
Yovi POV
Aku tidak menyangka bahwa kemarin akan menjadi hari yang
paling membahagiakan untuk ku, sekian lama aku mencarimu tidak disangka akan
berakhir indah seperti ini. Mungkin Tuhan telah mengabulkan salah satu do’a
yang ku panjatkan dalam 5 kali sehari.
Saat kemarin aku melangkahkan kaki menuju gedung tempat anak
pak kepala sekolah melangsungkan resepsi pandanganku tertuju pada sebuah papan
bunga yang di bawahnya tertanda KeY Florist bukankah itu nama singkatan kami.
Dulu saat bangku SMA sedang tren memberi nama pada sebuah
hubungan antara laki-laki dan perempuan. Karena pemikiran spontan ku
terciptalah nama KeY yang artinya Kiki dan Yovi dengan singkatan nama itu jika
dilihat dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi kunci.
Kami berharap dapat menjadi kunci kebahagiaan untuk satu sama lain.
Aku menghampiri seorang wanita yang sama sekali tidak aku
kenali, aku mengira dialah pemilik dari usaha papan bunga itu karena ia
terlihat sibuk membagikan sesuatu sepertinya itu kartu nama dari tempat usahanya
ku dekati dia setelah aku menerima kartu nama itu kemudian aku bertanya siapa
nama pemilik usaha itu dengan harap-harap cemas semoga bukan dia pemiliknya dan
benar saja saat dia menyebutkan nama pemiliknya aku merasa tidak asing dengan
nama itu, lalu ia mengulangi lagi dengan lebih pelan lalu aku teringat bahwa
itu nama lengkap Kiki.
Dengan tergesa-gesa aku memasuki gedung menyusul Vika yang
telah menungguku. Ku edarkan pandanganku mencari dirimu namun tak kunjung juga
ku temukan keberadaanmu. Saat duduk di depan pelaminan pandangan ku tertuju
pada gadis cantik yang sedang sibuk membantu fotografer entah apa yang kau
lihat tapi kau sangat cantik apalagi saat tersenyum. Aku yakin bahwa gadis itu
adalah Kiki.
Pandanganku teralihkan saat Vika terus saja memanggilku
karena sedari tadi aku tidak menghiraukannya. Saat kulihat ia sudah cemberut ku
hibur dirinya sebisa mungkin agar dirinya kembali ceria.
Saat tengah menikmati jamuan pesta, pandanganku lagi-lagi
tertuju pada gadis itu tanpa membuang kesempatan aku langsung menghampirinya
memastikan bahwa gadis itu benar-benar Kiki.
Namun ketika aku mencengkeram lengannya dan memanggil namanya
ia tidak langsung bereaksi, saat fotografer itu menanyakan apakah ia mengenalku
ia mengatakan bahwa ia tidak mengenalku dan mengira aku salah orang, jika benar
begitu bukankah seharusnya ia bersikap biasa saja dan meneruskan pekerjaannya.
Ia terlihat sangat kesal saat Vika menghampiriku dan tanpa
diduga Vika dengan lancangnya meraih lenganku. Gadis itu semakin memanas dan meninggalkanku
yang masih penasaran dengannya. Aku yakin dia adalah Kiki walau sudah lama
tidak berjumpa dengannya namun saat melihatnya aku merasakan getaran dalam
hatiku yang tidak aku rasakan pada gadis lain termasuk Vika sekalipun.
Aku hafal dengan kebiasaannya saat Ia merasa gugup pada suatu
hal Ia akan menepukkan tangannya di kakinya dan aku melihat gadis itu
melakukannya. Yang membuatku semakin yakin bahwa Ia Kiki adalah saat ada gadis
lain dengan sengaja bersentuhan fisik denganku Ia adalah seorang pencemburu Ia tidak
pernah mengizinkanku untuk dekat dengan gadis lain saat sedang pacaran dulu.
Aku yakin dia tengah memanas dan terganggu dengan hal seperti itu dan benar, Ia
langsung meninggalkan ku begitu saja. Jika benar ia bukan Kiki seharusnya Ia bersikap
biasa saja.
Pikiranku tertuju pada Vika yang dengan tidak tahu malunya
tetap bersikap tenang tanpa merasa bersalah sedikitpun kebaikan ku hari ini
rupanya membuatnya besar kepala dan melakukan hal diluar batas. Setelah
kejadian itu aku memutuskan untuk membawanya pulang karena terus-terusan
bersamanya membuat ku semakin kacau dan ingin melampiaskan kekesalanku padanya.
Saat didalam mobil ingin rasanya untuk segera sampai di rumahnya
sebenarnya aku enggan untuk mengantarnya pulang dan melanjutkan mencari gadis
itu. Namun demi menjaga harga diriku sebagai seorang pria yang bertanggung
__ADS_1
jawab tetap ku kembalikan dirinya dengan utuh walaupun aku sedikit memberinya
pelajaran. Saat Ia tersinggung dengan kata-kata ku Ia tidak dapat membendung air
matanya dan menangis walaupun aku tahu Ia berusaha untuk menahannya.
Semua itu kulakukan untuk mengingatkannya bahwa aku dan
dirinya tidak ada hubungan apapun dan berharap Ia bisa menyadari kesalahannya
hari itu. Aku merasa sudah melakukan hal yang benar dan tidak perlu merasa
bersalah dengannya. Setelah mengantarnya pulang pikiranku kembali kacau,
bimbang apakah harus kembali ke gedung itu mencari gadis yang ku yakini adalah
Kiki membiarkannya lolos dan mencarinya di lain kesempatan, lalu aku memutuskan
untuk kembali kerumah daripada melakukan hal bodoh yang akan merugikan diriku.
Apalagi itu adalah hari bahagia anak kepala sekolah tempatku mengajar bukankah akan
memalukan jika aku mengacaukan hari bahagia mereka.
Setibanya dirumah aku sudah kalap dan melampiaskan pada
apapun yang ada di hadapanku, kamar ku sudah seperti kapal pecah dengan
benda-benda berserakan dilantai aku tidak peduli dan terus saja meracau. Sampai
aku lelah dan menyandarkan tubuhku di tepi ranjang berusaha menjernihkan
pikiranku dan menyusun rencana bagaimana cara menemukannya kembali.
Aku teringat saat melihatnya di gedung itu. Sekian
lama tidak berjumpa, kini kau berubah menjadi gadis yang sangat cantik dengan
balutan hijab di kepala mu kau nampak anggun, sangat sempurna untuk dijadikan
pendamping hidup.
Sewindu benar-benar telah mengubahmu hingga berhasil menipuku
namun dengan cepat aku tersadar bahwa kau adalah gadis yang aku tunggu selama
ini. Sewindu ini kau berada dimana? apa kau hidup dengan baik?, apa pekerjaanmu
saat ini?, apa yang kau lakukan hingga bisa tumbuh menjadi gadis yang sangat
cantik?.
Aku teringat pada lelaki fotografer itu yang terlihat akrab
dengan mu, apa lelaki itu pacarmu? Atau dia suamimu? Ah tidak mengapa aku
memikirkan sampai sejauh itu.
Ingin rasanya aku bertemu dengan mu dan menanyakan semua itu
kembali padaku tidak peduli bagaimana pun caranya aku harus menemukan mu,
setidaknya aku sudah mengantongi kartu nama tempat mu bekerja aku jamin kali
ini kau tidak akan lari dan aku akan menangkapmu.
Yovi POV end.
***
Kiki POV
Setelah kejadian kemarin pikiranku jadi tidak tenang,
walaupun aku tahu ini akan terjadi tapi aku tidak menyangka bahwa kita akan
bertemu kembali secepat ini. Bagaimana bisa kita bertemu dalam keadaan seperti
ini. Apa memang ini bagian dari rencana Tuhan.
Saat di gedung aku tidak memperhatikan sekeliling ku aku hanya
berfokus pada pekerjaanku saja. saat sedang melihat hasil jepretan di kamera
kak Arief tiba-tiba saja aku mendengar seseorang memanggil nama ku. Aku
berusaha tidak mempedulikan, bukankan banyak orang yang bernama Kiki.
Ku lanjutkan lagi pekerjaanku. Kali ini suara itu kembali memanggilku namun
sangat dekat hingga membuatku merinding, bukan hanya suara namun kini tanganku
telah dicengkeram hingga membuatku sulit bergerak.
Lambat laun aku mulai menyadari siapa pemilik suara itu,
bukankan itu suara Yovi matilah aku. Mengapa kau bisa menemukan ku, namun aku
berusaha tetap tenang dan tidak menghiraukanmu. Aku ingin pergi supaya tidak
ketahuan, tapi mengapa kau malah menahanku ketika ditanya kak Arief aku
gelagapan dan sengaja berbohong bahwa aku tidak mengenalmu semua itu aku
lakukan demi kebaikan kita, aku belum sanggup membuka masalalu ku dihadapan kak
Arief.
Ketika kau memanggilku suaramu terdengar sedikit berat apa
kau sudah berubah jadi lelaki dewasa sekarang. Sepertinya kau tumbuh dengan
baik. Lama tidak bertemu kulihat dirimu kini menjadi lelaki gagah ini bisa
__ADS_1
kurasakan dari kuatnya cengkeraman tanganmu. Dari sekian tempat di muka bumi ini
mengapa aku harus bertemu dengan mu saat aku bekerja seperti ini sungguh sangat
memalukan.
Apa selama ini kau berusaha mencariku, saat bertemu kemarin
kau nampak seperti singa kelaparan yang akan menerkam mangsa tanpa ampun.
Sangat antusias dan tidak sabaran. Bagaimana bisa kau mengenaliku bahkan aku
sudah mengubah penampilanku, apa kau hanya sekedar menebak saja. Tapi mengapa
orang itu harus aku. Apa kau sudah bisa merasakan keberadaanku.
Apa kabar ibu mu, apa beliau masih melihat seseorang
berdasarkan tampilan luarnya saja. Mengapa dulu aku bisa menjalin hubungan
dengan orang sepertimu. Seorang penipu licik dengan topeng kesatria
berpura-pura jatuh cinta dengan gadis miskin sepertiku.
Sepertinya kau tumbuh jadi lelaki tampan walau aku tidak
melihatmu secara utuh karena aku takut akan jatuh cinta lagi seperti saat
pertama kali melihatmu dulu. Aku tidak akan terperangkap oleh mu untuk kedua
kalinya. Aku tidak mau menjadi gadis bodoh yang terjatuh pada lubang yang sama.
Tuhan aku tahu segala sesuatu bukanlah kebetulan semata, tetapi
kalau aku tahu dia akan hadir ditempat itu tentu aku tidak akan menerima
tawaran ini, memang salah ku juga yang mengambil pekerjaan di tempat asalku.
Aku percaya rencana Tuhan adalah rencana terbaik mengalahkan
rencana hambanya. Saat aku akan pergi meninggalkanmu kau dihampiri oleh seorang
perempuan yang cukup cantik dan dengan manja meraih lengan mu sepertinya khawatir
padamu.
Kulihat sepertinya perempuan itu berasal dari keluarga
berada, gayanya cukup modis, anggun dan lembut sangat sepadan denganmu.
Dibanding aku sungguh sangat jauh bagaikan langit dan bumi.
Apa perempuan itu pacarmu, tapi mengapa perempuan itu
memanggilmu bapak, apa itu memang panggilan sayang pada pacarnya atau panggilan
seorang istri pada suaminya. Memikirkannya saja membuatku jadi gila.
Jika memang benar perempuan itu adalah pasanganmu aku hanya
berharap semoga kau bahagia dengannya.
Keputusan ku menjauh darimu sepertinya bukan hal yang sia-sia
nyatanya kau telah menemukan pengganti ku dan jauh terlihat lebih baik,
sepertinya ia sebanding dengan mu kalian juga terlihat serasi. Semoga hubungan
kalian berjalan baik dan kau tidak lagi terhalang restu ibu seperti saat bersama ku dulu.
Pepatah mengatakan waktu akan mengubah segalanya. Sepertinya
itu berlaku juga pada hubungan kita.
Sewindu berpisah dengan mu telah berhasil menyembuhkan mu
dari patah hati bukan.
Sewindu aku telah berhasil mengajarkan mu arti dari
kehilangan supaya kau lebih melindungi apa yang menjadi milikmu sekarang.
Sewindu aku telah berhasil membantumu menghapus rasa sakit
hati agar kau lebih kuat dengan cintamu yang sekarang.
Sewindu aku telah berhasil mengajarkan mu arti kekecewaan
agar kau lebih tangguh pada hubunganmu yang sekarang.
Apa kesibukanmu saat ini, apa cita-cita mu sudah tercapai
menjadi guru seseorang yang mulia yang mendidik anak-anak bangsa menggapai
cita-citanya.
Ku harap masa lalu biar menjadi masalalu tidak perlu
dilenyapkan biar ia tetap tinggal disana sebagai tanda bahwa kita pernah
bersama. Sekarang fokus pada apa yang ada didepan mata. Berikan yang terbaik
untuk dia yang ada disampingmu.
Sekarang aku bisa tenang untuk melepasmu karena kau telah menemukan
kebahagiaan mu yang baru. Semoga kau bahagia dengan kehidupan mu yang sekarang,
aku akan selalu mendo’akan yang terbaik untukmu.
Kiki POV end.
***
Selamat membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak-kakak semuanya...