Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Hai Baby,, Ayah Datang


__ADS_3

Pak Roni mengantarkan pasangan suami istri yang tengah baby moon itu kembali ke hotel, waktu sudah menjelang maghrib. "Mas Angga nanti malam mau keliling kota lagi tidak, barangkali pengin lihat-lihat keindahan kota Ambon di malam hari?" Tanya pak Roni kepada tamu majikan nya sebelum Angga dan istri nya turun dari mobil, pasal nya dia diberi mandat oleh bos nya untuk melayani Angga dan istri nya selama kedua nya menginap di Ambon.


"Bagaimana Di,,? Masih mau jalan-jalan, atau istirahat?" Tanya Angga pada sang istri, dia tak mau egois memutuskan sendiri.. karena bagi Angga saat ini, kenyamanan sang istri adalah yang utama.


Diandra menggeleng, "kita istirahat saja ya kak, toh dari balkon kita bisa lihat suasana kota," balas Diandra diplomatis, dan memang benar.. dari kamar yang mereka tempati saat ini yang terletak di lantai tertinggi hotel, keindahan kota Ambon di malam maupun di siang hari dapat di lihat dengan jelas.


Angga mengangguk dan tersenyum, "baiklah,," ucap Angga singkat.


"Maaf pak Roni, istri saya tidak menginginkan nya," Angga menjawab pertanyaan pak Roni tadi, "saya ucapkan terimakasih banyak pada pak Roni, karena sudah menemani kami seharian. Dan ini ada sedikit uang untuk bapak," ucap Angga sambil menyelipkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu rupiah kedalam saku pak Roni yang masih duduk di belakang kemudi.


"Mas Angga tidak perlu seperti ini, saya sudah di gaji sama bos Adrian." Tolak pak Roni, hendak mengembalikan uang dari Angga.


Tapi buru-buru Angga mencegah dengan menepuk pelan pundak pak Roni dari belakang, "itu rizqi bapak, saya hanya perantara.." ucap nya dengan tulus.


Pak Roni pun hanya bisa pasrah menerima nya, "terimakasih mas Angga, semoga Tuhan senantiasa memberkati keluarga mas Angga," do'a tulus pak Roni kepada Tuhan nya untuk Angga, seraya menoleh ke bangku belakang dimana Angga dan sang istri masih duduk.


"Aamiin,," Angga dan Diandra mengaminkan.


"Besok mas Angga di jemput jam berapa sama sopir dari pihak resort?" Tanya pak Roni kemudian.


"Sekitar jam delapan pagi pak, karena jadwal keberangkatan kapal nya jam sembilan," jawab Angga menjelaskan.


Pak Roni mengangguk-angguk, "baik mas Angga, mbak Didi.. selamat berlibur ke pulau Seram dan menikmati keindahan laut nya," ucap pak Roni.


"Makasih pak," balas Angga seraya turun dari mobil.

__ADS_1


Setelah tamu majikan nya turun dan masuk kedalam lobi hotel, pak Roni kemudian segera melajukan mobil nya meninggalkan area hotel.


Angga menggandeng mesra tangan sang istri menuju lift, untuk kembali ke kamar mereka.


Sesampainya di dalam kamar, kedua nya bergegas membersihkan diri. Mereka mandi bersama untuk mempersingkat waktu, pasal nya adzan magrib telah berkumandang.


Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk mandi, karena mereka memang hanya membersihkan tubuh tanpa melakukan kegiatan yang enak-enak.


Angga kemudian mengajak sang istri untuk sholat magrib berjama'ah, ya.. semenjak sadar dari koma nya, dan kemudian rutin mengikuti pengajian di kediaman calon istri papa mertuanya, Angga kini lebih rajin beribadah.


Beberapa saat setelah kedua nya selesai melaksanakan ibadah sholat magrib, terdengar pintu kamar di ketuk dari luar. Angga bergegas membuka pintu, nampak seorang room service hotel mengantarkan makanan yang merupakan bagian dari fasilitas khusus yang diberikan oleh Adrian kepada teman baik nya itu.


Angga segera menerima nya dan kemudian membawa nya masuk kedalam kamar, "Di.. kita makan di balkon saja ya," ucap Angga kepada istri nya yang baru saja menyelesaikan tadarus, sambil berjalan menuju balkon dengan membawa makanan di tangan nya.


Setelah meletakkan ponsel nya di atas nakas dan melipat kembali mukena nya, Diandra segera menyusul sang suami yang telah menunggu nya di balkon.


Jembatan Merah Putih adalah Jembatan kabel pancang yang terletak di Kota Ambon, Maluku. Jembatan ini membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon, yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur, sekaligus sebagai ikon kota Ambon.


Angga segera menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, dan kemudian mereka menyantap makan malam sambil menikmati keindahan Jembatan Merah Putih yang di hiasi lampu berwarna warni dan terlihat sangat memukau dari kejauhan.


"Indah sekali ya kak," ucap Diandra setelah menyelesaikan makan nya.


"Iya," balas Angga singkat sambil menoleh kearah sang istri, dan dengan lembut Angga mengelap bibir sang istri dengan jari tangan nya dari sisa nasi lapola yang di makan sang istri tadi.


Nasi Lapola adalah salah satu makanan khas daerah tersebut, terbuat dari olahan beras putih yang dimasak dengan kacang tolo dan kelapa parut. Nasi Lapola dimasak dengan cara dikukus, dan terkenal akan rasa gurih nya yang menggugah selera.

__ADS_1


Diandra tersenyum malu, "belepotan ya kak?" Tanya Diandra sambil menjilati bibir nya sendiri.


"Di, kamu menggodaku..." lirih Angga yang melihat aksi sang istri.


Diandra mengernyit, "Didi kan enggak ngapa-ngapain kak..." protes nya tak mengerti.


"Yang kamu lakukan barusan, sangat seksi Di..." ucap Angga dengan tatapan penuh damba.


Diandra yang mengerti arah pembicaraan sang suami segera beranjak, "kita sholat isya' dulu kak," ucap nya seraya bergegas masuk kedalam kamar, yang langsung diikuti oleh sang suami.


°°°°°


Diandra baru saja terbangun dari tidur nya, istri dari Angga itu tersenyum tatkala mendapati sang suami masih tertidur pulas sambil memeluk diri nya. "I love you kak Angga,,," lirih nya sambil memandangi wajah ganteng sang suami yang masih terlelap.


Senyum Diandra semakin merekah, ketika dia mengingat perlakuan suami nya semalam. "Didi benar-benar enggak nyangka, kak Angga begitu manis memperlakukan Didi.. ternyata kakak itu suami yang romantis, beda jauh dengan kak Angga yang Didi kenal saat kita baru menikah," ucap nya lirih seperti pada diri nya sendiri.


Angga yang ternyata juga sudah terbangun sedari tadi, tersenyum dan langsung menciumi pipi istri cantik nya itu. "Apa kamu mau lagi yang?" Tanya Angga pada sang istri seraya menjauhkan sedikit wajah nya, setelah puas menciumi seluruh wajah istri nya itu.


"Sejak kapan kak Angga bangun?" Tanya Diandra dengan wajah yang merona, "jadi kakak mendengar semua nya?" Diandra menuntut jawab.


Angga hanya tersenyum dan semakin mencumbui istri nya, "ya Di,, aku dengar semua nya," lirih Angga dengan deru nafas yang mulai tak beraturan.


"Kak, ini sudah jam setengah lima.. ayo kita sholat shubuh dulu," Diandra mengingat kan pada sang suami.


"Bentar lagi sayang,, aku mau menjenguk baby, dia pasti senang kalau pagi-pagi sudah di jenguk sama ayah nya," ucap Angga seraya menciumi perut sang istri, seraya berbisik, "hai baby, ayah datang menjenguk mu lagi."

__ADS_1


Diandra hanya bisa pasrah dan menikmati perlakuan lembut sang suami, yang semakin manis.


__ADS_2