Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Surat Gugatan Cerai


__ADS_3

Sarah terkejut, dia tak menyangka akan sejauh ini akibat dari perselingkuhan nya. Dia tak punya pilihan lain, daripada diperkarakan dan sama sekali tak mendapatkan apa-apa... Sarah dengan terpaksa menerima gugatan cerai suami nya, dan dengan tangan gemetaran Sarah hendak menanda tangani surat gugatan cerai yang disodorkan oleh papa Chandra kepada nya.


"Ma,, jangan tanda tangan! Renny enggak mau pergi dari rumah ini ma... Renny mau tetap disini?!" Pinta Renny sambil memegangi tangan sang mama agar tidak menanda tangani surat gugatan cerai tersebut.


"Terserah padamu Sarah, kamu tanda tangani atau tidak?! Karena selain menggugat diri mu... putri kandung ku Diandra, juga bisa menggugat Renny karena telah menjebak suami nya dengan memberi nya minuman yang telah di campur obat perangsang," ucap papa Chandra kembali mengintimidasi, seraya melirik tajam Renny.


Renny tertegun,,,


"Aku juga bisa menuntut Renny dan Arman, atas tuduhan pemalsuan daftar manifes kecelakaan pesawat dan juga pemalsuan duplikat akta nikah," imbuh opa Win dengan nada menggertak.


Wajah Renny semakin pias,, dia tak berpikir jauh sebelum nya, bahwa tindakan yang telah di lakukan nya bisa menjebloskan diri nya kedalam jeruji besi.


"Renny mohon pa,, opa,, jangan laporkan Renny,," pinta nya dengan memohon seraya menjatuhkan diri nya dan berlutut di hadapan opa Win.


"Ba,, baik,, aku akan tanda tangan, tapi tolong bebaskan anak ku dari segala tuduhan itu," pinta Sarah dengan terisak.


Sarah langsung membubuhkan tanda tangan di atas kertas putih tersebut, dengan berderai air mata. Musnah sudah kesenangan nya selama ini, harta berlimpah yang sering dia pakai untuk berfoya-foya bersama teman-teman sosialita nya tak lagi dia miliki.


Bahkan raga nya yang dulu dia manjakan dengan membeli kesenangan bersama laki-laki di luar sana, kini telah rapuh dan penyakitan. Tak ada lagi yang tersisa,, menyesal pun tiada guna. Dan permintaan maaf nya, tak kan dapat mengembalikan semuanya seperti dahulu kala.


Papa Chandra segera mengambil kembali kertas putih yang telah di tanda tangani oleh Sarah, dan memasukkan nya kedalam amplop. Dan kemudian dia menyodorkan sebuah kartu khusus untuk berobat, "pakai ini untuk berobat, kamu bisa menggunakan nya di rumah sakit dimana saja,, aku yang akan menanggung semua biaya nya." Ucap papa Chandra.


Sarah menerima nya dengan menahan isak, dia cukup tahu diri bahwa semua ini adalah salah nya. "Terimakasih pa,," ucap nya dengan suara yang lemah.


Hening sejenak menyapa ruang keluarga kediaman megah milik Winata.

__ADS_1


"Dan ini gaji terakhir dan pesangon kamu Arman, bawa serta kakak dan keponakan mu keluar dari rumah ku," ucap papa Chandra dengan tegas, seraya melemparkan amplop coklat ke atas meja.


Arman terkesiap,, dia tak pernah tahu menahu bahwa Sarah telah berselingkuh selama ini, dia juga tak tahu bahwa Renny menyuruh nya untuk memberikan dokumen palsu itu karena ingin menyingkirkan putri kandung dari keluarga Winata. "Tapi bang Chandra,, aku tak tahu apa-apa tentang hal ini, kenapa aku juga dilibatkan?" Protes nya, "aku tak tahu, kalau dokumen itu untuk menyelidiki putri kandung bang Chandra," lanjut nya.


"Kesalahan kamu adalah, karena kamu tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah aku berikan. Bahkan, kamu memilih menuruti keinginan orang lain demi uang! Apa menurutmu, orang yang tak dapat di percaya seperti diri mu... layak untuk aku pertahankan?!" Tanya opa Win, seraya menatap tajam kepada Arman.


Arman tertunduk lesu...


"Pa,, aku mau di cerai, tapi jangan usir kami dari sini. Kalau kami di usir, kami mau tinggal dimana pa?" Sarah merajuk.


"Bukankah kalian bisa pulang ke Bandung? Rumah mu yang di Bandung sudah aku bangun dan sekarang menjadi bagus bukan?" Balas papa Chandra dengan memicingkan mata.


"Bi,, Bibi,,," papa Chandra memanggil asisten rumah tangga nya.


"Iya tuan dokter," jawab dua orang asisten yang berjalan tergopoh-gopoh mendekat pada tuan nya.


"Baik tuan dokter," jawab kedua nya patuh, dan bergegas menuju kamar utama dimana barang-barang Sarah berada.


Sarah hanya bisa duduk lemas sambil tergugu, sedangkan Renny langsung berlari naik ke lantai atas menuju kamar nya.


"Mang Diman.." panggil opa Win pada sopir pribadi nya.


"Siap tuan," jawab mang Diman mendekat.


"Berikan kunci mobil yang biasa digunakan Bibi untuk ke pasar kepada mereka," titah nya pada sopir nya itu.

__ADS_1


Mang Diman nampak bingung, tak langsung melaksanakan titah tuan nya.


"Berikan saja Man, besok pergilah ke showroom Angga dan pilih mobil pengganti nya yang lebih nyaman untuk Bibi," ucap opa Win menegaskan.


"Baik tuan," balas mang Diman bersemangat, dan segera mengambil kan kunci mobil yang di maksud tuan nya.


Mang Diman yang sudah kembali dengan kunci mobil di tangan nya, langsung meletakkan nya di atas meja.


"Bawa lah mobil itu untuk pulang ke Bandung, dan pakai lah untuk mengantar kakak mu berobat," ucap opa Win menatap Arman.


"Terimakasih pak Winata, kesalahan kami terlalu besar.. tapi anda masih berbaik hati untuk memberikan kami fasilitas." Balas Arman merasa sangat bersalah.


Tanpa menanggapi ucapan Arman, opa Win segera beranjak meninggalkan ruang keluarga menuju ke kamar nya.


Sedangkan papa Chandra, langsung menuju ruang kerja nya untuk beristirahat. Dia rebahkan tubuh lelah nya di sofa, pikiran nya sungguh terasa sangat lelah hari ini,,, putri kandung nya tengah bersedih karena musibah yang menimpa sang suami, sedangkan rumah tangga nya kembali di hantam badai.


Pernikahan pertama nya, berakhir dengan perpisahan yang tak pernah dikehendaki nya,, hingga dia tak lagi dapat melihat dan bertemu kembali dengan Diana, istri yang sangat dicintainya itu.


Dan kini, perpisahan itu harus kembali terjadi... Wanita yang dahulu diangkat derajat nya dan dinikahi nya, telah berkhianat dan mempermalukan nya dengan berselingkuh dan melakukan free *** dengan berondong di luar sana.


Teringat kembali pertemuan nya dengan Sarah di Singapura, Sarah adalah tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di tempat nya bekerja. Janda dua anak yang mengais rizqi di negeri orang, demi menghidupi anak dan orang tua nya.


Sarah yang dikenal nya dulu adalah wanita yang lembut dan sederhana, dan itu yang membuat nya jatuh hati pada perawat cantik itu. Terlebih ketika mendengar cerita Sarah yang menyentuh hati, menghidupi dua anak yang kira-kira seusia anak nya jika saja Diana masih hidup dan sempat melahirkan anak nya.


Papa Chandra menghembus nafas panjang, "pasti Allah punya rencana lain untuk keluarga ku, karena di setiap musibah akan ada hikmah yang mengikuti nya. Dan dengan perpisahan antara aku dan Sarah, aku akan punya banyak waktu untuk putri ku.. ya, waktu ku dan perhatian ku, kini hanya untuk putri ku," gumam nya lirih.

__ADS_1


"Aku akan membahagiakan putri kita Diana,, aku janji, meskipun ini sudah sangat terlambat," bisik nya lirih, seolah berbisik pada Diana.. bulir bening jatuh dari sudut mata papa Chandra.


__ADS_2