
Vera menjerit histeris tatkala menyadari, bahwa dia salah sasaran... pisau tajam yang dia hunuskan kearah Diandra justru mengenai perut adik sepupu nya, "dasar bodoh! Kenapa kamu menghalangi mbak, Seno! Kenapa,,?!!" Seru Vera sambil memeluk tubuh Seno yang roboh dengan darah mengucur deras dari perut nya yang tertusuk.
Tangan Seno yang tadi nya memegangi pisau tajam tersebut mulai lemas dan akhir nya terkulai, seiring kesadaran Seno yang menghilang.
Sedangkan Diandra yang terhuyung ke belakang karena tubuh nya didorong oleh Seno, berhasil di tangkap oleh Thomas yang dengan cepat berlari kearah Diandra ketika mendengar teriakan Seno tadi.. sehingga Diandra tak sempat jatuh, namun tak ayal kejadian barusan membuat istri dari Angga itu syok.
Apalagi Diandra melihat darah yang keluar terus menerus dari perut Seno, yang posisi nya tak jauh dari diri nya,, membuat perut Diandra serasa di aduk-aduk, hingga wajah cantik itu terlihat pucat dan keringat dingin membanjiri tubuh nya.
Mahasiswa lain yang tadi mendengar teriakan Seno dan di susul pekikan Diandra, langsung berhambur ke lokasi kejadian. Mereka segera menolong Seno dan segera membawa nya menuju ke rumah sakit terdekat, menggunakan mobil siaga milik kampus.
Sedangkan Vera, langsung diamankan oleh Satpam kampus sebelum diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk dimintai keterangan terkait kejadian yang menimpa Seno barusan.
Satpam yang menyeret Vera ke pos jaga nampak tak peduli, ketika Vera terus saja meracau. "Lepaskan! Gue mau ikut Seno,, lepaskan tangan gue! Cepat lepaskan! Gue harus pastikan adik gue baik-baik saja, lepaskan.. gue mau nyusul Seno!" Vera terus meronta sambil berteriak.
Semua mata memandang penuh tanya ke arah Vera, yang dimata mereka adalah orang asing.
Dan Diandra telah dibawa oleh sahabat-sahabat nya duduk di bangku taman yang tidak jauh dari lokasi kejadian, karena Angga akan segera menjemput nya. Ya, tadi Airin langsung menghubungi suami dari Diandra itu. Karena Airin merasa cemas melihat wajah Diandra yang pucat dan terlihat sangat syok.
Posisi Angga yang belum terlalu jauh dari kampus Diandra, membuat suami dari Diandra itu bisa segera sampai kembali di kampus sang istri dengan cepat.
Angga memarkir mobil nya sembarang, suami Diandra itu langsung keluar dan berlari ke arah taman dimana sang istri berada.
"Sayang,, kamu enggak apa-apa?" Angga langsung memeluk sang istri, kepanikan masih menyelimuti hati nya sejak mendapat kabar dari Airin tadi.
Diandra mengangguk, sesaat setelah sang suami melerai pelukan nya. "Hanya perut Didi rasanya mual kak," balas Diandra dengan bibir yang bergetar, dan wajah nya masih terlihat ketakutan.
__ADS_1
"Gimana cerita nya Di?" Tanya Angga yang masih terlihat panik.
Diandra menggeleng, "Didi enggak lihat awal nya kak, Didi,, hanya mendengar, mas Seno,, berteriak dan kemudian,, mendorong Didi. Dan tak lama setelah itu,, mas Seno roboh,, dengan banyak darah,, darah yang mengalir,, dari perut nya yang tertusuk," ucap Diandra dengan terbata, dan netra yang berkaca-kaca.
"Seno dorong kamu?!" Tanya Angga dengan nada tinggi, "kamu jatuh yang,,?" Angga kembali panik.
Diandra menggeleng, "Thomas berhasil menangkap Didi kak, hingga Didi enggak sampai terjatuh," balas Diandra melirik Thomas.
"Maaf bang, gue hanya nolongin Didi.. dan enggak ada maksud lain," ucap Thomas sambil menatap Angga, dia tahu suami sahabat nya itu pernah cemburu dengan diri nya.
Angga menggeleng dan tersenyum, "enggak perlu minta maaf Thomas, gue yang harus nya berterima kasih karena lu udah menyelamatkan istri gue," balas Angga dengan tatapan bersahabat.
Thomas pun tersenyum lega.
"Kalau Seno menyelamatkan kamu, itu artinya ada yang sengaja ingin melukai mu sayang,, apa kamu tahu orang nya? Dimana dia sekarang?" Cecar Angga penasaran dan dilanda kekhawatiran, pasal nya ada yang mengincar keselamatan istri nya.
"Wanita? Apa kamu mengenali nya sayang?" Tanya Angga pada istri nya.
Diandra mengangguk, tapi saat hendak mengatakan nama wanita tadi Diandra menjadi bingung karena suami nya telah melupakan nama Vera dan melupakan affair antara Vera dan Raka. Hingga Diandra, terdiam untuk beberapa saat.
"Angga,,,!" Teriak Vera dari kejauhan, yang sayup-sayup dapat mereka dengar. "Semua ini gara-gara lu, Angga! Kenapa kamu melupakan aku Angga?! Aku enggak mau kamu punya anak dari wanita lain,, aku akan bunuh anak kamu Angga!" Vera masih berteriak dengan menyebut-nyebut nama suami Diandra itu.
"Vera,,?!" Gumam Angga dengan tangan mengepal.
Meski di ucapkan dengan lirih, namun Diandra dapat mendengar nya dengan jelas. Karena posisi kedua nya yang sangat dekat, "kak Angga ingat sama mbak Vera?" Tanya Diandra dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
Angga terkejut begitu menyadari ucapan nya yang menyebut nama Vera, "Kita ke rumah sakit sekarang sayang, aku harus pastikan bahwa kamu dan baby baik-baik saja," ucap Angga dengan buru-buru membopong tubuh sang istri, dan berjalan menuju mobil. "Nanti aku ceritakan sambil jalan," bisik Angga di telinga sang istri, saat mendapati istri cantik nya itu terus menatap nya dengan tatapan curiga.
Airin, Rieke dan Thomas yang mengekor di belakang kedua nya segera membukakan pintu mobil. "Makasih ya Rin," ucap Angga sambil tersenyum hangat pada calon istri dari sahabat baik nya itu.
"Bang Angga, kami ikut ya,,?" Pinta Airin dan Rieke bersamaan, yang masih mengkhawatirkan keadaan Diandra.
"Kalian naik mobil gue aja, kita akan mengiringi mobil bang Angga," ucap Thomas.
Angga mengangguk, menyetujui ide Thomas.
Dan sesaat kemudian, Angga dan Thomas segera melajukan mobil nya meninggalkan area kampus menuju rumah sakit terdekat.
Di dalam mobil Angga mulai membuka suara, "yang, sebenar nya aku tidak lupa dengan Vera dan juga perselingkuhan nya dengan bang Raka," ucap Angga hati-hati.
Diandra mengernyit, "tapi saat itu, papa juga menegaskan kalau kak Angga mengalami amnesia.." Diandra mengehentikan ucapan nya.
"Karena papa tahu, aku ingin melupakan masa lalu yang enggak penting itu dan papa mendukungku." Potong Angga cepat, "bagiku dia hanya bagian yang enggak penting yang harus aku buang dan aku lupakan selama nya Di.. dan aku juga ingin hubungan antara bang Raka dan mama membaik." Lanjut Angga sambil menggenggam erat tangan istri nya.
"Aku hanya ingin menatap masa depan bersamamu Di,, aku harap kamu percaya padaku, aku hanya mencintai mu sayang," sekilas Angga menoleh kearah istri nya, dan kemudian mencium punggung tangan istri nya itu dengan penuh kasih.
Diandra tersenyum, "Didi percaya sama kak Angga, dan Didi juga sangat terharu.. kak Angga melakukan itu semua untuk Didi dan juga untuk keutuhan kembali keluarga kakak. Kalau mama tahu kebenaran nya, mama pasti bangga sama kak Angga." Ucap Diandra dengan netra berkaca-kaca, seraya menatap sang suami dengan penuh rasa kagum.
"Biar ini, hanya kita yang tahu ya Di,," pinta Angga sambil mengusap lembut puncak kepala istri nya yang tertutup hijab.
Diandra mengangguk dan tersenyum hangat pada sang suami.
__ADS_1
Tak berapa lama, mobil Angga dan Thomas telah sampai di rumah sakit yang terdekat dengan kampus. Rumah sakit yang sama, dimana Seno saat ini berada.