Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Bonchap : Empat (The Last)


__ADS_3

Pasangan pengantin baru, Aditya dan Airin, sore harinya langsung berangkat untuk berbulan madu. Kota Tegal Jawa Tengah, adalah pilihan nya saat ini. Dikarenakan waktu yang dimiliki Airin sangatlah singkat, sebab libur semester hampir usai.. dan tempat tersebut terbilang dekat dari ibukota, yang dapat di tempuh beberapa jam saja.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam, tepat bakda isya kedua nya telah sampai di lokasi yang dituju. Guci Forest adalah pilihan untuk mereka menginap malam ini, villa dan camping ground yang berada di tengah hutan pinus... dan kedua nya menyewa sebuah villa dengan ornamen kayu bergaya klasik, yang cukup mampu menghangatkan tubuh mereka dari hawa dingin pegunungan.


Memasuki lokasi wisata Guci Forest, Aditya dan Airin disambut kabut tipis yang turun.. yang membuat kulit langsung terasa dingin.


Ya, lokasi wisata Guci Forest berada di tengah hutan pinus, tepat nya berada di kaki gunung Slamet dengan ketinggian di atas seribu meter di atas permukaan air laut. Hingga membuat di sekitar daerah tersebut udara nya terasa sejuk, bahkan cenderung dingin jika di malam hari.


Setelah mendapatkan kunci villa nya, Aditya segera mengajak sang istri untuk masuk kedalam villa yang keseluruhan bangunan nya terbuat dari bahan kayu tersebut. "Dik, mau bersih-bersih dulu.. atau makan malam dulu?" Tanya Aditya dengan lembut.


"Mandi dulu deh bang, rasanya udah enggak nyaman," balas Airin, seraya mengambil peralatan mandi nya dari dalam koper.


"Mau bareng?" Tawar Aditya menatap hangat istri nya.


Airin menggeleng, dengan wajah yang telah merona merah.


"Baiklah, mungkin next time,,," ucap Aditya mengerti.


Dan Airin mengangguk kecil dan terlihat malu-malu, kemudian bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Airin mandi dengan secepat kilat, karena tak mau suami nya menunggu terlalu lama.


"Cepet banget mandi nya dik?" Tanya Aditya, yang baru saja selesai merapikan pakaian mereka dan dimasukkan kedalam almari pakaian yang tersedia.


"Iya,, udah malam, enggak baik mandi lama-lama," balas Airin sambil berjalan menuju almari, hendak mengambil baju ganti.


"Mau cari makan di luar, atau kita pesan saja dik?" Tanya Aditya pada sang istri, sebelum diri nya masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Kita pesan saja ya bang,, sudah malam, dan dingin pula. Rasa nya malas untuk keluar," balas Airin.


Aditya tersenyum dan mengangguk, "baiklah, pesan lah sesuka mu. Abang ngikut saja," ucap Aditya, dan kemudian segera menghilang dari balik pintu kamar mandi.


Airin mengambil ponsel nya, dan memesan beberapa makanan dan minuman di kedai yang berada di lokasi wisata Guci Forest tersebut. Dan setelah selesai memesan makanan, Airin segera berganti baju dan memoles tipis wajah nya dengan skincare.


Aditya pun mandi dengan cepat, tak mau kalah dengan istri nya. Dan saat dia keluar, Aditya terpana dengan pemandangan yang terpampang nyata di depan mata nya.


Dia melihat sang istri duduk di tepi ranjang dengan memakai gaun super tipis berwarna hitam yang kontras dengan warna kulit nya yang putih, sungguh sebuah suguhan pemandangan yang teramat seksi dan sayang untuk dilewatkan.


Aditya berjalan mendekati sang istri, dan menatap istri nya dengan intens,, Aditya menelan saliva nya, tatkala Airin menggigit bibir bawah nya. "Dik, kamu menggodaku," lirih Aditya dengan nafas yang mulai memburu.


Padahal Airin sama sekali tak bermaksud menggoda sang suami, dia menggigit bibir nya karena merasa was-was dan tidak percaya diri memakai gaun tersebut. Sedangkan isi koper nya ternyata hanya ada gaun-gaun tipis seperti itu, dan Airin yakin.. sang mama dan kakak ipar nya lah yang sengaja mengganti baju-baju yang ada di koper Airin sebelum nya.


"A,, aku,, aku tak bermaksud menggoda abang. Aku sendiri juga enggak nyaman memakai gaun ini bang," balas Airin menunduk.


Aditya yang masih mengenakan handuk sebatas pinggang itu pun semakin mendekat, dan meraih tubuh sang istri agar berdiri. Kini kedua nya berhadapan dengan jarak hanya beberapa senti saja, "jika kamu tidak nyaman memakai gaun ini, lepas kan saja dik... karena seperti nya, aku pun tidak nyaman jika masih memakai handuk." ucap Aditya seraya menarik gaun tipis tersebut, dan langsung terlepas hanya dengan sekali tarik yang menyisakan dalaman berwarna merah yang membungkus bagian penting tubuh Airin.


Aditya tersenyum dan membalas pelukan sang istri, "kenapa? Kenapa harus malu sama suami mu, hmmm?" Tanya nya bergumam, "apa kamu belum siap menjadi istri ku yang seutuh nya dik?" Tanya Aditya kembali.


Airin mendongak menatap suami nya dan dia menggelengkan kepala, "tidak, bukan seperti itu bang.. tapi aku benar-benar malu," balas nya dan kembali menunduk.


Aditya membawa sang istri yang masih dalam pelukan nya menuju saklar lampu, "mungkin kamu tidak akan malu jika kita melakukan nya dengan cahaya remang-remang," ucap Aditya, segera mematikan lampu utama dan mengganti nya dengan lampu tidur. "Bagaimana kalau seperti ini dik?" Tanya Aditya seraya menjauhkan tubuh sang istri, dan menatap netra istri nya dengan tatapan penuh damba.


Airin mengangguk, dan tersipu malu.


Aditya kembali terpesona dengan pemandangan indah dihadapan nya, dengan temaram nya cahaya.. lekuk tubuh Airin yang seksi nampak semakin sempurna dan menggoda, dan hal itu membuat milik nya langsung terbangun dan berdiri tegak menantang dunia.

__ADS_1


"Boleh aku melakukan nya sekarang?" Pinta Aditya dengan suara bergetar, seiring debaran di jantung nya yang semakin cepat.


Tanpa menunggu jawaban istri nya, Aditya langsung melabuhkan ciuman di bibir tipis sang istri.. menyesap, melu*mat, dan memainkan lidah nya di sana.


Tok,, tok,, tok,,


Seketika, Aditya melepaskan ciuman nya dan mendengus kesal. "Siapa sih, ganggu aja!" Seru nya sambil berjalan keluar kamar, untuk melihat siapa yang datang.


Sedangkan Airin terpaku di tempat nya, dan merasa bersalah.


Tak berapa lama, Aditya sudah kembali dengan membawa makanan di tangan nya.


"Maaf bang, tadi aku pesan makanan," ucap nya lirih.


"Tak mengapa dik, kita makan dulu atau lanjut yang tadi?" Tanya suami Airin itu, setelah meletakkan makanan nya di atas meja. "Kita makan dulu aja ya dik, biar full tenaga nya," lanjut Aditya tersenyum seringai, seraya mengambil kan gaun Airin yang tadi tergeletak begitu saja di lantai papan.


Aditya pun kemudian berganti pakaian santai dan mengajak sang istri untuk menikmati makan malam dengan menu spesial yang terkenal di kota Tegal, sate kambing.. yang konon sangat cocok untuk pasangan pengantin baru, karena sangat bermanfaat untuk menambah gairah dan stamina pria.


(Bisa di lanjut sendiri ya, apa yang terjadi semalaman nanti... ☺☺)


🌷🌷🌷🌷🌷 *_SELESAI_*🌷🌷🌷🌷🌷


Alhamdulillah... cerita nya sudah berakhir ya 😇


Yang kurang puas, maaf kan daku... 🙏🙏


Terimakasih untuk semua dukungan kalian, dan untuk 10 orang pemberi dukungan teratas.. akan aku ambil screen shot nya besok, so yang mau ngejar poin.. masih ada waktu ya, hi hi hi... (tetep ya, mode malak)

__ADS_1


Salam hangat, 🤗😘😘


(Hind Hastry)


__ADS_2