
Setelah menempuh perjalanan laut dan darat dari Pulau Seram menuju kota Ambon, yang menghabiskan waktu hampir setengah hari,,, ditambah perjalanan udara dari bandara Pattimura menuju bandara Ngurah Rai di Bali selama lebih dari empat jam, Angga dan Diandra menginjakkan kaki di Pulau Dewata dengan selamat.
Mereka berdua bernafas dengan lega, lelah yang mendera raga tak mereka rasakan.. karena yang ada hanyalah kebahagiaan, yang kini bersemayam di hati kedua nya.
Angga yang sempat antipati pada wanita hingga bertahun-tahun lama nya karena perselingkuhan sang tunangan di depan mata nya, kini sudah kembali dapat merasakan manis nya cinta.. bahkan lebih istimewa dari cinta nya yang pertama.
Sedangkan Diandra, yang diawal pernikahan nya harus berjuang seorang diri demi mendapatkan cinta sang suami dan demi keutuhan rumah tangga nya,, sekarang bisa tersenyum bahagia, karena perjuangan dan penantian panjang nya terbalaskan dengan limpahan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar dari sang suami.
Kedua nya berjalan menuju pintu keluar bandara, dan langsung di sambut oleh pak Darma, sopir pribadi mama Dewi yang ditugaskan untuk menjemput putra majikan nya itu.
Pak Darma langsung mengambil alih satu koper besar dari tangan Angga, dan memasukkan nya kedalam bagasi mobil.
Setelah Angga dan sang istri masuk kedalam mobil, pak Darma pun segera mengikuti dan duduk di belakang kemudi, "mas Angga mau langsung pulang ke Villa atau mau kemana dulu?" Tanya pak Darma pada putra majikan nya, seraya menoleh ke belakang.
Langsung pulang saja pak, tubuh kami sudah gerah.. dan rasa nya ingin segera mandi," balas Angga datar.
"Baik mas," ucap pak Darma dan kemudian segera melajukan kendaraan nya meninggalkan area bandara menuju ke Villa mama Dewi di kawasan pantai Kuta.
Di sepanjang perjalanan, Angga menunjukkan perhatian nya pada sang istri. "Yang,,, selonjoran sini, aku pijat kaki nya," titah Angga, seraya membantu sang istri menaikkan kaki dan meletakkan di atas pangkuan nya.
Diandra hanya menurut, dan sangat berterima kasih karena suami nya sungguh pengertian.
"Makasih ya kak," ucap Diandra seraya tersenyum manis.
Angga membalas nya dengan senyuman, "begini enak yang?" Tanya Angga, ingin memastikan bahwa istri nya merasa nyaman.
Diandra mengangguk, "cukupan kak," balas nya dengan mata yang mulai terpejam.
Pak Darma yang melirik dari pantulan kaca spion mobil ikut tersenyum bahagia, "Alhamdulillah,, mas Angga sudah menemukan kebahagian nya," ucap pak Darma dalam hati.
Angga membiarkan istri nya tidur, dan terus memijat kaki istri nya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, mobil yang di kendarai pak Darma berbelok masuk ke halaman Villa mama Dewi yang cukup luas.
Setelah mobil berhenti, Angga segera membangunkan sang istri, "Di,, bangun sayang, kita sudah sampai," lirih Angga sambil menepuk pelan pipi sang istri.
Diandra membuka mata nya, "sudah sampai ya kak, cepet banget perasaan," ucap Diandra seraya merenggangkan otot-otot nya.
Kedua nya kemudian turun," pak, tolong koper saya bawa ke kamar ya?" Titah Angga kepada sopir mama nya dengan sopan.
"Baik mas Angga," balas pak Darma sambil menunduk hormat.
Angga menggandeng tangan sang istri masuk ke dalam Villa sang mama, dan di saat yang bersamaan mama Dewi juga mau keluar hendak menyambut kedatangan menantu kesayangan nya.
"Kalian sudah tiba? Mama baru saja mau keluar menyambut menantu mama," ucap mama Dewi seraya memeluk menantu kesayangan nya. "Kamu sehat nak?" Tanya mama Dewi, dan sesaat kemudian melerai pelukan nya.
"Alhamdulillah,, Didi sehat ma," balas Diandra dengan mencium punggung tangan mama mertua nya.
"Ayo masuk,," ajak sang mama, seraya menarik pelan tangan sang menantu.
"Ya ampun Ga,, kamu kan sudah seminggu lebih bersama Didi... Sekarang giliran mama dong?!" Mama Dewi tak mau mengalah, dia terus berjalan masuk ke dalam seraya menuntun sang menantu.
"Ya wajar dong ma, kalau suami istri sama-sama terus. Yang enggak wajar kalau mama mertua juga ikut-ikutan pengin bersama menantunya?!" Kembali Angga protes pada sang mama.
Mama Dewi terkekeh pelan, "Dasar Bucin.." ucap mama Dewi mencibir, "mama kan cuma pinjam sebentar Ga,," lanjut mama Dewi seraya menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Lagian mama, anak sendiri jauh-jauh datang malah di abaikan. Peluk kek.." Angga menggerutu, dan terus mengikuti langkah sang mama dan juga istri nya.
"Oh,, jadi calon ayah cemburu nih cerita nya,," ucap mama Dewi menghentikan langkah nya, dan berbalik ke belakang menatap putra nya.
Diandra hanya senyum-senyum mendengar kan obrolan suami dan mama mertua nya itu.
Mama Dewi merentangkan kedua tangan nya, "sini, peluk mama," lirih mama Dewi, teringat kembali kenangan masa kecil hingga remaja Angga.. yang setiap pulang ke rumah, pasti minta di peluk. Tapi semenjak hubungan nya dengan Vera putus, Angga berubah jadi dingin dan pendiam.
__ADS_1
Angga langsung menghambur ke pelukan sang mama, "ma, Angga kangen," bisik Angga dengan suara tercekat, Angga tak memungkiri... bahwa dia selalu manja sama mama nya, itu sebab nya kakak-kakak nya sering menyebut diri nya sebagai anak manja.
"Alhamdulillah nak,, kamu sudah kembali, mama bahagia sekali." Balas mama Dewi dengan memeluk erat putra nya, "meskipun kamu sebentar lagi menjadi seorang ayah, tapi bagi mama kamu tetap lah anak mama yang manja.. dan tetap lah seperti ini nak, mama menyukaimu yang seperti ini," lanjut mama Dewi seraya melerai pelukan nya.
Diandra yang menyaksikan adegan mama dan anak tersebut, dibuat terharu.. "sweet banget sih mereka," bisik nya dalam hati, "apa mama Diana juga akan memperlakukan aku seperti itu ya, kalau beliau masih hidup?" Lanjut nya masih dalam hati.
Tanpa Diandra sadari, bulir bening jatuh membasahi pipi putih nya yang mulus. Dengan buru-buru, Diandra menyeka air mata nya.
"Nak, kamu menangis?" Tanya mama Dewi, yang melihat Diandra menyeka air mata nya.
Diandra menggeleng pelan, "Didi hanya terharu ma, melihat kedekatan mama dan kak Angga," balas Diandra dengan tersenyum.
Kembali mama Dewi merengkuh Diandra dan Angga kedalam pelukan nya, "iya nak, mama sayang sekali sama putra bungsu mama ini. Sama kamu juga," ucap mama Dewi tulus.
"Makasih ma,," balas Diandra sambil melepaskan pelukan nya, dan tersenyum bahagia.
"Sudah ah,, baper nya. Kalian mau mandi dulu atau mau makan dulu?" Tanya mama Dewi menatap kedua nya bergantian.
"Mandi dulu deh ma, udah lengket nih semua badan," balas Angga.
"Ya sudah sana, Didi mandi nya pakai air hangat ya nak.. kamu habis perjalanan jauh, biar peredaran darah nya kembali lancar," mama Dewi mengingatkan.
"Iya ma,," balas Diandra singkat dan kemudian segera berlalu, mengikuti langkah sang suami dan meninggalkan mama Dewi seorang diri.
Di anak tangga pertama, Angga menghentikan langkah nya.
"Kenapa kak?" Tanya Diandra mengernyit.
Tiba-tiba Diandra merasakan tubuh nya melayang di udara, "Aw,,," Diandra terpekik tertahan, dan kemudian segera tersadar bahwa sang suami telah membopong nya. Diandra langsung mengalungkan tangan nya di leher sang suami dan membenamkan wajah nya di dada bidang Angga.
Angga terus menaiki anak tangga, tanpa kata-kata.
__ADS_1
Mama Dewi yang masih bisa menyaksikan nya dari bawah, tersenyum bahagia. "Kamu persis seperti papa kamu Ga,, romantis dan hangat," lirih mama Dewi mengenang almarhum suami nya, "semoga kalian selalu bahagia, hingga maut memisahkan," do'a mama Dewi dengan tulus pada putra dan menantu nya.