dan Alvian pun ikut dalam acara ini. untuk menuju rumah Jackson lumayan jauh sekitar 2 jam.
Tak lama kami sudah sampai terlihat dari gerbangnya saja rumahnya sangat besar dan mewah. aku turun dari mobil dibantu oleh pelayan miliknya.
"silahkan masuk nona.."
"terima kasih..."
"halo... perkenalkan nama saya Edward. saya pelayan anda semua mari ikut saya." ucap Edward bawahan kepercayaan Jackson
"terima kasih..." ucap Fadhil mengikutinya
Fadhil memegang erat tangan ku. terlihat dari wajahnya begitu panik.
"tenang kan dirimu." ucapku merangkulnya
"hum....." jawabnya
kami duduk dimana disana sangat bersih dan rapi. memang sudah banyak orang yang tiba disana. aku tidak menyangka Jackson ikut duduk bersama kami.
"umm..maaf kenapa kamu ikut duduk juga?" tanya ku pada Jackson
"hmm...(tersenyum kecil) karena ini bukan acara ku. tetapi, acara semua orang." ucap Jackson membuat kami semua bingung
"maksudmu?" tanya Fadhil mengerutkan dahinya
__ADS_1
"yap... ini adalah acara kita semua. mari kita dengarkan pembawa acaranya. mungkin kau akan paham dari sini." ucap Jackson tersenyum
para keempat pria ini saling tatap untuk siaga. Ferdy menekan tombol untuk memberitahu para bawahannya untuk siap kapan saja.
"baiklah acara lelang kali ini sebuah kalung antik dengan diamond berwarna merah delima. siapa yang ingin menawar?" ucap pembawa acara
"*kenapa aku merasa kalung itu sangat berarti bagiku. bahkan, aku ingin menangis..." gumam ku
"kenapa kalung itu mirip dengan kalung ibunya? apa mungkin?!..." gumam Fadhil berpikir, kalau Jackson pergi ke kediaman istrinya membuatnya terkejut sekaligus marah*.
"apa maksud dari semua ini?" bisik Fadhil pada Jackson
"maksud? tidak ada. aku juga tidak tahu apa maksudmu." jawab Jackson santai sekaligus berpikir
"aku yakin , Fadhil berpikir aku pergi ke kediaman Tian. hmm... sayang sekali tebakannya salah. aku bahkan tidak tahu siapa yang mencuri kalung milik mendiang ibunya." gumam Jackson berpikir
"sayang kenapa kamu menangis?"tanya Fadhil
"umm entahlah , saat aku melihat kalung itu aku menangis." ucapku menghapus air mata
"kalau gitu, aku beri kalung itu untuk mu." ucap Jackson mendahului Fadhil
"wah...sayang sekali kalung itu sudah dimiliki orang lain." ucap Ferdy melihat keadaan
"kenapa kau tidak tawar?" tanya Rafly pada Fadhil
"aku sibuk mengintrogasi orang bodoh ini." ucap Fadhil
"kau juga bodoh." ucap Rendy
"kau...!!!"
"sudah...sudah tidak apa kok." ucap ku senyum kembali
"Tian, entah kenapa senyuman mu membuat ku senang sekaligus sakit." ucap Jackson senyum membuat ku terdiam menganga
"kenapa begitu?" tanya ku
"hmm... entahlah mungkin... kau berarti bagiku. pppftt... maaf aku bercanda." ucap nya
"candaan mu tidak lucu." ucapku menunduk
"jangan cemberut seperti itu , aku hanya ingin melihatmu tersenyum itu saja." ucapnya lagi
"apa sih? aku gak ngerti. sebenarnya kamu ini kenapa?" tanya ku
"sadarlah, aku sudah menikah. dan... kalaupun belum, aku juga tidak mengenalmu...maaf." ucapku
"aku mengerti... cukup dengan melihatmu saja." ucapnya
"berhenti menatapku huh..!!" ucapku menutup wajahnya dengan tangan ku dia memegang tangan ku
"kamu memang kasar yah." ucap Jackson
"(menarik tangan ku) aku mau ke toilet." ucap ku pergi dan Sandra ikut dengan ku juga adikku.
"aku tidak menyangka kau sangat menyebalkan Jackson." ucap Fadhil menahan amarah, sementara itu, Calvin memegang pundak Fadhil dari tadi untuk diam agar tidak membuat kekacauan
"kenapa apa kau iri padaku?" tanya Jackson
"kelakuanmu pada saudara ku kurang pantas Jackson." ucap Rafly kesal dari tadi juga
"kau mengatakan hal itu karena kau juga menyukainya bukan?" ucap Jackson
"itu dulu tidak sekarang..." jawab Rafly
"heh...!! (nyengir)"
"tuan tuan silahkan nikmati makanannya." ucap Edward
"aku pergi dulu sebentar..." ucap Sintia menyusul ku
"jangan lama..." pesan Ferdy
"Baiklah sudah tidak ada wanita. apa maksudmu mengundang kami?" tanya Ferdy
"kenapa pikiranmu selalu tidak baik? aku mengundang kalian untuk acara amal ini saja." jawab Jackson makan
"apa kau tidak menaruh racun disini?" tanya Fadhil tajam
"hmm..(senyum) jika aku menaruh racun , lalu kenapa aku makan?" tanya balik
"kau pikir aku bodoh, kau bisa saja menyimpannya pada kami semua tetapi tidak dirimu." ucap Fadhil
"hmm... kalau gitu coba makanan milik ku." ucap Jackson
"biar aku yang mencoba nya." ucap Calvin
__ADS_1
...***...
Sementara itu,aku di toilet sibuk merias diri karena baju ku tidak sengaja basah. Sandra dan Tiara menunggu ku di luar. Lalu, Tiara mendapat pesan dari Rendy...
"aku pergi dulu sebentar...jangan macam macam pada kakak ku" ucap Tiara melotot pada Sandra
Setelah Tiara pergi, Sandra ingin duduk tetapi ia mendengar bawahan Jackson mengatakan sesuatu.
"nona muda nya ada di toilet , cepat bawa ia ke kediaman master." ucap bawahannya
Sandra terkejut ternyata feeling nya selama ini benar , kalau aku dalam bahaya. Sandra berlari pelan untuk membawa ku kabur.
"Tian..Tian.."
"ada apa..?!"
"ayo ikut dengan ku..." ucap nya
"kemana?"
"ayo cepat...!!!"
"Sandra pelan pelan aku tidak bisa berlari."
"lepaskan sepatumu." ucap Sandra panik
"Sandra ada apa?" tanya ku ikut panik
"kita dalam bahaya. ayo ikut aku..."
Aku sudah keluar dengan Sandra dari toilet mereka melihat kami dari kejauhan mereka mengejar kami. sementara itu, Tiara melihat para pria mengejar ku , dia mengejar ku juga.
sebelumnya semua alat perekam dan pelacak itu terjatuh.
"gawat mereka banyak...!!!" gumam Tiara
Tiara keluar mencari mobil milik Rendy. untuk pergi ke halaman belakang rumah Jackson...
di sisi lain...
Acara itu mendadak mati lampu dan bau asap.
tak lama, lampu itu menyala dan Jackson sudah tidak ada di antara mereka. Fadhil berlari ke arah Utara untuk mencarinya. Feeling nya juga benar, ada yang tidak beres dengan acara ini.
Aku sudah keluar dari pintu belakang, Sandra terpeleset hampir saja terjatuh...
"Tian.. lari...!!! lari... cepat keluar dari sini..!!! maafkan aku Tian..." teriaknya
Aku ingin menolongnya tetapi mereka sudah Dekat mengejar ku. Sandra ditangkap oleh mereka...!!!
"Tin...!!! " suara klakson mobil
"kakak cepat masuk..!!" ucap Tiara
"ummh...!!!" aku mengiyakan
Aku sudah dibawa pergi oleh Tiara mereka masih saja mengejar ku.
"Tiara ada apa ini?" tanya ku
"kak. aku tidak bisa menjelaskannya pakai sabuk pengaman." ucapnya
"oke.... awh...!!!" rintih ku kesakitan
"kenapa kak?"
"perut ku sakit ... !!! awwhhhh Tiara cepat ke rumah sakit. mungkin aku mau lahiran." ucapku menahan sakit
"tapi bukankah belum 9 bulan?"
"aku tidak tahu...!!!! cepat !!!" ucap ku
Kami saling mengejar satu sama lain. aku sudah berkeringat banyak , tangan ku memegang kursi duduk menahan rasa sakit ku...!!!
"kak kita sudah sampai...!! hey hey.. ada yang mau melahirkan." ucap Tiara pada perawat,
mereka semua sigap membawaku ke ruangan.
sedangkan , bawahan Jackson memberitahu tuannya kalau aku di rumah sakit. Jackson langsung menyusul ku...
di sisi lain...
Fadhil mendapat pemberitahuan melalui ponselnya mengenai keberadaan ku.
mereka berempat menyusul ku juga...
"Tian jangan sampai kamu kenapa - napa..!!! tunggu aku..!!!" gumam Fadhil
__ADS_1