
"Cih !!!! pengawal bodoh mu ini berusaha untuk melindungi mu..?!" ucapnya mendekat padaku
Untung saja para pengawal ku yang di tangkap olehnya tidak di ikat di bangku. mereka berlari melindungi ku. para pengawal ku ini, mereka bagian anggota gelap Secret Fadhil. mereka sangat setia tidak peduli akan hidupnya.
"ka..kalian minggir lah dia tidak akan berani menyentuhku." ucapku
"maafkan kami nona muda. bagi kami anda sangat penting." ucap salah satunya
"kalau gitu, kau berdirilah aku akan menggunakan gigi ku untuk membuka ikat tali tangan mu." ucapku
"ta..tapi nona.." ucapnya tidak enak
"cepat !!!!! " bentak ku
Aku membukanya perlahan dan ternyata berhasil. sedangkan Evan sibuk menambahkan racun ke pisau itu.
Pengawal ku langsung berkelahi dengan Evan. tetapi, begitu banyak bawahannya di gubug ini. satu persatu pengawal ku tumbang.
"Tenang saja Tian, mereka tidak akan mati. tetapi, mereka akan gila." ucapnya
"Apa aku pernah menyinggung mu Evan? kenapa kau sangat ingin membunuhku. kenapa?! bisakah kau minta baik baik padaku jika ingin harta keluarga ku?!" ucapku
"Aku bahkan lupa dimana kediaman ku berada?! apalagi mengenai akta itu...!!!" gumam ku berpikir berusaha mengingat
"apakah kau akan memberikannya padaku?!" tanya nya
"aku..."
"dengarkan aku Tian, saat kau di culik waktu itu, Rafly dan aku yang menyelamatkan mu." ucapnya mendekat padaku
"bagaimana kau tahu aku di culik?! apa mungkin itu juga ulah mu?" tanya ku
"Perasaan Jackson yang menyelamatkan ku. aku masih ingat..."gumam ku
"bukan. aku tidak tahu siapa dalang nya. sudahlah terlalu banyak cerita. Aku hanya perlu menjalan kan misi dengan cara membunuhmu juga bayimu itu kemudian akta harta milik keluarga Chandra akan menjadi milik ku." ucapnya sudah gila
"apa kau membenciku karena aku kaya?!" tanya ku
"tidak hanya itu. dulu, kamu memperlakukan ku seperti pembantu. kau memberiku makanan bekas mu. aku membencimu saat itu. Sejak kecil aku harus selalu mengikuti mu, mencuci sepatumu, bajumu." ucap nya
Aku sibuk mengingat masa lalu ku dan aku tidak berbuat seperti itu. bahkan, aku mengenal Evan hanya lewat video call dari Tiara waktu itu. aku tidak begitu dekat dengannya.
"itu bukan aku." ucapku
"kalau bukan kau lalu siapa?"
"itu adik ku."
"bagaimana bisa...?!" tanya nya salah sasaran
"adik ku sejak kecil kecelakaan dan wajahnya rusak. lalu, ibu dan ayah ku memberi foto ku agar sama seperti ku. asal kau tahu sejak kecil aku tidak ada di rumah tetapi..(sekilas ingat seseorang)"
"tetapi apa?!" bentaknya
"aku... aku... aku.. tidak ingat." ucapku
"kau memang pembohong yang baik Tian."
"Tidak, dia memang benar, akulah yang waktu itu memperlakukan mu seperti itu." ucap Tiara tiba - tiba ada di sana.
"lho kau Tiara sedang apa kau disini."
"aku mengikuti mu kakak. aku sudah bilang bukan, aku akan ikut kemana pun kau pergi. aku tidak ingin kehilangan mu lagi." ucap Tiara
"kamu bodoh"
Evan hanya tercengang kalau aku ada dua. dengan cepat, Evan berlari pada Tiara yang sibuk membuka tali untuk ku...
"(menarik rambut Tiara) Kau pikir. bisa menyelamatkan kakak mu itu hah?! jika benar adalah dirimu. maka akan lebih seru bukan?! kau menyerahkan diri padaku." ucap Evan melayangkan pisaunya itu
"jleb..!!!!"
"a..akh....!!" rintih Tiara
"Tiara....!!!!!" teriak ku histeris
Tiara langsung tersungkur tak sadarkan diri..
"bunuh aku jika kau benci padaku jangan orang orang ku. cukup hentikan..." ucapku menangis
Aku melihat sekitar, bibi sudah tak sadarkan diri, para pengawal ku sudah tumbang karena efek racun itu.
Aku sudah lepas dari ikatan itu perlahan aku berlari keluar sedangkan ia sibuk memindahkan Tiara di tempat yang sudah dia siapkan. lalu, aku di kejar olehnya.
"kau tidak bisa kabur dari sini !!!" bentaknya mengejar ku
Aku harus berlari sekuat tenaga ku !!!! tidak boleh jatuh tidak boleh lihat ke belakang. di dean ku terdapat akar pohon yang keluar dari tanahnya sehingga aku pun terjatuh...
"brukk!!!! " (terjatuh)
"arrggghhh... sa..sakit awh... perut ku !!!! tidak...!!!! akh...!!! ssshh...!!! (berusaha bangkit sambil pegang perut dan berlari lagi)"
"Cih kau ini lincah juga yah..." bentak Evan kesal
Di tengah pengejaran padaku. tiba - tiba...
"kebencian mu hanya pada diriku Evan." ucap Tiara sudah berada di depan Evan
"ka..kau bagaimana kau... Tidak, tidak mungkin !!!!" ucapnya tidak percaya karena Tiara masih sadar.
"aku tidak seperti kakak ku. aku sudah menyiapkan semua nya dengan baik. dengar, dendam mu dan aku itu sama. aku ingin membunuhmu juga sejak lama Evan. kau mungkin berpikir kalau aku adalah Tian bukan, tapi sayang sekali kau salah sasaran hahaha. hmmm...(menghela nafas) kakak ku terluka gara - gara dirimu. kebetulan sekali, luka ini sama saat kau memberikan luka ini padaku saat di hutan, beraninya kau meninggalkan ku waktu itu !!! bukan hanya itu, kau membalas ku dengan cara kau menyekap ku waktu dulu dan memberikan ku pada gigolo mu itu. untung saja aku bisa kabur dengan cara membunuh gigolo mu itu. Dulu, aku tidak sebaik ini sekarang. siapa pun yang menghalangi ku akan tiada...!!!! " ucap Tiara menodongkan pistol langsung pada Evan
"jadi... selama ini bukan Tian tapi kau...!!!!" ucap Evan tidak percaya malah terdiam.
"ya itu aku. (duuarrr menembak Evan) maaf, aku lebih puas seperti ini." ucap Tiara menyimpan pistolnya kembali.
"a..aaku.. a..akan meng..hantu..imu.." ucap Evan sudah mati
__ADS_1
Tiara langsung menyusul ku dengan cepat. Namun, di cegat oleh Fadhil.
"Ternyata kau membunuhnya?!" tanya Fadhil pada Tiara
"iya. kenapa? apa kau mencurigai ku." tanya Tiara balik
"tentu. aku heran kau bisa tiba disini lebih dulu daripada aku." ucap Fadhil sambil perlahan menyiapkan pistol.
Di sana, Rendy mengamati mereka berdua. jika terjadi sesuatu ia akan langsung bertindak.
"sudah ku bilang, aku akan melindungi kakak ku bagaimana pun caranya. (teringat aku) ah gawat kakak...(berlari mengejar ku) kakak kau dimana?!" teriak Tiara
"Diam disana !!! kau bisa saja membunuhnya untuk tujuan mu bukan Tiara..!!! sayang sekali arsip - arsip harta Chandra ada padaku." ucap Fadhil menodong kan pistol.
Jika Tiara melangkah lagi maka tamatlah riwayatnya
"Cih !!! Si Fadhil ini sampai kapan dia akan mencurigai ku..!!! terpaksa aku harus mengalah. aku akan diam saja dulu." gumam Tiara berbalik badan
"Jadi apa mau mu hah?!" bentak Tiara
"jawab aku dulu, dimana istriku." ucapnya sambil melotot
"aku tidak tahu. aku bahkan sedang mencarinya tetapi kau menghalangiku...!!!" bentak Tiara
"Calvin !!! bawa dan ikat dia di bawah tanah. aku memang tidak mempercayainya sejak dia ada di rumah ku. dia lebih berbahaya daripada ular." ucap Fadhil langsung berlari mencari ku
"Tunggu !!! jangan sentuh aku sialan !!! kau melakukan kesalahan padaku Fadhil. aku akan membalas mu. (menoleh pada Calvin) aku bisa jalan sendiri jadi lepas hmm..!!! " ucap Tiara
menatap tajam.
"jangan berpikir untuk kabur, aku tidak seperti Fadhil yang membiarkan mu hidup." ucap Calvin si darah dingin
"aku tahu. karena kau yang paling menyebalkan !!" bentak Tiara berjalan, Calvin mengikutinya dari belakang.
Sementara itu, Aku sibuk berlari sekuat tenaga. berakhir di tebing yang curam.
"hah...hah...hah.. aduh... sakit banget perut aku!!!!" ucapku memegang perut sambil jongkok
"Tian...!!!" seseorang memanggil ku ternyata..
"hmm? (menoleh) Jackson !!!" ucapku terkejut
"hah..hah.. (menghela nafas) syukurlah kau tidak apa - apa." ucapnya langsung memeluk ku
spontan
"lepaskan dia !!!" teriak Fadhil
"ah maaf aku...aku hanya khawatir." ucap Jackson melepaskan
"bagaimana kau bisa ada disini.." tanya ku menahan sakit
"aku..." ucap Jackson belum selesai
"oh.. apa kau.." ucap Fadhil terhenti
"apa?" tanya Jackson
"tidak ada." balas Fadhil memangku ku
"Fadhil pelan pelan perut ku sakit. tadi aku jatuh." ucapku
"apa?! hey kau cepat panggil dokter." ucapnya
"tidak perlu kau suruh." balas Jackson
"Halo..Jackson ada apa"
"cepat kemari, ada banyak orang yang terluka."
"baik... aku akan kesana sekarang."
"Tunggu, bukan orang mu tapi orang ku. Cih, kau tidak berguna..!!!" ucap Fadhil sambil jalan mengambil handphone nya
"Halo, Alvian cepat kemari, perut istriku sakit. dalam waktu 5 menit."
"apa?! 5 menit apa kau gila !!! aku sedang ada di rumah sakit. tut..tut..tut.."
Kami sudah keluar dari hutan lebat itu. seluruh bawahan Evan sudah Fadhil selesaikan begitupun para bawahannya yang terluka.
Aku sudah tidak sadarkan diri karena mengeluarkan darah. perut ku sangat sakit saat itu.
"Cepat bawa Tian kemari !!! "bentak Alvian
Fadhil langsung membuat ku berbaring.
"awas kau menghalangi ku !!!" bentak Alvian pada Fadhil
"Biar ku bantu.." ucap dokter yang dikirim Jackson
"Tidak per...(sambil menoleh) lu.." ucap Alvian menganga karena dia cantik.
"kau malah bengong cepat periksa istriku bodoh !!!" bentak balik Fadhil
Setelah Alvian memeriksa ku dia terkejut.
"Aku butuh alat operasi..!!" ucap Alvian
"ini..." jawab dokter cantik itu lagi
"kenapa?! ada apa dengannya?" tanya Fadhil
"diam kau banyak tanya sekali." ucap Alvian panik
"tidak bisa !!! aku tidak bisa diam."
"cih !!! berisik sekali. Calvin (melempar suntikan)" ucap Alvian
__ADS_1
Dengan cepat Calvin menyuntik Fadhil agar diam.
"Rahimnya infeksi.." ucap dokter cantik itu
"yah kamu benar sekali. lukanya sangat besar. Tian maaf, janin mu hampir keluar lagi dari rahim mu." ucap Alvian sambil memasukkan tangannya ke dalam ****** ku untuk memindahkan janin ku agar baik baik saja dan menjahit rahim ku.
"Aaaaaaaaaaaaaaaarrrghhh !!!!!! " teriak ku karena sakit sekali.
Aku menggigit bantal dan memegang pinggir kasur.
"kenapa tidak di bius saja?" tanya dokter cantik itu
"tidak akan ada reaksi obatnya nanti." jawab Alvian
"apa kau dokter kandungan?" tanya nya lagi
"aku dokter semuanya. umum , operasi dalam , semuanya. " jawab Alvian
"Aaarrgghhhh !!! sakit..sakit..." rintih ku ingin menendang Alvian tetapi kaki ku di ikat
"Sudah..sudah beres. maaf Tian, kamu pasti akan tertidur sekarang." ucap Alvian menghela nafas
Beberapa menit kemudian aku tertidur seperti orang tidak sadar. Tanpa sadar, air mata ku menetes.
"ummhhh...(tersadar) Tian. dia dimana? bagaimana keadaannya?" tanya Fadhil khawatir
"dia baik - baik saja." jawab Jackson sambil melipat tangannya
"dia sedang istirahat. Fadhil, aku sudah bilang bukan jaga dia dengan baik karena..." ucap Alvian terhenti ada Jackson
"karena apa?" tanya Jackson
"umm... karena dia lemah." ucap Alvian berbohong dan Fadhil mengetahui itu
"(menarik kerah baju Fadhil) kau adalah suami yang tidak bisa bertanggung jawab untuk melindunginya , menyayanginya apa yang kau lakukan selama ini? menidurinya saja?!" ucap Jackson
"Buukk!!! (Fadhil memukul wajah nya) Jaga bicara mu. kau tidak tahu apapun mengenai hal ini !!!! Dan berhentilah memperdulikan istriku, ingat !!! dia hanya milik ku !!! hmm !!!" bentak Fadhil menghempasnya
Lalu, Fadhil menatap ku di luar ruangan ku.
"Sayang, maafkan aku." ucap Fadhil
"istirahatlah kau lelah." ucap Calvin
"apa kau sudah memenjarakan adiknya?" tanya Fadhil
"sudah... kau bisa menginterogerasinya." jawab Calvin
"oke... (melirik Jackson) sedang apa kau disini hm? kau tidak ada urusan disini." ucap Fadhil mereka saling tatap sengit
"ia sedang berburu dengan ku." ucap dokter cantik itu
"aku tidak berbicara dengan mu. (mendekat pada Jackson) apa semua ini kau dalangnya?" bisik Fadhil
"kau salah sasaran. aku bahkan tidak tahu hal ini. mengapa kau selalu menyalahkan ku." bisik nya balik
"aku hanya mengira saja. kau selalu tahu dimana istriku berada." bisik nya lagi
"itu hanya kebetulan." balasnya
"hmm...dengarkan aku. Jika suatu hari permainan mu terungkap, aku tidak akan berbelas kasihan padamu sedikit pun." bisik Fadhil langsung berbalik berjalan mendorong kasur ku untuk dibawa ke rumah
"Hati hati aku berada di depan. " ucap Alvian membantu Fadhil
mata balas mata mereka masih saling tatap satu sama lain. Calvin dan Alvian menyadari semua itu. mereka hanya menghela nafas, sedangkan Alvian saling pandang dengan dokter cantik itu dan membelakanginya kembali.
...***...
Di dalam ruang bawah tanah...
"Sedang apa kau disini Tiara?" tanya Rendy
"kau..!!! aku dikurung olehnya !!! dia menyangka kalau aku lah dalang semua ini." ucap Tiara
"tidak, dia tidak menyangka dirimu. dia tahu dalangnya adalah keponakan Tian sendiri." ucap Rendy
"Jika dia tahu lalu apa maksudnya mengurungku !!" tanya Tiara
"karena kau ceroboh. kau malah membunuhnya tidak membiarkannya hidup. otomatis Fadhil berpikir kau juga ingin harta keluarga Chandra." jelas Rendy berpikir
"hah...(menghela nafas) aku hanya ingin melindungi kakak ku dia penting bagiku." ucap Tiara lelah sendiri
"Dia datang, aku harus pergi." ucap Rendy
"hati hati.." jawab Tiara
"tak...tak...tak.."
"Kira kira siapa yang datang.." gumam Tiara
"Bisakah kau jujur sekarang?" tanya Calvin
"jujur apa lagi? apa kamu tidak lelah menanyakan hal itu terus padaku." ucap Tiara
"tidak sebelum aku mendapatkan jawaban dimana kau menyembunyikan adik ku." ucap Calvin
"adik?!" tanya Tiara membelalak melotot
"yah... adik ku sudah sejak lama di sandera orang. dan aku melihatmu bersamanya untuk terakhir kalinya." jelas Calvin
"tunggu, adikmu siapa?" tanya Tiara mengingat
"Lisa. adik ku Lisa... dimana dia?"
"Lisa?!" ucap Tiara mulai mengingat
Lisa adalah teman kuliahnya waktu di luar negeri. sudah sangat lama Tiara merindukannya.
__ADS_1