Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian
Untuk Wanita yang Istimewa


__ADS_3

Pasangan Diandra dan Angga, semakin hari semakin bertambah mesra. Mereka berdua selalu kompak melakukan tugas dalam rumah, dan Angga senantiasa memposisikan diri sebagai suami dan calon ayah siaga untuk calon buah hati mereka yang masih bersembunyi di dalam perut Diandra.


Meski tak jarang Angga ngomel, karena istri nya makan sembarangan yang menurut Angga itu tidak ada nilai gizi nya dan tidak baik untuk ibu hamil. Dan sering pula, Angga harus ekstra sabar menghadapi istri nya, yang menjadi sensitif dan mudah ngambek karena kehamilan nya.


Untung saja, suami dewasa dari Diandra itu punya rayuan maut yang dengan mudah dapat meluluhkan hati istri nya jika sedang ngambek. Bukan dengan kata-kata, atau pun materi tapi dengan sentuhan lembut dan penuh cinta yang Angga berikan, yang mampu menenangkan Diandra dan membuat bumil itu menjadi meleleh hati nya.


Ya, setiap wanita, semarah apapun... pasti akan luluh hati nya, tatkala di perlakukan dengan lembut dan penuh cinta kasih oleh seseorang yang sangat dicintai nya.


Kebahagian pasangan itu semakin terasa lengkap, seiring kandungan Diandra yang semakin membesar. Ya, kini kandungan Diandra memasuki bulan ke tujuh.


Segala persiapan menyambut kelahiran buah hati pertama mereka, telah disiapkan. Sang mama mertua, bersama bu Rahma yang telah menjadi istri dari opa Diandra ikut sibuk mempersiapkan segala kebutuhan calon cucu beliau berdua.


Tak ketinggalan, calon opa muda,, papa Chandra yang juga ikut sibuk membeli kan berbagai keperluan calon cucu nya nanti. Papa Chandra, ditemani oleh calon istri nya, yaitu dokter Hanna. Dan saat ini, calon opa dan oma muda itu tengah berada di area baby shop di pusat perbelanjaan terbesar di dekat rumah dokter Hanna.


Segala macam keperluan baby dengan nuansa biru mereka pilihkan untuk menyambut baby boy, karena menurut pemeriksaan USG jenis kelamin dari baby yang masih bersembunyi dalam rahim mama nya adalah laki-laki.


Usai memilihkan segala keperluan untuk baby, dan sopir pribadi dokter Hanna yang sedari tadi mengekor di belakang kedua nya telah memasukkan barang-barang tersebut kedalam mobil.. dokter Hanna dan papa Chandra melanjutkan tujuan nya datang ke pusat perbelanjaan, yaitu untuk berbelanja kebutuhan pernikahan nya yang akan dilaksanakan minggu depan.


"Kita mau ke butik dulu atau ke toko perhiasan dulu dik?" Tanya papa Chandra pada calon istrinya.


"Butik dulu ya mas, sekalian mau lihat kebaya yang sudah kita pesan bulan lalu," balas dokter Hanna seraya mengulas senyuman manis.


Papa Chandra mengangguk, menyetujui keinginan calon istrinya.


Sebenar nya, dokter Hanna menginginkan pernikahan nya di laksanakan dengan sederhana dan hanya mengundang sanak saudara serta kerabat terdekat saja. Namun papa Chandra menginginkan, meski pernikahan nya sederhana namun tetap akan mengundang semua rekan kerja serta relasi bisnis nya.


Sehingga di perkirakan tamu yang akan hadir berjumlah ratusan, dan papa Chandra berniat menggelar acara pernikahan nya di malam hari di kediaman nya dengan mengusung pesta kebun yang bernuansa kekeluargaan.


Papa Chandra dan dokter Hanna terlihat memasuki butik yang masih berada di dalam pusat perbelanjaan, seorang pegawai butik segera menghampiri kedua nya.

__ADS_1


"Selamat siang dokter Hanna," sapa pegawai butik tersebut dengan sopan dan tersenyum ramah.


"Selamat siang mbak Nurul," balas dokter Hanna seraya tersenyum hangat.


"Dokter Hanna pasti mau lihat pesanan kebaya nya kan, silahkan duduk dulu dok.. saya akan ambilkan," ucap pegawai butik yang bernama Nurul itu dengan lembut, dan kemudian segera berlalu meninggalkan tamu butik nya menuju ke ruangan khusus.


Dokter Hanna duduk, ditemani oleh papa Chandra yang berdiri di samping nya. "Mas, kenapa enggak duduk?" Tanya dokter Hanna, seraya mendongak menatap calon suami nya.


"Tidak mengapa dik, mas lagi pengin berdiri." Balas papa Chandra, seraya tersenyum lembut.


Dokter Hanna pun membalas senyum papa Chandra, dokter Hanna mengerti.. kedekatan kedua nya selama setengah tahun lebih, telah membuat dokter Hanna mengerti karakter papa Chandra. Yang selalu menjaga kesopanan meski mereka hanya berdua, dan selalu menjaga jarak agar tidak terlalu berdekatan untuk menghindari godaan syetan.


Dan hal itu yang membuat dokter Hanna semakin mantap ketika papa Chandra meminang nya untuk dijadikan istri, meski ini bukan yang pertama tapi perhatian dan kesopanan papa Chandra mampu menggetarkan hati dokter Hanna dan membuat nya selalu merasa jatuh cinta pada pria tampan dan berwibawa ayah dari Diandra itu.


Tak berapa lama, Nurul datang dengan membawa kebaya serta stelan jas dengan warna senada.


"Silahkan di coba dulu Han," titah seorang wanita yang seusia dengan dokter Hanna, yang tiba-tiba muncul di belakang Nurul.


Papa Chandra mengangguk dan kemudian duduk, ketika dokter Hanna telah berdiri dan mengambil kebaya dari tangan Nurul. "Aku coba dulu ya Mell,," ucap dokter Hanna kepada wanita cantik itu, seraya bergegas menuju ruang ganti.


"Mas Chandra, enggak mau nyoba jas nya sekalian?" Tanya wanita cantik yang di panggil Mell tersebut.


"Iya, nanti saja.. gantian," balas papa Chandra sambil melihat kearah ruang ganti, di sudut ruangan.


Setelah beberapa saat, dokter Hanna nampak keluar dari ruang ganti tersebut dan berjalan kearah sofa dimana calon suami nya berada, netra papa Chandra tak berkedip menatap keindahan ciptaan Tuhan yang berada di hadapan nya.


"Gimana Mellani, apa kamu puas dengan rancangan mu yang melekat di tubuh ku?" Tanya dokter Hanna, pada wanita cantik yang bernama Mellani.. desainer sekaligus pemilik butik.


Papa Chandra masih mengagumi kecantikan dan pesona dokter Hanna, dengan kebaya modern berwarna silver yang terlihat sangat anggun.

__ADS_1


"Pas,, dan kamu semakin terlihat cantik Hanna, benarkan mas Chandra?" Tanya wanita cantik pemilik butik itu, membuyarkan lamunan papa Chandra.


"Emm,, iya, sangat cantik," ucap papa Chandra, menatap calon istrinya seraya tersenyum hangat.


Mendapat tatapan seperti itu, membuat dokter Hanna jadi salah tingkah.


"Yey,, calon pengantin, masih malu-malu aja," goda Mellani pada dokter Hanna, sahabat nya sewaktu SMA dulu.


"Han,, ada tambahan yang lain enggak? Aku harus pulang, tadi si bungsu ngasih kabar kalau lagi enggak enak badan," ucap Mellani hendak pamit, "biar nanti dilayani sama Nurul ya? Maaf banget loh, aku enggak bisa menemani," lanjut nya dengan sangat menyesal, dan kemudian Mellani memeluk dokter Hanna sekilas untuk berpamitan.


"Enggak apa-apa Mell, santai aja.. moga Lila cepat sehat," balas dokter Hanna seraya melerai pelukan.


"Mari mas Chandra, saya duluan," pamit Mellani, seraya melambaikan tangan pada papa Chandra, dan bergegas keluar dari butik nya.


Dokter Hanna pun segera berganti pakaian kembali dan setelah nya nampak dokter cantik itu memilih gaun malam yang akan di gunakan di acara pesta kebun di hari pernikahan nya.


Usai dari butik, papa Chandra mengajak dokter Hanna untuk ke toko perhiasan. "cik, saya mau satu set perhiasan yang paling indah," ucap papa Chandra, pada pemilik toko perhiasan tersebut.


"Baik pak, tunggu sebentar," balas wanita paruh baya, warga keturunan China itu dengan sopan.


Pemilik toko perhiasan itu pun, menyuruh karyawan nya untuk mengambilkan koleksi perhiasan yang diinginkan pelanggan nya.


"Silahkan pak, bu, ini koleksi terbaik di toko kami. Ada berlian, blue safir, merah delima dan ruby," ucap pemilik toko perhiasan tersebut menerangkan.


"Yang mana dik, pilih saja yang kamu suka," titah papa Chandra, menoleh kearah dokter Hanna.


"Mas, ini pasti sangat mahal. Yang emas biasa aja enggak apa-apa kok,," tolak dokter Hanna dengan berbisik.


Papa Chandra tersenyum, dan papa dari Diandra itu semakin mengagumi kesederhanaan calon istrinya itu. "Untuk wanita yang istimewa, perhiasan nya harus yang istimewa," bisik papa Chandra.

__ADS_1


"Saya ambil yang berlian cik," pinta papa Chandra, tanpa menunggu persetujuan dokter Hanna.


Dokter Hanna hanya bisa pasrah, dan dalam hati mengucap syukur mendapatkan calon suami seperti papa Chandra.


__ADS_2