Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Makhluk Langka tapi Punya Gandengan


__ADS_3

Waktu terus berlalu, beberapa hari rutin menjalani terapi membuat Angga sudah bisa berjalan kembali dengan normal. Sang istri yang dengan setia selalu mendampingi nya, adalah penyemangat bagi Angga untuk cepat pulih. Dan sore nanti, Angga sudah diperbolehkan pulang, karena kondisi nya memang sudah benar-benar sehat.


Atas permintaan Angga, terpaksa beberapa hari ini Diandra tetap pergi kuliah. Seperti biasa, setiap pagi dia akan dijemput oleh Airin, dan pulang nya istri dari Angga itu pasti akan diantarkan oleh sahabat-sahabat nya.


Seperti siang ini, Diandra dan sahabat-sahabat nya baru saja tiba. Dan Aditya yang sudah paham dengan jadwal kuliah Airin, langsung meluncur menuju rumah sakit Medika tempat Angga dirawat selama dua bulan lebih tiga hari tepat nya.


Aditya datang dengan membawa banyak makanan seperti biasa nya, karena dia tahu sang kekasih dan juga sahabat-sahabat nya belum sempat makan siang seusai kuliah tadi. Dan juga Aditya punya jadwal rutin untuk membawa kan makanan untuk mama angkat nya dan ibu angkat Diandra.


Mereka semua tengah berkumpul di ruang tamu, ruang rawat inap Angga. Dokter Hanna yang kebetulan juga sedang istirahat siang, juga nampak berada di sana. Tentu saja atas permintaan sang putra, yang sangat antusias menjodohkan mama nya itu dengan papa nya Diandra.


Dan dokter Chandra juga pasti nya berada di sana, karena setiap istirahat makan siang papa dari Diandra itu selalu meluangkan waktu nya untuk menjenguk sang menantu.


Raka yang setelah meminta maaf kepada Angga, dan mengira bahwa Angga telah melupakan kejadian pengkhianatan nya bersama Vera,,, juga semakin akrab dengan adik bungsu nya itu, dan dia bersumpah dalam hati akan menjadi kakak yang baik untuk Angga dan menjadi anak yang patuh pada sang mama.


Dan siang ini, setelah bertemu dengan salah satu klien di sebuah cafe yang kebetulan tempat nya tak jauh dari rumah sakit.. Raka pun langsung melajukan mobil nya menuju rumah sakit tempat Angga di rawat.


Mama Dewi siang ini nampak sangat bahagia,, setelah lima tahun lebih kedua putra nya tak saling bertemu dan berkabar, dan seolah sedang ada perang dingin diantara kedua nya.. kini beliau bisa melihat kembali, kedua putra nya itu akur seperti waktu mereka masih sekolah dahulu.


Mereka tengah menikmati makan siang yang dibawakan oleh Aditya, dan kebetulan Raka juga membeli banyak makanan dari kafe tempat dia bertemu klien nya tadi. Jadi semua nya kebagian makanan, dan merasa puas menikmati makan siang bersama-sama ini.


"Bang Angga nanti sore jadi pulang?" Tanya Rieke melirik Angga.


"Iya,," jawab Angga singkat.

__ADS_1


"Yah, besok kita udah enggak bisa ngumpul-ngumpul kayak gini deh.." rajuk Rieke merasa sedih.


"Enggak usah sok terharu... palingan juga lu sedih karena gak bisa makan siang gratis kan?" Ledek Airin pada sahabat nya itu.


"Tahu aja lu Rin,," balas Rieke seraya nyengir.


"Kan kalau hari jum'at siang masih bisa ngumpul di rumah tante Rie,," timpal dokter Hanna mengingatkan jadwal pengajian rutin untuk mereka ikuti.


"Iya tante,, tapi tetap aja beda.. enggak ada mama dan ibu," balas Rieke seraya melirik mama Dewi dan bu Rahma bergantian.


Ya, sahabat-sahabat Diandra memanggil mama Dewi dengan sebutan mama, dan bu Rahma dengan panggilan ibu.. seperti Diandra memanggil beliau berdua, dan mereka sudah sangat dekat satu sama lain.


"Ibu harus segera pulang ke Bali nak,, kasihan adik-adik nya Didi sudah lama ibu tinggalin," balas bu Rahma dengan tatapan teduh nya kepada Rieke.


"Tapi ibu enggak akan lama pulang ke Bali kok nak Rieke, dalam waktu dekat,, Insyaallah ibu akan balik lagi kemari dan menetap di Jakarta, bukan begitu bu?" Tanya papa Chandra pada bu Rahma yang sebentar lagi akan menjadi ibu sambung nya.


Bahkan opa Win sudah merenovasi kediaman bu Rahma yang di jadi kan sebagai rumah singgah untuk anak-anak yang kurang beruntung itu menjadi dua lantai dengan banyak kamar, sehingga anak-anak asuh bu Rahma itu semakin nyaman tinggal di sana.


Gerai cake & bakery milik Asih, yang modal nya berasal dari mama Dewi juga di renovasi menjadi lebih bagus dan terlihat berkelas,, sehingga menambah daya tarik bagi para pelanggan untuk berkunjung ke gerai tersebut.


Bukan hanya itu, opa Win juga memenuhi semua kebutuhan bulanan anak-anak,, sehingga Asih semakin ringan beban nya, karena hanya mengurus untuk makan nya saja. Dan dari penghasilan sehari-hari yang cukup besar, Asih masih dapat menabung untuk kehidupan pribadi keluarga kecil nya nanti.


Bu Rahma tersenyum tersipu malu,,

__ADS_1


"Wah,, jadi ini beneran?!" Tanya Rieke hampir tak percaya, "kirain waktu itu lu bercanda Di?" Lanjut Rieke menatap sahabat nya.


"Mana berani aku, masalah orang tua di buat candaan.." balas Diandra yang masih ngemil rujak buah dengan disuapi sang suami, "Didi kan anak baik, ya kan bu?" Lanjut Diandra dengan tatapan manja pada sang ibu.


Bu Rahma mengangguk dan kembali tersenyum, ibu angkat Diandra itu sangat senang melihat kebahagiaan putri kesayangan nya yang utuh. Ada ayah dan opa yang sangat menyayangi Diandra, dan suami yang akhir nya bisa menerima dan mencintai putri nya itu.


"Iya,, iya,, anak baik, istri sholehah. Semua deh, yang baik-baik buat lu. Dasar bumil manja... serasa ya, dunia ini milik kalian berdua. Makan aja minta di suapin, mana pakai alasan ngidam karena kemauan baby.. padahal modus tuh si Didi bang, balas dendam dia karena selama dua bulan udah didiemin sama bang Angga,,," balas Rieke panjang sepanjang jalan kenangan.


Dan yang mendengar celotehan nya pun tertawa,, "palingan lu nanti kalau hamil juga manja sama Andrew Rie,," balas Airin menggoda Rieke.


Seketika wajah Rieke memerah..


Sedangkan Andrew hanya tersenyum simpul,,


"Emang mereka berdua sudah jadian?" Tanya Diandra yang merasa ketinggalan info.


"Enggak bakalan ada kamus jadian dalam hubungan mereka Di.. mereka berdua kan makhluk langka," balas Thomas sekenanya, seraya terkekeh.


Thomas yang sempat menjadi pendiam tatkala mengetahui cinta nya kepada Diandra ternyata bertepuk sebelah tangan, kini sudah mulai kembali seperti awal-awal mereka saling kenal. Pasal nya antara Thomas dan Didi memiliki kesepakatan, ingin menyatukan kedua orang tua mereka dalam sebuah ikatan pernikahan dan mereka berdua akan menjadi kakak adik.


"Biarpun gue makhluk langka tapi kan punya gandengan,, daripada lu, sendiri mulu.." ejek Andrew pada Thomas.


"Lah,, waktu itu kan lu bilang, Thomas punya pacar?" Tanya Angga mengernyit menatap Andrew... dia masih ingat obrolan di kafe siang itu, bahwa Rieke mengatakan bahwa Diandra adalah cewek incaran Thomas dan Andrew menyangkal nya dengan mengatakan bahwa Thomas punya pacar.

__ADS_1


Andrew gelagapan,, tak menyangka, Angga masih mengingat obrolan mereka kala itu. "Iya bang, sempat punya.. tapi hanya seminggu dan kemudian mereka putus," jawab Andrew asal, seraya mengusap tengkuk nya.


Mendengar jawaban Andrew, Angga tersenyum.. dia tahu, bahwa Andrew ternyata kala itu berbohong untuk menjaga perasaan nya. Dalam hati suami Diandra itu bersyukur, karena istri nya memiliki sahabat-sahabat yang care, yang saling menjaga perasaan, dan tak ada tendensi apapun di dalam nya.


__ADS_2