Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Sewindu


__ADS_3

Yovi POV


Aku tidak menyangka bahwa kemarin akan menjadi hari yang


paling membahagiakan untuk ku, sekian lama aku mencarimu tidak disangka akan


berakhir indah seperti ini. Mungkin Tuhan telah mengabulkan salah satu do’a


yang ku panjatkan dalam 5 kali sehari.


Saat kemarin aku melangkahkan kaki menuju gedung tempat anak


pak kepala sekolah melangsungkan resepsi pandanganku tertuju pada sebuah papan


bunga yang di bawahnya tertanda KeY Florist bukankah itu nama singkatan kami.


Dulu saat bangku SMA sedang tren memberi nama pada sebuah


hubungan antara laki-laki dan perempuan. Karena pemikiran spontan ku


terciptalah nama KeY yang artinya Kiki dan Yovi dengan singkatan nama itu jika


dilihat dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi kunci.


Kami berharap dapat menjadi kunci kebahagiaan untuk satu sama lain.


Aku menghampiri seorang wanita yang sama sekali tidak aku


kenali, aku mengira dialah pemilik dari usaha papan bunga itu karena ia


terlihat sibuk membagikan sesuatu sepertinya itu kartu nama dari tempat usahanya


ku dekati dia setelah aku menerima kartu nama itu kemudian aku bertanya siapa


nama pemilik usaha itu dengan harap-harap cemas semoga bukan dia pemiliknya dan


benar saja saat dia menyebutkan nama pemiliknya aku merasa tidak asing dengan


nama itu, lalu ia mengulangi lagi dengan lebih pelan lalu aku teringat bahwa


itu nama lengkap Kiki.


Dengan tergesa-gesa aku memasuki gedung menyusul Vika yang


telah menungguku. Ku edarkan pandanganku mencari dirimu namun tak kunjung juga


ku temukan keberadaanmu. Saat duduk di depan pelaminan pandangan ku tertuju


pada gadis cantik yang sedang sibuk membantu fotografer entah apa yang kau


lihat tapi kau sangat cantik apalagi saat tersenyum. Aku yakin bahwa gadis itu


adalah Kiki.


Pandanganku teralihkan saat Vika terus saja memanggilku


karena sedari tadi aku tidak menghiraukannya. Saat kulihat ia sudah cemberut ku


hibur dirinya sebisa mungkin agar dirinya kembali ceria.


Saat tengah menikmati jamuan pesta, pandanganku lagi-lagi


tertuju pada gadis itu tanpa membuang kesempatan aku langsung menghampirinya


memastikan bahwa gadis itu benar-benar Kiki.


Namun ketika aku mencengkeram lengannya dan memanggil namanya


ia tidak langsung bereaksi, saat fotografer itu menanyakan apakah ia mengenalku


ia mengatakan bahwa ia tidak mengenalku dan mengira aku salah orang, jika benar


begitu bukankah seharusnya ia bersikap biasa saja dan meneruskan pekerjaannya.


Ia terlihat sangat kesal saat Vika menghampiriku dan tanpa


diduga Vika dengan lancangnya meraih lenganku. Gadis itu semakin memanas dan meninggalkanku


yang masih penasaran dengannya. Aku yakin dia adalah Kiki walau sudah lama


tidak berjumpa dengannya namun saat melihatnya aku merasakan getaran dalam


hatiku yang tidak aku rasakan pada gadis lain termasuk Vika sekalipun.


Aku hafal dengan kebiasaannya saat Ia merasa gugup pada suatu


hal Ia akan menepukkan tangannya di kakinya dan aku melihat gadis itu


melakukannya. Yang membuatku semakin yakin bahwa Ia Kiki adalah saat ada gadis


lain dengan sengaja bersentuhan fisik denganku Ia adalah seorang pencemburu Ia tidak


pernah mengizinkanku untuk dekat dengan gadis lain saat sedang pacaran dulu.


Aku yakin dia tengah memanas dan terganggu dengan hal seperti itu dan benar, Ia


langsung meninggalkan ku begitu saja. Jika benar ia bukan Kiki seharusnya Ia bersikap


biasa saja.


Pikiranku tertuju pada Vika yang dengan tidak tahu malunya


tetap bersikap tenang tanpa merasa bersalah sedikitpun kebaikan ku hari ini


rupanya membuatnya besar kepala dan melakukan hal diluar batas. Setelah


kejadian itu aku memutuskan untuk membawanya pulang karena terus-terusan


bersamanya membuat ku semakin kacau dan ingin melampiaskan kekesalanku padanya.


Saat didalam mobil ingin rasanya untuk segera sampai di rumahnya


sebenarnya aku enggan untuk mengantarnya pulang dan melanjutkan mencari gadis


itu. Namun demi menjaga harga diriku sebagai seorang pria yang bertanggung

__ADS_1


jawab tetap ku kembalikan dirinya dengan utuh walaupun aku sedikit memberinya


pelajaran. Saat Ia tersinggung dengan kata-kata ku Ia tidak dapat membendung air


matanya dan menangis walaupun aku tahu Ia berusaha untuk menahannya.


Semua itu kulakukan untuk mengingatkannya bahwa aku dan


dirinya tidak ada hubungan apapun dan berharap Ia bisa menyadari kesalahannya


hari itu. Aku merasa sudah melakukan hal yang benar dan tidak perlu merasa


bersalah dengannya. Setelah mengantarnya pulang pikiranku kembali kacau,


bimbang apakah harus kembali ke gedung itu mencari gadis yang ku yakini adalah


Kiki membiarkannya lolos dan mencarinya di lain kesempatan, lalu aku memutuskan


untuk kembali kerumah daripada melakukan hal bodoh yang akan merugikan diriku.


Apalagi itu adalah hari bahagia anak kepala sekolah tempatku mengajar bukankah akan


memalukan jika aku mengacaukan hari bahagia mereka.


Setibanya dirumah aku sudah kalap dan melampiaskan pada


apapun yang ada di hadapanku, kamar ku sudah seperti kapal pecah dengan


benda-benda berserakan dilantai aku tidak peduli dan terus saja meracau. Sampai


aku lelah dan menyandarkan tubuhku di tepi ranjang berusaha menjernihkan


pikiranku dan menyusun rencana bagaimana cara menemukannya kembali.


Aku teringat saat melihatnya di gedung itu. Sekian


lama tidak berjumpa, kini kau berubah menjadi gadis yang sangat cantik dengan


balutan hijab di kepala mu kau nampak anggun, sangat sempurna untuk dijadikan


pendamping hidup.


Sewindu benar-benar telah mengubahmu hingga berhasil menipuku


namun dengan cepat aku tersadar bahwa kau adalah gadis yang aku tunggu selama


ini. Sewindu ini kau berada dimana? apa kau hidup dengan baik?, apa pekerjaanmu


saat ini?, apa yang kau lakukan hingga bisa tumbuh menjadi gadis yang sangat


cantik?.


Aku teringat pada lelaki fotografer itu yang terlihat akrab


dengan mu, apa lelaki itu pacarmu? Atau dia suamimu? Ah tidak mengapa aku


memikirkan sampai sejauh itu.


Ingin rasanya aku bertemu dengan mu dan menanyakan semua itu


kembali padaku tidak peduli bagaimana pun caranya aku harus menemukan mu,


setidaknya aku sudah mengantongi kartu nama tempat mu bekerja aku jamin kali


ini kau tidak akan lari dan aku akan menangkapmu.


Yovi POV end.


***


 


Kiki POV 


Setelah kejadian kemarin pikiranku jadi tidak tenang,


walaupun aku tahu ini akan terjadi tapi aku tidak menyangka bahwa kita akan


bertemu kembali secepat ini. Bagaimana bisa kita bertemu dalam keadaan seperti


ini. Apa memang ini bagian dari rencana Tuhan.


Saat di gedung aku tidak memperhatikan sekeliling ku aku hanya


berfokus pada pekerjaanku saja. saat sedang melihat hasil jepretan di kamera


kak Arief tiba-tiba saja aku mendengar seseorang memanggil nama ku. Aku


berusaha tidak mempedulikan, bukankan banyak orang yang bernama Kiki.


Ku lanjutkan lagi pekerjaanku. Kali ini suara itu kembali memanggilku namun


sangat dekat hingga membuatku merinding, bukan hanya suara namun kini tanganku


telah dicengkeram hingga membuatku sulit bergerak.


Lambat laun aku mulai menyadari siapa pemilik suara itu,


bukankan itu suara Yovi matilah aku. Mengapa kau bisa menemukan ku, namun aku


berusaha tetap tenang dan tidak menghiraukanmu. Aku ingin pergi supaya tidak


ketahuan, tapi mengapa kau malah menahanku ketika ditanya kak Arief aku


gelagapan dan sengaja berbohong bahwa aku tidak mengenalmu semua itu aku


lakukan demi kebaikan kita, aku belum sanggup membuka masalalu ku dihadapan kak


Arief.


Ketika kau memanggilku suaramu terdengar sedikit berat apa


kau sudah berubah jadi lelaki dewasa sekarang. Sepertinya kau tumbuh dengan


baik. Lama tidak bertemu kulihat dirimu kini menjadi lelaki gagah ini bisa

__ADS_1


kurasakan dari kuatnya cengkeraman tanganmu. Dari sekian tempat di muka bumi ini


mengapa aku harus bertemu dengan mu saat aku bekerja seperti ini sungguh sangat


memalukan.


Apa selama ini kau berusaha mencariku, saat bertemu kemarin


kau nampak seperti singa kelaparan yang akan menerkam mangsa tanpa ampun.


Sangat antusias dan tidak sabaran. Bagaimana bisa kau mengenaliku bahkan aku


sudah mengubah penampilanku, apa kau hanya sekedar menebak saja. Tapi mengapa


orang itu harus aku. Apa kau sudah bisa merasakan keberadaanku.


Apa kabar ibu mu, apa beliau masih melihat seseorang


berdasarkan tampilan luarnya saja. Mengapa dulu aku bisa menjalin hubungan


dengan orang sepertimu. Seorang penipu licik dengan topeng kesatria


berpura-pura jatuh cinta dengan gadis miskin sepertiku.


Sepertinya kau tumbuh jadi lelaki tampan walau aku tidak


melihatmu secara utuh karena aku takut akan jatuh cinta lagi seperti saat


pertama kali melihatmu dulu. Aku tidak akan terperangkap oleh mu untuk kedua


kalinya. Aku tidak mau menjadi gadis bodoh yang terjatuh pada lubang yang sama.


Tuhan aku tahu segala sesuatu bukanlah kebetulan semata, tetapi


kalau aku tahu dia akan hadir ditempat itu tentu aku tidak akan menerima


tawaran ini, memang salah ku juga yang mengambil pekerjaan di tempat asalku.


Aku percaya rencana Tuhan adalah rencana terbaik mengalahkan


rencana hambanya. Saat aku akan pergi meninggalkanmu kau dihampiri oleh seorang


perempuan yang cukup cantik dan dengan manja meraih lengan mu sepertinya khawatir


padamu.


Kulihat sepertinya perempuan itu berasal dari keluarga


berada, gayanya cukup modis, anggun dan lembut sangat sepadan denganmu.


Dibanding aku sungguh sangat jauh bagaikan langit dan bumi.


Apa perempuan itu pacarmu, tapi mengapa perempuan itu


memanggilmu bapak, apa itu memang panggilan sayang pada pacarnya atau panggilan


seorang istri pada suaminya. Memikirkannya saja membuatku jadi gila.


Jika memang benar perempuan itu adalah pasanganmu aku hanya


berharap semoga kau bahagia dengannya.


Keputusan ku menjauh darimu sepertinya bukan hal yang sia-sia


nyatanya kau telah menemukan pengganti ku dan jauh terlihat lebih baik,


sepertinya ia sebanding dengan mu kalian juga terlihat serasi. Semoga hubungan


kalian berjalan baik dan kau tidak lagi terhalang restu ibu  seperti saat bersama ku dulu.


Pepatah mengatakan waktu akan mengubah segalanya. Sepertinya


itu berlaku juga pada hubungan kita.


Sewindu berpisah dengan mu telah berhasil menyembuhkan mu


dari patah hati bukan.


Sewindu aku telah berhasil mengajarkan mu arti dari


kehilangan supaya kau lebih melindungi apa yang menjadi milikmu sekarang.


Sewindu aku telah berhasil membantumu menghapus rasa sakit


hati agar kau lebih kuat dengan cintamu yang sekarang.


Sewindu aku telah berhasil mengajarkan mu arti kekecewaan


agar kau lebih tangguh pada hubunganmu yang sekarang.


Apa kesibukanmu saat ini, apa cita-cita mu sudah tercapai


menjadi guru seseorang yang mulia yang mendidik anak-anak bangsa menggapai


cita-citanya.


Ku harap masa lalu biar menjadi masalalu tidak perlu


dilenyapkan biar ia tetap tinggal disana sebagai tanda bahwa kita pernah


bersama. Sekarang fokus pada apa yang ada didepan mata. Berikan yang terbaik


untuk dia yang ada disampingmu.


Sekarang aku bisa tenang untuk melepasmu karena kau telah menemukan


kebahagiaan mu yang baru. Semoga kau bahagia dengan kehidupan mu yang sekarang,


aku akan selalu mendo’akan yang terbaik untukmu.


Kiki POV end.


***


Selamat membaca...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak-kakak semuanya...


__ADS_2