Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Gadis Mirip Diana


__ADS_3

Renny mengendari mobil sport merah nya sambil menelpon seseorang, dering pertama panggilan nya tidak diterima. Gadis seksi yang nampak ambisius itu mencoba menghubungi nomor tujuan nya kembali, baru lah di dering ke tiga,,, panggilan Renny terjawab.


"Hallo nona, ada apa nona menghubungi saya?" Tanya seseorang dari seberang sana.


"Om Arman, dimana? Bisa kita bertemu sebentar?" Renny bertanya balik.


"Saya lagi on the way ke bandara nona," balas suara di seberang yang bernama Arman.


"Cari tempat ngopi, kita bertemu di sana. Share lokasinya ke nomor saya," titah Renny pada Arman, dan langsung mematikan panggilan telpon nya tanpa menunggu jawaban Arman.


Di sepanjang perjalanan, tak berhenti mulut Renny mengumpat dan memaki keberuntungan Diandra. Terekam kembali dengan jelas pembicaraan sang opa dan juga papa nya semalam...


FLASH BACK ON __


Sepulang dari showroom, di dalam mobil... tak henti bibir opa Win mengulas senyuman, sorot mata nya menyiratkan bahwa laki-laki tua tersebut kembali bergairah dalam menjalani hidup. Sketsa wajah Diandra membayang di pelupuk mata, dan semakin membuat nya yakin akan sesuatu yang dia rasakan saat pertama kali melihat gadis cantik istri dari pemilik showroom langganan nya.


"Renny,, apa kamu kenal baik dengan istri Angga tadi? Siapa tadi nama nya,, Didi ya? Nama nya terdengar lucu,,," ucap opa Win seraya terkekeh.


"Diandra opa, nama nya Diandra." Balas Renny singkat, dengan muka yang masih di tekuk.


Opa Win terkejut mendengar Renny menyebutkan nama Diandra,, " Diandra,,," lirih opa Win bergumam. "Nama itu, dan wajah itu... tapi benar kah? Aku harus membicarakan hal ini pada Chandra secepat nya," gumam nya dalam hati.


"Kenapa opa,,, seperti ada yang dipikirkan?" Tanya Renny menyelidik.


"Enggak ada apa-apa nak, opa cuma sedikit pusing," balas opa Win berbohong pada cucu nya.


Tak berapa lama mobil yang membawa opa Win dan Renny, memasuki gerbang rumah megah tempat tinggal mereka.


Sopir segera membuka pintu untuk opa Win, dengan segera laki-laki dengan rambut yang telah memutih itu turun dan diikuti oleh sang cucu.


"Ahmad," panggil nya pada security yang bertugas di pintu gerbang kediaman nya.


"Siap tuan besar," balas pak Ahmad segera mendekat pada majikan nya.

__ADS_1


"Tolong nanti malam kalau Chandra datang, suruh dia langsung menemui ku," titah opa Win pada pak Ahmad.


Pak Ahmad mengangguk hormat, "Siap laksanakan tuan besar," balas nya patuh pada titah tuan nya.


Opa Win segera berlalu masuk ke dalam rumah megah milik nya, sedangkan Renny masih berdiri termangu di tempat nya. "Ada apa ya? Kayak nya penting banget,, aku harus cari tahu," gumam Renny dan kemudian segera melangkah masuk mengikuti jejak sang opa.


°°°°°


Malam hari nya, begitu mendengar deru mobil sang papa pulang,, Renny yang sengaja duduk di ruang tamu dan pura-pura belajar, segera menghampiri papa nya ketika suara langkah kaki sang papa memasuki rumah.


"Selamat malam papa sayang,," ucap nya menyambut kehadiran laki-laki tampan berusia sekitar empat puluh lima tahun itu dengan manja.


"Tumben putri papa rajin," balas sang papa sambil mencium puncak kepala putri nya.


"Iya dong.. kan habis dapet hadiah mobil dari opa," balas Renny dengan senang.


"Wah,, selamat ya, tapi ingat jangan suka kebut-kebutan di jalan dan harus tetap rajin belajar," nasehat sang papa pada putri nya. "Sudah, sana.. lanjutin belajar nya. Papa mau ketemu opa sebentar," lanjut papa nya, dan segera berlalu meninggalkan Renny seorang diri.


Renny terus menatap punggung papa nya, hingga hilang di balik pintu ruang kerja opa Win. "Mereka ngobrol nya di ruang kerja opa rupanya, baiklah.. aku akan ke sana sekarang," bisik nya dalam hati, dengan perlahan Renny berjalan mendekati ruang kerja opa nya.


Renny terus berpikir, "apa aku coba buka pintu ini sedikit ya.. mudah-mudahan opa dan papa tidak menyadari nya," gumam nya sambil membuka pintu dengan sangat hati-hati.


Dia berhasil membuka sedikit pintu ruang kerja sang opa tanpa mengeluarkan suara, dengan sangat hati-hati Renny menempelkan kembali telinga nya pada pintu yang sedikit terbuka itu. Meski Renny tak dapat melihat keberadaan opa dan papa nya, namun suara orang yang berada di dalam ruangan dapat dia dengar dengan jelas.


Tapi sepertinya Renny melewatkan beberapa percakapan.


"Apa papa yakin?" Tanya papa Chandra pada opa Win.


"Iya,, mirip sekali dengan Diana," jawab opa Win sambil tersenyum lebar, terbayang kembali wajah cantik Diandra Dan keramahan nya.


"Wajah mirip kan banyak pa di dunia ini?" Papa Chandra nampak tidak percaya.


"Kamu benar, tapi nama gadis itu sama persis dengan nama yang kamu idam-idamkan untuk calon anak mu dan usia nya juga seumuran,,, dia baru masuk Perguruan Tinggi tahun ini dan itu arti nya usia nya sekitar delapan belas tahun. Apa itu juga kebetulan?" Tanya opa Win menatap dalam netra putra nya yang masih menyimpan duka.

__ADS_1


"Lantas, bagaimana caranya kita mendapatkan informasi tentang orang tua gadis itu pa?" Tanya papa Chandra mulai penasaran.


"Saat tragedi kecelakaan pesawat itu terjadi, papa tidak sempat mengecek langsung daftar manifes penumpang nya. Karena papa hanya fokus mengurus kamu, dan langsung membawamu berobat ke luar negeri."


"Saat itu, papa hanya minta tolong sama asisten papa untuk mengurus semua nya. Hanya sedikit jenazah penumpang yang berhasil ditemukan dan di keluarga kita, hanya jenazah kakak ipar mu yang berhasil di identifikasi,,, itupun dalam keadaan tidak utuh." Wajah opa Win terlihat mendung, mengingat kembali tragedi memilukan delapan belas tahun silam.


Begitupun dengan papa Chandra, nampak air mata nya menetes dari sudut mata nya.


"Dan delapan tahun kemudian, saat papa kembali kesini dan bermaksud menjual rumah kita yang lama,, satpam rumah bilang, bahwa mama mu ke Bali bukan untuk mengajak istri mu liburan seperti yang di katakan nya pada mu di telpon, tapi untuk menyingkirkan istri mu sejauh-jauhnya dari Jakarta."


Papa Chandra nampak terkejut, "ma,, mama,, melakukan nya?!" Ucap nya tak percaya.


"Papa juga belum tahu kebenaran nya," balas opa Win sendu.


"Saat itu juga papa memerintahkan asisten papa untuk menyelidiki tentang keberadaan Diana. Asisten papa sudah mencari di data kependudukan di sana, tentang semua orang yang bernama Diana dan kemungkinan anak nya yang diberi nama Diandra bin Chandra Winata, tetapi nihil."


Opa Win menatap jauh ke depan,,, "papa besok akan suruh Arman untuk ke Bali, mencari informasi daftar manifes penumpang kecelakaan pesawat kala itu." Ucap nya sambil mengerutkan dahi.


Sejenak hening menyapa ruang kerja tersebut.


Renny yang masih menguping di balik pintu, merasa was-was karena tak dapat mendengar apapun lagi. Dengan berjingkat, Renny menjauh dari ruang kerja sang opa dan kembali ke tempat nya semula di ruang tamu.


Sementara di dalam ruang kerja opa Win, obrolan keduanya masih berlangsung.


"Dan jika memang tidak ada nama Diana di sana, maka Arman harus mencari informasi tentang pernikahan Angga dan Diandra di Kantor Urusan Agama di Bali." Lanjut opa Win penuh keyakinan, bahwa istri dari Angga adalah cucu kandung nya. Putri dari Chandra dan Diana yang selama ini dia cari keberadaan nya.


FLASH BACK OFF__


Renny membelokkan mobil sport nya menuju ke sebuah cafe, tempat dimana Arman telah menunggu nya. Dengan bergegas, Renny segera turun dari mobil setelah memarkir mobil nya di tempat yang tersedia.


Dia berjalan cepat memasuki cafe, sambil mengedarkan pandangan. Nampak di sebuah meja yang terletak di sudut ruangan, seorang laki-laki seusia papa nya melambaikan tangan ke arah nya.


Renny segera menghampiri laki-laki tersebut dan duduk tepat di hadapan nya, "om Arman, saya tahu tujuan om mau kemana dan untuk apa." Ucap Renny langsung pada poin nya, "bekerja samalah dengan saya seperti biasa nya," lanjut nya sambil menyodorkan amplop coklat tebal ke hadapan Arman.

__ADS_1


"Om, pulang aja ke Bandung.. karena saya yakin, istri dan anak-anak om juga butuh liburan bukan?" Renny mencoba membujuk, "besok, kembalilah kesini dengan membawa daftar penumpang kecelakaan pesawat sesuai yang di perintahkan opa kepada om.. dan katakan bahwa ada nama Diana di sana," Renny menatap tajam pada Arman.


__ADS_2