Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
berusaha !!


__ADS_3

"kau sahabatku !!!" bentak ku balik


"yah aku tahu aku sahabatmu. tapi aku tidak berbohong padamu." ucap Sandra


"aku tahu kamu di ancam oleh Jackson bukan? dia juga menculik mu?! tunggu !! apa jangan - jangan Sintia juga..." ucapku menyangka


"ya kau benar. kita diculik. kau tahu, hari - hari ku sekarang ini tidak aman. bahkan, aku tidak tahu bagaimana caranya untuk melindungi diri." ucap Sandra menangis


"maksudmu? apa yang dia katakan padamu." ucap ku penasaran


"dia... dia hanya menyuruhku untuk menemanimu sampai tiba tujuannya nanti jika tidak..." ucap Sandra tersendu sendu


"jika tidak apa.!!!" bentak ku


"jika tidak aku akan mati beserta anak ku...!!" bentak balik


"aku tidak percaya itu. aku tidak mengerti semua ini Sandra. kita diculik bersamaan lalu dia menyuruhmu menemaniku. kau pikir aku anak kecil hah?! Sandra, dia ingin menikahi ku , aku tidak mau. aku berusaha untuk keluar dari sini. lebih baik aku mati daripada menikah dengannya. dan kau.. kau malah membantunya." bentak ku


"a...aku terpaksa !! Tian aku mohon maafkan aku. aku tidak punya cara lain." ucapnya


"dengar, wanita itu kuat. aku punya cara untuk keluar dari sini." ucapku


"bagaimana.."


"...."


Di sisi lain...


ke empat pria ini menyediakan peralatan senjata api dan juga yang lainnya. mengenai perusahaan, mereka meminta bawahan kepercayaannya untuk memimpin.


mereka pergi memakai wajah palsu agar tidak diketahui. Ferdy, membuat passport yang baru untuk mereka. dia ahli dalam hal ini...


sekarang !!! mereka sedang dalam perjalanan...


"Fadhil apa kau tahu dimana Agil?" tanya Ferdy


"aku tidak tahu. anggota gelap ku sudah mencarinya mereka tidak dapat kabar sedikit pun." ucapnya


"aku rasa dia menculik nya juga. semua orang kepercayaan mu mereka bawa." ucap Rafly


"yah.. memang benar begitu. ini.. (lempar pakaian calon pengawal kerajaan) pakailah. aku melihat berita kemarin, Kerajaan Inggris membutuhkan pengawal yang baru. aku sudah mendaftarkan kalian semua. esok adalah hari dimana calon pengawal dipilih." jelas Rendy


"baiklah kita berangkat sekarang. Ferdy apa sudah selesai." tanya Fadhil


"sudah..."


"Tian tunggu aku. aku akan membebaskan mu dari orang itu.."gumam Fadhil


...***...


di dalam kerajaan...


Dipertengahan pembicaraan kami. Aku mendengar suara langkah kaki menuju kamar ku dan ternyata...


"Ceklek..!!!"


"Jackson..!!" ucapku dalam hati


"Tian, ayo makan dulu ayah ibuku menunggumu disana." ucap nya


"aku tidak mau."


"kamu tidak bisa berkata seperti itu. dan..sedang apa dia disini?" tanya Jackson menunjuk Sandra


"dia memberiku makan. jadi , aku tidak mau makan." jawab ku


"uh..iya aku memberinya makan. ka..kalau gitu aku permisi dulu." ucap Sandra pergi takut melihat Jackson


"mengapa Sandra terlihat seperti orang ketakutan saja saat bertemu Jack. aku yakin dia bukan orang yang sembarangan.." gumam ku berpikir


"Tian, apa yang kamu pikir kan?" tanya nya


"a..aku hanya bosan disini terus. apa aku punya kebebasan disini?" tanya ku


"tentu.. kamu boleh pergi kemana saja selama di dalam kerajaan. ini akses izin nya." ucapnya memberikan ku kartu


"terima kasih. apa kamu akan mengunci pintu kamar ku lagi?" tanya ku

__ADS_1


"jika kamu berjanji tidak akan kabur." ucapnya


"tidak akan. kau puas..."


"Tian, mengapa cara bicaramu tidak enak didengar oleh ku. dulu, kamu selalu lembut dan tersenyum sekarang..." ucapnya belum selesai


"heh..!! Jack semua orang punya perubahan tanpa di duga. sekarang, aku tidak punya tujuan hidup, anak ku sudah tiada suamiku tidak ada di sisi ku. siapa yang akan menjadi sandaran ku?" ucapku membelakanginya


"aku.. aku akan menemanimu sampai akhir hayat ku." ucapnya


"kalau aku tidak mau bagaimana? apa kau akan membunuhku?!" tanya ku tajam


"jika perlu begitu. asal kau tahu, aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia baiklah kamu ingin jalan jalan kemana?" tanya Jackson


"ke perpustakaan. aku ingin baca buku dengan udara segar. bisakah kau lakukan itu?" tanya ku


"tentu permaisuri ku.. silahkan." ucapnya memberiku jalan


"Sabar Tian, ikuti dulu semua keinginannya. hafalkan jalan untuk kabur dari sini.." gumam ku


beberapa lama kemudian. kami sudah sampai disana...


Aku memilih buku begitu lama, aku kesal karena Jackson terus mengikuti ku.


"bisakah kamu diam duduk saja?" tanya ku


"aku tidak mau jauh dari pandanganmu Tian."


Aku hanya memutar bola mataku , lelah akan ucapannya. Aku membaca buku begitu lama, dan.. aku juga tidak peduli dia lapar atau apapun itu.


"Jika kamu lapar pergi sana. jangan ganggu aku." ucapku


"tenang saja, ada buah disini.." jawabnya duduk berhadapan denganku


"terserah.."


"aku tidak menyangka kamu memperhatikan ku." ucapnya menggigit apel


"itu kebiasaan ku. maksud ku, kau kan kakak ku." ucapku sambil baca buku


"ini makanlah.."


"aku mau jus."


"kesehatan mu belum pulih. makan ini dulu, aku tahu kamu belum makan. kamu mau sakit, lihat tubuhmu kurus seperti itu.." ucapnya memperhatikan ku


"biarkan aku kurus seperti tengkorak dengan begitu kamu tidak akan menyukai ku." ucapku


"aku akan selalu menyukaimu menyayangimu dalam keadaan apapun." ucapnya


"aku tidak butuh rayuan mu Jack." ucapku mengambil apel karena tidak tahan lapar


"hmm..(tersenyum)"


"aku tahu kamu seorang yang penyayang. tapi kamu salah sasaran Jackson... kamu terlalu terpaku pada masa lalu." gumam ku


hari sudah sore...


aku tertidur saat membaca buku. Jackson menjadi sandaran ku tanpa ku sadari...


Dia membawaku ke tempat tidur untuk istirahat. setelah keluar dari kamar ku, Jackson melihat Sandra sedang mengambil air dari dapur kerajaan.


"apa yang kau lakukan disini?" tanya nya


"a..aku hanya mengambil air minum.."


"apa yang Tian katakan padamu. jawab"


"ti.. tidak ada."


"jawab atau aku.." ucapnya mencengkram tangan kiri Sandra


"dia ingin kabur dari sini. kau sudah puas Jackson !! kau terus menerus mengancam ku."


"itu karena perbuatan mu sendiri. suruh siapa kamu melakukan hal bodoh." ucapnya menghempaskan tangan Sandra dan pergi


"Tian maafkan aku..!!" gumamnya menangis

__ADS_1



...***...


waktu penobatan tinggal 4 hari lagi...


Fadhil beserta yang lainnya baru sampai di Inggris. mereka menyamar menjadi warga negeri sipil. sedang dalam pemilihan pengawal kerajaan...


"Selanjutnya.." ucap jendral kerajaan


Giliran Fadhil...


mereka melihat Fadhil dari segi fisik dan kesetiaan untuk menjadi pengawal yang baik.


"siapa nama mu?" tanya jendral


"nama saya Michael." jawab Fadhil


"masuk...kamu lolos seleksi. berikutnya.."


Fadhil melihat - lihat situasi kerajaan dia memutar kancing kemejanya untuk merekam setiap aktivitas karena kancing itu adalah kamera tersembunyi.


pagi hari ini begitu indah di halaman depan kerajaan. aku jalan - jalan disana...


Memang takdir..!!!


Fadhil melihat ku disana dia ingin menghampiri ku tetapi ia ingat bahwa dirinya sedang menyamar. dia tersenyum melihat ku baik - baik saja tak lama kemudian dia melihat Jackson berada di belakang ku...



Aku merasa ada seseorang yang terus memperhatikan ku. aku celingak celinguk membuat Jackson berpikir yang aneh - aneh.


"Tian, kamu sedang mencari siapa?"


"umm tidak. aku... aku sedang mencari tempat duduk yang enak." ucapku


"mengapa aku merasa Fadhil ada disini... apa mungkin perasaan ku saja? jika benar syukurlah dan aku ingin memberinya saran untuk berhati - hati.." gumam ku


"Lihat, itu tempat duduk yang nyaman dan tidak panas." ucap Jackson


"umm baiklah..."


sedangkan Sandra dan Sintia di kurung di kamar seperti biasanya.


"San, aku rasa lebih baik kita katakan yang sebenarnya pada Tian. kita terima apa hasilnya nanti apapun itu. lagi pula itu semua salah kita. akan lebih parah jika Tian mengetahui kejahatan kita dari orang lain." ucap Sintia


"aku tahu... tapi.. aku belum siap melihatnya untuk membenciku.." ucap Sandra menangis


"aku juga begitu. ayo kita cari dia..." ucap Sintia


"dia ada di kamar sekarang.."


Saat mereka ingin keluar, pengawal Jackson menghampiri mereka.


"tuan putri tidak ada di kamarnya. ia sedang jalan - jalan dengan pangeran mahkota." ucap pengawal itu


"oh... umm kapan ia akan kembali?"


"saya tidak tahu nona.."


"terima kasih.." menutup pintu kamar kembali


"huft..m aku heran Jackson sampai mati-matian begitu demi mendapatkan Tian." ucap Sintia


"karena Tian adalah masa lalu nya." jawab Sandra menyadari hal itu setelah melihat foto yang ada di kamar Jackson saat dikurung sebelumnya..


"hah?! ja..jadi siapa yang lebih dulu Tian kenal?" tanya Sintia lagi


"sebelum dia mengenal Fadhil." ucap Sandra


"ouh... begitu yah. mungkin Jackson berpikir kalau Fadhil merebut Tian darinya karena itu sekarang dia merebutnya balik. haih... Tian..." ucap Sintia menyimpulkan


"yah.. karena itu kita harus membantunya untuk kabur dari sini. aku tidak mau kehidupan Tian hancur untuk ke sekian kalinya. aku ingin menebus kesalahan ku walau dia tidak akan pernah percaya atau berteman dengan ku lagi. sekarang, dia sudah curiga padaku Sintia." ucap Sandra melihat jendela


"humm... kalau gitu, kita jujur saja..."


"oke... aku sudah siapa menerima semuanya." ucap Sandra pasrah tapi dia tetap menyayangiku...

__ADS_1


__ADS_2