
Diandra bersama sang suami dan keempat sahabat nya makan siang di cafe & resto milik Aditya, sang pemilik cafe & resto pun turut bergabung karena di daulat oleh Angga dan juga Diandra.
Mereka menikmati makan siang dengan suasana yang rame, karena keberadaan Rieke dan Andrew yang memang kedua nya tak pernah bisa diem layak nya tom and gery dan ditambah dengan kehadiran Aditya yang suka menggoda gadis-gadis remaja.
Angga yang tadi nya dikenal Diandra sebagai sosok yang pendiam dan terkesan dingin itu, bahkan siang ini menunjuk kan sisi lain dari diri nya. Tawa nya yang lepas, serta bicara nya yang juga ceplas-ceplos kala menimpali omongan Aditya terkesan natural dan tak di buat-buat.
Itu lah kepribadian Angga yang sesungguh nya, ramah dan pandai menghidupkan suasana. Dia dan Aditya adalah sepasang sahabat yang selalu kompak dalam segala hal, saling care meski kadang juga saling menjahili.
Keempat sahabat Diandra pun merasa nyaman ngobrol dan bercanda bersama Angga dan Aditya, sama sekali tak ada kesan rikuh karena jarak usia yang cukup jauh. Setelah mengenal Angga lebih dekat, Thomas pun benar-benar merasa lega mengetahui kenyataan wanita pujaan hati nya telah menikah... dan kini dia pun telah ikhlas dan tak lagi menyimpan rasa cemburu berlebih, melihat kemesraan yang sering ditunjukkan Angga pada istri belia nya itu.
"Bang Angga bisa gak sih, jangan mesra-mesraan mulu! Bikin ngiri aja?!" Protes Rieke sambil cemberut, "kalian pada ngiri enggak sih guys?" Tanya Rieke pada sahabat-sahabat nya, melihat mereka begitu santai melihat pemandangan indah di depan mata.
Diandra nampak tersipu malu, sedangkan Angga malah semakin senang menggoda sang istri di hadapan sahabat-sahabat nya.
"Kita mah mau nganan aja Rie,, malas kalau ngiri, jalan nya rusak parah," balas Airin asal.
"Kalau mau ngiri, nyalain dulu lampu sein.. jangan asal belok, ntar ketabrak!" Timpal Andrew ikut-ikutan asal.
"Pada enggak nyambung..." Rieke menggerutu, dan sesaat terdiam. "Nah, Thomas nih pasti.. lu ngiri kan melihat kemesraan cewek incaran lu sama suami nya?" Tebak Rieke sambil menunjuk kearah Thomas yang duduk tepat di seberang nya, bersebelahan dengan Angga.
Angga mengernyit dan sekilas melirik Thomas, air muka nya nampak sedikit berubah.
"Siapa bilang Didi cewek incaran gue?!" Elak Thomas dengan gugup, pasal nya mulut ember Rieke tidak tahu tempat dan asal bicaranya. Thomas khawatir jika apa yang di katakan Rieke bisa membuat acara makan siang ini justru menjadi canggung dan bahkan berantakan.
Andrew yang dapat menangkap sinyal kecemasan di wajah Thomas langsung menimpali, "wah, lu ketinggalan kereta deh Rie,, Thomas kan udah jadian sama anak arsitek yang kalem dan keibuan itu?!"
"Masak sih?" Tanya Rieke penasaran.
Airin yang mengerti tujuan Andrew pun mengiyakan, "benar Rie,, santai aja, habis belajar kelompok nanti kita bakal dapat makan gretongan lagi," ucap Airin seraya terkekeh.
Aditya yang memahami arah pembicaraan Andrew dan Airin pun tersenyum lega, "beruntung Didi dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang baik dan men support nya," gumam nya dalam hati.
Sedangkan Thomas yang tiba-tiba saja dijodohkan dengan gadis yang tak dikenal nya hanya bisa geleng-geleng kepala, namun dalam hati dia bersyukur karena Andrew telah menyelamatkan diri nya dari rasa malu.
Saking asyik nya menikmati makanan sambil ngobrol, semua hidangan yang tersaji di atas meja tandas tak tersisa.
__ADS_1
"Udah yuk, SMP kita," ajak Rieke pada sahabat-sahabat nya.
"SMP apaan Rie?" Tanya Aditya sambil mengernyit.
"Setelah makan pulang, abang,," jawab Rieke sambil berdiri.
"Di, boleh bungkus jus enggak?" Tanya Airin.
"Boleh dong,, tadi udah aku pesankan minuman dan makanan kesukaan kalian semua," balas Diandra sambil berdiri dan melambaikan tangan pada seorang waiters.
Yang lain pun ikut berdiri, hendak segera kembali ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok.
Waiters yang tadi di panggil Diandra segera datang, dengan membawa makanan ringan dan aneka minuman jus serta kopi kegemaran sahabat-sahabat nya.
"Wih,, banyak sekali..." ucap Airin, "makasih ya Di, lu emang the best," lanjut nya seraya memeluk Diandra untuk berpamitan.
"Itu bukan sogokan untuk kita kan Di? Karena siang ini lagi-lagi lu bolos belajar kelompok?" Tanya Rieke sambil memeluk Diandra.
"Hehe,, sorry ya guys, aku bolos lagi," balas Diandra tak enak hati.
"Siang-siang gini indehoy enak kali ya Di?" Lanjut Rieke menggoda Diandra.
"Apaan sih Rie,,?!" Protes Diandra malu-malu.
"Dih,,, malu-malu.. kayak anak gadis aja, padahal udah enggak perawan," balas Rieke seraya terkekeh.
"Sudah-sudah,, ayo cabut, semakin ngelantur nih anak!" Seru Andrew sambil menarik pelan lengan Rieke. "Bang Angga, bang Ditya,, kami pamit ya, makasih traktiran nya," ucap Andrew sambil berjalan menjauh dari meja tempat mereka makan.
"Makasih ya bang,," seru Rieke dari kejauhan yang nampak masih diseret oleh Andrew, kedua nya terlihat sedang beradu mulut tapi sambil cengengesan.
Diandra dan yang lain nya hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum menyaksikan tingkah kocak tom and gery itu.
Thomas dan Airin pun ikut berpamitan, "bang Angga, bang Ditya, thanks ya.. maaf nih, kalau sikap kami kekanak-kanakan," ucap Thomas sok dewasa.
"Santai bro,, sering-seringlah main kemari, dan ajak pacar baru lu itu," balas Angga dengan tersenyum hangat.
__ADS_1
Thomas mengangguk dan tersenyum kecut.
"Mari bang,,," pamit Airin sambil berjalan bersisian dengan Thomas menuju tempat parkir.
Setelah kepergian sahabat-sahabat Diandra, Angga langsung mengajak istri nya untuk balik ke showroom.
"Bro,, gue balik ke showroom dulu," pamit Angga menghampiri sahabat nya yang hendak membuat kan kopi untuk pelanggan.
"Kebelet mau indehoy ya,,,?" Tanya Aditya ikut-ikutan ngelantur seperti Rieke.
"Wah, parah lu Dit,,, udah ketularan sama si Rieke," balas Angga sambil berlalu.
Diandra hanya tersenyum tipis.
Aditya terkekeh,, "kalau emang udah kebelet jangan di tahan, entar nyesel loh!" Seru Aditya pada Angga yang sudah menjauh.
Angga berjalan sambil memeluk mesra pinggang sang istri, semua mata pengunjung cafe & resto menatap iri pada pasangan serasi itu.
Sesampainya di showroom, Angga langsung menuntun sang istri masuk ke dalam ruang kerja milik nya. Dan begitu masuk ruangan, Angga langsung mengunci pintu ruangan nya.
"Tumben di kunci kak?" Tanya Diandra penasaran.
"Aku mau bermesraan sama istri ku yang cantik," lirih Angga di telinga sang istri, sambil menjilati daun telinga istri nya. Angga semakin liar memainkan lidah nya, dan menjelajah sampai ke leher sang istri. Tangan nya pun tak kalah liar, masuk ke dalam baju sang istri dan menjelajahi bukit kembar Diandra dengan bebas nya.
Bulu roma Diandra meremang,, deru nafas nya mulai tak beraturan. Dia sangat menikmati permainan suami ganteng nya, yang selama ini memang dia rindukan sentuhan dan belaian nya.
Kedua nya benar-benar hanyut dalam romansa cinta yang menggairahkan, hingga suara sang istri membuyarkan segala nya. "Apa kakak mau kita indehoy di siang bolong seperti ini?" Tanya Diandra polos.
Sontak Angga menjauh kan wajah nya dari sang istri dan tertawa terbahak-bahak... "kamu merusak mood ku sayang,," ucap Angga masih menahan tawa.
Diandra tersenyum tersipu malu
Sesaat suasana di ruang kerja Angga menjadi hening.
"Duduk lah di sana dengan manis sayang, aku butuh pemandangan indah dari tempat kerjaku" titah Angga pada istri nya sambil menunjuk sofa, sedangkan dia sendiri melangkah menuju meja kerja nya.
__ADS_1